All About KEVIN

All About KEVIN
Sarung?



Tak berapa lama, mobil yang dikendarai pak Imron telah sampai di kediaman keluarga pak Sulaiman. Salma yang tak dapat tidur, kemudian membangunkan sang suami. "Kevin, bangun.. sudah sampai," lirih Salma, seraya menepuk lembut pipi sang suami.


Kevin mengerjapkan mata nya berkali-kali, "sudah sampai ya,," ucap nya seraya bangkit untuk duduk, "baby, maaf aku ketiduran.. apa kaki mu capek?" Tanya Kevin merasa bersalah.


Salma tersenyum dan mengangguk,, "kakiku kesemutan," balas Salma sambil tersenyum.


"Ya udah, kamu tunggu di sini saja.. biar aku yang turun," pinta Kevin dengan membuka pintu mobil.


"Hai,, kenapa aku harus nunggu di sini? Aku kan mau pulang? Harus nya aku yang turun, dan bukan nya kamu?" Salma bertanya dengan heran, dan ikut membuka pintu mobil di sisi nya hendak turun.


"Kamu tetap di sini baby, aku akan minta ijin sama bapak dan ibu,, kalau kita akan menginap di tempat kakek dan nenek," Kevin menarik tangan Salma agar kembali duduk seperti semula, dan menjelaskan tujuan nya.


Salma mengernyit, "kalau begitu, aku ikut turun mau mengambil baju ganti,," kekeuh Salma.


"Mommy sudah menyiapkan semua untuk menantu cantik nya," ucap Kevin seraya mengerling nakal, "tetap lah di sini, bukan kah kaki mu kesemutan?" Tanya Kevin.


"Hmm.. baik lah, salam buat bapak dan ibu," ucap Salma akhir nya mengalah.


Pak Imron yang mendengar perdebatan kedua remaja itu pun hanya mengulum senyum, sopir pribadi Kevin itu ikut senang dengan kebahagiaan tuan muda nya.


Kevin segera turun dari mobil, dan masuk kedalam rumah Salma dengan mengucap salam, "assalamu'alaikum,,"


"Wa'alaikumsalam,," balas bu Widya, yang hendak keluar karena mendengar deru mesin mobil di halaman rumah nya. "Nak Kevin, kok sendirian? Salma mana?" Tanya bu Widya, seraya mengedarkan pandangan.


"Salma ada di dalam mobil bu, kaki nya kesemutan," balas Kevin dan kemudian menceritakan,,, kenapa kaki istri nya itu sampai kesemutan, dengan jujur dan malu-malu.


Bu Widya pun tersenyum, "duduk dulu nak," titah bu Widya kepada Kevin


"Oh iya bu, Kevin mau ngajak Salma untuk menginap di rumah kakek dan nenek. Bolehkan bu?" Pinta Kevin dengan sopan, sesaat setelah mereka berdua duduk di ruang tamu keluarga Salma.


"Tentu saja boleh nak,," balas bu Widya sambil tersenyum.


"Ada apa bu,, nak Kevin?" Tanya pak Sulaiman yang ikut keluar ke ruang tamu.


"Ini pak,, nak Kevin minta ijin mau ngajak Salma, menginap di rumah kakek dan nenek nya," bu Widya menjelaskan kepada suami nya.


"Oh.." pak Sulaiman mengangguk-angguk. "Salma nya mana?" Tanya pak Sulaiman pada Kevin.


"Salma ada di dalam mobil, kaki nya kesemutan," balas bu Widya mewakili Kevin.


"Kirim salam buat kakek dan nenek nak Kevin ya," ucap pak Sulaiman.


"Baik pak, nanti insyaallah saya sampaikan," balas Kevin seraya beranjak, "kalau begitu, Kevin permisi pak, bu,," ucap Kevin dan kemudian menyalami ayah dan ibu mertua nya, dan mencium punggung tangan bu Widya dan pak Sulaiman dengan takdzim.


Kevin pun berlalu keluar dari rumah Salma menuju mobil, yang diikuti bu Widya hendak menemui putri nya.


Melihat sang ibu menghampiri nya, Salma membuka pintu mobil dan kemudian turun. "Ibu," panggil nya seraya mencium punggung tangan ibu nya.


"Duduk saja nak, katanya kaki mu kesemutan?" Bu Widya tersenyum penuh arti menatap putri nya.


Salma pun tersenyum malu,, "bu, Salma..."


"Iya, ibu sudah tahu," tukas sang ibu, memotong pembicaraan putri nya. "Pergilah, hati-hati di jalan," ucap bu Widya, seraya menutupkan pintu mobil untuk putri nya,, setelah Salma kembali duduk.


Kevin pun ikut masuk dari sisi yang lain, dan duduk di sebelah sang istri. "Kita jalan pak," pinta Kevin pada pak Imron.


"Mari bu, assalamu'alaikum," pamit Kevin, menoleh kearah bu Widya yang berada di samping pintu mobil di sisi Salma.


Salma membalas lambaian tangan ibu nya, dan setelah menjauh.. Salma menutup kaca jendela mobil.


Sesaat suasana di dalam mobil menjadi hening.


"Kevin, ada acara apa di rumah nenek?" Tanya Salma memecah keheningan.


"Enggak ada apa-apa baby, setiap weekend keluarga kami memang selalu berkumpul di sana. Kecuali di akhir bulan.. kami sekeluarga kumpul bersama keluarga dari opa Sultan dan oma Carla." Kevin menjelaskan pada istri nya.


"Berarti nanti di sana ramai?" Salma mengernyitkan dahi.


"Ya, saudara-saudara mommy semua berkumpul.. ada om Devan dan keluarga nya juga," balas Kevin, "kenapa baby,, kok kamu kayak enggak nyaman gitu?" Tanya Kevin menyelidik.


"Aku malu Kevin," balas Salma merasa khawatir.


"Jangan khawatir baby, keluarga mommy keluarga yang hangat... kan kamu sudah kenal sama om-om dan juga opa Vian? Istri-istri mereka juga baik dan ramah kok, kamu santai saja baby,," Kevin menggenggam tangan sang istri, mencoba menenangkan istri cantik nya itu.


Salma mengangguk, dan kemudian merebahkan kepala nya di bahu sang suami.


Kevin mengecup puncak kepala istri nya yang tertutup hijab, "aku senang, jika kamu manja seperti ini baby," lirih Kevin dengan mengulas senyum yang penuh arti.


"Pak Imron, nanti kalau di depan ada apotik.. berhenti sebentar ya?" Titah Kevin pada sopir pribadinya, yang sedari tadi senyum-senyum sendiri.


"Maaf tuan muda, apa ada yang sakit? Apa non Salma sakit? Apa tidak sebaik nya kita ke dokter saja tuan muda,, bukan nya tidak baik ya jika minum obat sembarangan dan tanpa resep dokter?" Pak Imron mencecar Kevin dengan banyak pertanyaan, karena merasa khawatir jika tuan muda nya atau istri Kevin sampai jatuh sakit.


Kevin tersenyum, "enggak ada yang sakit pak Imron, sudah.. pokok nya berhenti saja," pinta Kevin.


"Baik tuan muda," balas pak Imron patuh, meski masih menyimpan tanya di benak nya.


"Ke apotik mau ngapain?" Tanya Salma berbisik, seraya mendongak menatap suami tampan nya.


Kevin tersenyum seringai, "mau tahu, apa mau tahu banget baby?" Tanya Kevin seraya mengedipkan sebelah mata nya, "kiss dulu, nanti aku kasih tahu," lanjut nya, dengan senyum yang menawan. Dan Kevin tahu, Salma takkan bisa menolak permintaan nya jika dia sudah tersenyum seperti itu.


"Jangan sekarang, malu sama pak Imron," tolak Salma dengan berbisik.


"Janji, nanti malam harus double double.." pinta Kevin menuntut.


Salma mengedipkan sebelah mata nya, tanda setuju.


Kevin terkekeh pelan, melihat istri nya yang berani menggoda nya.


Pak Imron mengehentikan mobil nya tepat di depan sebuah apotik, "tuan muda, mau turun sendiri atau saya saja yang turun?" Tanya pak Imron, menoleh ke belakang.


"Saya saja yang turun pak," balas Kevin, dan langsung turun menuju apotik.


Tak berapa lama, Kevin telah kembali dengan kantong plastik di tangan nya.


"Maaf tuan muda, jika boleh tahu.. sebenar nya tuan muda membeli apa?" Tanya pak Imron penasaran.


"Kevin beli sarung pak," jawab Kevin sambil membetulkan duduk nya, setelah menutup pintu mobil. "Jalan pak," titah Kevin kemudian.


Pak Imron mengernyit, "sarung? Kok plastik yang dibawa tuan muda kecil?" Gumam pak Imron, seraya melajukan kembali kendaraan nya menuju kediaman keluarga Antonio.


Kevin yang bisa mendengar gumaman pak Imron tersenyum, begitu pun dengan Salma yang menutup mulut nya menahan tawa.


to be continue,,,