All About KEVIN

All About KEVIN
Opa Tampan



Kevin berdiri dan netra biru nya tak lepas menatap Vincent, "maaf pi, Kevin bisa dengan mudah memaafkan papi. Tapi untuk bisa menerima papi menjadi ayah Kevin,,, maaf, Kevin belum siap. Karena bagi Kevin, daddy Rehan adalah ayah Kevin.. sampai kapan pun," ucap Kevin dengan tegas.


Vincent hanya bisa tertunduk dan menangis dalam diam, air mata nya tak dapat di bendung lagi dan terjun bebas membasahi kedua tangan nya yang menutupi wajah tampan nya. Sang istri yang dengan setia mendampingi nya, mencoba untuk terus menyemangati suami bule nya itu.


Sedangkan Kevin nampak tidak peduli, dia ingin egois sekarang.. "Maaf semua,, Kevin butuh waktu untuk sendiri," pamit nya sopan, seraya mengangguk kearah sang mommy. Dan kemudian remaja yang baru genap berusia tujuh belas tahun itupun berlalu, meninggalkan ruang keluarga tersebut.


Nabila hanya bisa menatap punggung putra nya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Tunggu nak," panggil Rehan yang menghentikan langkah putra nya sebelum menjauh, sambil berdiri.


"Iya dad," jawab Kevin menoleh kearah sang daddy.


"Kita harus membicarakan acara nanti malam, untuk melamar Salma," ucap Rehan mengingatkan pada putra nya tentang janji nya semalam kepada keluarga pak Sulaiman.


Mendengar perkataan Rehan, semua yang hadir di ruang keluarga tersebut terkejut.. kecuali Alex, yang memang sudah mendengar sendiri berita itu dari Rehan dini hari tadi.


"Nanti saja ya dad, Kevin lagi enggak bisa fokus sekarang. Tapi jika saat ini daddy ingin membahas nya bersama keluarga, Kevin ikut saja bagaimana baik nya menurut daddy dan mommy," balas Kevin dan kembali melanjutkan langkah nya menapaki anak tangga untuk naik ke lantai dua, dimana kamar nya berada.


Rehan hanya bisa mendesah pelan, dan kemudian kembali duduk di samping sang istri.


Sedangkan semua mata, kini tertuju kearah daddy tampan itu, menuntut jawab.


Nanti malam, Kevin akan melamar Salma," ucap Rehan membuka obrolan.


"Melamar? Melamar bagaimana maksud nya dik?" Tanya Fatima menyelidik.


"Mereka akan bertunangan kak," balas Rehan menatap kakak nya, dan kemudian menatap papa Sultan dan mama Sekar bergantian.


Rehan kemudian menceritakan tentang kejadian semalam, mulai dari Kevin yang menabrak seseorang yang ternyata adalah ibu nya Salma. Hingga kejadian tak sengaja yang terjadi antara Kevin dan Salma, yang di pergoki warga saat sedang ronda malam.


Dan sebagai hukuman nya mereka berdua harus dinikahkan, sesuai peraturan yang berlaku di komplek Salma tinggal. Namun Rehan mencoba untuk bernegosiasi, hingga akhir nya semua sepakat... Salma dan Kevin boleh bertunangan dahulu, dan harus segera menikah ketika mereka telah cukup usia nya.


"Ini semua salah ku bang, aku yang menyebabkan Kevin mengalami ini semua,, Dan harus menikah di usia muda," lirih Vincent yang masih bisa di dengar oleh Rehan, yang duduk tak jauh dari ayah kandung Kevin itu. Vincent kembali menitikkan air mata, tak henti suami bule Nina itu menyesali perbuatan nya yang telah menelantarkan anak dan istri nya kala itu.


Nina kembali mengusap punggung suami nya dengan lembut,,


"Semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa brother, boleh menyesal dan kemudian berusaha untuk memperbaiki diri.. tapi jangan larut dalam penyesalan itu sendiri, karena itu akan membebani mu hingga akan membuat mu kesulitan untuk melangkah ke depan," ucap Rehan menasehati mantan adik ipar nya itu.


Hening menyapa ruang keluarga tersebut,,


"Memang nya mereka berdua saling suka bang?" Tanya Ilham memecah keheningan, adik bungsu Nabila yang suka jahil itu penasaran dengan kisah Kevin,,, keponakan kecil nya yang dulu sangat menggemaskan, dan sering membuat nya kewalahan menghadapi keingintahuan Kevin yang begitu besar terhadap segala hal.


"Ya, ternyata mereka saling suka... dan Kevin juga baru mengungkapkan nya semalam." Balas Rehan.


"Kevin berani ngungkapin perasaan nya?" Tanya Devan hampir tak percaya, mengingat putra kesayangan Rehan dan Nabila itu tak pernah terlihat dekat secara spesial dengan teman gadis nya. Dan selalu terlihat cool serta jaga image.


"Ya, bahkan di depan kami semua,,, dia mengatakan akan menikahi Salma, dan dia sudah siap untuk itu," balas Rehan seraya tersenyum, mengingat kembali keberanian sang putra dalam menghadapi suatu masalah. Dan di mata Rehan, semalam putra nya itu nampak begitu tenang dan saat mengutarakan isi hati nya pada Salma terlihat begitu serius. "Dia lebih dewasa dari remaja seusianya," gumam Rehan.


"Nikah dik,," protes Nabila seraya melirik adik bungsu nya.


"Iya,, iya mbak Billa sayang,, nikah," balas Ilham, "berarti mbak Billa dan bang Rehan bentar lagi punya cucu dong? Dan mereka akan manggil mbak Billa mbah uti.. dan bang Rehan mbah kakung. wah, ini benar-benar berita besar," celoteh Ilham panjang lebar.


Dan semua tersenyum mendengar celotehan Ilham, sedangkan Rehan melotot.. "opa tampan dik, mereka harus memanggil demikian."


"Sudah,, sudah,, malah pada ribut dan terlalu jauh ngomong nya," Nabila mengakhiri perdebatan enggak penting antara adik bungsu nya dan suami narsis nya yang memang dia akui sangat tampan.


"Jadi, yang kalian bahas dini hari tadi di meja makan adalah masalah Kevin?" Tanya Alvian yang baru ngeh dengan pembicaraan antara Alex, Rehan dan istri nya, dini hari tadi saat diri nya terbangun.


"Ya, bang," balas Rehan singkat.


"Kenapa bawa-bawa nama Mr. Robinson?" Cecar Alvian.


"Karena Monika, putri dari Mr. Robinson menyukai Kevin dan minta sama ayah nya agar di jodohkan dengan Kevin." Balas Alex mewakili Rehan.


"Dan lu, menolak nya Rey?" Tanya Fatima memastikan pada adik nya.


"Tentu saja kak, Rey bebaskan anak-anak untuk mengambil keputusan nya sendiri setelah mereka cukup dewasa dan bisa bertanggung jawab," balas Rehan.


"Abang setuju dengan mu Rey,," timpal Yusuf seraya menatap Zaki dan Fira yang masih berada di sana.


Zaki tersenyum, "Ayah, Zaki kalah start sama dik Kevin.. dia menyalip ku tanpa ngasih kode," ucap Zaki seraya terkekeh.


"Emang nya abang udah punya gandengan?" Tanya Fira yang sedari tadi hanya diam menyimak, gadis itu meragukan bahwa abang nya memiliki kekasih.. pasal nya di mata Fira, Zaki adalah sosok laki-laki yang cuek pada wanita.


"Ada deh,," jawab Zaki tersenyum seringai kearah adik perempuan satu-satu nya itu.


Kembali hening menyapa, di ruang keluarga kediaman keluarga Alamsyah.


"Jika memang demikian, sebaik nya kita segera mempersiapkan segala sesuatu nya Rey," ucap mama Sekar, memecah keheningan.


"Ya, mama benar.. melamar anak orang tidak boleh main-main, kita harus mempersiapkan acara lamaran nya dengan matang untuk menghormati keluarga Salma," timpal papa Sultan.


"Alhamdulillah,,," ucap syukur Nabila dengan lirih.


Rehan menoleh kearah istri nya, dan menatap nya dengan tanya, "ada apa mom?"


"Billa senang semua keluarga setuju, semoga dimudahkan semua nya ya dad,," ucap nya dengan penuh rasa haru.


Ya, keluarga Rehan tak ada yang menanyakan dari mana Salma berasal dan bagaimana latar belakang keluarga nya. Mereka percaya dengan Rehan sepenuh nya, jika Rehan menyetujui putra nya dengan Salma.. itu arti nya Salma adalah gadis yang baik dan berasal dari keluarga baik-baik.


Mereka tak peduli, apakah Salma dari keluarga yang berada atau dari keluarga sederhana. Karena bagi keluarga Alamsyah, kekayaan hati adalah yang utama di banding kekayaan materi yang mudah dicari dan mudah pula dimanipulasi.


to be continue,,,