All About KEVIN

All About KEVIN
Tunangan Dahulu



"Kevin,," ucapan Salma menggantung.


"Abang,, apa yang abang katakan?" Tanya Nabila panik.


Rehan menatap istri nya dan menggeleng pelan.


"Demi menjaga harga diri mu dan juga nama baik keluarga mu, Salma... aku akan menjalankan sanksi itu, dan menikahi mu," ucap Kevin meyakinkan


"Tidak Kevin, aku tidak mau!" Tolak Salma tegas.


"Kenapa Salma?"


"Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak mencintaiku," jawab Salma lirih.


"Aku menyukaimu Salma,, sungguh, aku berkata yang sejujur nya," ucap Kevin menatap Salma, dan mencoba meyakinkan gadis cantik berhijab itu, akan kebenaran dari pernyataan nya barusan.


Salma menatap Kevin, dan seolah ragu..


"Aku benar-benar menyukaimu Salma, jangan tanya sejak kapan? Karena aku pun tak tahu jawab nya.. rasa itu hadir begitu saja Salma, dan aku merasa nyaman berada di dekat mu," ucap Kevin menyatakan isi hati nya, tanpa memperdulikan semua mata yang memandang kearah nya.


"Jangan pula kamu bertanya, kenapa? Aku pun tak tahu jawab nya Salma... karena aku mencintaimu tanpa alasan." Lanjut Kevin dengan sungguh-sungguh.


Mendengar ungkapan perasaan Kevin, hati Salma membuncah bahagia.. dan wajah putih nya, menjadi merona merah.


Rehan tersenyum simpul, mendengar keberanian sang putra...dalam menyatakan perasaan nya pada seorang wanita, di hadapan banyak orang.


"Jadi, bagaimana Salma,, kamu mau kan menjadi istri ku?" Tanya Kevin dengan percaya diri.


Salma mengangguk kecil, dan tersenyum malu-malu.


"Pat RT, saya siap menikahi Salma," kembali Kevin mengucap kan kesediaan nya itu dengan tegas.


"Jangan nak,," cegah pak Sulaiman, ayah dari Salma itu benar-benar tidak mau jika kejadian ini membuat keluarga nya menjadi bahan olok-olokan orang-orang.. yang bisa jadi akan mengatakan, bahwa keluarga nya sengaja menjebak Kevin yang putra pengusaha kaya raya agar menikahi Salma.


Kevin mengernyit "kenapa pak?" Tanya nya bingung.


"Pak Leman, pemuda itu sudah mau bertanggung jawab untuk menikahi Salma,,, dan putra putri kalian juga saling suka, kenapa pak Leman malah menolak nya?!" Tanya pak RT yang juga tak mengerti akan jalan pikiran pak Sulaiman.


"Karena mereka masih sangat muda dan masih sama-sama sekolah pak Ferdi, dan saya yakin mereka berdua tidak melakukan hal yang melanggar batas," jawab pak Sulaiman dengan yakin.


Rehan yang sedari tadi mendengarkan perdebatan kecil itu menengahi, "maaf pak Leman, putra saya sudah bersedia bertanggung jawab... jadi saya mohon, biarkan Kevin melakukan apa yang seharusnya dia lakukan," ucap Rehan dengan bijak.


"Dan tentang sanksi pernikahan,,, sebelum nya saya minta maaf pak Ferdi, bukan berarti saya tidak menghargai peraturan yang berlaku di komplek ini. Tapi, mengingat putra putri kami masih bersekolah.. jadi saya mohon pengertian nya, agar mereka menyelesaikan dahulu studi nya hingga lulus SMU. Karena pihak sekolah, pasti juga tidak akan mengijinkan anak didik nya menikah selama masih menempuh pendidikan di sekolah tersebut." Pinta Rehan dengan menjelaskan status Kevin dan Salma yang masih sekolah.


"Kalau soal mereka masih sekolah, dan khawatir pihak sekolah tidak mengijinkan.. mereka berdua bisa tetap menikah, dan pernikahan nya di lakukan secara agama dahulu pak Rehan," balas pak Ferdi kekeuh ingin menegakkan peraturan di kampung nya.


Rehan tersenyum, "bagi putra saya, menikah secara agama atau sirri.. itu tidak masalah pak, karena anak saya laki-laki. Bukan kah yang paling dirugikan dalam pernikahan sirri adalah pihak perempuan?" Sejenak Rehan menjeda ucapan nya, dan membiarkan bapak-bapak yang hadir di sana mencerna ucapan nya.


"Apa pak Ferdi selaku ketua RT di lingkungan sini, dan juga bapak-bapak yang lain selaku tetangga dari pak Leman, akan tega.. jika hal buruk terjadi pada pernikahan Salma? Dengan status nya yang tidak jelas, karena pernikahan secara sirri tidak tercatat di Kantor Urusan Agama?" Lanjut Rehan seraya mengedarkan pandangan, menatap mereka yang hadir di ruang tamu keluarga pak Leman, satu-persatu.


Pak Sulaiman yang mengerti arah pembicaraan big bos perusahaan besar itu pun tersenyum.


Sedangkan pak Ferdi dan bapak-bapak yang lain saling pandang.


"Tapi pak Rehan, jika sanksi ini tidak di tegakkan.. saya khawatir, akan menjadi boomerang bagi kami selaku pengurus RT dalam menghadapi protes warga," balas pak Ferdi gamang.


"Mereka akan tetap saya nikahkan secara resmi pak Ferdi, Insyaallah nanti jika usia mereka sudah cukup matang. Dan untuk tetap mematuhi peraturan di komplek ini, besok kami akan mengikat putra putri kami dalam ikatan pertunangan. Bagaimana pak Ferdi? Apakah bisa di terima usulan saya?" Tanya Rehan penuh penekanan.


Pak Ferdi nampak berbisik-bisik dengan pak Mali dan satu orang lain nya yang nampak nya berpengaruh di lingkungan tempat pak Sulaiman dan keluarga nya tinggal.


Kevin menatap ayah nya, dia hampir tak percaya.. sang daddy ternyata menyetujui hubungan nya dengan gadis sederhana seperti Salma. Dalam hati Kevin sungguh bersyukur, karena di didik oleh orang tua yang bijak, seperti daddy Rehan. Netra biru nya berembun, dia sangat menyesal.. sempat marah sama daddy nya tadi.


Pak Sulaiman dan bu Widya saling pandang, mereka pun tak percaya.. semudah itu orang kaya seperti Rehan, menerima sangsi dan akan menikah kan putra nya dengan anak gadis nya yang hanya dari keluarga sederhana.


"Bagaimana bapak-bapak?" Tanya Rehan kembali, setelah beberapa saat menunggu, namun tak kunjung ada jawaban dari pak Ferdi selaku orang nomor satu di komplek tersebut.


Pak Ferdi menghembuskan nafas berat,, "Baik pak Rehan, mereka boleh bertunangan dahulu. Tapi setelah batas minimal usia mereka cukup untuk menikah, kami mohon secepat nya agar mereka di nikahkan. Bukan apa-apa pak Rehan, kami hanya tidak ingin.. ada hal-hal buruk yang terjadi di lingkungan kami," jawab pak Ferdi tegas.


Rehan tersenyum lega, begitu pun dengan Nabila. Mommy dari Kevin itu sempat khawatir tadi, dan tidak bisa membayangkan jika sang putra menikah di usia nya yang masih sangat muda.


Salma pun tersenyum senang, karena tidak akan menikah dengan cara di grebek dan di usia nya yang masih muda. Bahkan besok, keluarga pemuda yang diam-diam selalu hadir dalam mimpi nya itu akan meminang nya.


Dan senyum Salma yang merekah indah itu, dapat di lihat jelas oleh Kevin.. yang sedari tadi mencuri-curi pandang kearah nya. "Aku bahagia, melihat mu tersenyum seperti itu Salma," bisik nya dalam hati, seraya tersenyum lebar.


"Baiklah pak Leman, karena telah tercapai kesepakatan.. kami pamit, akan melanjutkan ronda malam kembali." Pamit pak RT, dan kemudian menyalami pak Sulaiman, dan Rehan. Pak RT dan warga yang lain pun segera berlalu, meninggalkan kediaman pak Sulaiman.