All About KEVIN

All About KEVIN
Ulah Monica



Sesampai nya di dalam kelas, Salma di kejutkan dengan ulah Monica yang tak mau lagi duduk sebangku dengan Salma. Tempat duduk Salma di bangku depan kini sudah ditempati Diah, yang tadi nya duduk bersama Devi di bangku belakang.


"Udah,, ngalah aja, dari pada ribut," bujuk Kevin pada istri nya, sambil berbisik.


Salma mengangguk, dan istri cantik Kevin itu pun duduk di bangku belakang bersama Devi, teman dekat nya itu. "Tadi si Monik ngamuk," bisik Devi, sesaat setelah Salma duduk di samping nya.


"Kenapa?" Tanya Salma mengernyit.


"Karena dia di olok sama Dion, Monik kan memang mengejar ngejar cinta Kevin dan dia sangat percaya diri bahwa Kevin pasti menerima cinta nya,, itu sebab nya, Monik berani taruhan sama Dion."


"Jika Monik dan Kevin jadian, Dion akan memberi Monik hadiah mobil Mercedes seharga 500juta dan sebalik nya, jika Kevin menolak Monik maka Monik lah yang harus memberi Dion hadiah mobil itu," ucap Devi berbisik, sambil menatap punggung Monica.


"Benar kah?! Dion, sepupu kamu kan?" Tanya Salma memastikan.


Devi mengangguk,


"Gila ya,, orang-orang kaya itu seenak nya aja menghamburkan uang untuk hal yang enggak berguna," gumam Salma sambil mengeluarkan buku pelajaran untuk jam pertama.


Kevin yang sedari tadi memperhatikan istri nya, yang bangku nya sejajar dengan Devi dan Salma mengernyit. "Mereka serius sekali?" Gumam Kevin, yang masih dapat di dengar oleh Bayu yang duduk tepat di sebelah nya.


"Paling lagi ngobrolin Monik dan Dion," balas Bayu, dan Bayu pun menceritakan hal yang sama pada Kevin, sama persis seperti yang diceritakan Devi kepada Salma.


Kevin mengernyit,,


"Bro, kemarin si Nathan sama Monik kayak merencanakan sesuatu pada kalian berdua. Lu harus berhati-hati, mereka itu licik dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan nya," ucap Bayu mengingatkan teman baik nya itu.


"Apalagi si Monik baru saja kalah taruhan duit gede, udah pasti dia bakal nyusun rencana jahat untuk memisahkan lu dan Salma.." lanjut Bayu dengan nada sedikit khawatir.


"Jangan khawatir Bay, kami akan baik-baik saja. Makasih informasi nya.. dan makasih karena lu udah peduli sama hubungan kami," balas Kevin dengan tulus.


"Bicara apa sih lu Vin,, ya jelas saja gue peduli, secara lu dan Salma adalah teman terbaik gue. Gue, Devi dan Rahman, akan selalu mendukung kalian berdua," ucap Bayu dengan bersemangat.


"Sst,, turunkan nada bicara lu Bay,," tukas Kevin sambil memberikan isyarat agar Bayu memelankan suara nya.


Dan tepat di saat yang sama, guru yang mengajar di jam pertama telah hadir di depan kelas mereka.


*****


Bel istirahat kedua berbunyi, semua siwa berhambur keluar dari kelas masing-masing. Tak terkecuali Kevin, Salma dan teman-teman nya.


Ya, mereka berlima terbiasa ke kantin di jam istirahat kedua. Karena di jam istirahat pertama, mereka akan duduk-duduk di taman belakang sekolah sambil ngobrol dan menikmati kue yang dibawa Salma,,, kue buatan bu Widya yang terkenal sangat enak dan legit, serta buah-buahan yang di bawa oleh Devi.


Sedangkan untuk minuman nya, biasa nya Kevin atau Rahman yang akan membeli nya di kantin dan dibawa ke taman untuk diminum bersama. Kehangatan seperti itulah yang mereka lalui bersama setiap hari nya, selama hampir tiga tahun mereka menjalin pertemanan.


Setiba nya di kantin, lagi-lagi Kevin dan Salma di kejutkan dengan ulah Monik yang menyiramkan jus naga ke baju Salma. "Ups,, sorry.. gue sengaja," ucap Monica tanpa dosa.


Sontak saja, hal itu membuat Kevin naik pitam begitu pula dengan teman-teman terbaik Salma yang lain. "Mon,, apa-apaan sih lu!" Seru Kevin, dengan menatap tajam kearah Monica.


Monica merasa ciut nyali nya, belum pernah dia melihat cowok pujaan hati nya semarah itu. "Sorry Vin, gue tadi enggak sengaja kok.. beneran," ucap Monica lirih sambil melirik Salma dengan rasa muak.


"Apa kelebihan nya sih Salma, sampai Kevin bela-belain gadis miskin ini sedemikian rupa?" Gumam Monica dalam hati, "gue akan pastikan, lu dan keluarga miskin lu.. akan menderita selama nya Salma! Lu enggak tahu kan berhadapan dengan siapa,, Monica Lorena Robinson." Monica menikam tajam Salma dengan tatapan nya.


Kevin langsung membantu Salma membersihkan baju nya menggunakan tissue, "baby, ini enggak bakalan bisa bersih.. lihat nih, noda merah dari jus naga ini terlalu banyak. Kamu ijin saja di jam terakhir, aku temani ke kantor guru yuk," ajak Kevin seraya berbisik, dan kemudian segera menyeret pelan lengan Salma meninggalkan kantin untuk menuju ruang guru.


Monica yang menyaksikan perhatian istimewa Kevin pada Salma, semakin muak dan benci pada Salma.


Sedangkan seseorang yang duduk di bangku di sudut kantin, melihat hal itu dengan tatapan kemarahan. "Bodoh! Dasar Monik bodoh! Dia merusak semua rencana hari ini, dengan kebodohan nya! Harus nya dia bermain cantik,, dan bukan malah bersikap konyol seperti itu! Dasar gak punya otak! Anak manja!" Gumam Nathan, sambil mengepalkan kedua tangan nya.


"Ca,, enggak seharusnya lu melakukan hal semacam ini," ucap Rahman mendekati Monica dengan tatapan lembut, "jus lu habis, gue pesankan coklat hangat ya.. biar mood lu kembali membaik," bujuk Rahman dan mengajak Monica untuk duduk.


"Enggak perlu, enggak usah sok perhatian sama gue!" Seru Monica sambil menepis tangan Rahman, dan segera pergi menjauh dari tempat itu.


Bayu dan Devi hanya geleng-geleng kepala, "lu masih kekeuh aja ngejar si Monik?" Gerutu Bayu melirik Rahman yang tersenyum penuh arti kearah Monica, yang mengambil tempat duduk jauh dari mereka.


Rahman menatap Bayu dan Devi bergantian, "kalian berdua enggak akan ngerti, karena gue sendiri juga enggak ngerti mengapa? Kami memang bersahabat sejak kecil, dan dia selalu bersikap ketus seperti itu sama gue. Tapi aneh nya, gue enggak pernah bisa benci sama dia. Yang ada, justru sebalik nya,, ada rasa ingin melindungi dia yang sebenar nya baik, hanya saja sisi ego dan manja nya akibat salah asuh yang seringkali mengalahkan logika berpikir nya," ucap Rahman.


Devi dan Bayu saling pandang, dan sama-sama mengedikkan bahu nya. "Semoga mimpi lu jadi nyata, bro,," ucap Bayu, seraya menepuk punggung teman baik nya itu dan terkekeh.


Rahman hanya mengulas senyum, menanggapi olokan teman nya itu.


Dan Devi menggeleng-gelengkan kepala nya, "jangan mengolok nya Bay, kalau orang sedang jatuh cinta memang seperti itu kan? Dia bisa melakukan hal-hal yang gila menurut orang kebanyakan,, tapi menurut orang tersebut, itu adalah hal yang biasa," ucap Devi tersenyum manis, menatap Bayu penuh arti.


Bayu pun membalas senyum Devi, dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Teman terbaik Kevin itu ingat, bagaimana perjuangan nya untuk mendapatkan perhatian Devi...


to be continue,,,