
Hari ini, akhir nya orang tua Rahman resmi pindah ke Bali... setelah mundur beberapa hari dari jadwal yang telah di tetap kan, karena kakak nya Bayu tiba-tiba sakit demam. Sebab mulai lusa, om Adam harus menggantikan om Irfan yang mengajukan pensiun dini karena ingin kembali ke Jakarta menemani orang tua nya.
Asisten Alex yang di daulat untuk mengantarkan om Adam ke Bali, sekaligus mengurus serah terima jabatan dan pengalihan tanggung jawab tersebut dari wakil Presdir lama kepada om Adam yang akan menduduki jabatan nya yang baru.
Kevin dan Salma pun di harus kan untuk ikut, karena om Alex juga akan mengenalkan pada Kevin tentang seluk beluk perusahaan milik nya.
Akhir nya, bukan hanya Rahman, Kevin dan Salma yang ikut ke Bali.. karena nyata nya Bayu, Devi dan Dion pun ikut berangkat ke Bali.
Ya, semenjak malam perpisahan itu.. Devi sering mengajak sepupu nya untuk ke base camp, dan karena Dion juga berperilaku baik, tulus, serta mudah bergaul hingga Kevin dan yang lain nya juga bisa menerima nya dengan baik.
#Flashback On#
Di base camp, mereka berenam termasuk Dion tengah asyik ngobrol sambil ngopi setelah sedari pagi tadi mereka disibukkan dengan aktifitas di depan layar laptop.
"Wah,, hebat lu Dion, web yang lu buat tadi benar-benar keren," puji Kevin dengan tulus.
"Ya, gue setuju dengan yang dikatakan Kevin," timpal Rahman.
"Gimana kalau lu gabung bersama kami?" Tanya Kevin kepada Dion, "gimana temen-temen?" Kevin menatap yang lain nya bergantian.
"Gue sih setuju banget," balas Rahman cepat, setelah melihat hasil website toko online yang di buat oleh Dion.
"Gue ngikut kalian aja ya, karena kalau gue bilang setuju... ntar dikira KKN, Dion kan sepupu gue. Tepat nya, kakak sepupu yang rese." Ucap Devi tak ingin di bilang subyektif, sambil mencibir kearah Dion.
Dion hanya tersenyum masam.
"Ya, gue juga setuju, lagian kita juga butuh tambahan orang yang ahli di bidang itu kan?" Bayu pun menyetujui nya.
"Baby,, gimana?" Kevin selalu memperlakukan sang istri sama dengan yang lain nya jika berkaitan dengan pekerjaan, semua nya memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat.
"Iya mas, aku setuju,, aku lihat Dion juga disiplin kerja nya," balas Salma.
"Cieee, manggil nya emas ya sekarang," goda Bayu, seraya terkekeh.
"Oh, iya,, ya,, baru ngeh gue," timpal Devi, "sejak kapan Ma?" Tanya Devi menyelidik."
"Apaan sih Dev, malah ikutan kayak pacar lu yang suka ngeledek," Salma cemberut.
"Tapi bagus kok panggilan nya, cocok jika yang ngucapin Salma dan yang di panggil Kevin," ucap Rahman memberikan dukungan pada Salma.
Kevin hanya tersenyum mendengar pembicaraan teman-teman dekat nya, yang mengomentari panggilan mesra sang istri untuk diri nya.
"Gimana Dion? Setuju untuk gabung bersama kami?" Tanya Kevin, kembali memastikan pada Dion.
Sejenak suasana di base camp tersebut menjadi hening, masing-masing penasaran dan menanti jawaban dari Dion.
"Oke, gue setuju gabung bersama kalian. Karena jujur.. sebenar nya sudah lama gue mengamati pertemanan kalian, tapi gue enggak pede untuk mendekat apalagi ikut gabung," balas Dion.
"Enggak pede kenapa?" Tanya Salma.
"Ya, secara kan kalian anak-anak orang kaya,,, orang tua kalian pengusaha besar semua, sedangkan gue?" Dion menggantung ucapan nya.
"Gue dari keluarga sederhana kok, bapak gue penjaga sekolah," balas Salma kalem.
"Yang bener ma?!" Dion nampak kaget, "pantesan Monik sering ngatain dia gadis kampung, gadis miskin, aku pikir Monik bilang begitu karena hanya iri.. ternyata benar ada nya," gumam Dion dalam hati.
"Iya,," balas Salma singkat, seraya tersenyum manis.
"Gila,, Kevin benar-benar baik, dia tidak menjaga jarak pergaulan dengan kalangan bawah padahal orang tua nya kan terkenal paling tajir di sekolah?Bahkan Salma dinikahi nya,,, dan itu arti nya keluarga Kevin juga bisa menerima Salma?!" Dion masih berbicara dengan diri nya sendiri, sambil menatap Kevin penuh kekaguman.
"Gue juga dari keluarga sederhana Dion, bapak gue guru agama," ucap Bayu, membuyarkan lamunan Dion.
"Oh ya?" Balas Dion, seraya menatap Devi dan Bayu bergantian.
"Lu enggak khawatir sama om Gun, Dev?" Tanya Dion, menatap prihatin adik sepupu nya.
"Kami akan berjuang bersama, kalau perlu.. bang Dion bantuin ya,, ya,, please... " Devi merajuk.
"Lu Dev, kalau ada mau nya aja.. baik-baik sama gue, tapi kalau lagi happy gue di lupakan," protes Dion.
"Enggak gitu juga bang Dion,, bukan melupakan, tapi adik mu yang cantik ini kan sibuk kerja," Devi membela diri.
"Tahu gini, gue gabung sama kalian dari dulu ya? Gue khawatir aja kalian tolak, bokap gue kan usaha nya cuma kecil-kecilan... tapi ternyata pemikiran gue salah, ternyata kalian berteman tidak memandang itu semua. Kalian tulus, dan gue nyaman berada bersama kalian," ucap Dion panjang lebar, dia merasa terharu bisa di terima menjadi teman baru mereka.
Kevin menepuk pundak Dion, "kami bisa berteman dengan siapa saja Dion," ucap Kevin, dan di saat yang bersamaan Dika datang bersama seorang pria matang yang sangat berwibawa.
Kevin melihat sumber suara, dan langsung berdiri, "daddy,,," Kevin nampak sangat terkejut, dan sedetik kemudian menyalami dan mencium punggung tangan daddy Rehan.
Melihat siapa yang datang, Salma pun langsung berdiri dan ikut menyalami ayah mertua nya itu. "Dad,, daddy sama siapa?" Tanya Salma dengan sopan.
"Daddy kesini di antar sama pak Imron," balas daddy Rehan dengan tersenyum hangat pada menantu nya.
Rahman, Bayu dan Devi pun ikut berdiri dan menyalami daddy nya Kevin itu, "daddy Rey, apa kabar?" Tanya Bayu sopan.
"Alhamdulillah daddy baik," balas daddy Rehan dengan tatapan teduh nya.
Dion yang juga ikut menyalami daddy Rehan terkejut, mendengar Bayu memanggil ayah nya Kevin dengan panggilan daddy. "Sedekat ini pertemanan mereka, sampai Bayu memanggil orang hebat seperti tuan Rehan dengan daddy?" Gumam Dion semakin salut.
"Yang ini, kok daddy baru lihat?" Tanya daddy Rehan, setelah Dion melepaskan jabat tangan nya.
"Iya dad, dia Dion. Baru gabung bersama kami di sini, dia sepupu nya Devi," Kevin memperkenalkan Dion pada daddy nya.
Daddy Rehan mengangguk-angguk, "semoga kalian bisa saling mendukung dalam kebaikan ya, dan semangat untuk terus maju," daddy Rey menepuk pundak Dion, dan hal itu membuat Dion terkejut, bahagia, terharu dan entah perasaan apalagi.. yang jelas, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata.
"Daddy enggak di suruh duduk son?" Daddy Rehan melirik putra nya, yang nampak masih terkejut dengan kehadiran nya.
"Oh iya dad, silahkan duduk.. tapi lesehan seperti ini dad," Salma langsung mempersilahkan ayah mertua nya untuk duduk di lantai beralaskan matras, tempat mereka biasa diskusi.
Daddy Rehan pun langsung duduk, tanpa merasa risih, "tidak masalah kak Salma, duduk dimana saja sama kan? Yang membuat beda adalah dengan siapa kita duduk, dan bersama kalian daddy merasa kembali menjadi muda," ucap daddy Rehan dengan santai seraya tersenyum lebar.
Yang lain pun segera ikut duduk, dan mereka duduk dengan melingkar seperti biasa nya.
"Daddy Ray mau kopi? Biar saya pesankan?" Rahman menawarkan.
"Tidak perlu Rahman, daddy hanya sebentar." Tolak daddy Rehan dengan halus.
"Oh ya, besok kan Rahman ikut ke Bali mengantar kepindahan papa dan mama kamu kan?" Tanya daddy Rehan pada Rahman.
Rahman mengangguk, "iya dad," balas Rahman.
"Bang, besok kamu juga harus ikut untuk mendampingi om Alex di sana.. sekaligus mengenal perusahaan yang di sana," titah daddy Rehan pada sang putra, "ajak istri mu, kalian bisa sekaligus liburan di sana.. anggap saja honeymoon yang tertunda," lanjut daddy Rehan sambil tersenyum, menatap Kevin dan Salma bergantian.
"Wah, saya juga mau ikut dong daddy Rey... boleh ya?" Pinta Bayu, tanpa malu-malu.
"Enggak boleh, enak aja mau ikut dan minta gratisan. Lu kan udah gue gaji tiap bulan.. duit lu banyak, kalau mau ikut beli tiket sendiri," balas Kevin ketus.
Daddy Rehan hanya tersenyum mendengar ucapan sang putra, dia tahu putra nya tidak serius berbicara seperti itu.
"Iya daddy Rey.. biar di sana nya Salma enggak kesepian, saya juga boleh ikut untuk menemani ya?" Devi ikut-ikutan gak punya malu.
"Salma enggak bakalan kesepian Devi sayang,, gimana sih lu? Dia kan mau honey moon? Yang kesepian itu gue.. karena belum boleh meluk lu?" Bisik Bayu, menatap kekasih nya.
Daddy Rehan yang masih bisa mendengar perkataan Bayu hanya geleng-geleng kepala. "Pandai-pandai jaga diri dalam bergaul, jangan sampai kalian menyesal nanti nya. Jika sudah merasa cocok, dan orang tua sudah merestui.. langsung saja di halal kan," daddy Rehan menasehati, seraya menatap Bayu dan Devi bergantian.
Bayu dan Devi mengangguk.
"Oke, kalian semua boleh ikut.. termasuk kamu Dion, kalian bisa belajar banyak di sana bersama om Alex dan om Adam," ucap daddy Rehan.
"Asyik,,," sorak Bayu dan Devi bersamaan, dan Dion tersenyum lebar.. kekaguman nya pada sosok Kevin dan daddy nya semakin besar.
#Flashback Off#
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Manis nya pertemanan mereka 🤗
Bagaimana puasa kalian semua,,, masih semangat kan? Harus tetap semangat dung...
Dan ingat,,,
Berbukalah dengan yang manis... semanis senyum kalian 😊😊
Mas Kevin juga mau dung yang manis2 dari kalian semua,, emak, tante, mommy, kakak yang cantik2 😉
Mas Kevin mau kembang gula dan kopi nya 🥰