
#Flash back On,,,
"Sayang, apa kita jadi mengikuti mereka?" Tanya Yura, ketika Bagas menarik tangan nya untuk segera masuk kedalam mobil nya.
Bagas tak menjawab pertanyaan Yura, dan wakil ketua BEM itu langsung menghidupkan mesin mobil nya. Netra Bagas terus mengikuti pergerakan mobil Dion yang mulai meninggalkan area parkiran kampus, dan Bagas pun segera mengikuti nya.
"Sayang,, kita jadi mengikuti mereka?" Ulang Yura yang masih penasaran.
"Tentu saja, gue masih penasaran dengan gadis itu," balas Bagas, sambil terus mengamati mobil yang dikendarai Dion yang melaju dengan kecepatan sedang tepat di depan nya.
"Apa setelah lu berhasil mendapatkan dia, lu bakalan mencampakkan gue?" Tanya Yura, menatap Bagas dengan tatapan tidak suka.
Bagas tersenyum seringai, "jangan khawatir Yura, bukan kah yang lu ingin kan dari gue hanya lah uang? Gue akan tetap memberikan nya, selagi lu masih bersedia untuk menuruti semua keinginan gue,," Bagas sekilas melirik kearah Yura yang duduk di samping nya.
Yura terdiam, dia memang sempat cemburu ketika mengetahui Bagas mengincar anak baru di kampus nya. Tapi kecemburuan Yura tak beralasan, karena diantara mereka berdua tak ada ikatan apa-apa.
Hubungan yang mereka jalin selama ini hanya lah hubungan yang saling menguntungkan, Yura butuh uang Bagas untuk menutupi gaya hidup nya yang hedon.. sedangkan Bagas butuh tubuh Yura untuk memuaskan hasrat nya.
Ting,,
Terdengar bunyi pesan masuk dari ponsel Yura, Yura mengambil ponsel dari dalam tas nya dan kemudian membuka pesan tersebut. Yura melirik Bagas, dan kemudian dengan cepat membalas pesan tersebut.
"Chat dari siapa?!" Tanya Bagas mengintimidasi.
"Bukan siapa-siapa," balas Yura dan buru-buru memasukkan ponsel nya kembali kedalam tas.
Bagas menyipitkan mata nya, "awas saja kalau lu berani melayani pria lain, di saat lu masih terikat perjanjian sama gue!" Ancam Bagas, menatap tajam pada Yura sesaat.
Yura mendengus kesal, dia ingat dengan perjanjian yang telah mereka sepakati setahun yang lalu. Ketika Bagas dan Yura tanpa sengaja bertemu di sebuah bar, dan kemudian mereka minum bersama.
Malam itu, akhir nya Yura melayani Bagas seperti yang dia lakukan pada laki-laki yang memboking nya selama ini. Dan Bagas yang juga terbiasa jajan sembarangan merasa puas dengan servis yang Yura berikan, beda dengan kupu-kupu malam yang selama ini melayani nya.
Hingga tercapailah kesepakatan diantara mereka berdua, Bagas yang menginginkan agar Yura hanya melayani diri nya saja.. disanggupi oleh Yura, asalkan semua kebutuhan Yura tercukupi. Dan terjadilah hubungan simbiosis mutualisme yang menyesatkan itu hingga saat ini.
"Gue butuh uang banyak untuk bayar semesteran karena uang pemberian ibu sudah gue habiskan. Dan yang barusan booking gue.. dia berani bayar sepuluh juta untuk nanti malam!" Balas Yura ketus.
"Gue akan bayar, dan batalkan laki-laki itu!" Ucap Bagas, dengan tatapan sinis kearah Yura.
"Transfer dulu baru gue batalkan," balas Yura.
"Ck,," Bagas berdecak kesal, "gue akan transfer dua kali lipat, tapi lu selesai kan dulu misi kita untuk menjebak Salma agar tidur bersama gue siang ini," tawar Bagas.
"Deal, gue akan pasti kan.. lu bisa menikmati tubuh nya," Yura tersenyum seringai, bayangan uang sejumlah dua puluh juta menari-nari indah di pelupuk mata nya.
Sedangkan Bagas senyum-senyum sendiri, membayangkan tubuh seksi Salma yang sebentar lagi akan berada dibawah kungkungan nya.
Bagas tersadar dari lamunan nya, tatkala melihat mobil di depan nya berbelok menuju apartemen mewah. Dan Bagas pun segera mengikuti nya, dengan mengambil jarak aman.
"Mengapa mereka menuju ke apartemen? Apa Salma tinggal di sana?" Gumam Bagas, tatkala melihat mobil yang ditumpangi Salma dan teman-teman nya berhenti di lobi apartemen.
Sedangkan Yura melongo, terkagum-kagum melihat bangunan yang menjulang tinggi di hadapan nya. "Busyet, siapa yang tinggal di apartemen mewah ini?" Gumam nya dalam hati.
Bagas terus mengamati mobil yang diikuti nya sedari tadi itu, saat mobil itu bergerak meninggalkan lobi.. Bagas melihat Salma dan Kevin melambaikan tangan kearah teman-teman nya yang berada di dalam mobil. "Mereka berdua? Ada hubungan apa diantara mereka?" Lirih Bagas, yang bisa di dengar Yura.
"Mereka pacaran mungkin," balas Yura santai.
Yura segera mengikuti perintah tambang emas nya itu, dengan cepat berjalan menuju lobi mengikuti Kevin dan Salma.
#Flash back Off,,,
"Kak Yura mencari siapa?" Tanya Kevin, dengan tatapan menyelidik.
"Emmm,," Yura nampak bingung, mau menjawab apa? Tak lama kemudian muncul Bagas, hingga membuat Yura sedikit lega.
"Apa kamu tinggal disini?!" Tanya Bagas dengan sinis, menatap tajam pada Kevin.
"Benar kak, saya tinggal disini," balas Kevin jujur, tapi kali ini dia tak ingin berbasa-basi mempersilahkan senior nya itu untuk masuk. Karena Kevin sudah tidak sabar ingin melanjutkan kegiatan panas nya yang tertunda, gara-gara orang-orang yang tak jelas seperti kedua senior nya tersebut.
"Sama siapa?!" Tanya Bagas masih dengan tatapan yang tidak bersahabat.
Kevin mengernyit, "apa urusan nya sama kakak?" Tanya Kevin, yang tak ingin privasi nya di ganggu.
"Ck,, tinggal jawab aja, apa susah nya!" Bentak Bagas, dengan berdecak kesal.
Sedangkan Yura hanya diam saja, menyimak dan mendengar kan perdebatan kecil mereka berdua.
"Siapa mas?" Tanya Salma, yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Istri cantik Kevin itu penasaran, karena suami tampan nya tak kunjung kembali. Dan Salma buru-buru mengenakan pakaian nya kembali, lengkap dengan hijab nya dan kemudian segera keluar untuk melihat siapa yang datang?
Bagas mengernyit ketika melihat Salma dan memanggil Kevin dengan sebutan mas, "apa dia adik mu?" Tanya Bagas pada Kevin dengan merendahkan suara nya, dan berharap bahwa dugaan nya benar.
Kevin tersenyum, dan kemudian memeluk pinggang sang istri dengan mesra. Kevin sengaja melakukan nya, karena dia dapat menilai dari tatapan Bagas yang lapar kearah istri nya.. bahwa Bagas menyukai Salma, "Salma istri ku," balas Kevin dengan sungguh-sungguh.
Bagas terkekeh mendengar jawaban Kevin, "istri?!" Bagas mengejek Kevin, begitu pun dengan Yura yang ikut terkekeh kecil seraya menutup mulut nya.
"Sumpah, becandaan lu enggak lucu tampan," ucap Yura, masih dengan tertawa kecil.
"Apa nya yang lucu kak, emang benar kok kalau kami sudah menikah," timpal Salma dengan suara nya yang lembut, namun mampu menghujam ke jantung Bagas... hingga Bagas langsung menghentikan tawa nya dan netra nya membulat sempurna, menatap Kevin dan Salma bergantian.
Nafas Bagas memburu, dada nya seakan terasa sesak,,, dia seperti kehilangan oksigen di sekitar nya, dan dua orang di depan nya adalah tersangka yang mengambil jatah oksigen milik nya tersebut.
"Ada bukti nya?!" Tanya Bagas yang masih tidak percaya.
Kevin mengangkat kedua alis nya, dan kemudian mengambil dompet dari saku celana belakang. Kevin mengeluarkan KTP milik nya dan menunjukkan pada Bagas, "kakak periksa sendiri status nya,, me-ni-kah," ucap Kevin mengeja status nya.
Bagas melotot tajam melihat tulisan tersebut, sejenak kemudian Bagas menyipitkan mata nya menatap Kevin. "Bisa saja kan, dengan orang lain? Ada bukti lain?!" Bagas masih belum bisa percaya kenyataan bahwa gadis cantik incaran nya ternyata sudah menikah.
Kevin mendesah pelan, tapi dia menuruti juga keinginan Bagas untuk melihat bukti lain.. "ikuti aja kemauan nya Vin, dari pada kelamaan berdebat. Mood mu untuk bermesraan sama istri bisa hilang, kalau mereka tak segera pergi," gumam Kevin dalam hati, dan Kevin kemudian mengeluarkan ponsel nya.
Kevin segera membuka galeri di ponsel milik nya, dia membuka folder khusus dan memperlihatkan foto-foto pernikahan nya dengan Salma pada Bagas dan Yura, yang juga kepo ingin melihat kebenaran nya.
Bagas nampak marah melihat foto-foto tersebut, tangan nya mengepal sempurna.. tapi Bagas tidak tahu harus melampiaskan kemarahan nya kepada siapa? "Brengsek, gue kalah sebelum perang!" Gumam Bagas, dan langsung ngeloyor pergi tanpa pamit pada Kevin dan Salma.
Yura langsung ikut pergi dengan berlari-lari kecil, mengejar langkah Bagas yang panjang dan lebar menuju lift.
Kedua nya langsung masuk kedalam kotak besi, yang akan membawa mereka berdua turun ke lobi. "Gue akan pastikan, mereka berdua harus di keluar kan dari kampus! Gue enggak mau melihat muka mereka lagi! Gue enggak sudi melihat kemesraan mereka berdua seperti tadi!" Geram Bagas, dengan gigi nya yang bergemurutuk menahan emosi jiwa.
"to be continue,,,