
Waktu terus berlalu, hari menuju minggu dan minggu menuju bulan.. hingga tanpa terasa, empat bulan telah mereka lalui bersama-sama.
Resepsi pernikahan Fira dan Dion yang digelar di Jakarta, tepat nya di hotel milik keluarga ayah Yusuf 'FaFa Suits Hotel' satu bulan setelah resepsi yang di Singapura pun telah berjalan dengan sangat meriah.. meski tak semeriah pesta mereka berdua kala di Singapura.
Ayah Yusuf hanya mengundang kolega terbatas, sekaligus untuk memperkenalkan kepada para rekan bisnis nya yang di Jakarta.. bahwa kepemilikan aset ayah Yusuf yang di Jakarta, kini sudah dipindahkan tangan kan kepada putri nya. Jadi, kini Fira lah yang memegang seluruh usaha ayah Yusuf yang di Jakarta.
Dan saat ini, Fira telah menunjukkan tanda-tanda kehamilan,,, meski dia masih enggan untuk memeriksakan diri. "Nanti saja lah bang, sekalian nunggu bunda kesini.. toh bentar lagi mereka semua berkumpul kan? Sekalian kita kasih surprise buat keluarga besar," begitu kilah Fira, ketika sang suami mengajak nya ke dokter kandungan.
"Terserah kamu saja lah neng, tapi jujur abang takut kamu kekurangan cairan.. habis nya tiap bakda shubuh, kamu pasti muntah-muntah sampai keluar semua yang ada di dalam," balas Dion yang nampak sangat khawatir seraya mengelus perut sang istri yang masih sangat rata, namun Dion akhirnya nyerah juga dengan keputusan istri nya.
Meskipun khawatir tapi Dion tetap senang, karena obat dari segala obat kala sang istri lemas usai memuntahkan semua nya, adalah Dion seorang... terdengar aneh, tapi itulah kenyataan yang membuat Dion selalu tersenyum jika mengingat nya.
"Yang, kita ke dokter ya??" Ajak Dion, tepat bakda sholat shubuh kala pertama kali Fira mengalami morning sickness yang hebat hingga dia lemas.
Fira menggeleng, "Fira mau di kiss aja,,,," pinta Fira, dengan bersandar manja di dada Dion.
Dion mengernyit, tapi langsung menuruti keinginan sang istri tanpa banyak bertanya. Dengan lembut Dion mencium bibir sang istri, seperti yang istri nya itu minta.
Dan benar saja, semenit setelah ciuman lembut yang berubah menjadi panas itu.. Fira nampak kembali bersemangat, energi nya seperti habis di charge sampai penuh.
Hingga kegiatan kiss itu berlanjut di atas tempat tidur empuk, tempat favorit mereka berdua memadu kasih. Fira semakin bersemangat, dan begitu pun dengan Dion. Hingga pagi buta berubah menjadi terang,, energi mereka berdua, seakan tak ada habis nya.
Dan tiap bakda shubuh, Dion akan selalu menantikan momen seperti itu dengan hati yang membuncah bahagia. Karena bisa menyenangkan diri sendiri, sekaligus mengobati morning sickness nya Fira.
"Kalau tiap tahun kamu hamil, abang seneng banget neng,," ucap Dion, pada suatu pagi. Yang mendapatkan hadiah cubitan keras, di perut sixpack nya.
Dan selama hampir dua minggu ini Fira mengalami morning sickness, tak ada satupun penghuni lain di gedung itu yang mengetahui nya. Karena begitu matahari muncul di ufuk timur, kondisi tubuh Fira akan kembali segar bugar.. seperti tak pernah terjadi sesuatu pada diri Fira, padahal sebelum nya Fira telah memuntahkan semua isi perut nya hingga dia lemas tanpa daya.
Hingga selama itu pula, di siang hari nya... Fira bisa melakukan banyak hal untuk membantu adik sepupu nya, mempersiapkan acara resepsi pernikahan yang akan di laksanakan di pulau keluarga AA. Tentu nya, tanpa seorang pun curiga pada perubahan yang terjadi pada diri Fira.
Sedangkan pasangan Rahman dan Malika, juga tengah disibukkan dengan segala sesuatu untuk menyambut hari bahagia nya. Dari mulai mempersiapkan gaun pengantin, menyiapkan hampers untuk tamu undangan, hingga undangan untuk teman-teman kedua nya.
Dan di sela-sela kesibukan nya mempersiapkan semua nya, yang tentu saja dibantu oleh teman-teman dekat nya itu... Rahman yang kini tangan nya sudah benar-benar pulih, dengan sangat antusias menuruti keinginan sang istri yang meminta agar di acara resepsi pernikahan nya besok lusa ada pesta dansa. Rahman pun menuruti keinginan istri nya itu, dengan giat berlatih dansa bersama istri tercinta.
"Tangkap aku hubby,,," lirih Malika manja, tatkala dia melakukan gerakan memutar dan kemudian menjatuhkan diri nya. Dan dengan sigap, Rahman yang masih menggenggam sebelah tangan sang istri langsung menangkap pinggang ramping Malika dan memeluk nya dengan posisi yang sangat intim.
Sejenak pandangan mata kedua nya terpaut, mereka berdua saling melempar senyum.. wajah mereka saling mendekat, hingga sangat dekat. Bahkan hembusan nafas kedua nya yang hangat, sama-sama bisa dirasakan oleh pasangan masing-masing. Rahman segera menyatukan bibir keduanya, lembut dan dalam... dan suara tepuk tangan yang meriah, membuyarkan kemesraan Rahman dan Malika.
Keduanya segera berdiri tegak, kala mendapati Vinsa, Kakak El dan Bintang serta pengasuh nya melihat kearah mereka berdua seraya bertepuk tangan.
Ya, kakak El.. sengaja di antar oleh ayah bunda nya, karena ingin menginap di kediaman bunda Salma, sebelum besok bersama ayah bunda nya ikut ke pulau AA guna menghadiri resepsi pernikahan Rahman dan Malika.
"Mbak, kok anak-anak di ajak masuk enggak ketuk pintu dulu?!" Protes Malika sambil mendekati pengasuh Bintang, Malika merasa tidak suka jika keponakan-keponakan nya yang masih kecil itu melihat adegan orang dewasa seperti yang dia lakukan tadi.
"Maaf non Icha, tadi saya sudah ketuk pintu. Tapi seperti nya, non Icha dan mas Rahman sedang serius, jadi tidak mendengar saya mengetuk pintu sampai beberapa kali," kilah pengasuh Bintang tersebut.
"Oh gitu ya, ya udah.. Icha minta maaf, karena enggak dengar. Tapi mbak, tolong lain kali kalau lihat adegan yang anak-anak belum boleh untuk melihat.. mbak langsung ajak mereka keluar ya?" Pinta Malika, seraya berbisik.
"Siap non Icha, saya juga minta maaf.. habis nya saya ndak ngerti, tadi saya kira hanya nari-nari biasa dan tidak tahu kalau di akhir ada..." sejenak pengasuh tersebut menghentikan bicara nya, dan kemudian tersenyum sambil menutup mulut.
"Ada adegan ciuman bibir segala," lanjut nya, dengan malu-malu.
Pipi Malika pun merona merah, Malika juga merasa malu.. seperti pencuri, yang tertangkap di siang bolong.
Ya, tinggal dua hari lagi saat yang dinantikan oleh seluruh keluarga besar Alamsyah dan Antonio, peresmian pernikahan putri tertua keluarga Alamsyah pada semua rekan-rekan bisnis daddy Rehan.. bahkan yang hingga detik ini, masih saja ada yang ingin menjalin perjodohan bisnis. Sekaligus peresmian pulau keluarga Alamsyah-Antonio, yang sudah di gadang-gadang sejak lama.
*****
Ha-min satu, semua keluarga besar Alamsyah dan Antonio beserta keluarga Rahman sudah bertolak menuju pulau.. dengan menggunakan jet pribadi milik daddy Rehan dan ayah Yusuf, juga milik keluarga Antonio yang baru di beli oleh opa Alvian seminggu yang lalu.
Opa Alvian akhirnya memutuskan membeli pesawat pribadi, mengingat keluarga nya semakin bertambah banyak dan mobilitas mereka keluar kota dan luar negeri yang begitu tinggi. Dan ide itu di setujui oleh sang kakak, yaitu nenek Lin yang bahkan membayar penuh harga pesawat pribadi tersebut dan menolak ketika sang adik hendak membantu.
Dan opa Alvian hanya bisa tersenyum, seraya memeluk kakak perempuan nya itu dengan penuh rasa haru.
Nenek Lin, yang memiliki kekayaan separuh dari semua aset keluarga Antonio memang memiliki jumlah tabungan yang sangat banyak. Bagaimana tidak? Keuntungan yang di dapat dari bisnis yang di jalankan sang adik, utuh dan sama sekali tak tersentuh di dalam rekening deposito nya.
Belum lagi jatah bulanan dari anak dan kedua menantu nya, yaitu om Ilham, daddy Rehan dan om Alex yang tentu saja jumlah nya tak sedikit.. juga mengendap di tabungan, dan jarang digunakan.
Karena semua kebutuhan nenek Lin dan kakek Ilyas sudah dipenuhi oleh sang adik, juga oleh mommy Billa dan tante Nisa yang sering membelikan orang tua nya itu pakaian dan segala macam keperluan beliau berdua.
Om Devan, yang juga royal terhadap orang tua angkat nya itu.. setiap bulan, juga memberikan sejumlah uang kepada nenek Lin. Termasuk bunda Fatimah kala berkunjung ke Jakarta, pasti menyempatkan waktu untuk menemui mertua dari sang adik dan memberikan sejumlah uang jajan.
Di tambah hasil bumi dari perkebunan karet kakek Ilyas di kaki gunung Merbabu, yang saat ini dikelola oleh Yayasan Pendidikan yang didirikan oleh kakek Ilyas, separuh nya beliau terima dan separuh nya lagi beliau sumbangkan untuk membiayai pendidikan anak-anak yatim dan mereka yang kurang mampu yang mondok di pesantren yayasan pendidikan tersebut.
Bahkan rumah utama dan semua tanah di sekitar rumah kakek Ilyas, juga sudah di wakaf kan ketika kakek Ilyas memutus kan untuk hijrah ke Jakarta mengikuti keinginan sang istri... pada yayasan yang beliau dirikan ketika om Ilham masih bayi itu, dan pengelolaan nya beliau pasrah kan pada sahabat nya yaitu pak Burhan, penghulu yang dulu menikahkan daddy Rehan dan mommy Billa.
Dan rumah tersebut sudah di bangun oleh geng tampan menjadi pondok pesantren, yang berdampingan dengan yayasan pendidikan yang sudah di bangun kakek Ilyas terlebih dahulu.
Hanya menyisakan rumah samping peninggalan orang tua kakek Ilyas, yang dulu di pakai oleh keluarga daddy Rehan untuk beristirahat kala menikahi mommy Billa.. yang kemudian di bangun oleh daddy Rehan untuk persinggahan, kala kakek Ilyas dan nenek Lin rindu ingin bernostalgia di tanah kelahiran mommy Billa tersebut.
Dan kini, mereka semua telah tiba di pulau yang ternyata sudah di sulap oleh om Devan menjadi sangat indah itu, dengan banyak bangunan villa mungil yang artistik yang mengelilingi villa utama yang sangat luas dan megah.
Mereka langsung memasukkan barang-barang pribadi milik nya di villa masing-masing, kecuali para tamu,, yang langsung disambut oleh para asisten untuk menuju villa utama yang terdiri dari dua lantai dengan banyak kamar.
Keluarga besar Rahman, yang turut berangkat lebih awal.. beserta keluarga Angga dan Didi, langsung menuju villa utama. Dan keluarga yang lain, setelah meletakkan barang-barang nya di dalam villa pribadi.. langsung ikut bergabung ke villa utama.
Sedangkan pasangan yang sedang berbahagia, yaitu Rahman dan Malika,, langsung menuju ke taman di belakang villa utama, yang akan dijadikan sebagai tempat resepsi esok hari. Untuk melihat sejauh mana pihak WO melakukan tugas nya.
"Wow,,, indah sekali hubby, Icha suka," seru Malika dengan mata berbinar, tatkala melihat dekorasi pelaminan nya yang sangat indah.
"Abang senang, kalau kamu suka dik," ucap Rahman, seraya mencium pipi sang istri dengan mesra.
"Ih,, hubby, malu... ini di tempat umum," protes Malika.
"Biar enggak malu, bagaimana kalau kita ke sana," Rahman menunjuk ke arah pantai, di mana di sana terparkir beberapa speedboat. "Kita menikmati senja di dalam speedboat, dan bermanuver di sana," lanjut Rahman, seraya mengedipkan mata nya.
Malika mengernyit, "enggak ngeri ya hubby, main di dalam speedboat?" Tanya Malika, yang sudah merinding hanya dengan membayangkan nya saja.
"Abang pemain professional dik, kalau enggak percaya.. mari kita buktikan. Kalau abang kamu tahu, pasti dia juga akan menyusul sama istri nya." Ucap Rahman meyakinkan, seraya menggandeng lengan sang istri untuk menuju pantai.
"Dulu kami berdua sering ikut lomba balap speedboat di kepulauan seribu ini, di sebelah sana air nya tenang.. dan kita bisa berhenti di sana, untuk melakukan manuver yang abang maksud," lanjut Rahman menunjuk sebuah tempat, sambil berjalan menuju pantai.
Rahman dan Malika, kini sudah tiba di bibir pantai.. dan hendak menaiki satu speedboat. Ketika seseorang meneriakkan nama nya, "Alvaro,, tunggu gue," seru Kevin dari kejauhan, yang langsung berlari bersama Salma menyusul Rahman dan Malika.
Dion dan Fira yang melihat, tak mau ketinggalan.. dan langsung ikut berlari, menyusul saudara-saudara nya itu. Disusul oleh Zaki, bersama sang istri.
Dan mereka berdelapan, menggunakan empat speedboat yang masing-masing dengan pasangan nya.. melaju untuk berlomba, dan memacu adrenalin bersama pasangan halal nya menuju ke tengah laut yang air nya sangat tenang.
Dengan disaksikan laut biru dan senja yang mulai menggelincirkan sang surya ke ufuk barat.. hingga semburat merah nya menghiasi cakrawala di atas sana, menambah keindahan langit di atas lautan lepas. Dimana empat speedboat terombang-ambing mengikuti pergerakan orang yang sedang bermanuver di dalam speedboat tersebut.
Menyisakan Bayu yang terdiam di bibir pantai, sambil garuk-garuk kepala... karena dia tak berani mengemudi kan speedboat.
🌷🌷🌷🌷🌷 tbc,,,
Menuju Ending ya bestie... 😊😊
Untuk give away nya, minggu depan yah...
Seperti biasa, sepuluh pendukung teratas saja 🙏🙏