
Sore hari nya, keluarga daddy Rehan beserta seluruh keluarga besar Antonio... om Devan dan keluarga nya, pak Sulaiman dan keluarga nya, om Adam beserta istri, om Rahmat dan keluarga kecil nya, semua berangkat menuju Singapura untuk menghadiri pernikahan Fira dan Dion.
Mereka semua menumpangi dua pesawat pribadi, yang satu milik keluarga daddy Rehan dan yang satu nya milik keluarga ayah Yusuf... yang sengaja menjemput rombongan tersebut.
Tepat bakda maghrib, mereka semua tiba di kediaman keluarga ayah Yusuf yang super luas.. tak kalah luas dengan kediaman keluarga Alamsyah dan hunian keluarga Antonio di Jakarta.
Masing-masing keluarga menempati kamar nya sendiri di lantai dasar, dan khusus untuk anak-anak menempati kamar di lantai dua. Sedangkan untuk pasangan Kevin dan Salma, Malika dan Rahman.. mereka menempati kamar di lantai tiga bersama Zaki dan pasangan nya.
Untuk kamar pengantin, tetap berada di lantai dua.. di kamar milik Fira pribadi. Tetapi bunda Fatima dan ayah Yusuf telah menyiapkan bridal surprise room untuk putri nya itu, di hotel milik keluarga nya... hotel dimana pernikahan Fira dan Dion akan dilaksanakan esok hari.
Kedatangan mereka di sambut dengan hangat oleh opa Sultan dan oma Sekar, juga oleh oma Carla beserta keluarga kecil papi Vincent yang sudah berada di sana sejak pagi tadi. Setelah saling melepas rindu dan beristirahat sebentar, bunda Fatima langsung mengajak seluruh keluarga nya itu untuk makan malam bersama.
Langit cerah dengan bulan berbentuk bulat sempurna yang menerangi gelap nya cakrawala malam, serta bintang-bintang yang bertaburan menghiasi langit malam hingga menciptakan keindahan yang paripurna.. sangat cocok dengan suasana makan malam out door yang di pilih oleh keluarga ayah Yusuf untuk menjamu keluarga nya.
Menu masakan nusantara di pilih bunda Fatima untuk menjamu keluarga nya, aneka makanan dari sabang sampai merauke yang di sajikan ala buffet table atau prasmanan.. tersaji cantik di atas meja panjang di tengah taman, di halaman belakang kediaman keluarga ayah Yusuf.
Mulai dari barat, ada mie Aceh. Mie dengan tekstur yang tebal dan dicampur dengan irisan daging serta bumbu rempah yang kuat, disajikan dengan dua pilihan.. goreng dan rebus.
Kemudian ada rendang dari Sumatera Barat, yang pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia. Makanan dari daging sapi yang dimasak menggunakan santan kelapa serta bumbu rempah selama berjam-jam ini memang begitu terkenal, dan rasanya yang gurih dan juga nikmat sangat disukai oleh banyak kalangan.
Selanjutnya adalah Gulai Belacan dari Riau, Belacan adalah nama lain dari terasi yang sangat dikenal oleh orang Sumatera. Makanan khas Riau ini dibuat dari bahan dasar kuah yang dicampur terasi, dan di dalamnya ada isian berupa daging, udang atau ikan.
Gulai ikan patin dari Jambi, yang punya keunikan dari cara memasaknya,,, yaitu dicampur dengan daging buah durian yang sudah difermentasi atau dikenal dengan tempoyak, juga terhidang di sana.
Mama Sekar juga membuat Gudeg, yang berasal dari daerah asal nya yaitu Yogyakarta. Gudeg adalah sayur nangka muda yang dimasak dengan santan, dan melalui proses yang sangat lama. Gudeg tersebut disajikan lengkap dengan kuah santan kental atau di sebut juga dengan areh, ayam kampung, telur dan sambal krecek.
Ada juga Rawon, yang merupakan masakan dari Jawa Timur yang paling terkenal. Makanan ini identik dengan kuah nya yang berwarna hitam, warna hitam tersebut berasal dari bumbu khas yaitu kluwek.
Dari Bali, di pilih menu Ayam Betutu. Betutu sendiri adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek utuh berisi bumbu, lalu dipanggang dengan api sekam.
Untuk yang suka kuah, bunda Fatima juga menyediakan Soto Banjar yang dibuat dari daging ayam yang dicampur dengan bumbu rempah-rempah, di sajikan lengkap dengan perkedel dan kentang rebus.
Dan karena ayah nya Salma juga hadir di sana, bunda Fatima juga menyediakan Sup konro.. yang merupakan masakan nusantara dari daerah Sulawesi Selatan. Sup konro ini, mirip sup iga sapi yang disajikan dengan kuah berwarna coklat.
Ayam Taliwang dari Nusa Tenggara Barat juga terhidang di sana, daging ayam yang dibakar dan diberi bumbu cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi goreng, kencur, gula merah serta garam.
Dan tersedia pula bakso, masakan nusantara yang sudah tak asing lagi. Hampir di semua pelosok daerah, bakso dengan mudah bisa di dapat kan. . Masakan nusantara dengan isi bola-bola daging ini, menjadi makanan favorit bagi anak-anak.
"Mari, silahkan dinikmati," dengan ramah bunda Fatima dan oma Sekar mempersilahkan semua keluarga nya yang sudah hadir di sana, untuk segera menikmati hidangan makan malam yang telah tersaji.
Dengan tertib, mereka semua mulai mengambil makanan yang telah tersaji secara prasmanan tersebut, di mulai dari para orang tua dan kemudian mereka duduk di kursi yang juga telah disediakan di sana.
Kursi-kursi tersebut di tata melingkari meja bulat, dan satu meja terdiri atas empat kursi. Jarak satu meja dengan meja yang lain saling berdekatan, sehingga memungkinkan untuk mereka tetap bisa bercanda ria sambil menikmati santap malam seperti biasa nya.
Semuanya mengambil makanan sendiri-sendiri, hanya daddy Rehan yang terlihat diiringi mommy Billa dan diambilkan menu makanan kesukaan nya oleh sang istri tercinta tersebut. Gudeg Yogya buatan mama tercinta, adalah menu favorit daddy Rehan.
"Sambal nya dikit aja mom," bisik daddy Rehan, dan setelah menerima piring yang penuh dengan nasi beserta lauk nya,, daddy Rehan dengan setia menanti sang istri yang mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Mommy Billa memilih soto Banjar untuk santap malam nya, mereka berdua kemudian memilih tempat duduk yang agak jauh dari geng tampan. Daddy Rehan sengaja menjauh, karena saat menunggu mommy Billa tadi... om Devan dan om Alex, terdengar sudah mulai mencibir diri nya.
"Manja bener sih bos lu, pakai minta di ambilkan makan segala?!" Cibir om Devan menunjuk daddy Rehan dengan dagu nya, seraya melirik om Alex.
"Kayak enggak tahu si Rey aja lu, yah begitulah dia... jangan kan makan, pakai baju dan lepas baju juga minta tolong sama mbak Billa," imbuh om Alex, seraya tersenyum.
"Tanpa keponakan gue, si Rey itu enggak bisa ngapa-ngapain?!" Timpal opa Alvian seraya terkekeh, yang membuat semua yang mendengar ikut tersenyum.
Daddy Rehan meski mendengar tapi seolah tak perduli, padahal dalam hati eyang tampan itu telah menyiapkan strategi balasan untuk sahabat-sahabat nya nanti.
"Benar om, ada bebek betutu juga nih," seru Mirza membenarkan, Mirza memang sangat suka dengan masakan dari Bali tersebut.
"Mela, ada mie aceh kesukaan kamu tuh," tunjuk Mirza, sambil menoleh kearah sang adik yang mengantri di belakang nya.
"Enggak ah, Mela lagi enggak pengin. Mela mau gulai ikan aja," balas Maira, sambil menyendok nasi.. yang diikuti oleh saudara kembar nya tanpa bersuara.
Maida memilih menu yang berbeda dengan Maira, menu gudeg seperti sang daddy tapi tanpa sambal.
Om Ilham yang sengaja mengantri paling akhir, baru mulai menyendok nasi.. namun diurungkan. "Adik mau maem sama apa?" Tawar om Ilham pada Jelita.
"Adik mau bakho, ayah." Balas Jelita, yang berdiri di samping nya.
"Pakai nasi ya?" Bujuk om Ilham, agar putri nya mau makan nasi.
Jelita menggeleng, "hama mie aja ayah, bakho nya yang banak," balas Jelita.
"Pakai nasi, nanti bakso nya di kasih banyak sama ayah.. gimana?" Om Ilham masih mencoba merayu, "dikit aja deh nasi nya, oke?" Rayu om Ilham.
"Ndak mau ayah, ndak mau hama hasi! Maunya hama mie huning!" Kekeuh Jelita.
"Biarin aja, ayah,,,!" Seru bunda Jihan dari meja nya, sambil asyik menikmati santap malam dengan menu rendang... lengkap dengan sambal padang yang pedes nya nendang.
Om Ilham mencebik, sedangkan Jelita meloncat-loncat kegirangan. "Hollee,,, hama mie, boweh tuh. Yang banak ya ayah, bakho nya." Celoteh Jelita.
"Iya, iya,, sayang,,," om Ilham akhirnya mengalah, dan menuruti keinginan putri nya itu. Karena perut nya juga sudah mulai keroncongan, dan rawon kuah hitam kesukaan nya.. seakan sudah melambai-lambai ingin segera dia lahap.
Om Ilham segera membawa putri nya ke meja sang bunda, dan karena bunda Jihan juga sudah menyelesaikan makan nya.. putri nya itu kemudian di suapi oleh bunda nya, sehingga om Ilham bisa segera menikmati makan malam.
Om Ilham membawa makanan nya ke meja sang kakak, yang juga nampak sudah menyelesaikan makan nya. "Enggak nambah bang?" Tawar om Ilham, seraya menunjukkan menu yang dia ambil kepada daddy Rehan.
"Kenyang Ham, gudeg buatan mama memang mantap," balas daddy Rehan, memuji masakan oma Sekar.
"Enakan mana, sama masakan mbak Billa?" Pancing om Ilham.
"Khusus untuk gudeg, masih mama pemenang nya. Tapi untuk yang lain, tentu istri ku juara nya," balas daddy Rehan diplomatis, dan memang jujur apa ada nya.
Mommy Billa hanya tersenyum.
"Mbak Billa bukan nya cuma bisa bikin nasi goreng, sama sayur bayam ya?" Om Ilham masih mencoba memancing keributan, sambil asyik menyeruput kuah rawon dari piringnya langsung.
"Meski mbak mu hanya bisa masak air saja, bagi ku dia tetap juara nya. Karena aku mencari istri, bukan koki," balas daddy Rehan.
Mommy Billa semakin melebarkan senyum nya.
Sedangkan om Ilham mencibir, dan kemudian kembali menyeruput kuah rawon seperti tadi.
"Jorok banget sih kamu nang?!" Protes mommy Billa, yang melihat cara makan sang adik.
"Seger mbak, enak tau mbak makan modelan gini," balas om Ilham sekena nya.
"Dia jorok nya, udah bawaan dari orok kayak nya ya mom?" Ledek daddy Rehan seraya terkekeh.
"Enak aja, ngatain Ilham jorok bawaan orok," gerutu om Ilham seraya ngeloyor pergi.
🌷🌷🌷🌷🌷 tbc,,,