All About KEVIN

All About KEVIN
TMI : Jangan Peluk-peluk



Dan terhitung mulai hari ini, Malika resmi bekerja di kantor abang sulung nya.. menggantikan posisi Rahman, yang mulai disibukkan dengan tugas akhir kuliah serta pekerjaan di perusahaan baru milik nya yang belum lama di rintis itu.


Selain Malik yang menggantikan Dion, dan Malika yang menggantikan Rahman... Kevin juga merekrut Yura dan Sesil setelah mereka berdua di wisuda setahun yang lalu, tetapi ruangan mereka berdua berada di lantai dua, satu lantai dengan ruangan tim IT yang dikomandani oleh Edo.


Selain Yura dan Sesil, ada juga belasan karyawan lain yang kesemua nya mahasiswa di kampus yang sama dengan Kevin dan Salma,,, yang di rekrut seminggu setelah kantor Kevin resmi di buka, dan mereka semua bekerja paruh waktu.


Yura dan Edo setelah melalui berbagai problematika percintaan yang rumit, karena masa lalu Yura yang kelam.. akhir nya Edo berhasil meyakinkan orang tua nya, dan setengah tahun yang lalu kedua nya telah resmi menikah.


Begitu pun dengan Sesil dan Dika, yang menikah seminggu setelah Sesil di wisuda tanpa halangan yang berarti.. dan saat ini, istri Dika itu tengah hamil tujuh bulan.


Kevin memang sengaja memprivacy lantai tiga, hanya khusus untuk orang-orang terdekat nya saja. Sehingga, apabila Rahman atau Dion berkunjung,, atau pun Tasya sepulang sekolah ikut Malik bekerja, kedatangan mereka tidak akan mengganggu pekerjaan karyawan lain nya.


Apalagi teman-teman Kevin itu jika sudah berkumpul selalu ada aja yang di ributkan, pasti nya akan sangat mengganggu konsentrasi karyawan lain jika mereka berada di lantai yang sama.


Belum lagi putri nya Kevin dan putra nya Bayu, yang hampir setiap hari ikut bermain ke kantor.. menambah ramai suasana lantai tiga di gedung perkantoran milik Kevin tersebut.


Seperti siang ini, Tasya yang pulang sekolah di jemput oleh Malik.. dan langsung di ajak Malik ke kantor, kedatangan gadis centil tersebut disambut gembira oleh Vinsa yang berebut perhatian Tasya dengan Bintang.


"Aunty Tasya,,, ayo kita main barbie," ajak Vinsa, yang memang sangat menyukai boneka barbie seraya bergelayut manja pada kekasih nya Malik tersebut.


"Nyo,, nyo,, ndong.. ty ty,," sergah Bintang, yang langsung berlari mendekati Tasya dan mengulurkan tangan nya minta di gendong sama aunty Tasya.


Tasya tersenyum pada keponakan nya Malik tersebut, "Princess Vinsa, kita main barbie nya nanti ya.. aunty mau gendong Bintang dulu, bentar aja. Enggak apa-apa kan?" Bujuk Tasya, seraya mengusap puncak kepala Vinsa dengan lembut.


Vinsa mengangguk, "tapi janji ya aunty, cuma sebentar," ucap gadis kecil itu, menuntut.


Tasya mengangguk, dan kemudian segera mengangkat tubuh Bintang dan membawa nya berputar-putar.. hingga bocah laki-laki berusia satu tahun itu tertawa riang.


"Bang Malik, lihat tuh cewek centil nya abang.. sudah pantas jadi mommy dia sekarang," bisik Malika, seraya memperhatikan gerak gerik Tasya.


Malik tersenyum, dan mengangkat kedua alis nya. "Cewek nya siapa dulu dong? Bang Malik gitu loh.. pasti enggak bakal salah pilih."


"Ck,, mulai deh narsis nya," Malika mencebik.


Sedangkan Bayu yang bisa mendengar bisik-bisik itu bersuara, "masak anak kecil punya anak kecil," Bayu menatap Malik seraya terkekeh.


"Udah remaja dia bang, udah kelas dua SMA loh.." Malik membela kekasih nya.


"Bicara apa sih kalian,, ngelantur aja," tegur Kevin yang mendengar perdebatan kecil tersebut.


Mendapat teguran dari big bos, semua kembali fokus dengan pekerjaan nya masing-masing.


Kini Tasya terlihat sudah menurunkan Bintang, dan bocah laki-laki gembul itu saat ini sudah bermain bersama bibi pengasuh nya. Dan Tasya kemudian memenuhi janji nya, untuk bermain barbie bersama princess Vinsa.


Melihat putri nya tengah asyik bermain bersama Tasya, Kevin berbisik pada sang istri, "cinta, yuk kita naik ke atas," ajak Kevin, seraya mengedipkan sebelah mata nya.


Salma mengernyitkan dahi, dan kemudian segera mengangguk tatkala sang suami melirik kearah putri mereka yang sedang asyik bermain bersama aunty nya itu. "Kapan lagi bisa menyenangkan suami tanpa gangguan si kecil," gumam Salma dalam hati.


Bisa berduaan tanpa jeda drama Vinsa nangis karena terbangun di malam-malam gelap saja, Kevin dan Salma sudah sangat bersyukur.


Dan siang ini, mereka berdua akan memanfaatkan momen istimewa tersebut dengan sebaik-baik nya.


"Om Malik, Tasya biar main dulu sama Vinsa ya. Abang sama kak Salma ada keperluan sebentar," pamit Kevin dengan berbisik pada Malik.


Malik mengangguk, tanpa melihat kearah abang nya.. karena fokus Malik, terus tertuju pada layar datar di hadapan nya.


"Hemmm, naga-naga nya nih.. Kevin dan Salma junior jilid dua, bakal segera hadir," bisik Bayu, ketika Kevin dan Salma melintas di samping nya.


Kevin hanya tersenyum simpul, sedangkan Salma tersipu malu.


Devi berdeham,


Kevin awal nya memang ingin memiliki banyak anak, namun mengingat perjuangan sang istri saat melahirkan putri pertama nya yang dramatis.. bahkan Salma sampai jatuh pingsan, membuat Kevin berpikir ulang untuk memiliki anak kembali.


Kevin dan sang istri berjalan sedikit tergesa menuju lift, dan tepat di depan pintu lift mereka bertemu dengan Rahman.


"Bro, mau kemana? Kok kayak buru-buru gitu?" Rahman yang baru saja menginjakkan kaki di lantai tiga tersebut, mengernyitkan dahi nya.


"Nitip anak gue ya, sekarang lagi main sama Tasya. Jangan sampai dia rewel," titah Kevin, dan mengbaikan pertanyaan Rahman.


Salma sudah masuk kedalam lift, sedangkan Kevin berbalik menoleh kearah Rahman yang masih mematung. "Satu lagi, kalau rewel.. tolong lu atasi, dan jangan ganggu gue dulu," Kevin tersenyum penuh kemenangan, meninggalkan Rahman yang semakin terlolong.


Pintu lift menutup sempurna, dan kotak besi itu membawa Kevin dan sang istri menuju lantai lima.


Rahman garuk-garuk kepala dan tersenyum kecut, "sialan, gue bela-belain dari proyek ke sini mau melepas rindu malah di suruh jadi baby sitter," gerutu Rahman, seraya berlalu menuju ruang kerja nya dahulu.


Rahman masuk ke ruangan yang paling luas di lantai tiga itu sengaja tanpa mengucap salam, dan langsung mendekati Malika yang terlihat sibuk dengan pekerjaan nya.


Rahman kemudian mengusap lembut lengan kanan Malika, seraya mengucap salam dengan lirih tepat di samping kiri wajah Malika. Dan posisi seperti itu jika dilihat dari arah Bayu, Rahman seperti sedang memeluk Malika.


"Assalamu'aliakum,"


"Abang,," Malika mendongak menatap Rahman, "kok abang enggak bilang-bilang kalau mau datang?" Protes Malika, tanpa menjawab salam sang kekasih.


Rahman tersenyum,, "surprise,,"


"Surprise,, surprise,, jangan peluk-peluk!" Seru Bayu, "Kevin said, no hug,, no kiss,," lanjut Bayu mengingatkan.


"Siapa yang meluk?" Sanggah Rahman, seraya menoleh kearah Bayu sambil mengerling.


🌷🌷🌷🌷🌷 tbc..