All About KEVIN

All About KEVIN
TMI : Si Bos Enggak Asyik!



Di kediaman daddy Rehan, tamu undangan yang merupakan rekan bisnis terdekat ayah enam anak itu di sambut hangat oleh om Alex, opa Alvian, om Devan dan papi Vincent. Om Rahmat juga ikut terlibat menyambut tamu orang-orang penting itu, dan menjamu mereka semua seperti keinginan daddy Rehan.


Meski tanpa kehadiran sang tuan rumah, suasana akrab dan hangat tetap tercipta. Karena ke semua tamu undangan tersebut mengenal baik om Alex sebagai asisten pribadi daddy Rehan, selain itu mereka juga mengenal opa Alvian dan juga om Devan sebagai sesama pengusaha.


Papi Vincent dan om Rahmat pun dengan mudah dapat membaur dengan para pengusaha itu, karena background mereka berdua tak jauh-jauh dari para pengusaha tersebut.


Papi Vincent yang dulu pernah mengelola bisnis milik Keyla, mommy nya Kevin.. dan saat ini, mengelola bisnis milik oma Carla yang nanti nya akan diwariskan kepada keturunan papi Vincent, termasuk Kevin.


Sedangkan om Rahmat, semenjak keluar dari perusahaan garmen,,, tempat dimana dulu dia pertama kali bertemu dengan mommy Billa, kemudian mendirikan perusahaan sendiri meski masih bertaraf menengah dengan bendera PT. Putri Tunggal, yang bergerak di bidang transportasi dan jasa pengiriman barang atau ekspedisi.


Dan diantara tamu-tamu penting daddy Rehan, sebagian adalah pemilik perusahaan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan nya.. dan membutuhkan jasa ekspedisi nya, untuk mengirimkan barang eksport dan import.


Mereka ngobrol dengan hangat dan penuh kekeluargaan, sambil sesekali membicarakan tentang bisnis.


Suasana hening sejenak tercipta, saat di layar monitor menampilkan gambar prosesi akad nikah antara Rahman dan Malika berlangsung. Mereka ikut larut dalam kekhidmatan acara tersebut.


Dan saat kata sah terucap dari dua orang saksi yaitu ayah Yusuf dan om Doddy, adik dari mama nya Rahman yang merupakan pengusaha berlian,,, yang wajah nya sudah sangat familiar di kalangan para nyonya bos yang saat ini ikut hadir mendampingi sang suami, para tamu undangan dan keluarga besar daddy Rehan itu pun ikut merasa kan kelegaan yang luar biasa.


Mereka juga ikut mengaminkan do'a yang dipimpin kakek Ilyas, seolah acara ijab qabul tersebut berada di tempat yang sama dengan mereka saat ini.


Dan saat daddy Rehan menyampaikan sambutan nya usai prosesi ijab qabul berlangsung kepada semua tamu undangan yang saat ini berada di kediaman nya melalui layar monitor, semua bertepuk tangan dengan meriah seiring berakhir nya sambutan dari tuan rumah.. meski hanya secara virtual.


Tamu undangan tersebut dapat ikut merasa kan kebahagiaan kedua mempelai, juga kebahagiaan keluarga besar daddy Rehan serta keluarga tuan Adam yang juga banyak dikenal oleh tamu-tamu tersebut.


Bisik-bisik dari para nyonya bos pun mulai terdengar, "oh.. mempelai laki-laki nya bukan dari kalangan abal-abal rupa nya, pantes aja si Icha di bolehin nikah di usia dini?" Bisik ibu-ibu yang berbody bak gitar spanyol.


"Iya loh, ponakan nya dik Doddy ternyata.. langganan kita,," timpal nyonya bos yang tampil glamour bak toko perhiasan berjalan.


"Kabar nya, dia juga sudah punya perusahaan sendiri lho??" Bisik yang lain, yang usia nya lebih tua namun penampilan nya membahana.


"Ya pasti lah,, tuan Adam kan juga pengusaha sukses tadi nya, cuma sayang,,, dia dicurangi saudara-saudara nya," timpal wanita yang paling makmur body nya di antara yang lain.


Dan bisik-bisik itu terhenti, kala nyonya bos dari keluarga Antonio mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan.


*****


Di rumah sakit Permata Husada, tepat nya di ruang perawatan president suite dimana Rahman di rawat.. pak penghulu pamit undur diri, karena tugas nya telah usai. Beliau diantarkan kembali oleh orang suruhan daddy Rehan.


Sementara Malika yang baru saja menerima kecupan hangat di kening nya dari sang suami tercinta, usai Rahman menyematkan cincin berlian terindah koleksi di toko berlian milik om nya.. Wajah cantik itu terus menyunggingkan senyuman termanis.


"Hey,, kenapa senyum-senyum terus?" Bisik Rahman di telinga istri nya, saat mereka baru saja duduk di sofa setelah mendapatkan ucapan selamat dari keluarga kedua nya.


"Enggak apa-apa abang,," balas Malika masih sambil tersenyum, membuat Rahman semakin penasaran.


"Palingan minta di kiss lagi dia, bang..." celetuk Malik, yang tiba-tiba duduk di tengah diantara Malika dan Rahman.


Malika sontak mencubit lengan Malik, "sok tahu deh,,," kesal Malika dengan mengerucut kan bibir nya.


"Ya tahu lah, kita kan sehati. Dari dalam perut mommy kita selalu bersama, so.. aku tahu isi otak omes mu itu," balas Malik seraya terkekeh.


Rahman yang mendengar perkataan absurd Malik pun tersenyum.


"Siapa yang omes?!" Protes Malika, "lagian, omes sama suami sendiri kan sah-sah aja," Malika berapologi.


"Iya,, iya,, boleh, boleh banget malah," balas Malik.


"Eh Cha, kamu mau kado apa?" Tanya Malik, seraya menoleh kearah Malika.


"Emm,,," sejenak Malika berpikir.


"Ah,, kelamaan... thet thot, kado nya hangus!" Ucap Malik cepat.


"Eh,,, mana bisa begitu?! Aku kan lagi mikir?!" Kembali Malika protes.


"Kakak,, abang,, kok malah pada ribut?" Mommy Billa yang datang menghampiri kedua putra putri kembar nya menghentikan perdebatan kecil tersebut, "bang Malik, kita pulang sekarang.. daddy masih di tungguin tamu-tamu nya," titah mommy Billa pada Malik.


"Iya mom," balas Malik patuh, dan kemudian segera beranjak.


"Abang,, kado buat aku jadi kan?" Tanya Malika, seraya menarik tangan Malik. Malika tahu persis, apa pun yang akan di minta pasti akan dituruti saudara kembar nya itu. Apalagi saat ini Malika tahu, bahwa Malik memiliki banyak tabungan.


"Jadi,, jepit rambut korea kan? Yang bling bling,," jawab Malik seraya tersenyum menggoda.


"Ih,, ogah. Emang nya, aku Tasya?" Gerutu Malika, karena dikerjai sama saudara kembar nya itu.


Malik terkekeh,,,


"Sudah,, nanti kado nya dari mommy," ucap mommy Billa menengahi kedua nya.


"Bang Rahman, kami pamit ya.. tolong jaga putri mommy, yang banyak stok sabar nya ya?" Pinta mommy Billa seraya menepuk lembut punggung Rahman yang telah kembali berdiri, ingin mengantarkan keluarga nya yang hendak pulang.


Malika dan Rahman kemudian menyalami semua keluarga nya, kedua keluarga besar itu pulang ke kediaman masing-masing dan menyisakan Kevin serta teman-teman dekat nya.. termasuk Fira, yang ikut tinggal bersama Dion.


Sepeninggal keluarga besar Malika dan Rahman, Kevin dan yang lain nya menunggu di ruang tamu.. sedangkan Malika membantu sang suami berganti pakaian, begitu juga diri nya yang hendak berganti.


"Ganti baju nya jangan pakai plus-plus," teriak Bayu dari ruang tamu.


Akhir nya, Rahman murni hanya berganti pakaian tanpa adegan plus-plus.. hanya sedikit memberi kan kecupan di bibir sang istri, ketika Malika selesai membantu nya mengenakan kaos oblong.


"Terimakasih sayang,,," ucap Rahman lembut, dengan degup jantung yang masih berpacu cepat.


Sedangkan Malika tersenyum dengan pipi merona merah, dan kedua nya kemudian segera kembali ke ruang tamu dengan bergandengan tangan dengan mesra.


"Cie,, udah berani gandengan kayak truk," ledek Bayu.


"Jangan kan cuma gandengan, yang lebih dari itu.. dia juga pasti berani, ya kan bro?" Timpal Dion, seraya menatap Rahman.


Rahman tersenyum,,


"Tapi gue yakin, dalam waktu dekat ini.. dia enggak bakalan bisa belah duren, enggak mungkin kan belah duren cuma pakai satu tangan??" Olok Bayu dengan suara menggebu-gebu.


"Siapa bilang enggak bisa, yang belah duren kan bukan tangan nya?" Bela Dion, seraya tersenyum simpul.


"Oh iya, ya,," Bayu garuk-garuk kepala, "ah,, tapi tetap aja enggak,,,"


"Bay,," Kevin melirik Bayu, mengisyaratkan agar berhenti meledek Rahman dan Malika.


"Siap bos, gue diem," ucap Bayu, seraya mengunci mulut nya dengan gerakan tangan seolah sedang mengunci.


Rahman dan Malika hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala, begitu pula dengan Salma, Devi dan Fira.. yang tak habis pikir dengan celotehan dan kejahilan Bayu, yang seolah tak ada habis nya.


Sejenak hening menyapa ruang tamu kamar rawat Rahman, yang sangat luas dan dengan fasilitas bak hotel bintang lima itu. Hingga suara Kevin, mengurai keheningan. "Bro, ini kado dari kami," Kevin menyodorkan selembar saham, bukti kepemilikan perusahaan e-commers kepada Rahman.


Rahman membaca nya sekilas, dan kemudian mengernyitkan kening nya.


"Atas dedikasi lu selama ini, membangun dan membesarkan bisnis e-commers. Kita semua adalah keluarga, dan akan selama nya menjadi keluarga.. meski masing-masing dari kita sudah disibukkan dengan perusahaan milik pribadi, tapi perusahaan e-commers ini tetap milik kita bersama," lanjut Kevin.


Rahman masih terlihat bingung,,


"Kemarin kami berlima rapat, maaf tanpa melibatkan lu.. tapi ada Malika di sana," Bayu mulai menerangkan.


Malika mengangguk,


"Bos memberikan separoh saham nya, untuk di bagi rata kita berempat.. gue, Devi, Dion dan lu. Kata bos, sebagai kado pernikahan kita." Terang Bayu.


"Tapi menurut gue enggak adil sih buat gue sama yayang Devi??" Lanjut nya seraya tersenyum seringai.


Kevin mengernyit, "maksud lu, gimana Bay?"


"Ya, lu kan ngasih nya telat bos. Gue kan udah nikah tiga tahun lalu, harus nya dapet triple dong?" Protes Bayu, yang langsung mendapatkan cibiran dari teman-teman nya.


"Dasar Babay,,, udah dapat double, masih aja protes?!" Cibir Dion.


"Kok double? Cuma satu bang Dion.. sama kayak lu dan Rahman?" Elak Bayu, karena memang hanya menerima selembar.


"Lah lu sama Devi, kan satu paket??" Jelas Dion.


"Hehe,, iya, ya," Bayu mengusap tengkuk nya.


"Udah yuk, cabut," ajak Kevin, penuh pengertian.


"Eh, kok cepet-cepet.. ntar dulu dong? Kalau perlu kita ikut nginap di sini menemani Icha, kasihan kan Icha sendirian?" Tolak Bayu, berharap teman-teman nya mendukung ide nya untuk mengganggu malam pengantin baru.


"Kita pulang, biarkan mereka istirahat," titah Kevin, dan kemudian segera beranjak yang di ikuti oleh yang lain.


"Wah,, si bos enggak asyik! Pilih kasih!" Gerutu Bayu, yang diabaikan oleh yang lain.


🌷🌷🌷🌷🌷 tbc...


Sabar ya Babay,, 😊😊😊


Buat yang nanya,,


Kok, sekarang up nya telat dan malam banget?


Maaf yah, dari awal bulan saya sudah sampai kan kalau up nya slowly but sure.. saya usahakan tiap hari up, meski di jam pocong 😊😊


Karena lagi kejar tayang di lapak sebelah,,


Yang belum mampir, yuk di intip.. siapa tahu kesengsem 😉😉


Kok, sekarang up nya dikiit?


Maaf yah, tiap up saya pasti kan di atas seribu kata minimal 1200 an kata, kalau masih kurang maaf... jempol ku lelah bestie 🙏🙏


So, I need your support.. agar jempol ku kembali lincah menari di atas layar ponsel yang tak seberapa lebar, modus nya tetap yah 😄😄


Maklum, ketularan daddy Rehan... 🤗😘😘