All About KEVIN

All About KEVIN
Hadiah Kebebasan Berekspresi



Di Bali, rencana nya om Adam dan istri nya akan menempati mansion peninggalan orang tua Kevin.. yang selama ini di tempati oleh keluarga om Irfan, selaku wakil direktur yang mengelola perusahaan K&V Company.


Kevin dan teman-teman nya selama berada di Bali, tentu nya juga menginap di sana.


Memasuki mansion tersebut, semua nya nampak kagum.. bukan karena kemegahan bangunan nya, atau pun luas nya taman yang mengelilingi mansion tersebut, tapi karena bangunan nya terlihat unik dan classy karena hampir sebagian besar dinding nya terbuat dari kayu dengan jendela-jendela kaca yang lebar.


Demikian pun dengan lantai nya yang juga terbuat dari kayu dengan serat nya yang terlihat jelas, semakin membuat tampilan mansion tersebut berbeda dengan mansion-mansion lain nya.


Ya, dulu Keyla memang menginginkan memiliki hunian yang terbuat dari kayu. Dan mansion tersebut adalah hasil rancangan Keyla sendiri, yang baru sempat di tinggali beberapa bulan saja bersama Vincent, suami nya.


Mansion tersebut terdiri dari dua lantai, dengan banyak kamar... karena Keyla berharap bisa memiliki banyak anak, dia senang jika dalam hunian ada banyak orang seperti di rumah utama keluarga Alamsyah yang tak pernah sepi.


Kakak pertama nya Fatima, yang memiliki banyak teman dan mereka selalu mengunjungi kakak nya itu. Abang satu-satu nya yang dia miliki, yang juga sering membawa sohib-sohib nya menginap. Dan Keyla sendiri, yang juga setiap hari mengajak sahabat nya, Alexandra untuk menginap.


Itu sebab nya, mansion yang di bangun Keyla memiliki banyak kamar dan di lengkapi kolam renang yang luas dan juga lengkap dengan permainan untuk anak-anak.


"Wah, mansion nya unik ya,,, aku suka,,," seru Devi dengan wajah yang riang.


"Iya, nak Devi benar. Begitu masuk terasa adem dan nyaman," om Adam menimpali, "bukan kah begitu ma?" Om Adam menoleh kearah mama nya Rahman, yang di setujui oleh istri nya itu dengan mengangguk dan tersenyum lebar.


"Pak Adam dan nyonya Ranti bisa menempati kamar bawah, silahkan bebas pilih selain kamar utama. Karena kamar itu dulu nya milik mama nya Kevin, dan hanya Kevin yang akan menempati nya," Asisten Alex menjelaskan, seraya menunjuk salah satu kamar dengan pintu berukir indah.


Om Adam mengangguk-angguk, "baik tuan Asisten," balas om Adam.


"Dev, lu sebaik nya di kamar bawah aja.. gue khawatir kalau lu di atas, nanti Bayu jadi gak bisa tidur," titah Kevin, seraya melirik tajam Bayu.. yang sedari tadi nempel terus sama Devi.


Devi tersipu malu, "oke," balas nya singkat, seraya menunduk.


Sedangkan Bayu mencebik, "ah lu Vin, gak asyik banget jadi teman." Protes Bayu.


"Kevin benar Bayu, kalau kalian sering mepet-mepet seperti itu.. bisa mengundang syetan untuk menggoda kalian, agar berbuat yang lebih. Kalau sudah kejadian hal yang pasti nya di ingin kan, yang rugi kalian sendiri nanti nya... terutama pihak perempuan. Maka nya Devi, kamu harus hati-hati dan selalu waspada," om Alex menasehati kedua nya, dan juga ditujukan kepada teman-teman Kevin yang lain.


Mereka semua mengangguk-angguk.


"Sebaik nya kita makan siang dulu, seperti nya makanan nya sudah siap,,, setelah itu kalian bisa istirahat. Nanti sore silahkan kalian bisa bebas jalan-jalan, karena kita baru akan ke perusahaan besok pagi. Ayo, kita ke sana. Mari pak Adam, nyonya Ranti," om Alex menjelaskan tanpa jeda, dan langsung berjalan menuju meja makan.


*****


Tepat bakda sholat ashar, Kevin dan teman-teman nya langsung meluncur menuju pantai Kuta. Pantai yang memiliki pasir putih yang sangat halus, dan ombak laut yang tidak terlalu besar. Di pantai yang bersih ini, pemandangan sunset yang indah bisa dinikmati dengan leluasa.


Kevin, Rahman dan Dion, nampak bersemangat bermain selancar. Sedangkan Bayu yang tidak bisa berselancar hanya bermain air dan sesekali berkejaran dengan kekasih nya, dan Salma nampak asyik membuat istana dari pasir pantai.


Salma langsung menoleh ke arah sumber suara, dan mendapati sang suami yang tengah tersenyum manis pada nya. "Ihh,, mas Kevin ngagetin aja deh," Salma mengerucutkan bibir nya, dan sedetik kemudian berusaha melepaskan diri nya dari pelukan sang suami, "mas Kevin kan basah,,, ah, baju Salma jadi basah nih," protes Salma hendak beranjak.


"Eit,, mau kemana? Ayo, kita lanjut kan bikin istana nya.. mas bantuin ya," Kevin langsung melepaskan tali leash yang masih menempel di kaki nya, dan meletakkan tali tersebut di atas board yang tadi di geletakkan di samping nya.


Salma pun patuh, dan tetap berjongkok di tempat nya semula seraya memandangi sang suami yang sudah duduk santai di atas pasir dan tangan nya sibuk meneruskan bangunan istana yang di buat Salma sebelum nya.


Salma tersenyum sendiri, melihat suami nya yang tampan yang bertelanjang dada.. rambut nya yang basah dan masih meneteskan air yang mengenai wajah Kevin, membuat wajah tampan itu semakin terlihat seksi.


Menyadari istri nya hanya diam sedari tadi, Kevin mengalihkan pandangan nya ke arah sang istri.. dan Kevin tersenyum tatkala mendapati istri nya tengah menatap nya lekat, "baby, apa aku terlihat sangat tampan?" Tanya Kevin dengan kepercayaan diri penuh, sambil mengangkat kedua alis nya dan tersenyum menggoda.


Salma tersipu malu, karena ketahuan tengah mengagumi suami nya. "Biasa aja sih mas," balas Salma, seraya menyembunyikan senyum nya dengan membuang muka.


"Jangan bohong baby, mas tahu kalau kamu saat ini sedang tersenyum dan tersipu malu," Kevin menarik dagu sang istri agar melihat nya.


Mau tak mau Salma pun menatap ke arah sang suami, "iya, suami ku yang paling tampan sedunia." Ucap Salma dengan senyum yang tulus.


"Makasih baby,, karena kamu sudah jujur dan membuat ku senang, maka nanti malam mas akan beri kamu hadiah kebebasan berekspresi untuk mencoba gaya baru sesuka hati mu," ucap Kevin dengan senyum seringai.


Salma mengernyit, "kok, hadiah nya jadi menguntungkan mas Kevin sih?!" Salma cemberut dan langsung beranjak pergi, meninggalkan suami nya yang bicara nya mulai menjurus.


Kevin terkekeh senang melihat istri nya ngambek, dan langsung berlari mengejar Salma yang semakin menjauh.


"Baby,, kondisikan bibir mu, jika tidak maka mas akan ******* nya di sini. Mas enggak hanya menggertak, lihat lah.. banyak yang melakukan adegan seperti itu bukan? Dan mas juga akan melakukan nya," ucap Kevin sambil menunjuk sepasang bule yang tengah bermesraan.


Salma mendelik kesal, "mas, kita ini orang timur.. budaya kita beda dengan mereka, aku enggak mau ya melakukan hal tak senonoh seperti itu di tempat umum!" Tolak Salma dengan wajah yang terlihat masam, dan bibir nya masih mengerucut.


"Hahaha,," Kevin malah tertawa, "itu arti nya kamu meminta mas untuk melakukan nya di tempat sepi baby, ayo kita mojok," Kevin langsung menyeret pelan istri nya menjauh dari pantai, dengan langkah sedikit tergesa.


"Mas Kevin,, kita mau kemana sih?! Aku mau lihat sunset?!" Rajuk Salma, yang berjalan dengan sedikit berlari mengikuti langkah cepat sang suami.


to be continue,,,


🌷🌷🌷🌷🌷


Nah loh.. Mas Kevin, istri nya mau di ajak kemana tuh??


Karena bulan puasa, mojok nya mas Kevin dan istri nya di skip aja yah.. 🥰🤗