
Salma segera berjongkok, memunguti pecahan piring yang tak sengaja dia jatuhkan.
Dan Kevin sontak menoleh kearah sumber suara, dan terpekik kaget, "Salma," seru nya tertahan dan segera membantu Salma, memunguti pecahan piring yang berserak di lantai.
"Maaf, aku tidak sengaja.. piring nya licin," ucap Salma, sekilas menoleh kearah suami nya.
"Apa kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Kevin panik, dan mengabaikan perkataan Salma.
"Aku tidak apa-apa," balas Salma merasa tak enak hati.
"Sudah, biar aku saja yang bersihkan pecahan piring nya," pinta Kevin.
"Tidak Kevin, aku yang jatuhin piring nya.. jadi aku yang harus bertanggung jawab," balas Salma dengan keras kepala.
Kedua nya sibuk membersihkan pecahan piring, sedangkan Monik menatap dengan tidak suka.
"Kevin, biar kan saja Salma sendiri yang beresin!" Seru Monik dengan sinis, masih dengan memegang kotak hadiah ulang tahun untuk Kevin di tangan nya.
Kevin tak menghiraukan seruan Monik, dia tetap membantu Salma.
"Apa kamu mendengar perkataan nya tadi?" Tanya Kevin dengan berbisik.
"Iya, aku dengar," balas Salma terdengar santai.
"Lantas, menurut kamu?" Kembali Kevin bertanya sambil menatap wajah Salma, jarak kedua nya begitu dekat.
"Jangan dekat-dekat Kevin, mundur lah sedikit," pinta Salma merasa khawatir.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku baby?" Kevin terus mendesak dengan berbisik.
"Aku memang cemburu Kevin, tapi aku tak mau cemburu buta.. karena itu, akan membunuh logika kita. Aku percaya sama daddy Rey, jika memang kalian sudah di jodoh kan.. tidak mungkin daddy Rey akan merestui hubungan kita bukan?" Balas Salma panjang lebar seraya berbisik, Salma mengedarkan pandangan nya,,, takut jika ada yang mendengar obrolan mereka berdua.
Kevin tersenyum lega,, "kenapa baby? Kenapa kamu seperti pencuri yang takut tertangkap?" Tanya Kevin.
Dan sedetik kemudian Kevin terkekeh pelan, "asyik juga ya hubungan kita,,, seperti pasangan mesum yang sembunyi-sembunyi, karena takut ketahuan dan di gerebek warga," ucap Kevin masih dengan terkekeh.
"Ish,, malah bercanda," protes Salma masih sambil memunguti pecahan-pecahan piring, "kamu lupa, kalau kita juga di gerebek?" Lirih Salma mengingatkan.
"Tapi aku bersyukur, aku jadi tahu perasaan mu kepada ku, Salma," balas Kevin menatap mesra sang istri.
"Jangan menatap ku seperti itu?!" Pinta Salma sambil menundukkan pandangan nya.
"Kenapa? Apa kamu terpesona?" Kevin kembali mendekat.
"Aw,," Salma terpekik pelan, jari nya berdarah tergores beling kecil yang di pungut nya, yang hendak di kumpulin dengan yang lain.
Tanpa sadar, Kevin langsung mengulum jari Salma yang berdarah.
Salma terkejut, dan hanya bisa pasrah.. tatkala Kevin memegang kuat tangan nya, dan tak bisa dia lepas kan.
Setelah beberapa saat, "darah nya udah berhenti," ucap Kevin lembut sambil mengusap pelan jari Salma yang tergores, "harus nya kamu lebih berhati-hati baby," lirih Kevin memperingatkan.
Salma tersenyum, "makasih," lirih Salma, seraya menatap Kevin dengan jantung yang berdebar-debar. Ingin rasa nya Salma menghambur kedalam dekapan hangat sang suami dan menciumi suami nya itu, sebagai ungkapan terima kasih sekaligus kebahagiaan karena perhatian kecil dari suami nya. Tapi untuk saat ini, hal itu tidak mungkin dia lakukan.
Monik semakin geram melihat adegan itu, tangan nya mengepal dan segera menghampiri kedua nya. "Kevin! Apa-apaan sih,, kenapa harus di kulum segala jari Salma!" Ucap nya dengan wajah masam.
"Mbak Salma, biar saya bersihkan pakai sapu saja," ucap putri pemilik kantin, yang tiba-tiba datang membawa sapu... dan membuat Kevin mengurungkan niat nya untuk membalas ucapan Monik.
"Oh iya, makasih ya Ning,, nanti aku ganti piring nya," ucap Salma lembut sambil menepuk pundak gadis itu.
"Ayo Salma, kita makan.. bentar lagi masuk," ajak Kevin, dan melupakan perkataan Monik.
"Iya," balas Salma singkat, dan kembali mengambil piring kosong untuk diisi makanan.
Monik tahu, Kevin dan Salma memang sangat dekat. Kedua nya sering terlibat projek kerja bareng, tapi Monik berpikir bahwa kedua nya hanya dekat sebatas teman. Karena menurut Monik, tidak mungkin Kevin menyukai Salma, status sosial kedua nya jauh berbeda.. bagai bumi dan langit, begitu pikir Monik.
Mereka bergabung di meja Bayu dan dua teman lain nya, yang sudah makan sedari tadi dan isi piring mereka juga sudah hampir habis.
"Bay,, Dev,, Man,, ambil lagi aja, mumpung masih ada waktu," ucap Kevin sambil menyuap kan makanan ke dalam mulut nya.
"Udah kenyang gue bro,, tadi gue ngambil banyak, segunung anakan," balas Bayu sambil mengunyah makanan terakhir nya, "gue tambah minuman nya aja ya,," pinta nya seraya beranjak menuju almari pendingin, untuk mengambil minuman.
"Ambilkan kami juga bro," pinta Rahman kepada Bayu.
"Oke," balas Bayu singkat sambil terus melangkah.
Kevin, Salma dan Monik, masih melanjutkan makan nya, tiba-tiba seseorang datang membawa setangkai mawar untuk Salma, "Salma,, di depan teman-teman dekat mu, aku ingin menyatakan perasaan ku yang sebenar nya terhadap kamu. Aku mencintai mu Salma," ucap nya seraya berjongkok di samping Salma yang masih mengunyah makanan nya.
"Uhuk,, uhuk,," Salma tersedak makanan,
Reflek Kevin bangkit berdiri, memberikan air minum nya kepada Salma dan kemudian menepuk lembut punggung Salma.
Lagi-,lagi Monik dibuat terkejut, kembali Kevin menunjukkan perhatian nya yang berlebih kepada Salma. Sedangkan cowok yang berjongkok di samping Salma pun tak kalah terkejut, dia pun mengernyit.
"Nathan,, berdiri lah, jangan seperti ini," pinta Salma, setelah tenggorokan nya kembali lega.
Kevin pun kembali duduk di tempat nya semula, dan melanjutkan makan nya.. seolah-olah dia tak mendengar apa-apa. Dia pegang ucapan Salma tadi, sebelum kedua nya masuk kedalam kelas.
Nathan pun berdiri, "bagaimana Salma, apa kamu menerima cinta ku?" Tanya Nathan penuh harap.
Nathan atau Jonathan, cowok tampan teman seangkatan Salma tapi beda jurusan. Putra dari salah seorang pengusaha kaya ibukota, dia sudah sejak lama jatuh cinta pada Salma. Tapi, sikap Salma yang terus mengabaikan perhatian nya.. membuat Nathan tak punya nyali untuk berterus terang pada Salma, dan saat ini dia memberanikan diri nya untuk menyatakan perasaan nya tersebut.
Salma tergagap, dia berpikir keras bagaimana harus menjawab nya. Sedangkan Kevin pura-pura cuek, dia pengin tahu.. sejauh mana istri nya itu bisa berbohong dan menutupi hubungan mereka berdua.
"Terima aja Salma, Nathan tajir loh.. lu enggak bakalan hidup miskin jika sama dia!" Ejek Monik, dengan mencibir. Monik begitu yakin, Salma akan menerima cinta Nathan.
"Cinta itu bukan soal harta Mon.. tapi soal hati," balas Kevin penuh penekanan, dan kembali menyuapkan makanan kedalam mulut nya.
"Kevin benar Ca,, cinta itu urusan hati," timpal Rahman, dengan menyebut nama kesayangan untuk Monica. Rahman yang juga putra pengusaha, relasi bisnis papa nya Monica, sudah lama mendekati gadis berambut pirang itu.. namun Monica tak pernah menggubris nya, pun demikian Rahman tetap bersabar.
Sedangkan Bayu dan Devi, hanya menjadi pendengar setia.
"Bagaimana Salma? Apa kamu butuh waktu untuk menjawab nya? Aku akan beri kamu waktu, jika kamu mau memikirkan nya dahulu. Tapi kamu harus tahu Salma, demi mengejar cinta mu.. aku sudah putuskan semua pacar-pacar aku," ucap Nathan sungguh-sungguh.
"Really?" Salma mengernyit.
Nathan mengangguk pasti.
"Tak seharusnya kamu melakukan itu Nathan, kamu sudah memberikan harapan kepada mereka.. tapi dengan mudah, kamu mencampakkan mereka begitu saja, seolah-olah mereka adalah makhluk yang tak memiliki perasaan. Sadarkah kamu Nathan, bahwa kamu telah menyakiti hati mereka?" Kembali Salma menatap Nathan dengan tatapan tajam.
"Mereka yang duluan mengejar ku Salma?!" Nathan membela diri, "bagaimana Salma?" Kembali Nathan mengejar jawaban Salma.
Salma melirik kearah sang suami, tapi suami tampan nya itu seolah-olah tidak mendengar obrolan antara diri nya dengan Nathan. Salma menarik nafas dalam, dan membuang nya perlahan.
"Maaf Nathan, aku enggak bisa menerima cinta mu. Kerena..." sejenak Salma menghentikan ucapan nya dan kembali melirik sang suami, berharap Kevin memberikan kode.. tapi ternyata Kevin tetap cuek dan tetap menikmati makanan nya.
Salma dibuat kesal sendiri dengan sikap Kevin,,, Salma benar-benar bingung, harus menjawab bagaimana? Sedangkan diri nya, tidak biasa berkata bohong.
to be continue,,,
\=\=\=\=\=
Episode kejutan untuk kalian..
readers kesayangan 🤗🤗