All About KEVIN

All About KEVIN
Mood Swing



Pagi itu di capai lah kesepakatan, bahwa Dion dan Fira akan bertunangan. Dan rencana nya, pertunangan Fira dan Dion akan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan yang bertempat di kediaman keluarga ayah Yusuf dan bunda Fatima di Singapura.


Adapun untuk menuju ke jenjang pernikahan, ayah Yusuf dan bunda Fatima menyarankan agar dilaksanakan nanti.. ketika Dion sudah menyelesaikan studi nya, hal itupun disetujui oleh tuan Hadi dan juga om Rudi.


Dion dan Fira pun menyanggupi nya, karena sejak awal Dion mendekati Fira.. pemuda itupun sudah memiliki planning yang sama, seperti yang disarankan orang tua kedua nya.


Sore hari nya, semua keluarga kembali ke kediaman masing-masing. Dion kembali ke rumah nya bersama sang papa dan juga om Rudi, dan Bayu serta Rahman mengantar Devi terlebih dahulu sebelum kedua nya pulang ke rumah masing-masing.


Opa Arman dan om Irfan pulang ke apartemen milik opa Arman, yang berada tak jauh dari perusahaan keluarga nya di Jakarta yang saat ini kepemilikan nya telah diserahkan kepada Salma. Semua keluarga besar pak Sulaiman dan bu Widya pun diajak serta menginap di apartemen tersebut, termasuk Kevin dan Salma.


Kevin menyetujui ajakan tersebut, sebab besok semua saudara-saudara Salma akan segera kembali ke daerah asal masing-masing dan Kevin ingin memberikan kebahagiaan kecil kepada Salma dengan menghabiskan malam ini bersama saudara-saudara nya.


Tepat menjelang maghrib, rombongan keluarga besar Salma tiba di apartemen opa Arman. Mereka segera menempatkan diri di kamar yang tersedia, apartemen opa Arman memiliki dua lantai dengan tujuh kamar sehingga semua keluarga mendapatkan jatah kamar masing-masing... tiga kamar berada di lantai bawah yang ditempati oleh opa Arman, om Irfan dan nenek Syarifah, sedangkan empat kamar yang lain berada di lantai atas.


Kevin dan Salma segera memasuki kamar nya untuk membersihkan diri, sebelum melaksanakan sholat maghrib. Dengan cepat mereka berdua mandi bersama, tanpa ada adegan pijat plus plus seperti biasa nya karena waktu maghrib sangat sempit dan mereka berdua khawatir jika sampai telat menjalankan ibadah sholat wajib tiga rakaat itu.


Usai mandi, Salma segera berganti pakaian. Istri cantik Kevin itu memilih memakai gaun panjang yang berbahan adem dan lembut, karena beberapa hari ini.. Salma sering merasa gerah, padahal semua ruangan berpendingin udara. Untuk itulah, Salma memilih memakai pakaian yang nyaman untuk dikenakan.


Kevin yang juga sudah selesai membersihkan diri pun segera mengenakan baju muslim, lengkap dengan sarung dan peci hitam di kepala nya. Pemuda berwajah blasteran itu semakin terlihat tampan dengan penampilan nya saat ini, hingga membuat Salma tak bosan memandangi wajah tampan sang suami.


"Kenapa baby? Kenapa melihatku seperti itu? Apa aku terlihat semakin tampan baby?" Tanya Kevin dengan tingkat kenarsisan nya yang tinggi, seraya mengerling menggoda Salma yang telah bersiap dengan mukena nya.


Salma tersenyum dan mengangguk, mengakui ketampanan dan kharisma yang dimiliki oleh sang suami. Bahkan hanya dengan menatap netra biru milik Kevin, hal itu dapat membuat jantung Salma selalu berdebar-debar.


"Baby,, ayo kita segera sholat," ajak Kevin buru-buru, suami Salma yang beranjak dewasa itu merasa kesulitan untuk membendung hasrat nya setiap kali berlama-lama menatap sang istri.


Mereka berdua kemudian sholat maghrib berjama'ah dengan khusyuk. Kevin yang menjadi imam sholat terdengar melafalkan bacaan surat alfatihah dan ayat pendek lain nya, dengan bacaan tartil. Sejak kecil, Kevin memang pandai mengaji Al-Qur'an dan hal itu tak lepas dari peran mommy Billa yang mendidik Kevin dengan ilmu agama dengan penuh kasih dan sayang.


Selain itu, peran kakek Ilyas dalam mengajar Kevin mengaji juga cukup dominan. Karena kakek Ilyas, selalu meluangkan waktu untuk mengajari cucu pertama nya itu mengaji Al-Qur'an.


Setelah beberapa saat, Kevin dan Salma telah menyelesaikan sholat nya lengkap dengan wirid serta do'a sehabis sholat. Salma mencium punggung tangan sang suami dengan takdzim, dan Kevin kemudian membalas mencium kening sang istri dengan penuh kasih.


Salma segera melepas mukena nya, dan kemudian merapikan sajadah yang tadi dipakai untuk sholat bersama sang suami. Kevin pun segera berganti pakaian dengan baju yang lebih santai, meski hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek sudah membuat penampilan Kevin terlihat keren.


Kevin mengernyit, Kenapa baby?" Tanya Kevin tak mengerti, sebab selama ini sang istri tak pernah mempermasalahkan penampilan nya. Dan lagi pula, jadwal perkuliahan kedua nya masih akan berlangsung satu setengah bulan lagi. Masih sangat jauh rasa nya, untuk membahas hal tentang dunia perkuliahan menurut Kevin.


"Aku enggak mau ya, teman-teman perempuan kita nanti nya ngedeketin dan ngejar-ngejar mas Kevin," balas Salma dengan wajah cemberut, Salma tiba-tiba saja merasa cemas dan takut suami nya berpaling pada gadis lain yang lebih cantik di kampus nanti.


"Baby,, apa kamu cemburu?" Selidik Kevin seraya menatap dalam netra sang istri seraya tersenyum, Kevin kemudian menggenggam erat kedua tangan Salma. Suami tampan Salma itu ingin menunjukkan pada sang istri, bahwa Salma lah satu-satu nya wanita yang dicintai nya. Dan Kevin kemudian mendekatkan wajah nya, sedetik kemudian Kevin me*lu*mat bibir sang istri dengan penuh perasaan. Salma pun menyambut nya dengan hangat.


Setelah beberapa saat, Kevin melepaskan ciuman nya. Tapi Kevin dibuat terkejut tatkala mendapati netra sang istri yang berkaca-kaca, "baby,, kenapa kamu malah menangis, hemm?" Kevin mengusap lembut air mata yang menetes dari sudut mata sang istri dengan ibu jari nya, dan kemudian merengkuh tubuh sang istri dan membawa nya ke dalam pelukan hangat nya.


Salma membalas pelukan sang suami dengan begitu erat, seolah takut jika suami nya yang tampan dan penuh pesona diambil oleh wanita lain. Dipeluk erat oleh sang istri seperti itu, Kevin hanya bisa tersenyum dalam hati.


Sedangkan Salma yang berada dalam pelukan sang suami bukan nya berhenti menangis, tapi istri belia Kevin itu malah semakin terisak. Hingga membuat Kevin semakin bingung.. dan Kevin hanya bisa membiarkan sang istri menumpahkan segala kegundahan hati dalam dekapan hangat nya.


Hingga beberapa saat, Kevin masih membiarkan sang istri menumpahkan air mata nya. "Baby,, jika perasaan kamu sudah merasa lega, berhenti lah menangis. Kasihan bayi kita, nanti dia akan ikut bersedih seperti bunda nya," bujuk Kevin dengan lembut, setelah cukup lama menunggu tapi Salma tak kunjung menghentikan isak nya.


Salma pun mendengarkan perkataan sang suami, dan kemudian bumil muda itu mengusap air mata nya dengan kaos yang dipakai sang suami.


Kevin hanya tersenyum melihat kelakuan sang istri, yang akhir-akhir ini suasana hati nya cepat sekali berubah. Kevin baru menyadari beberapa saat yang lalu saat sang istri berada dalam pelukan nya, bahwa kecemburuan sang istri yang tak berdasar mungkin saja pengaruh dari kehamilan Salma saat ini.


"Bagaimana baby,, sudah enakan perasaan kamu sekarang?" Tanya Kevin, dengan menatap lembut sang istri.


Salma mengangguk, "lumayan," balas nya singkat dan datar.


Kevin tersenyum, remaja yang baru beranjak dewasa itu mulai bisa memahami sikap sang istri yang mood swing. "Baby,, jika nanti di kampus ada cewek yang deketin aku, kamu bisa langsung memelukku seperti tadi baby, agar perasaan mu kembali lega," ucap Kevin seraya terkekeh kecil, membayangkan sang istri yang akan sering memeluk diri nya di tempat umum.


Salma mengerucutkan bibir nya dan memukul pelan dada sang suami, "kalau beneran ada yang berani deketin mas Kevin, aku bukan hanya akan memeluk mas tapi aku juga akan mencium mas di depan mereka.. agar mereka tahu, bahwa mas Kevin itu hanya milik ku," balas Salma dengan berapi-api.


Kevin semakin terkekeh,, "kamu kenapa jadi mesum begini baby,,, tapi aku bahagia mendengar nya," bisik Kevin dalam hati, dan Kevin kemudian kembali melabuhkan ciuman di bibir manis sang istri.


to be continue,,,