
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
"MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN" 🙏🙏
Semoga segala khilaf dan dosa kita, lebur di hari yang fitri ini.
Dan kita kembali menjadi manusia yang bersih, menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depan nya.
Menjadi manusia yang bermanfaat, bermartabat...
dan selamat dunia, akhirat. Aamiin 😇😇
⭐⭐⭐⭐⭐
Bakda maghrib, Salma langsung ditangani oleh MUA professional... MUA langganan keluarga besar mereka. Nampak mommy Billa dan mami Nina menemani Salma ketika di rias, mami Nina juga nampak sudah menyiapkan gaun pernikahan yang sangat indah untuk menantu nya itu.
"Cantik banget ya dik menantu kita," bisik mommy Billa, tatkala MUA sudah hampir selesai merias wajah Salma.
"Iya, benar mbak Billa.. kak Salma memang cantik banget, perpaduan sempurna kecantikan wajah wanita Bugis dan keanggunan wajah wanita Jawa." Balas mami Nina, yang juga nampak mengagumi istri dari Kevin itu.
"Nah, selesai," ucap sang MUA, mengakhiri sapuan kuas nya di wajah cantik rupawan sang mempelai wanita. MUA tersebut pun terlihat puas dengan hasil karya nya.
Salma juga nampak terkesima melihat pantulan diri nya di cermin, calon ibu muda itu tersenyum bahagia.
"Kak Salma, sekarang mami bantu pakai gaun nya ya,," ucap mami Nina, seraya berdiri mendekati Salma yang masih berdiri di depan cermin.
"Iya mi," balas Salma merasa senang.
Dengan telaten mami Nina membantu Salma memakai gaun rancangan nya, gaun indah dengan kwalitas terbaik berwarna gold yang panjang menjuntai.
"Wah, indah sekali," puji sang MUA, setelah gaun tersebut melekat sempurna di tubuh Salma.
"Mbak, tolong bantu pakai kan hijab nya ya," pinta mommy Billa pada sang MUA, seraya memberikan hijab berwarna hitam dengan rumbai menyerupai rambut.
"Ini lilitan nya dibuat kayak rambut panjang, begitu kah nyonya?" Tanya sang MUA, menatap mommy Billa dan mami Nina bergantian.
"Ya benar mbak, nanti di sempurna kan dengan head peace.. jadi kesan nya kayak putri berambut panjang dengan mahkota di kepala nya gitu," balas mami Nina.
Penata rias tersebut mengangguk, "baik nyonya, saya mengerti," balas sang MUA dan langsung mengerjakan tugas nya.
Tak butuh waktu lama, sang MUA telah berhasil membuat tatanan hijab cantik yang menyerupai rambut. Salma semakin terlihat cantik, dengan head peace yang bertabur batu swarosky terbaik yang bertengger indah di kepala nya.
Tepat di waktu yang sama, Kevin memasuki kamar nya tersebut. "Sudah selesai..." Kevin tidak melanjutkan kata-kata nya, pemuda tampan itu terkesima melihat penampilan sang istri yang sangat cantik jelita.
"Baby,, kamu cantik sekali," puji Kevin, yang sedari tadi menatap tak berkedip pada sang istri.
Kevin berjalan perlahan menghampiri istri nya, dan sedetik kemudian dia melabuhkan ciuman hangat di bibir sang istri. Kevin nampak tak peduli, meski di dalam kamar nya masih ada mommy Billa, mami Nina dan sang MUA.
Salma nampak terkejut dan tersipu malu, sedangkan yang lain membuang pandangan nya.
"Son, bersabarlah.. tunggu hingga jam dua belas malam tiba. Karena setelah lewat jam tersebut, maka sang putri seratus persen sudah menjadi milik mu dan dunia juga sudah mengakui nya," ucap daddy Rehan yang sudah berdiri di depan pintu, entah sejak kapan daddy tampan itu berada di sana bersama papi Vincent yang berdiri di samping daddy Rehan.
Kevin tersenyum simpul, dan tanpa malu-malu memeluk mesra pinggang sang istri.
Daddy Rehan hanya bisa tersenyum tipis melihat kelakuan putra nya, "kenapa dia mirip sekali dengan ku, padahal dia bukan darah daging ku?" Gumam daddy Rehan dalam hati.
"Rupa nya benar ada nya, jika bayi yang baru lahir itu bagaikan kertas yang putih bersih. Dan orang tua lah yang memiliki peran penting, dalam pembentukan karakter anak tersebut." Lanjut daddy Rehan dalam hati, seraya menatap Kevin dan papi Vincent bergantian.
"Aku bersyukur, saat itu Kevin tidak diminta oleh papi nya yang sedang salah jalan. Sehingga Kevin tidak perlu mendapatkan coretan yang salah dalam lembar putih nya, karena Insyaallah aku dan istri ku sudah mendidik nya dengan baik," Daddy Rehan menatap penuh cinta pada mommy Billa.
"Dad," panggil mommy Billa, seraya menghampiri sang suami. Hingga membuat daddy Rehan tersadar dari lamunan nya.
"Iya mom," daddy Rehan segera menyambut sang istri, dan memeluk pinggang mommy Billa dengan mesra.. tak mau kalah dengan sang putra.
"Ayo kita segera keluar, acara akan segera di mulai," titah daddy Rehan, yang ingat tujuan nya ke kamar Kevin.
Mereka semua pun segera keluar dari kamar Kevin, untuk menuju tempat akan dilaksanakan nya resepsi pernikahan Kevin dan Salma.
Sedangkan semua keluarga besar Alamsyah dan Antonio yang lain sudah berada di tempat pesta, dan menyambut tamu yang sudah mulai berdatangan.
Keluarga besar Salma yang masih menunggu di ruang keluarga, kemudian ikut bergabung bersama mempelai dan orang tua Kevin. Mereka bersama-sama menuju taman belakang, tempat acara resepsi pernikahan Kevin dan Salma diadakan.
Kevin dan Salma segera menuju pelaminan, yang diikuti oleh nenek Syarifah dan opa Arman. Opa Sultan dan oma Sekar yang sedari tadi sudah berada di sana menyambut tamu-tamu putra nya, langsung menyusul cucu nya ke pelaminan.
Ya, sudah disepakati bahwa yang akan mendampingi mempelai adalah opa dan oma nya Kevin, begitupun dengan Salma.. setelah mengetahui bahwa opa Arman adalah datu' dari nenek nya, maka yang mendampingi Salma adalah opa Arman dan nenek Syarifah.
Daddy Rehan sengaja memilih para orang tua untuk mendampingi putra dan menantu nya, karena daddy nya Kevin itu tidak ingin ada kecemburuan antara diri nya dan papi Vincent jika salah satu di antara mereka harus mendampingi Kevin di pelaminan.
Acara pun segera dimulai, dengan dipandu oleh MC kesohor tanah air acara tersebut menjadi semakin meriah.
Kedua mempelai nampak sangat serasi, yang satu tampan dan semakin menawan dengan balutan tuxedo berwarna gold yang sesuai dengan gaun sang istri. Sedangkan mempelai wanita terlihat sangat cantik bak putri raja dalam dongeng seribu satu malam.
Semua tamu dibuat takjub dengan pasangan pengantin tersebut.
Tamu-tamu yang hadir hampir semua dari kalangan atas, yang merupakan kolega bisnis daddy Rehan. Baik dari Jakarta sendiri, dari luar kota.. bahkan beberapa dari negara tetangga juga hadir di acara resepsi pernikahan putra pertama bos RPA Group tersebut.
Teman sekelas Kevin dan Salma yang juga di undang dalam resepsi tersebut, di sambut oleh Bayu, Devi, Rahman dan juga Dion.
Sedangkan Angga dan Aditya beserta istri masing-masing bergabung bersama keluarga besar Antonio dan Alamsyah yang lain.
Acara demi acara berjalan dengan lancar, hingga tiba di acara puncak dimana MC menceritakan perjalanan cinta Kevin yang tidak pernah di ucap kan namun tiba-tiba menikahi gadis yang ternyata sudah lama disukai nya itu.
Di layar yang besar, prosesi ijab qabul Kevin dan Salma yang diadakan dengan sangat sederhana namun penuh khidmat itu pun ditayangkan. Lengkap dengan tanggal dan bulan mereka melakukan pernikahan tersebut, hingga semua teman Kevin yang melihat pun dibuat terkejut.
"Gila, jadi mereka sudah menikah dari empat bulan yang lalu, bahkan hampir lima bulan?!" Ucap salah seorang teman Kevin.
"Pandai sekali ya mereka jaga rahasia, sampai-sampai kita semua enggak tahu kalau mereka jadian.. apalagi ternyata sudah menikah?" Timpal yang lain.
"Tapi beruntung banget ya Salma, gadis miskin yang naik kelas mendadak dengan menikah sama putra mahkota pengusaha kaya raya?" Yang lain nampak mencibir.
Yang diangguki oleh teman-teman nya yang lain.
Dan ghibah itupun terus berlanjut, yang intinya mereka merendahkan Salma.
Hingga tiba saat nya MC, mengenalkan keluarga besar mempelai wanita.
MC tersebut menyebutkan nama besar tuan Arman selaku pemilik perusahaan terbesar di Makassar, yaitu PT. Dua Saudara yang cabang nya ada di berbagai kota besar di Indonesia.. sebagai kakek dari mempelai wanita.
Hingga membuat teman-teman Kevin dan Salma yang tadi nya merendahkan Salma nampak terkejut, dan akhirnya bungkam dan tertunduk malu.
Sedangkan rekan-rekan bisnis daddy Rehan mengangguk dan memaklumi, bahwasanya tidak mungkin seorang Rehan Putra Alamsyah sembarangan dalam mencari menantu. Padahal, bukan demikian kenyataan nya.
Tiba di penghujung acara, MC sengaja melontarkan joke-joke segar untuk menyegarkan suasana malam yang semakin larut. Tiba-tiba, seorang gadis menghampiri MC tersebut dan merebut microphone nya.
Dan dengan lantang gadis tersebut bersuara, "harus nya bukan gadis miskin itu yang berada di pelaminan dan bersanding dengan Kevin. Tapi akulah yang berhak atas posisi tersebut, karena aku.. aku mengandung anak Kevin," gadis tersebut pun menunjukkan alat tes kehamilan dengan dua garis merah kearah kamera, hingga alat kecil tersebut terlihat jelas di layar monitor yang lebar yang berada di beberapa titik di lokasi resepsi tersebut.
to be continue,,,