All About KEVIN

All About KEVIN
Jampi-jampi Nyonya Direktur



Keesokan hari nya di kantor K&V Company, semua nya telah berkumpul. Om Irfan selaku wakil direktur yang lama juga telah hadir bersama sang istri, semalam om Irfan dan istri nya baru tiba dari Jakarta,,, setelah beberapa hari yang lalu terpaksa pulang ke Jakarta, karena kondisi orang tua nya yang tiba-tiba drop dan beliau berdua semalam memilih untuk menginap di hotel.


Semua manager telah berkumpul di ruang rapat, termasuk om Irfan dan istri nya.. tatkala asisten Alex, om Adam dan istri nya serta Kevin dan Salma memasuki ruangan tersebut bersama sekretaris. Sedangkan teman-teman Kevin yang lain, menunggu di kantor khusus Direktur yang sampai saat ini masih belum di tempati oleh pemilik nya.


Nampak sekretaris membuka rapat khusus pada pagi hari itu, yang di lanjut kan oleh asisten Alex yang memperkenalkan Kevin secara tidak resmi sebagai pemilik dari K&V Company.


Kevin mengangguk dan tersenyum tipis, kepada semua yang hadir di ruang rapat tersebut.


Asisten Alex kemudian menjelaskan pergantian kepemimpinan sementara di K&V Company, yang tadi nya di pegang oleh om Irfan selaku wakil direktur yang menghandle semua kebijakan di perusahaan tersebut,,, dan digantikan oleh om Adam yang termasuk bukan orang baru dalam dunia bisnis.


Pengalaman om Adam yang pernah mengelola dan memajukan perusahaan keluarga nya, diharap kan akan mampu membuat K&V Company semakin maju dan berkembang pesat.


Om Irfan juga memberikan sambutan nya, ucapan terimakasih kepada pemilik K&V Company yang telah memberi nya kesempatan memimpin perusahaan besar. Dan ucapan terimakasih kepada segenap manager dan staf perusahaan, yang telah banyak membantu nya selama ini.


Om Irfan kemudian menjabat tangan om Adam, sebagai simbol pengalihan tugas dan tanggung jawab yang selama ini di emban om Irfan kepada om Adam,,, yang akan menggantikan nya menduduki jabatan sebagai wakil direktur di K&V Company.


Suara tepuk tangan meriah mengiringi jabat tangan tersebut, yang di sambut kedua nya dengan tersenyum lebar seraya menatap ke arah Kevin selaku pemilik sah K&V Company.


Om Adam sebagai wakil direktur yang baru juga memberikan sambutan nya, om Adam mengucapkan terimakasih karena diberikan kesempatan istimewa untuk mengelola perusahaan besar milik Kevin.


Wakil direktur yang baru di angkat itu juga berjanji, akan bekerja sepenuh hati dan semaksimal mungkin untuk membuat K&V Company lebih maju lagi,, dan beliau mengharap agar semua pihak dapat bekerja sama dengan baik, untuk membesarkan K&V Company yang kini menjadi tanggung jawab nya.


Tepuk tangan meriah mengiringi kata penutup yang di sampaikan oleh om Adam, dan di lanjut kan dengan ucapan selamat dari segenap manager dan staf yang saat ini hadir di ruang rapat tersebut.


Setelah serah terima jabatan secara tertutup itu usai, acara selanjut nya adalah ramah tamah. Kevin dan Salma yang sudah merasa bosan berada di dalam ruangan yang penuh formalitas itu sebenar nya ingin segera keluar, tapi asisten Alex meminta nya untuk tetap tinggal.


"Ck,, acara nya membosankan baby, aku lelah," bisik Kevin dengan wajah yang terlihat kesal.


"Sabar,, kondisikan dulu tuh muka, berikan senyuman terbaik dan anggap kalau mas Kevin sedang bersedekah. Karena memang tersenyum itu bernilai sedekah," bujuk Salma lembut.


*****


Sementara itu di ruangan khusus Direktur, kegaduhan terjadi.. Bayu, Devi, Rahman dan Dion ternyata tengah bermain game online untuk mengusir rasa jenuh karena menunggu.


Kopi dan camilan yang di sediakan OB telah tandas tak tersisa, tapi Bayu masih ngomel-ngomel tak jelas karena merasa lapar. Dan akhir nya, kekasih Devi itu memilih tidur di sofa dari pada melek tapi kelaparan. Sedangkan yang lain nya, masih melanjutkan permainan nya.


Hingga suara pintu yang dibuka dari luar mengejutkan mereka berempat, termasuk Bayu yang belum lama terpejam.


"Sudah selesai bro?" Tanya Rahman, yang melihat Kevin masuk dengan wajah suntuk dan diiringi Salma di belakang nya.


Kevin tidak menjawab, tapi langsung membuka jas nya dan melemparnya ke kursi Direktur. Remaja tampan itu langsung menjatuhkan pantat nya di sofa empuk di samping Dion, "kayak nya gue enggak bakalan betah deh, kerja modelan kayak gini," keluh Kevin, seraya memijat kening nya.


Teman-teman nya yang lain mengernyit, sedangkan Salma tersenyum dan kemudian ikut duduk di samping sang suami.


"Kan belum akan di jalani mas, dan tidak akan di jalani dalam waktu dekat ini.. minimal lima tahun ke depan," ucap Salma lirih, menatap suami nya.


Kevin menarik nafas panjang dan menghembus nya kasar.


Kevin masih terdiam, tidak merespon candaan istri nya.


"Kenapa Ma, ada apa?" Tanya Devi menyelidik, menatap Salma.


"Membosankan kata mas Kevin,,," balas Salma, "ya, dunia kerja kantoran kan memang seperti itu... semua di tuntut untuk formal. Dan untuk seusia kita, hal itu kan memang enggak mudah untuk di jalani?"


"Tapi seiring berjalan nya waktu, bertambah nya usia, kedewasaan dan wawasan.. gue yakin, kita pasti akan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang formal seperti itu." Lanjut Salma, mencoba menganalisa.


"Nah, benar nih apa yang di katakan nyonya Direktur... kita emang enggak bisa mengambil keputusan sekarang, untuk pekerjaan yang akan kita jalani nanti, apalagi masih lima tahun lagi. Karena pasti cara berpikir kita juga akan berbeda, sekarang dan nanti," Rahman menimpali.


"Kok, nyonya Direktur?" Salma mengernyit kan dahi nya, "apa mereka tadi mendengar aku berbisik pada mas Kevin?" Gumam Salma dalam hati.


"Ya, iyalah Salma.. Direktur nya kan laki elu," balas Devi.


"Eh,, iya, ya," Salma tersenyum kuda.


"Mas, udah ah bete nya... enggak enak di liat tuh muka nya, kalau di tekuk gitu?" Protes Salma lirih, "kalau masih ngambek, ntar malam mas Kevin enggak aku kasih jatah loh," ancam Salma dengan berbisik, dan seketika Kevin langsung menegakkan tubuh nya dan mencoba untuk tersenyum.


"Udah pada makan belum?" Tanya Kevin berbasa basi, mencoba mencari simpati sang istri. "Bisa berabe kalau ntar malam gue enggak boleh mendaki gunung dan memasuki lembah," bisik Kevin dalam hati.


"Ya belum lah.. kita kan dari tadi di dalam sini dan enggak kemana-mana?!" Bayu terlihat kesal, karena sudah kelaparan sedari tadi.


"Hahaha,, kelaparan lu Bay?!" Ledek Kevin, masih dengan tawa nya.


"Eh, suami lu, lu apain Ma? Tadi muka nya kusut bin kucel, sekarang udah tertawa-tawa gitu?" Dion mengernyit, menatap Salma dan Kevin bergantian. Ya, Dion memang langsung bisa, akrab dengan semua nya.. meski baru hitungan hari, abang sepupu Devi itu bergabung bersama Kevin dan yang lain nya.


"Ish,, bang Dion ini, jangan polos-polos amat napa? Ya pasti lah tuan Direktur di jampi-jampi sama nyonya Direktur, agar nurut apa kata nyonya.. kalau enggak nurut, enggak bakalan di kasih yang enak-enak," balas Devi, seraya terkekeh.


Mendengar jawaban Devi, Salma tersipu malu.


Sedangkan Kevin nampak cuek, dan pura-pura tidak mendengar. "Laki-laki memang lebih kuat dari wanita, tapi kelemahan laki-laki juga ada pada wanita." Gumam Kevin seraya melirik mesra sang istri.


to be continue,,,




Mas Kevin lemah tanpa mu, Salma..... 😄😄



Dan aku,,, juga lemah tanpa kalian 🤗🤗