
Kevin melajukan mobil sport nya dengan kecepatan sedang untuk menuju apartemen sang daddy, sepanjang perjalanan tak henti Kevin melontarkan rayuan-rayuan maut nya pada sang istri... dan Salma yang duduk di samping kemudi, hanya bisa tersenyum tersipu malu.
"Mas, jangan liatin aku terus dong.. yang fokus nyetir nya," protes Salma, karena Kevin sering memperhatikan diri nya.
"Baby,, Kamu tahu enggak caraku melihat masa depanku?" Tanya Kevin dengan menatap istri nya sekilas.
Salma menggeleng, "memang gimana cara nya?" Tanya Salma penasaran.
"Dengan cara melihat mata kamu baby,," balas Kevin dengan melirik sang istri dan tersenyum manis.
"Ah,, mas Kevin bisa aja," Salma mencubit pelan perut sang suami, "udah ah,, gombal terus dari tadi," Salma mengerucutkan bibir nya, dengan wajah yang telah merona merah.
"Baby,, coba deh kamu merem," titah Kevin pada istri nya.
Salma menggeleng, "enggak mau, nanti mas Kevin curi-curi kesempatan," tolak Salma.
"Enggak baby,, ayo dong merem, bentar aja," pinta Kevin dengan kekeuh.
"Iya,, iya,," Salma pun nurut, dan kemudian memejamkan mata nya.
"Gimana baby,, terang apa gelap?" Tanya Kevin.
Salma membuka mata nya, "gelap," balas Salma singkat.
"Yah,,, begitulah kalau aku hidup tanpamu baby, semua akan menjadi gelap," ucap Kevin dengan tersenyum penuh arti.
"Ahhh,, mas Kevin,, selalu bisa buat hati ku senang," balas Salma dengan hati yang membuncah bahagia.
"Baby,,"
"Sudah ah,, gombal mulu dari tadi."
"Sekali lagi baby,, kamu tahu enggak, ikan apa yang bikin baper?"
Salma nampak berpikir, "mana ada mas?"
"Ada,," Kevin tersenyum, I-kan not stop loving you, baby,," ucap Kevin seraya mencubit mesra pipi sang istri.
Blush,, pipi Salma merona merah.
Tanpa terasa, mobil yang dikendarai Kevin memasuki base man apartemen. Kevin segera memarkir mobil sport milik nya, di tempat yang telah tersedia.
Salma segera membuka sabuk pengaman nya begitu mobil terparkir dengan sempurna, "baby,," panggil Kevin sesaat setelah Salma berhasil melepaskan seat belt.
"Iya mas,, ada apa?" Tanya Salma, menatap netra biru suami nya.
"Apakah kamu bahagia hidup bersama ku?" Tanya Kevin tiba-tiba menjadi melo.
Salma mengernyit, "kenapa mas Kevin bertanya seperti itu?" Tanya Salma bingung.
"Kamu itu cantik baby, cerdas dan juga ramah.. dan di luar sana banyak laki-laki yang lebih segala nya dari aku. Seperti pepatah, 'di atas langit masih ada langit'... dan aku ingin kamu tahu, bahwa di bawah langit masih ada aku yang tulus mencintaimu baby," ucap Kevin menatap sang istri, dengan tatapan lembut.
"Mas Kevin,, aku juga mencintaimu," balas Salma seraya berhambur kedalam pelukan sang suami.
Dengan senang hati, Kevin menyambut tubuh sang istri dan memeluk nya dengan erat. "Baby,, aku kangen banget sama kamu," bisik Kevin, di telinga sang istri.
Salma semakin mengeratkan pelukan nya, "aku juga sayang banget sama kamu mas Kevin,, banget," balas Salma.
"Baby,, apa kamu mau kita main di sini?" Tanya Kevin menggoda, setelah beberapa saat Salma tak juga melepaskan pelukan nya.
Sontak Salma melepaskan pelukan nya, "ih, mas Kevin,, aku enggak mau, nanti gimana kalau ada yang ngeliat? Kan malu,," protes Salma cemberut.
Dan dalam hitungan detik, Kevin berhasil melabuhkan ciuman yang dalam dan hangat di bibir sang istri. Kedua nya hanyut dalam penyatuan cinta yang tulus dan penuh kasih, dengan suasana yang berbeda dan dengan sensasi yang berbeda pula.
*****
Menjelang sore, Rahman mengantarkan gadis belia pujaan hati nya untuk pulang ke kediaman keluarga Antonio. Rahman mengajak serta Dion, agar tidak menimbulkan fitnah dan untuk menjaga nama baik Malika di hadapan keluarga nya.
Rahman yang mengendarai mobil nya dan Dion duduk di depan di samping kemudi. Sedangkan Malika, duduk seorang diri di bangku belakang.
"Dik Icha,, ini kita langsung atau mau mampir dulu?" Tanya Rahman, seraya melihat Malika dari pantulan kaca spion di depan nya.
Rahman tersenyum manis pada gadis belia yang duduk dengan menyilang kaki nya, dan kedua tangan bersedekap.
Malika pun melihat ke arah spion, dan membalas senyum pangeran tampan nya. "Langsung saja bang, udah di tanyain mommy barusan," balas Malika, dengan suara nya yang manja.
"Ehm.." Dion berdeham, "bro, minggir bentar," pinta nya.
"Kenapa?" Rahman mengernyit.
"Udah,, minggir aja dulu," Dion setengah memaksa.
Rahman pun nurut, mencari tempat yang tepat untuk menghentikan laju kendaraan nya.
Setelah Rahman menghentikan mobil nya, Dion segera turun dan berlari kecil menghampiri pintu kemudi. Dion mengetuk pintu tersebut, "buka,," titah nya pada Rahman yang masih asyik duduk di kursi kemudi.
Rahman membuka pintu mobil nya, dan Dion langsung menarik tangan Rahman agar turun. "Biar gue yang nyetir, lu duduk di belakang dan temani sang putri," ucap Dion tak mau dibantah, karena dia langsung mengambil alih kursi kemudi sesaat setelah Rahman turun.
Rahman masih nampak bingung dengan ucapan Dion.
"Buruan naik ke bangku belakang," Seru Dion dari kursi kemudi, setelah beberapa saat menunggu Rahman tak juga beranjak dari tempat nya berdiri.
"Eh, iya,,," Rahman tergagap, dan kemudian segera membuka pintu belakang dan duduk di samping Malika. Netra kedua saling bertaut cukup lama, seolah berbicara melalui tatapan mata mereka.
Dion yang melirik dari pantulan kaca spion tersenyum,, "yah, kayak ABG aja lu Man.. pakai malu malu tapi mau," goda Dion yang melihat sikap Rahman, dan terlihat canggung duduk bareng Malika.
"Sialan lu bro,," gerutu Rahman dengan kesal.
Rahman bukan nya munafik, dia pun ingin bisa terus berdekatan dengan kekasih pujaan hati nya. Namun, dia tak ingin tergoda, hingga mengharap melakukan hal yang lebih.. yang dapat merugikan mereka berdua. Selain itu, Rahman juga tipe laki-laki yang bertanggung jawab.. yang tak ingin menyentuh yang belum halal menjadi milik nya, dan Rahman juga harus menjaga kepercayaan Kevin yaitu untuk menjaga Malika.
Sedang kan Malika nampak tersenyum senang, gadis itu mulai merapatkan duduk nya dekat dengan Rahman.
"Bang Rahman, lihat deh,,," Malika menunjukkan layar ponsel nya ke hadapan Rahman, "konten nya lucu yah,,," ucap Malika seraya tertawa kecil, yang terdengar menggemaskan di telinga Rahman.
Rahman bukan nya fokus pada konten video yang ditunjukkan Malika, namun remaja berdarah melayu itu justru fokus memandangi kecantikan wajah permaisuri masa depan nya.
Sedang kan Malika terus saja sibuk men-scroll konten video lucu di ponsel nya, dan tanpa dia sadari.. duduk nya semakin menempel pada Rahman, hingga membuat jantung Rahman seakan berhenti berdetak saking cepat nya.
"Ya Allah, tolong lah hamba Mu,,, jauhkan hamba dari godaan kecantikan dan kecentilan Malika," do'a Rahman dalam hati, seraya menata kembali hati nya agar tidak tergoda dengan gadis belia yang telah berhasil mencuri perhatian nya.
"Dik Icha,, tolong ya, duduk nya geser dikit," titah Rahman dengan lembut.
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Dikit aja ya Cha... geser nya, biar tetep anget 😅😅ðŸ¤
Rahman dan Malika mau dong di Vote... 🥰🥰