All About KEVIN

All About KEVIN
Perihal Menyenangkan Istri



Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dan melelahkan, karena di Singapura mereka juga jalan-jalan dan kurang istirahat.. setiba nya di bandara internasional Soekarno Hatta, daddy Rehan dan keluarga nya langsung menuju kediaman nya.


Sedangkan pak Sulaiman, bu Widya dan Azka langsung kembali ke ruko milik mereka tanpa Salma... dengan diantar oleh pak Imron, yang menjemput di bandara. Sebab, Salma ikut pulang ke rumah utama atas permintaan sang suami dan atas ijin kedua orang tua mereka.


Setiba nya di rumah utama, mommy Billa menggiring putra putri nya agar segera beristirahat. "Ayo bang Malik, kak Malika,, ajak adik-adik untuk bobok siang dulu," titah nya, sambil mengiringi langkah anak-anak.


Kevin dan Salma mengekor di belakang sang mommy, sedangkan daddy Rehan langsung menuju ruang kerja nya untuk mengecek pekerjaan sebentar sembari menunggu sang istri yang sedang mengurus anak-anak.


Kedua pengasuh kembar bungsu, juga ikut naik ke atas sambil membawa koper milik putra putri majikan nya.


Setelah memastikan anak-anak nya masuk kedalam kamar masing-masing untuk beristirahat, dan si kembar juga sudah ditemani oleh pengasuh nya.. mommy Billa bermaksud untuk turun. Tapi melihat pintu kamar putra sulung nya masih terbuka, mommy Billa melongok kedalam dan dilihat nya sang putra sedang duduk sendirian di sofa bad, "bang, belum mau istirahat? Kak Salma mana?" Tanya mommy Billa, seraya mengedarkan pandangan.


"Lagi bersih-bersih mom," balas Kevin, sambil melirik kearah kamar mandi.


"Ya udah, istirahat lah.. kalian pasti capek, jangan lupa kunci pintu nya," titah mommy Billa sangat pengertian, seraya menutupkan pintu kamar sang putra.


"Makasih mom," teriak Kevin, karena sang mommy sudah keburu menutup pintu kamar nya. Kevin tersenyum, dan kemudian beranjak menuju pintu untuk menguncinya.. dan segera melangkah ke kamar mandi, untuk menyusul sang istri dengan sejuta rencana.


*****


Usai makan malam, Salma membantu mommy Billa dan bibi membersihkan bekas makan mereka. Begitulah kebiasaan mommy Billa, yang meskipun sudah ada bibi tapi mommy Billa tidak mau bergantung sepenuh nya pada asisten rumah tangga itu. Mommy Billa selalu ikut turun tangan, sekedar untuk membantu meringankan para asisten rumah tangga nya.


Dan Salma yang memang berasal dari keluarga sederhana, dapat langsung mengikuti kebiasaan mommy mertua nya itu.


"Bang, kakak, ajak adik-adik ke ruang keluarga dulu. Daddy mau ngobrol sebentar sama abang kalian," titah daddy Rehan pada putra kembar nya, Malik dan Malika.


"Baik dad," balas kedua nya bersamaan.


Mirza yang sudah mengerti langsung beranjak tanpa perlu di suruh, sedangkan Maira dan Maida di gendong langsung oleh Malik dan Malika.. agar bisa lebih cepat meninggalkan meja makan, tanpa banyak drama.


Kini di ruang makan tersisa daddy dan putra sulung nya, kedua laki-laki berbeda generasi itu pandangan nya sama-sama tertuju kearah dapur yang hanya di sekat oleh meja mini bar.. sehingga pandangan mata mereka bisa bebas melihat aktifitas orang-orang yang berada di sana.


Kedua nya melihat interaksi yang hangat antara mommy Billa dan Salma yang sedang mencuci piring, ayah dan anak itu sama-sama menyunggingkan senyum.. dan sibuk dengan pikiran nya sendiri-sendiri.


Hingga beberapa saat, keheningan tercipta di meja makan tersebut.


Mommy Billa yang menoleh kearah meja makan, membuat kesadaran daddy Rehan segera kembali. Daddy enam anak itu kemudian mengalihkan pandangan kearah sang putra, dan daddy tampan itu tersenyum tatkala menyadari pandangan sang putra ternyata tertuju kearah yang sama dengan diri nya tadi.. hanya fokus nya yang beda, diri nya memandangi sang istri sedangkan sang putra memandangi menantu nya yang cantik.


"Son," panggilan daddy Rehan, membuyarkan lamunan Kevin.


"Ya dad," balas Kevin menatap sang daddy dengan salah tingkah, karena kepergok telah memandangi istri nya.


"Kamu masih sangat muda saat ini, dan sudah berani memutuskan untuk menikah. Daddy berharap, kamu bisa menjaga kepercayaan pak Sulaiman untuk menjaga Salma."


"Ya dad, Kevin ingin bisa seperti daddy. Yang selalu romantis pada mommy, penuh perhatian dan juga sayang sama kami semua. Ya, meski terkadang.." sejenak Kevin menghentikan ucapan nya.


Daddy Rehan mengernyit, "terkadang apa?" Daddy Rehan bertanya dengan penasaran.


"Daddy manja banget sama mommy," lanjut Kevin lirih seraya tersenyum malu-malu.


Daddy Rehan pun ikut tersenyum, dan menatap dalam netra biru sang putra.. netra yang mirip dengan milik papi Vincent, papi kandung Kevin.


"Son, Kita sebagai laki-laki tentu nya senang dengan sikap istri kita yang lembut dan keibuan, tapi terkadang kita juga butuh suasana lain.. melihat istri sedikit nakal dan liar, akan membuat adrenalin kita terpacu bukan?" Daddy Rehan berbicara pada Kevin, layak nya seorang sahabat.


"Dan begitupun sebalik nya, seorang wanita pasti menyukai laki-laki yang tegas dan berwibawa. Dengan melihat sisi yang lain dari suami, sisi manja misal nya... akan bisa membuat istri merasa di butuh kan, di inginkan..."


"Masak sih dad?" Mommy Billa yang tiba-tiba sudah bergabung, memotong perkataan sang suami.


Daddy Rehan melirik sang istri dan tersenyum menggoda, "itu benar mom, daddy senang dengan sikap mommy yang terkadang nakal." Lirih daddy Rehan.


"Daddy,, bicara apa sih.. di depan anak-anak juga," protes mommy Billa sambil berbisik, dan melirik sang putra serta menantu nya.


Kevin yang masih bisa mendengar, tersenyum dan kemudian menatap sang istri penuh arti.


"Ngobrol apa?" Bisik Salma kepo.


"Perihal menyenangkan istri," balas Kevin asal seraya berbisik, sambil nyengir.


Salma cemberut.


"Oh ya bang, ada yang mau daddy sampaikan," ucap daddy Rehan, kembali berwibawa seperti biasa nya.


Mendengar suami nya mulai bicara serius, mommy Billa pun duduk di samping daddy Rehan, yang diikuti oleh Salma yang duduk di samping sang suami.


"Ada apa dad?" Kevin menjadi penasaran.


"Om Irfan, orang kepercayaan daddy yang mengelola perusahaan kamu di Bali berencana pensiun dini karena harus kembali ke Jakarta untuk menemani orang tua nya. Daddy dan om Alex masih belum bisa menemukan pengganti om Irfan, yang jujur, cerdas dan berdedikasi tinggi."


"Daddy jadi teringat dengan cerita kamu mengenai papa nya Rahman, apa menurut kamu beliau bersedia ya kalau kita ajak untuk kerja bareng dan menggantikan om Irfan?" Daddy Rehan menatap sang putra, minta pendapat Kevin.


"Kalau papa nya Rahman bersedia, Kevin setuju banget dad... secara beliau kan orang nya baik, Kevin sama Rahman juga sudah seperti saudara. Besok Kevin akan coba bicara kan dengan Rahman, semoga Rahman membujuk papa nya," balas Kevin antusias.


"Oke son, daddy mengandalkan mu," ucap daddy Rehan penuh harap.