
"Maaf tuan Rehan, Saya tidak tahu jika anda juga ikut hadir malam ini." Ucap om Gunawan sambil berdiri dan menyalami daddy Rehan, yang juga sudah berdiri.
"Tidak mengapa tuan Gunawan, tidak perlu sungkan.. saya ikut hadir, karena Bayu dan Devi, juga Rahman, bagi saya sudah seperti putra saya sendiri." Balas daddy Rehan, dengan tersenyum hangat. "Dan seperti nya putra saya bertambah satu lagi, yaitu nak Dion.. meski kami baru dua kali ini bertemu, bukankah begitu nak Dion?" Daddy Rehan mencoba mencairkan suasana, yang terasa tegang.
Dion mengangguk, dan tersenyum lebar. Dalam hati dia sangat bersyukur karena bisa mengenal Kevin dengan dekat, hingga dia pun mendapatkan perhatian lebih dari orang hebat sekelas bos RPA Group.
Om Gunawan mengangguk, "ya, saya tahu itu tuan Rehan. Putri saya sudah banyak bercerita tentang kedekatan dia dan teman-teman nya dengan keluarga Anda, terimakasih karena sudah memberi kan pelajaran dan nasehat yang sangat baik dan berharga untuk putri saya tuan Rehan. Terima kasih juga untuk kasih sayang tulus mommy nya Kevin kepada putri kami, hingga Devi bertekad ingin menjadi wanita dan ibu yang hebat seperti istri Anda," ucap Om Gunawan, dengan tersenyum tulus.
"Tolong sampaikan rasa terima kasih dan salam hormat kami kepada istri Anda," om Gunawan menangkup kedua tangan nya, dan sedikit membungkuk hormat.
"Insyaallah, salam dari Anda akan saya sampaikan kepada mommy nya anak-anak, tuan Gunawan." Balas daddy Rehan, dan dalam hati daddy tampan itu merasa bangga pada sang istri. "Ah,, mommy,, you are the best mom, and the best wife," gumam nya dalam hati.
"Silahkan duduk kembali tuan Rehan, saya merasa terhormat dengan kehadiran Anda dan juga putra Anda di rumah kami," lanjut om Gunawan sekali lagi mengangguk hormat dan tersenyum pada Kevin.
Kevin pun mengangguk sopan.
Daddy Rehan tersenyum hangat dan kemudian segera duduk kembali.
Untuk sejenak, suasana ruang tamu di kediaman om Gunawan menjadi hening, hingga seorang asisten rumah tangga datang dengan membawa baki yang berisi minuman dan camilan ringan.. dan kemudian meletakkan minuman dan makanan ringan tersebut di atas meja, di hadapan tamu-tamu tuan nya dengan di bantu oleh Devi.
"Silahkan di minum dahulu teh nya, pak Zainal, bu Zainal, tuan Rehan, selagi masih hangat,," ucap om Gunawan, mengurai kebekuan di ruang tamu tersebut.
"Terimakasih tuan Gunawan," balas pak Zainal dan daddy Rehan bersamaan, dan mereka pun meminum teh hangat yang telah di suguh kan.
Dan obrolan ringan pun mulai di lontarkan daddy Rehan, untuk membuat suasana menjadi lebih santai dan lebih berkesan kekeluargaan. Karena itulah tujuan daddy Rehan bersedia untuk ikut, hanya ingin menjembatani komunikasi antara om Gunawan dan pak Zainal.
Beliau bertiga, yang memang sudah pernah beberapa kali bertemu dalam suatu forum di sekolah, tidak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi hingga suasana benar-benar menjadi cair.
Di tambah dengan kepiawaian daddy Rehan dalam menjembatani kecanggungan diantara kedua nya di awal-awal obrolan, dan profesi pak Zainal yang seorang guru dengan pengetahuan nya yang luas dan juga memang luwes dalam bergaul.. hingga membuat mereka bertiga nampak semakin akrab.
Bu Diah dan tante Linda juga nampak tengah asyik ngobrol berdua, sesekali beliau berdua terlihat tersenyum lebar dan melihat kearah putra putri mereka yang tengah duduk dengan gelisah.. karena orang tua mereka malah asyik ngobrol sendiri, dan tidak kunjung membahas tujuan mereka malam ini bertemu.
Dan entah apa yang di bicara kan oleh dua wanita paruh baya itu, tetapi seperti nya tidak jauh-jauh dari membahas tentang anak-anak.. karena seperti itulah biasa nya wanita jika sudah berkumpul, berbeda dengan pria yang lebih suka membicarakan tentang pekerjaan dan hobi.
Untuk beberapa saat lama nya para orang tua itu masih asyik ngobrol, hingga suara dehaman Devi menghentikan obrolan hangat tersebut. "Maaf semua nya, saya mohon ijin ke belakang sebentar," ucap nya malu-malu, dan memberi kan kode pada ayah nya tentang pertemuan dua keluarga malam ini.
Devi pun segera masuk kedalam rumah, yang diikuti oleh sang mama. Dan tak lama kemudian, Devi sudah kembali lagi bersama mama nya... dan mereka berdua langsung duduk kembali, di tempat nya semula.
"Bayu dan Devi memang masih sangat muda, dan mereka juga baru saja lulus sekolah. Bayu juga masih ingin meraih mimpi nya, tapi... mengingat hubungan mereka yang sudah sangat dekat, saya setuju ketika Bayu menyampaikan keinginan nya untuk meminang putri Anda."
"Dan hal ini saya lakukan juga bukan tanpa alasan,,, putra saya mungkin memang belum bisa memberikan kehidupan yang layak untuk putri Anda saat ini tuan Gunawan, tapi saya yakin bahwa Bayu pasti akan berusaha dan bekerja keras untuk dapat membahagiakan Devi," ucap pak Zainal dengan santai, tapi penuh wibawa. Rupa nya, obrolan ringan yang di awali oleh daddy Rehan tadi telah mampu membuat pak Zainal menjadi lebih rileks.
"Saya berharap, tuan dan nyonya Gunawan dapat mempertimbangkan niat baik kami." Lanjut pak Zainal, dengan menatap hangat netra om Gunawan.
Om Gunawan dan tante Linda mengangguk-angguk, dan untuk beberapa saat terdiam.. menatap Bayu dan Devi bergantian.
Beliau memang sudah tahu bahwa putri nya menjalin hubungan dengan Bayu.. dan sempat tidak setuju ketika mengetahui bahwa Bayu berasal dari keluarga sederhana. Tapi mengingat perubahan positif putri nya semenjak Devi bergaul dengan Bayu, Kevin dan yang lain nya.. om Gunawan akhir nya membiarkan putri nya menjalin kedekatan dengan Bayu, tapi hanya sebatas teman dekat.
Dan kemarin, beliau sempat shock tatkala Devi menyampaikan keinginan mereka berdua untuk menikah di usia muda.. om Gunawan sempat Marah, tapi Dion berhasil meyakinkan om nya bahwa Bayu adalah anak yang baik dan dia juga ternyata sudah bekerja bareng Kevin dan teman-teman nya yang lain setahun belakangan termasuk Devi.
Sedangkan Bayu dan Devi nampak sangat gelisah menanti jawaban ayah nya Devi tersebut, terutama Bayu,,, dia terlihat sangat gugup.
"Ehm,,," om Gunawan mengawali dengan berdeham, "sebelum nya saya ucapkan terima kasih kepada nak Bayu, nak Kevin dan yang lain nya karena telah menularkan aura positif kepada putri kami,,, saya bahagia semenjak Devi bergaul dengan kalian, kepribadian nya menjadi lebih baik."
"Dulu, Devi itu manja dan sangat boros serta tidak memiliki rasa empati terhadap orang lain.. tapi semenjak berteman dengan kalian, dia berubah dan menjadi anak yang sangat baik." Ucap om Gunawan dengan mata berbinar menatap Bayu, dan yang lain nya.. dan mengulas senyum bahagia yang terlihat jelas di sudut bibir nya.
"Dan jujur, kemarin saya sangat terkejut ketika lagi-lagi saya tahu sebuah kenyataan bahwa putri saya ternyata juga bekerja.. dan bergabung dengan bisnis yang dirintis oleh nak Kevin, setahun belakangan. Saya sampai bingung harus berkata apa,, tatkala Dion keponakan saya menceritakan hal itu kepada saya." Om Gunawan melirik Dion, dan kemudian tersenyum bangga menatap putri nya.
"Hubungan pertemanan kalian benar-benar membawa pengaruh positif pada putri saya,, dan saya tidak memiliki alasan kuat untuk menolak keinginan nak Bayu, untuk menjalin hubungan yang lebih serius kepada putri saya. Karena saya tahu, nak Bayu pasti memiliki alasan kuat kenapa ingin secepat nya menikahi Devi bukan?" Om Gunawan menatap Bayu, dan hal itu membuat Bayu gelagapan.
"Boleh saya tahu alasan nak Bayu, mengapa ingin menikahi Devi di usia yang masih muda?" Om Gunawan menatap intens netra Bayu.
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Semangat menyiapkan menu buka puasa untuk keluarga tercinta mom.. 🤗
Setiap langkah dan gerakan tangan mu dalam meracik bumbu cinta ke dalam masakan akan bernilai ibadah.. 😍
Benar adanya, bahwa ibadah terlama dan terpanjang adalah menikah. Karena dengan menikah, semua hal baik yang kita lakukan bernilai ibadah.. 😇😇