All About KEVIN

All About KEVIN
Teman Menjadi Ipar : Gadis Berkerudung Merah



SELAMAT DATANG di kisah nya bang Dion dan bang Rahman... 😍


Cerita ini sengaja aku lanjut di sini, karena baik Dion maupun Rahman, masih satu circle dengan bang KEVIN.


So, biar langsung nyambung dan enggak perlu repot nyari judul baru lagi 🥰


SELAMAT MEMBACA,,, moga makin syuka dengan keseruan pertemanan dan kisah asmara mereka 🤗😘


🌷🌷🌷🌷🌷


#Tiga Tahun Kemudian,,,


Di butik Putri Alamsyah, Fira yang sejak setengah tahun lalu telah menyelesaikan kuliah S1 nya dan kemudian memilih tinggal di Jakarta untuk melanjut kan studi S2 dan mengurus butik sang ibunda.. kini tengah kedatangan pelanggan pemuda tampan, yang beberapa minggu terakhir sering menyambangi nya ke butik.


Sebenar nya Fira sudah berterus terang mengenai status nya yang sudah bertunangan kepada pemuda berpenampilan parlente tersebut, tapi sang pemuda yang mengaku sebagai CEO dari sebuah perusahaan besar itu tetap nekat mengejar-ngejar Fira.


Hal ini karena Fira belum bisa mendatangkan Dion ke butik untuk memperkenalkan nya sebagai tunangan sebagaimana permintaan pemuda tersebut, karena kesibukan Dion yang sedang persiapan jelang wisuda yang ternyata jadwal nya mundur dari waktu yang telah ditentukan.


Ya, Dion yang awal nya mentargetkan tiga tahun harus bisa selesai tapi nyata nya ada sedikit kendala hingga mundur setengah tahun. Dan rencana nya, setelah akhir bulan ini di wisuda.. bulan depan Dion akan melangsungkan pernikahan nya dengan gadis sang pujaan hati, yang selama tiga tahun ini selalu mengganggu tidur nya dan nyelonong begitu saja dalam mimpi-mimpi indah nya.


Pemuda itu nampak duduk dengan santai di sofa ruang tamu, bersama asisten pribadi nya yang selalu nempel kayak perangko. Dan mereka berdua di temani ngobrol oleh asisten Fira.


Sedangkan Fira duduk di meja kerja nya, tunangan Dion itu terlihat enggan menemui pemuda tersebut yang terus saja menatap kearah nya yang sedang pura-pura sibuk di depan layar komputer,,, padahal Fira sedang tidak mengerjakan apa-apa, tapi justru sibuk dengan ponsel nya.


Fira memang tengah asyik berkirim pesan dengan Dion, dan sempat pula mencuri foto pemuda tersebut dan mengirimkan nya pada Dion dengan memberi caption #diapelin agar Dion tak salah sangka pada diri nya.


Dan Dion yang paham dengan maksud Fira pun membalas nya dengan kata-kata yang manis, "calon istri bang Dion memang cantik sih, wajar aja kalau banyak yang ngejar." Dengan emoticon love dan kiss.


Fira pun senyum-senyum sendiri di belakang meja kerja nya, hingga membuat pemuda tampan yang duduk di sofa ikut tersenyum.


"Jujur ya neng, abang cemburu... tapi abang percaya sepenuh nya sama neng Fira. Dan begitu pun sebalik nya, abang ingin neng Fira juga percaya sama abang bahwa di hati abang hanya ada neng Fira seorang," lanjut Dion seraya menyertakan foto diri nya sedang berada di tengah kerumunan teman-teman nya, yang sedang melaksanakan gladi bersih di kampus.


Pemuda itu nampak berjalan mendekati meja kerja Fira, dan Fira buru-buru memasang wajah serius dengan menatap layar komputer di depan nya.


"Dik Fira, bisa kita bicara sebentar?" Pinta pemuda tersebut dengan memohon.


Fira mendongak, dan menatap pemuda itu yang kini telah berdiri tepat di depan meja kerja Fira. "Silahkan duduk mas Cakra," balas Fira seraya mengangguk sopan dan menunjuk kursi di depan meja kerja nya, meski Fira merasa kurang nyaman tapi bagaimanapun juga pemuda tersebut adalah pelanggan tetap butik yang harus di hormati.


"Maksud ku, bisa kita bicara di luar? Sambil makan siang?" Ajak pemuda yang bernama Cakra tersebut sok akrab, seraya tersenyum manis pada Fira.


Fira menggeleng, dan tersenyum ramah, "maaf mas Cakra, kalau untuk keluar saya tidak bisa. Pekerjaan saya masih menumpuk," tolak Fira dengan memberikan alasan.


Cakra kemudian duduk tepat di hadapan Fira, netra nya terus menatap Fira dengan intens. "Kamu enggak perlu kerja keras lagi seperti ini jika mau menikah dengan ku dik, aku bahkan bisa memberimu uang bulanan berkali-kali lipat dari gaji mu bekerja di sini." Tawar Cakra, seraya mengangkat kedua alis nya.


Ya, Cakra memang tahu nya Fira adalah manager di butik tersebut. Karena kebetulan beberapa bulan yang lalu, manager nya cuti melahirkan dan untuk sementara Fira sendiri lah yang menghandle pekerjaan tersebut dengan dibantu asisten nya.


"Kamu sudah tahu kan dik, kalau aku pemilik perusahaan besar? Atau, kamu mau pindah ke perusahaan ku?" Lagi, Cakra memberikan penawaran yang menurut Cakra pasti sangat menggiurkan dan bisa membuat Fira berpikir dua kali untuk menolak nya.


Tetapi Fira tetap menggeleng, "maaf mas, saya sudah nyaman disini," tolak Fira dengan tegas.


"Ayolah dik, kamu itu cantik. Kamu berhak untuk mendapatkan yang lebih, pekerjaan yang lebih bonafid dan suami yang lebih keren dari tunangan kamu yang bahkan belum lulus sarjana itu?! Masa depan nya juga belum pasti kan?!" Cibir Cakra pada tunangan Fira, seperti yang dikatakan Fira dengan jujur bahwa Dion belum lulus kuliah tatkala Cakra menembak nya dua minggu lalu.


Tapi meskipun Fira sudah jelas-jelas menolak Cakra dan mengatakan yang sejujur nya bahwa diri nya sudah memiliki tunangan, Cakra tetep kekeuh mendekati Fira... hingga membuat putri ayah Yusuf itu menjadi jengah.


Sedangkan di sofa, asisten Cakra yang tadi nya asyik ngobrol berdua dengan asisten Fira tiba-tiba saja berdiri dan menghampiri bos nya. "Maaf bos, satu jam lagi kita ada meeting dengan tuan muda dari DH Putra Pratama selaku investor terbesar di perusahaan kita. Bos besar tadi pagi mewanti-wanti agar bos tidak telat ke pertemuan tersebut," ucap asisten Cakra memberitahukan agenda nya.


Sedangkan Fira, mendengar nama perusahaan selaku investor terbesar di perusahaan milik Cakra tertawa dalam hati. "Di atas langit masih ada langit Cakra, jangan ngaku-ngaku besar jika masih butuh suntikan dana dari sana sini," gumam Fira.


"Dik Fira, aku pamit dulu. Besok aku kembali lagi, dan aku harap kamu memikirkan penawaran ku tadi. Aku serius ingin menjalin hubungan dengan mu," ucap Cakra seraya beranjak dari duduk nya.


"Tunggu mas Cakra," cegah Fira saat Cakra hendak berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Cakra kembali menghentikan langkah nya dan menoleh kearah Fira, "apa kamu sudah punya keputusan? Dan mau menerima tawaran ku?" Tanya Cakra dengan penuh percaya diri.


Fira menggeleng, "bukan itu, tapi jam berapa besok mas Cakra kesini? Biar saya bisa mempertemukan mas Cakra dengan calon suami saya," balas Fira dengan tegas, Fira harus mengupayakan agar Dion bisa bertemu dengan Cakra. Fira merasa sangat malas, karena hampir tiap hari Cakra menyambangi nya ke butik.


Untung saja Cakra tidak tahu kalau Fira tinggal di apartemen yang masih satu kawasan dengan mall tersebut, jika Cakra tahu sudah pasti pemuda bermuka tembok itu akan terus menyambangi nya dan pasti nya tak kenal waktu.


Ya, Fira memutuskan untuk tinggal di apartemen milik sang bunda.. karena selain lebih dekat dengan butik juga lumayan dekat dengan kampus nya. Dan Fira tidak tinggal sendirian tapi dengan asisten nya, karena bunda Fatima melarang nya tinggal sendirian.


Daddy Rehan yang awal nya keberatan jika Fira tinggal di apartemen dan lebih menginginkan agar Fira tinggal bersama keluarga nya pun tak bisa mencegah keinginan Fira. Akhir nya, daddy tampan itu menyuruh anak buah nya untuk mengawasi Fira.


"Bagaimana kalau di jam makan siang di resto XX, pasti kan tunangan kamu berani datang," balas Cakra seraya menyipitkan mata, seolah merendahkan tunangan Fira yang masih belum mapan menurut Cakra.


"Bagaimana jika di jam makan malam?" Tawar Fira, yang khawatir agenda Dion padat di siang hari. Sebab, semenjak Dion sudah menyelesaikan skripsi nya.. papa Hadi meminta Dion untuk mulai aktif di perusahaan.


Cakra mengangguk setuju, seraya mengacungkan ibu jari nya. Dan Cakra beserta asisten nya segera berlalu meninggalkan butik, dengan sang asisten membawa tiga paper bag berisi barang belanjaan Cakra di butik Putri Alamsyah.


Fira bernafas dengan lega, dan segera menghubungi Dion. Tapi hingga dering ketiga, Dion tak juga mengangkat telpon dari nya.


Fira terlihat sangat kesal, gadis cantik berhijab merah senada warna nya dengan blouse motif bunga-bunga kecil yang dikenakan nya itu mengerucutkan bibir nya. "Kemana aja sih, di telpon enggak di angkat," gerutu Fira yang berdiri membelakangi pintu.


Sedangkan asisten nya sedari tadi senyum-senyum tidak jelas.


"Lu kenapa Nil, senyum-senyum enggak jelas gitu?" Selidik Fira.


Asisten yang bernama Nila itu menunjuk kearah pintu dengan dagu nya dan masih dengan tersenyum, Fira pun langsung menoleh.


Dan Dion yang sudah berdiri di pintu pun langsung menyanyikan cuplikan lagu milik band legendaris, Wali.


Dia gadis berkerudung merah


Hatiku tergoda tergugah


Tak cuma parasnya yang indah


Dia baik dia soleha


Dia gadis berkerudung merah


Bawalah diriku padanya


Takkan habis ku berdoa


Jadi kekasih halalnya


🌷🌷🌷🌷🌷 tbc..