All About KEVIN

All About KEVIN
Extra : You are The Best...



Setelah melepas lelah sejenak dengan mandi sore bersama sang suami yang menyenangkan, Salma buru-buru mengetuk pintu kamar Bayu dan Devi untuk mengambil putri nya. Bagaimanapun, Salma tidak tega jika ikut-ikutan menjahili kedua pengantin baru itu.. yang pasti nya membutuhkan privasi untuk berdua-duaan menghabiskan waktu sepanjang hari dan bukan nya di recokin oleh teman-teman nya, apalagi mesti harus momong si baby.


Tok,, tok,, tok,,


Salma mengetuk pintu dengan pelan sebanyak tiga kali, dan tak lama kemudian pintu dibuka dari dalam.


"Kenapa enggak langsung masuk aja? Pintu nya kan enggak gue kunci?!" Ucap Bayu, dengan menyembunyikan rasa jengkel nya. "Kenapa bukan Kevin sih yang ngambil baby? Gue udah siap-siap meledak.. malah bini nya yang ke sini?" Gerutu Bayu, yang sudah siap meledakkan rasa kecewa nya pada Kevin, atau pun pada Rahman dan Dion.


"Aku pikir di kunci Bay... kan kalian pengantin baru," balas Salma dengan tersenyum di kulum, dan segera masuk kedalam kamar pengantin baru itu melewati Bayu begitu saja.


Bayu masih menggerutu tidak jelas, sedangkan Devi yang duduk di atas ranjang bersama baby A hanya bisa tersenyum menerima perlakuan jahil teman-teman nya.


"Halo sayang,, Vinsa suka ya main sama aunty Devi yang cantik," Salma mendekati putri nya, seraya melirik Devi. "Mau sama ayah bunda, apa mau lanjut main sama aunty dan om Babay sayang?" Tanya Salma dengan sedikit mengeraskan suara nya, bermaksud menggoda Bayu.


"Vinsa dari tadi tuh nangis Ma, mau sama bunda nya dia!" Balas Bayu cepat.


Salma terkekeh dalam hati, pancingan nya untuk membuat Bayu semakin meradang nampak nya berhasil. "Ish,, dosa nggak sih gue, bikin Bayu jengkel?" Gumam Salma dalam hati, "eit, tapi kan ini hanya bercanda, pasti Allah tahu lah maksud kami semua," lanjut nya dengan menggeleng-gelengkan kepala tidak jelas.


"Kenapa lu Ma?" Tanya Devi, yang memperhatikan Salma sedari tadi.


"Eh, enggak kenapa-napa kok Dev," balas Salma sedikit terkejut, tidak menyangka bahwa ternyata Devi memperhatikan nya.


"Dev, lu di ajak Bayu ke sini tujuan nya apa?" Lirih Salma bertanya, sengaja berbicara pelan agar Bayu tidak mendengar.


"Liburan,, kata a' Bayu di sini tempat nya sejuk dan sangat indah," balas Devi dengan tersenyum lebar, "Setelah lihat air terjun, gue juga mau di ajak ke telaga yang indah kata nya," lanjut nya dengan sangat antusias.


Salma mengangguk-angguk.


"Kenapa emang nya Ma?" Devi mengernyitkan dahi.


"Enggak apa-apa Dev, kalau lu ke sini tujuan nya mau jalan-jalan.. lu harus banyak istirahat malam ini, biar besok pagi bisa fresh," balas Salma, "tapi kok gue enggak yakin ya, lu nanti malam bisa rehat dengan tenang?"


"Maksud lu?" Devi semakin dalam mengernyit.


"Yah, kalian kan pengantin baru.. udah gitu, kalian kan belum lepas segel? Pasti nanti malam suami lu akan habis-habisan hajar lu, dan pagi nya,,," Salma menggantung ucapan nya, karena sang putri yang tadi nya main sendiri tiba-tiba rewel.


"Pagi nya kenapa Ma?" Tanya Devi penasaran.


"Sorry Dev, ini kayak nya Vinsa haus deh.. gue balik ke kamar dulu ya?" Salma hendak meraih tubuh gembul Vinsa, tapi Devi buru-buru mencegah nya.


"A',, tolongin gendong princess bentar dong?" Pinta Devi dengan suara nya yang manja, karena dia masih penasaran dengan kelanjutan perkataan Salma.


Bayu mengernyit, tapi menuruti juga permintaan sang istri. Dan Bayu segera membawa baby A keluar dari kamar, sedangkan Salma tersenyum dalam hati.


"Pagi nya kenapa Ma?" Devi mengulang pertanyaan nya kembali, dan tidak sabar menunggu penjelasan Salma.


"Pagi nya lu akan kesulitan berjalan, karena rasa nya tuh sakiiiit.. banget," balas Salma dengan penuh drama.


Devi bergidik ngeri, teman dekat perempuan Salma satu-satu nya itu memang tak tahan dengan rasa sakit.Devi yang sedari kecil biasa di manja oleh orang tua dan juga saudara-saudara nya, termasuk Dion.. adalah gadis yang cengeng. Tapi semenjak bersahabat dengan Salma dan yang lain, Devi mulai berubah menjadi lebih mandiri. Meski jika dihadapkan pada hal-hal yang bisa membuat diri nya merasakan sakit, Devi akan mati-matian menghindari nya.


"Masak sih Ma?" Tanya Devi dengan ekspresi yang membuat Salma tersenyum geli.


"Hemm,," balas Salma bergumam, "sakit di awal, tapi nikmat kemudian." Salma tersenyum simpul, membayangkan kenangan buka segel nya dengan sang suami yang dilakukan di siang bolong.


"Jadi kalau lu tujuan nya mau jalan-jalan, begituan nya jangan sampai lembur.. kecuali, kalau emang tujuan kalian kesini cuma mau begituan doang sih? Enggak masalah, kalau mau ngamar bahkan sampai berhari-hari juga. Kan enggak lucu Dev kalau lu ke tempat wisata, tapi jalan nya dengan tertatih," lanjut Salma seraya beranjak, dengan menahan tawa dalam hati.


Sepeninggal Salma, Devi termenung.. kata-kata Salma, membuat Devi yang tadi nya udah siap jika sang suami ingin membuka segel nya. "Sakit tapi nikmat? Jalan nya sampai tertatih-tatih?" Kening Devi mengernyit, "terus lebih banyak sakit nya, apa nikmat nya?" Lanjut nya bergumam.


Devi geleng-geleng kepala, "ah, mandi dulu aja deh.. daripada pening mikirin itu," Devi segera beranjak menuju kamar mandi, yang berada di sudut kamar yang cukup luas itu.


*****


Keesokan hari nya, Kevin dan teman-teman nya masih terus mengikuti kemana pun Bayu dan istri nya pergi. Termasuk ketika Bayu mengajak sang istri ke lokasi wisata air terjun Grojogan Sewu, yang sangat terkenal di Tawangmangu.


Sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata, Devi terus mengomeli Bayu. "Kan semalam aku udah bilang a', sekali aja.. tapi aa' nya maksa terus, jadi gak bisa buat jalan kan?" Omel Devi, yang berhenti meneruskan langkah nya.. padahal baru sepuluh anak tangga yang di lalui Devi, sedangkan di hadapan nya masih ada seribu dua ratus lebih anak tangga yang belum ditapaki nya, tapi pangkal paha Devi sudah semakin terasa nyeri.


"Tadi jalan dari tempat parkir sampai loket sini aja udah terasa sakit, sekarang mesti harus menapaki anak tangga... mana banyak banget lagi tangga nya, tambah nyeri a'," Devi masih saja menggerutu.


"Udah honey,, jangan marah-marah terus, nanti cantik nya jadi ilang loh. Sini aa' gendong,," Bayu langsung membungkuk di hadapan sang istri, siap menggendong Devi di belakang punggung nya. "Padahal semalam yang minta lagi dan lagi kan kamu honey,,," lirih Bayu, yang langsung mendapatkan cubitan dari Devi.


Bayu tersenyum-senyum sendiri membayangkan kejadian semalam, Devi yang awal nya menolak mentah-mentah karena takut sakit tapi begitu Bayu berhasil membuka segel milik nya, dan dengan gerakan lembut menuntun sang istri untuk menemukan kenyamanan hingga mencapai kenikmatan tertinggi... dan setelah pelepasan pertama, Devi dengan bahasa tubuh nya meminta nya lagi dan lagi.


Devi pun segera naik ke punggung sang suami, dan dengan tertatih Bayu malai menapaki anak tangga menyusul teman-teman nya yang tertawa cekikikan.


"Enggak solider banget sih kalian, lihat teman sengsara malah diketawain!" Kesal Bayu, dengan nafas yang sudah mulai terdengar ngos-ngosan.


"Lu kan semalam udah mereguk madu nya Bay, madu yang bisa membuat tenaga lu full power,,, ya sekarang harus rela dong untuk mengeluarkan energi berlebih yang lu punya itu, biar gak jadi bisul," balas Rahman yang berjalan tepat di depan Bayu dengan santai.


Jawaban Rahman yang absurd membuat Dion yang berjalan di samping nya dengan menggendong baby A tergelak, sedangkan Kevin yang menuntun sang istri tersenyum geli.


"Emang bisa gitu bro?" Tanya Bayu naif, yang tidak mendapat respon dari teman-teman nya.


Obrolan mereka terhenti, suara air terjun semakin terdengar jelas karena jarak mereka sudah semakin dekat.


"Alhamdulillah,,, akhir nya nyampai juga," balas Bayu, seraya menurunkan Devi dengan perasaan lega. Udara yang sejuk, serta dingin nya cipratan titik-titik air dari air terjun Grojogan Sewu yang mengenai kulit wajah... membuat penat yang mendera tubuh Bayu hilang seketika.


Wajah Devi yang tadi nya terlihat kesal, langsung tersenyum sumringah, "a' indah sekali, dan air nya dingin banget," ucap Devi dengan suara nya yang telah kembali riang.


Mereka pun bermain air dan meluapkan kegembiraan di bawah air terjun Grojogan Sewu, sedangkan Kevin memilih menemani sang istri dan putri nya beristirahat di salah satu gasebo yang tersedia di sana sambil bermain-main dengan kera-kera yang nakal tapi juga lucu.


Puas bermain air, Bayu mengajak istri dan teman-teman nya untuk melanjut kan perjalanan menuju telaga Sarangan yang berjarak sekitar 18 KM dari Tawangmangu.


Telaga Sarangan, atau yang juga dikenal sebagai Telaga Pasir adalah telaga alami yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut yang juga terletak di lereng Gunung Lawu, tepat nya berada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.


Luas telaga ini sekitar 30 hektar, dengan kedalaman 28 meter. Suhu udara antara 18 hingga 25 derajat Celsius. Di telaga ini terdapat banyak boat yang bisa di sewa, dengan harga sewa yang terjangkau.


Meskipun teman-teman nya itu ngerecokin bulan madu nya, tapi Bayu dan Devi tidak benar-benar marah pada teman-teman nya itu. Bayu tahu, mereka sebenar nya sangat menyayangi diri nya dan sang istri. Terbukti, semua biaya penginapan, tiket hingga makan semua di tanggung oleh Dion selaku yang punya ide gila untuk membuntuti adik sepupu nya itu. "you are the best, may our friendship last forever," gumam Bayu dalam hati, dengan penuh rasa haru.


Bayu dan sang istri, serta Dion dan Rahman menyewa boat untuk berkeliling memutari Telaga Sarangan yang air nya sangat jernih dan karena kejernihan nya, Telaga Sarangan kerap dijuluki sebagai Cermin Raksasa. Sedangkan Kevin dan sang istri beserta putri nya, memilih menaiki kuda untuk mengelilingi Telaga Sarangan dan menikmati panorama yang indah di Telaga tersebut.


🌷🌷🌷🌷🌷 The last Extra 🌷🌷🌷🌷🌷


Segera lanjut kisah Prince Rahman Alvaro Adam &


Bang Dion Hadi Putra Pratama 🤗


Yang sudah klik tombol favorit jangan langsung di unfav ya.. biar dapet notif info terbaru 😊🙏


Terimakasih 😘😘