
Hari yang ditunggu Dion pun tiba, seluruh anggota keluarga Dion dari pihak papa dan mama nya telah berkumpul di kediaman om Rudi yang luas dan megah. Tak kalah dengan hunian milik keluarga ayah Yusuf, dan sama-sama berada di kawasan Core Central Region (CCR).
Om Gunawan dan sang istri nampak baru saja tiba di sana, beliau berdua datang menyusul keluarga papa nya Dion yang sudah terlebih dahulu terbang ke Singapura... bersama Devi dan Bayu, juga putra sulung dan calon istri nya.
Keluarga om Gunawan memang datang pas hari H, karena masih ada pekerjaan yang harus papa nya Devi itu selesaikan sebelum terbang ke Singapura untuk menghadiri pertunangan keponakan kesayangan nya itu.
Kehadiran nya yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh mama nya Dion, disambut hangat oleh keluarga om Rudi dan juga Dion dan sang mama tentu nya. "Akhirnya,, kamu datang juga dik," sambut mama nya Dion, seraya memeluk adik kandung nya dengan hangat.
"Iya mbak, maaf ya.. rapat nya tidak bisa ditunda, klien ku orang nya kaku dan tidak bisa diajak kompromi," keluh om Gunawan sesaat setelah melepaskan pelukan sang kakak, papa nya Devi itu merasa tak enak hati sama kakak kandung satu-satu nya yang beliau miliki.
"Aku sama anak-anak mau berangkat duluan, enggak dibolehin mbak sama mas Gun," protes tante Linda, sambil menyalami mama nya Dion dan kemudian memeluk kakak ipar nya itu.
"Iya, enggak apa-apa.. yang penting sekarang kalian sudah ada disini," balas tuan Hadi mewakili sang istri dan kemudian memeluk om Gunawan sekilas.
Yang lain pun kemudian saling menyalami dan saling memeluk, Bayu yang baru pertama kali bertemu dengan keluarga besar papa nya Dion selain om Rudi pun hanya bisa mengikuti apa yang dilakukan Devi.
"Oh,, ini tunangan nya nak Devi ya?" Tanya istri om Rudi, dengan senyum nya yang ramah.
"Iya tante," balas Devi seraya tersenyum.
"Saya Bayu tante," Bayu menyalami wanita cantik, istri dari om Rudi itu dengan sopan.
"Wah, ganteng ya.. dan sopan lagi, pantes aja nak Devi kesengsem," puji istri nya om Rudi, yang membuat kepala Bayu menjadi besar.
"Saya emang sudah ganteng sejak lahir tante," balas Bayu bercanda.
Yang disambut gelak tawa oleh keluarga besar Dion, sedangkan Devi hanya tersenyum malu.
"Ayo.. ayo.. kita makan siang, habis itu kalian baru istirahat," ajak mama nya Dion, menggandeng tangan tante Linda menuju meja makan. Dan mau tak mau, yang lain pun hanya bisa pasrah mengikuti nya.
*****
Sementara itu di kediaman ayah Yusuf dan bunda Fatima, keluarga besar Alamsyah dan Antonio yang sudah berkumpul sejak kemarin.. kini tengah mempersiapkan segala keperluan, untuk menyambut kedatangan tamu spesial Fira nanti malam.
Rahman juga nampak terlibat dalam kesibukan tersebut, dia bersama Zaki dan om Ilham membantu para mama membuat kue-kue khas nusantara yang sengaja mereka buat sendiri. Padahal bisa saja keluarga ayah Yusuf memesan nya, namun oma Sekar dan nenek Lin ingin menyajikan yang spesial untuk tamu nya malam nanti sehingga tercetus lah ide untuk membuat kue-kue itu sendiri.
"Emang nak Rahman bisa membungkus nya?" Tanya nenek Lin, yang tengah memperhatikan Rahman yang sedang membungkus adonan tepung yang diberi irisan pisang dalam daun pisang. Ya, nenek Lin bertugas membuat nagasari yang dibantu oleh Rahman.
"Belajar lagi nek, sewaktu kecil Rahman sering bantu eyang membuat nagasari." Balas Rahman yang nampak mulai lihai membungkus adonan tepung tersebut, setelah dia mencoba nya beberapa kali dan akhir nya berhasil.
"Wah, bagus lho hasil nya," puji mommy Billa setelah melihat hasil karya Rahman.
Mendengar pujian mommy Billa, semua mata kini tertuju pada Rahman. "Benar-benar menantu idaman ya mbak," celetuk Ilham, seraya melirik Rahman.
"Aamiin,,," do'a Rahman dalam hati, sedangkan sudut bibir nya menyunggingkan senyum.
"Iya,, iya mbak,, calon menantu idaman nya mbak Billa," Ilham memperjelas ucapan nya, yang lain hanya tersenyum menanggapi ocehan om Ilham.
Sedangkan duo nenek dan oma, yang memang menyukai kepribadian Rahman.. mengaminkan nya, "aamiin..." ucap nenek Lin dan oma Sekar penuh harap.
Mommy Billa pun mengaminkan nya dalam hati, mommy cantik itu merasa tenang jika putri nya bersama Rahman. Mengingat Rahman adalah pemuda yang baik, bersikap dewasa dan rajin beribadah.
"Oma,, ini lapis nya kenapa gak bisa di angkat? Kok lengket gini sih?!" Seru Zaki, yang membuat kaget semua nya.
"Tadi loyang nya kamu olesi minyak dulu tidak bang?" Tanya sang oma dengan wajah khawatir.
Zaki menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, "Zaki lupa oma," lirih Zaki, merasa bersalah karena telah teledor dan tidak fokus dengan arahan sang oma.
"Maka nya bang, kalau kerja itu yang fokus.. jangan orang nya di sini tapi pikiran nya di Jawa," ucap om Ilham, mengingat kan keponakan nya itu.
Oma Sekar hanya geleng-geleng kepala, melihat cucu pertama nya yang sejak tadi kedapatan sering melamun itu. "Jangan terlalu dipikirkan bang, kalau emang berjodoh, pasti dimudahkan jalan abang untuk mempersunting Delia," ucap Oma Sekar lembut, mencoba membesarkan hati Zaki.
Zaki hanya mengangguk seraya tersenyum kecut, "maafin Zaki ya oma,, lapis nya gagal deh," lirih Zaki, penuh penyesalan.
"Jangan khawatir, adonan nya masih ada. Kita buat lagi saja," balas oma Sekar, seraya tersenyum hangat pada cucu pertama nya.
Om Ilham yang sudah selesai membantu tante nya, membuat klepon.. kemudian ikut membantu oma Sekar, "udah sini bang, biar om saja," Om Ilham mengambil loyang dari tangan Zaki. "Bang Zaki coba telpon Delia lagi sana, siapa tahu bisa dan di angkat.. biar bang Zaki lega," saran om Ilham pada Zaki.
Zaki mengangguk, "makasih om, Zaki akan coba lagi," balas Zaki, merasa senang karena om Ilham sangat perhatian dengan masalah yang saat ini tengah dia hadapi.
Ya, setelah jungkir balik selama hampir tiga tahun lama nya Zaki berhasil menaklukkan hati Delia.. kini, cinta kedua nya terhalang restu dari orang tua Delia.
Delia Zahwa.. putri dari seorang kyai pengasuh pondok pesantren di daerah pantura Jawa Tengah, adalah adik tingkat Zaki di kampus. Delia kuliah di Singapura dengan mendapatkan beasiswa karena kecerdasan nya.
Dan ketika momen pernikahan Kevin dan Salma kemarin, Zaki yang memberanikan diri bersilaturrahmi ke kediaman orang tua Delia.. dan mengutarakan isi hati nya pada kyai Hasan, justru mendapatkan tantangan yang sangat berat bagi Zaki.
Zaki yang merasa keberatan tak langsung menerima tantangan tersebut, namun juga tidak menyerah begitu saja. Kini putra pertama ayah Yusuf itu tengah menimbang dan mempelajari kemungkinan serta kemampuan nya untuk menerima tantangan dari abah nya Delia.
Dan semenjak hari itu, hubungan Zaki dan Delia yang baru saja ada titik terang.. kembali menjadi buram, dan sang pujaan hati untuk sementara waktu ini sama sekali tak dapat Zaki hubungi. Dan hal itu membuat putra mahkota ayah Yusuf itu, menjadi galau dan sering melamun.
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Kira-kira tantangan dari abah Hasan untuk Zaki, apa ya??
Kayak nya cerita Zaki dan Delia tidak akan aku kupas di sini ya kak... kalau aku buat cerita sendiri, setuju gak?? Enggak maksa ya... setuju syukur, kalau enggak, tapi jika aku pengin nulis tetep lah aku tulis 😅😅ðŸ¤
Kisah nya Zaki... gimana kak? Ngumpulin ide dulu yah.. 😊😊