All About KEVIN

All About KEVIN
Pertunangan Dadakan



Om Gunawan menarik nafas panjang, sebelum melanjutkan ucapan nya. "Kami sarankan, sebaik nya kalian tunangan terlebih dahulu. Sebab, dua bulan ke depan abang nya Devi baru akan melangsungkan pernikahan. Dan di keluarga kami ada semacam peraturan tak tertulis, bahwa tidak boleh ada pernikahan dua kali di tahun yang sama. Jadi,,, itu arti nya, kalian baru bisa menikah awal tahun depan."


"Bagaimana nak Bayu,, apakah nak Bayu bersedia menunggu, atau mau membatalkan rencana pinangan nak Bayu?" Tanya om Gunawan, seraya tersenyum samar.


"Oh,,i,, iya om,, enggak masalah kami menunggu sampai awal tahun depan, asal kan pinangan saya diterima.. saya sudah sangat bersyukur kok om," ucap Bayu agak terbata, kekasih Devi itu sangat senang karena pinangan nya diterima. Meski pun sejujur nya dia juga sedikit kecewa, karena keinginan nya untuk bisa menikahi Devi secepat nya tidak kesampaian.


Kembali Bayu menatap Kevin, dan mengedipkan sebelah mata nya memberi kode. "Thanks bro, berkat bantuan lu yang mau mengajari bagaimana mengutarakan isi hati yang baik pada calon mertua.. hingga gue berhasil meyakinkan orang tua Devi, dan beliau mau menerima gue," gumam Bayu dalam hati, sembari tersenyum kepada Kevin dan juga Rahman yang saat diri nya latihan berbicara, gebetan Malika itu ada bersama diri nya dan Kevin.


"Benar, nak Bayu bisa ikhlas menunggu nih?" Goda daddy Rehan, yang bisa melihat ada kekecewaan di wajah Bayu.


"Eh,, iya dad, sebenar nya kalau boleh nawar sih pengin secepat nya dad," balas Bayu, seraya garuk-garuk kepala dan tersenyum kecut.


"Maaf om Gunawan, kalau dalam satu tahun menikahkan dua kali tidak boleh.. tapi jika dalam satu pernikahan ada dua mempelai, boleh kan om?" Tanya Kevin memancing, seraya tersenyum simpul menatap ayah nya Devi. Tatapan nya yang tegas dan penuh percaya diri, mencoba menghipnotis laki-laki paruh baya yang dibuat terhenyak mendengar pertanyaan nya.


"Iya,, nak Kevin benar, memang ada sebagian orang tua yang menikahkan kedua anak nya dalam satu waktu," balas om Gunawan, yang terlihat kebingungan dengan pertanyaan Kevin.


"Itu artinya,,, tidak masalah kan om, jika Devi dan abang nya menikah berbarengan?" Kembali Kevin mengintimidasi, dengan tersenyum lebar.


Kembali om Gunawan dibuat gelagapan dengan pertanyaan Kevin, om Gunawan hanya bisa menatap istri nya,, meminta pendapat, "bagaimana menurut mama?" Bisik nya pada sang istri, yang sedari tadi diam menyimak.


Daddy Rehan hanya geleng-geleng kepala, mengetahui betapa kekeuh nya sang putra dalam mengusahakan pernikahan Bayu agar dapat terlaksana secepat nya.


Sedangkan orang tua Bayu hanya bisa pasrah, menerima apapun keputusan orang tua Devi.


"Pa,,, mereka berdua sudah lama pacaran dan hubungan nya juga sudah sangat dekat sekali pa. Selama ini mereka memang masih bisa menjaga satu sama lain, tapi bagaimana jika sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi pa? Maka yang dirugikan anak kita pa, selaku pihak perempuan.." bisik tante Linda, pada suami nya.


Om Gunawan nampak berpikir keras, hingga guratan di dahinya terlihat semakin dalam. Sesaat kemudian ayah nya Devi itu mengangguk-angguk, "ya, mama benar. Dalam berpacaran.. pihak perempuan lah yang selalu dirugikan, dan itu sebab nya agama kita melarang yang nama nya pacaran karena hal itu mendekati zina."


"Lantas, apakah kita akan menikahkan kedua anak kita bersamaan ma?" Om Gunawan bertanya pada sang istri, dengan masih berbisik.


Tante Linda nampak mengangguk, "sebaik nya, niat baik memang harus di segera kan pa. Toh mereka berdua sudah sama-sama siap kan?"


Kembali om Gunawan menarik nafas panjang, dan menghembus nya perlahan. Om Gunawan menegakkan badan nya, sebelum menjawab pertanyaan Kevin. "Pak Zainal, bu Zainal dan nak Bayu.. seperti yang saya katakan tadi, sebaik nya kalian berdua bertunangan dahulu." Ucap om Gunawan menatap Bayu dan ayah serta ibu nya bergantian.


Om Gunawan kemudian menatap Kevin dan daddy Rehan, "adapun untuk pernikahan Bayu dan Devi, saya akan mendiskusikan nya dahulu dengan keluarga besar saya.. apakah bisa di bareng kan dengan abang nya, atau akan tetap dilaksanakan awal tahun depan seperti rencana semula," lanjut om Gunawan dengan mantap, beliau merasa sudah yakin dengan keputusan nya saat ini.


Kevin dan daddy nya saling pandang dan kemudian tersenyum, "Alhamdulillah,," gumam Kevin dalam hati.


Sedangkan Bayu, terlihat sangat senang. "Terima kasih banyak om, atas restu yang telah om dan tante berikan kepada kami berdua," ucap Bayu dengan tulus.


"Lantas, kapan nak Bayu siap untuk acara tukar cincin nya?" Tanya tante Linda, yang nampak sudah tidak sabar ingin melihat senyum putri nya.


"Saat ini juga tante, saya sudah mempersiapkan semua nya," balas Bayu dengan penuh keyakinan.


"Benarkah?" Tante Linda nampak terkejut.


"Pantes saja,, bawa bingkisan nya juga banyak sekali, cantik-cantik lagi," puji tante Linda dengan berbisik, seraya melirik parcel yang berjajar di atas meja. Ada buah-buahan segar, dan aneka macam kue basah.


"Iya jeng, tadi anak-anak sendiri yang menyiapkan nya. Mereka seperti nya sudah tidak sabar, ingin segera bisa bersama," bu Diah tersenyum kearah Bayu dan Devi, "tapi yang sebagian, disiapkan oleh nyonya Nabila," lanjut bu Diah menjelaskan, masih dengan suara nya yang pelan


"Nyonya Nabila?" Tante Linda mengernyitkan dahi nya.


"Benar jeng, istri nya tuan Rehan," balas bu Diah.


Tante Linda mengangguk-angguk, "baik sekali ya beliau, pantas saja putri saya betah kalau main ke rumah nak Kevin," puji tante Linda pada mommy nya Kevin.


"Benar jeng, Bayu juga senang kalau main ke sana. Keluarga mereka baik semua lho jeng, adik-adik nya nak Kevin juga sopan. Mereka itu keluarga yang hangat.." timpal bu Diah dengan netra berbinar.


"Baik lah, jika semua sudah di persiapkan,,, kita mulai saja acara tunangan nya," ucap om Gunawan, menghentikan obrolan istri nya dan sang calon besan.


"Maaf tuan Rehan, satu kehormatan besar untuk keluarga kami,,, jika tuan Rehan bersedia untuk menjadi pemandu acara, pertunangan Bayu dan putri bungsu kami." Pinta om Gunawan, dengan memohon pada daddy nya Kevin itu.


"Baik tuan Gunawan, demi putra putri saya.. Bayu dan Devi, saya akan memandu acara pertunangan mereka," balas daddy Rehan dengan senyum nya yang tulus.


Dan acara pertunangan dadakan itu pun segera di mulai, dengan daddy Rehan yang didaulat sebagai pemandu acara nya.


Acara yang di kemas sederhana dan penuh nuansa kekeluargaan itu pun berlangsung dengan khidmat, satu persatu acara berlangsung dengan lancar, meski tanpa persiapan sama sekali. Daddy Rehan membawa kan nya dengan serius tapi santai, sehingga tidak terkesan membosankan.


Hingga tiba di puncak acara.. yaitu penyematan cincin ke jari manis Devi dan Bayu oleh bu Diah dan tante Linda sebagai simbol, bahwa Devi dan Bayu sudah terikat satu sama lain.


Dan benar adanya, Bayu memang sudah mempersiapkan nya dengan matang. Cincin emas murni dengan batu permata cantik tersemat sempurna di jari manis Devi, dan ukuran nya sangat pas di jari manis kekasih nya itu.


Devi mencium punggung tangan calon ibu mertua nya dengan takdzim, dan tersenyum manis kepada sang kekasih pujaan hati yang kini juga telah memakai cincin di jari manis nya.


Bu Diah dan tante Linda kemudian duduk kembali, yang diikuti oleh Devi dan Bayu yang kembali duduk di tempat nya semula.


Acara selanjut nya adalah do'a, lagi-lagi daddy Rehan harus memborong semua nya seorang diri. Dan daddy tampan itu hanya bisa mengulum senyum, tatkala sang putra justru meledek nya.


"Dad,, harga borongan nya jangan mahal-mahal ya dad?" Kevin tersenyum seraya mengedipkan mata nya, menggoda sang daddy sesaat setelah acara selesai.


"Jangan khawatir son, daddy hanya akan meminta mereka berdua untuk membayar dengan tenaga nya.. mereka harus magang di kantor daddy selama dua tahun tanpa mendapatkan upah," balas daddy Rehan tersenyum seringai, seraya mengangkat kedua alis nya.


"Daddy...??!"


to be continue,,,


🌷🌷🌷🌷🌷


Masak apa mom,, untuk buka puasa nanti??