All About KEVIN

All About KEVIN
Extra : Mentah nya Saja Gimana...



Tepat bakda dhuhur, rombongan mempelai berdua dan keluarga nya berangkat menuju gedung resepsi yang sudah dipersiapkan oleh keluarga om Gunawan.


Kevin dan keluarga kecil nya, beserta daddy dan mommy nya juga ikut dalam rombongan tersebut.. termasuk Rahman, yang masih membawa keluarga Bayu untuk menuju gedung tempat resepsi pernikahan Bayu dan Devi di selenggarakan.


Setiba nya di sana, sudah ada beberapa tamu yang hadir,,, diantara nya adalah keluarga besar Bayu, yang langsung menuju ke tempat resepsi dan tidak ikut menyaksikan prosesi ijab qabul.


Hadir pula keluarga besar Antonio, dan juga keluarga besar Alamsyah yang sudah menganggap Bayu dan Devi seperti keluarga sendiri. Namun kali ini, kedatangan ayah Yusuf dan bunda Fatima hanya bertiga dengan Fira.. sebab setiba nya di Jakarta, opa Sultan merasa kelelahan dan ingin istirahat saja yang di temani oleh oma Sekar dan Annas di rumah utama. Sedangkan kan Zaki saat ini sedang mengemban misi nya, untuk mendapat kan restu dari kyai Hasan.


Papi Vincent dan keluarga pun tak bisa hadir karena kesibukan nya, dan hanya menitipkan kado untuk Bayu dan Devi.


Daddy Rehan beserta mommy Billa, dan Kevin beserta keluarga kecil nya langsung ikut berkumpul dengan saudara-saudara nya di sisi gedung di sebuah meja khusus.


Begitupula dengan Rahman yang turut bergabung, pasal nya dia sendirian kini.. Bayu dan Devi sudah duduk manis di pelaminan, sedangkan Dion sibuk menyambut tamu keluarga nya yang mulai berdatangan.


"Bang Rahman, sayang banget ya.. kak Icha nya enggak ikut, jadi enggak punya gandengan deh," ledek om Ilham, tatkala melihat Rahman mengekor di belakang Kevin seraya menggendong baby A.


Rahman tersenyum kecut, dan kemudian duduk di samping om Ilham yang memangku putri nya yang sedang tidur.


"Kalah lu bang, sama truck.. mereka aja kalau jalan gandengan, masak bang Rahman cakep gini jalan sendirian," om Ilham semakin meledek.


"Enggak jalan sendirian kok om, nih sama princess Vinsa," balas Rahman seraya menciumi pipi gembul baby A yang berada dalam pangkuan nya, hingga membuat putri Kevin itu tertawa riang.


"Eh, seneng lho baby A sama om Rahman. Pandai ya bang Rahman momong anak kecil," puji tante Nisa, yang duduk di samping sang suami.


Mommy Billa yang sedari tadi melihat keluwesan Rahman, dalam menjaga cucu pertama nya itu pun tersenyum.


"Maka nya mbak, dia cari gebetan juga yang masih kecil." Lagi, om Ilham meledek Rahman... seraya melirik daddy Rehan.


"Icha bentar lagi masuk SMU Ham, dia bukan anak kecil lagi," sanggah daddy Rehan, yang tidak terima putri nya dikatakan masih kecil.


Rahman tersenyum lebar, merasa mendapat pembelaan dari daddy nya sang pujaan hati.


Derrt,,, derrt,,, bunyi ponsel Rahman terdengar bergetar di saku celana nya. Rahman kemudian memberi kan baby A pada Salma, karena dia hendak menerima panggilan masuk di ponsel nya.


"Siapa bang?" Tanya om Ilham kepo, sambil ikut melihat ke layar ponsel Rahman yang baru saja di ambil dari saku celana.


"Wih, panjang umur kak Icha,,, baru aja dibicarakan, langsung nelpon sang pangeran," goda om Ilham, hingga membuat Rahman merasa tak enak hati sama daddy Rehan dan mommy Billa yang langsung menatap nya.


"Angkat aja bang, kalau perlu di loudspeaker atau video call sekalian," om Ilham semakin menggoda.


"Om Rehan," sapa seseorang yang baru datang, bersama keluarga kecil nya, mengalihkan perhatian daddy Rehan dan semua orang dari Rahman.


Dan kesempatan itu tak di sia-sia kan Rahman untuk menjauh dari dua keluarga besar tersebut, guna mengangkat telpon dari Malika.


"Bang Angga, baru datang?" Tanya daddy Rehan seraya menyambut uluran tangan Angga.


"Iya om," balas Angga seraya tersenyum ramah, "oh ya om, ini kunci mobil pesanan om.. dan unit nya sudah terparkir di depan," lanjut Angga seraya menyerah kan kunci mobil kepada daddy Rehan.


"Oh ya, makasih banyak bang Angga. Sudah di hias juga kan?" Tanya daddy Rehan memastikan.


Angga mengangguk, "sesuai permintaan om," balas Angga meyakinkan.


"Good job bang Angga, saya sangat puas dengan servis dari showroom anda," puji daddy Rehan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pelanggan setia showroom mobil milik Angga, termasuk geng tampan yang juga senang membeli mobil di tempat suami Diandra itu.


"Alhamdulillah,, saya senang jika customer merasa puas dan senang dengan pelayanan kami," ucap Angga penuh rasa syukur.


"Kado buat Bayu Rey?" Tebak om Alvian, seraya menatap daddy Rehan dan mommy Billa bergantian.


Angga, ayah dari El itu kemudian menyalami satu persatu anggota keluarga Antonio dan Alamsyah bergantian.. yang diikuti oleh sang istri yang menggendong El.


"Kak Didi, sini.. El biar sama gue," pinta Kevin, seraya mengulurkan tangan nya.


Dan El yang tadi masih ngantuk dan diam saja, begitu mendengar suara Kevin langsung mencari sumber suara itu dan begitu melihat orang yang dicari, dengan bersemangat El memanggil-manggil Kevin, "oom.. oom.." sambil menggapai-gapai ingin di gendong oleh om yang tampan itu.


Diandra pun akhir nya membiarkan Kevin mengambil El dari tangan nya, dan istri Angga itu meneruskan niat nya menyalami keluarga Antonio dan keluarga Alamsyah.


Sedangkan El yang berada dalam pangkuan Kevin terdengar berceloteh dengan riang, entah apa yang dikatakan bocah berusia setahun lebih itu hanya Kevin lah seperti nya yang tahu.. karena kedua laki-laki tampan berbeda era itu, sama-sama tertawa setelah terlibat percakapan.


"Abang, memang nya bang Kevin paham apa yang dikatakan El?" Tanya om Ilham penasaran.


"Ya enggak lah om, Kevin kan bukan dukun," balas Kevin asal, yang membuat om Ilham mencibir,, sedangkan yang lain terkekeh.


Setelah menyalami semua nya, Angga kemudian mengambil El dari pangkuan Kevin, "sama ayah aja ya El, om Kevin biar mangku baby A.. kasihan aunty Mama kalau kecapekan, tiap malam kan aunty Mama udah double begadang..." sindir Angga, seraya melirik Kevin dan Salma seraya terkekeh pelan.


Kevin hanya tersenyum, sedangkan Salma yang mengerti kemana arah pembicaraan Angga tersipu malu.


"Double begadang gimana maksud nya, bang Angga?" Tanya om Devan kepo.


"Masak om Devan enggak tahu? Atau lupa, karena putra putri nya sudah besar?" Tanya Angga dengan mengulum senyum jenaka, hingga membuat om Devan semakin penasaran.


"Itu lho bang Dev, begadang mengurus dua bayi.. bayi besar dan bayi kecil," balas om Ilham dengan gamblang, yang membuat semua papa tertawa, dan para mama mengulum senyum.


Dari jauh, Dion beserta Bayu dan Devi berjalan kearah keluarga besar Kevin.


"Bay," panggil daddy Rehan tatkala jarak mereka sudah dekat.


"Iya dad," Bayu mendekati daddy nya Kevin itu.


"Ini hadiah pernikahan dari daddy dan mommy, terimalah,," daddy Rehan memberi kan kunci mobil yang tadi diterima nya dari Angga, "mobil nya ada di depan," lanjut nya.


"Mob,, mobil dad?" Tanya Bayu yang tak pernah menyangka, diri nya akan mendapat kan hadiah spesial dari daddy Rehan.


"Ya mobil lah Bay, masak daddy Rey kasih kado sepeda onthel??" Canda om Alex, yang membuat semua tersenyum.


"Hehe,, iya, benar om. Makasih banyak dad, mom,," ucap Bayu penuh rasa haru, dan Devi pun turut menganggukkan kepala.


Daddy Rehan dan mommy Billa tersenyum hangat.


"Bay, kamu mau honeymoon kemana? Ayah dan bunda Fa yang akan nanggung biaya nya," tawar ayah Yusuf.


"Wah, beneran ini ayah? Bunda?" Bayu hampir tak percaya.


"Katakan saja Bay, mau ke negara mana?" Kembali ayah Yusuf menegaskan.


"Kalau di ganti mentah nya saja gimana, ayah? Soal nya, kami mau bulan madu di dalam negeri saja," tawar Bayu, yang mengundang gelak tawa semua orang.


"Lu kira makanan, mau diminta mentah nya?!" Ledek om Ilham.


😍😍😍😍😍


Bayu dan Devi mau honeymoon kemana ya??