All About KEVIN

All About KEVIN
Mereka Sudah Beranjak Remaja



Keluarga daddy Rehan baru saja menyelesaikan makan malam nya, kembar Malik dan Malika beserta ketiga adik nya sudah meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga.


Sedangkan daddy Rehan dan mommy Billa beserta Kevin dan istri nya, masih berada di meja makan. "Dad, kami gabung sama adik-adik dulu ya... sudah lama kami tidak bercanda bersama mereka," ucap Kevin, pamit sama daddy nya untuk gabung bersama saudara-saudara nya di ruang keluarga.


Daddy Rehan mengangguk, "kalian berdua duluan saja, nanti daddy dan mommy akan menyusul ke sana," balas daddy Rehan.


Kevin dan Salma segera beranjak menuju ruang keluarga, bergabung bersama adik-adik nya yang sudah terlebih dahulu duduk di sofa yang empuk dan nyaman.


"Kak Salma, kemarin gimana liburan nya di Bali? Pasti seru ya kak, kalau liburan sama teman-teman dekat kita? Kak Salma dan abang mengunjungi tempat wisata mana aja di Bali?" Cecar Malika seraya berpindah tempat duduk, di samping Salma.


"Pasti nya seru dik,, tapi kami hanya mengunjungi beberapa tempat saja kok, karena kami kan juga harus ke kantor bareng sama om Alex," balas Salma diplomatis.


"Cih, pura-pura nanya asyik enggak liburan sama teman-teman? Langsung tanya aja napa Cha,,, gimana kabar nya bang Rahman, kak Salma? Pakai gengsi segala?!" Cibir Malik, pada saudara kembar nya.


Kevin mengernyit, begitu pun dengan Salma.


"Dia tuh penasaran bang, sama bang Rahman,,, kayak nya Icha naksir deh sama teman abang itu," ucap Malik menjelaskan pada abang nya.


"Iihh,,, apaan sih kamu, lemes banget jadi cowok?!" Malika langsung melempar bantal sofa kearah saudara kembar nya, yang senang sekali menggoda nya.


"Emang benar seperti itu kan? Aku sering lihat kok Cha,, kalau pas bang Rahman main kesini, kamu suka curi-curi pandang gitu kan sama bang Rahman?" Malik masih saja menggoda Malika, sambil tersenyum jahil.


Kevin dan Salma saling pandang, dan kemudian tersenyum.


"Kamu tuh,, yang kalau di sekolah sering modus kasih coklat dan minuman sama Tasya," balas Malika, dengan wajah cemberut.


"Tasya siapa nih?" Tanya mommy Billa, yang baru saja datang bersama daddy Rehan. Kedua orang tua itu langsung duduk berdampingan di sofa, diantara putra dan putri nya.


"Itu mom,,, Tasya anak kelas satu, putri nya tante Saskia," balas Malika seraya mengedipkan sebelah mata nya, menggoda Malik.


"Tante Saskia?" Tanya daddy Rehan menatap Malika.


"Iya dad, tante Saskia sahabat nya mommy.. istri nya om Rahmat yang dulu naksir sama mommy tuh,,," balas Malika seraya tersenyum, menggoda daddy nya.


"Kakak,,, kakak bicara apa sih?!" Protes mommy Billa, menatap putri nya dengan cemberut. Mommy Billa malas, jika gara-gara mendengar nama Rahmat di sebut di rumah nya,, dia harus mendapatkan hukuman dari suami nya, karena daddy Rehan masih saja menyimpan rasa cemburu pada mantan teman sekantor mommy Billa kala itu.


"Hehehe,, kakak sering dengar om om ngeledekin daddy mom," balas Malika.


Daddy Rehan hanya diam, dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak.


"Ssst,, jangan sebut nama suami tante Saskia dik,," ucap Kevin pelan, memberi kode pada Malika.


"Yey,, daddy masih cemburu ya sama om Rahmat?" Malika tersenyum, semakin menggoda daddy nya.


"Kakak, ada-ada saja kamu.. sudah jelas mommy pilih daddy, ngapain juga daddy cemburu?" Daddy Rehan tersenyum pada putri nya, dan mencoba bersikap setenang mungkin.


Mommy Billa tersenyum, "nah, gitu dong..." bisik mommy Billa di telinga sang suami, yang hanya di tanggapi dengan senyuman tipis oleh daddy Rehan.


"Gimana mom,, Malik kan naksir Tasya tuh?" Kembali Malika mengingatkan sang mommy tentang Tasya, untuk menggoda saudara kembar nya.


"Bohong mom,," Malik melotot kearah saudara kembar nya. "Icha tuh yang naksir sama bang Rahman!" seru Malik.


"Rahman?" Daddy Rehan mengernyit.


"Bang Rahman teman nya abang dad,,," lanjut Malik menjelaskan.


Daddy Rehan dan mommy Billa tersenyum, "mereka berdua sudah beranjak remaja ternyata mom,," bisik daddy Rehan, di telinga sang istri.


Mommy Billa mengangguk-angguk, "ya, daddy benar,, mereka sudah beranjak remaja, dan bukan lagi anak kecil. Ah,, rasa nya waktu cepat sekali berlalu, padahal seperti baru kemarin mommy melahirkan mereka," balas mommy Billa, tersenyum samar.


Daddy Rehan menepuk lembut punggung sang istri, dan tersenyum hangat pada istri nya itu.


"Malik,, Malika,," panggil daddy Rehan, pada kedua putra putri kembar nya. "Kalian dekat dan berteman dengan siapa pun boleh,, tapi harus pilih teman yang baik, terutama baik perilaku nya. Karena teman-teman di sekitar kalian itu, akan sangat mempengaruhi perilaku dan pola pikir kalian ke depan. Kalian akan menjadi orang yang baik, jika bergaul dengan teman-teman yang baik.. dan begitu pun sebalik nya." Ucap daddy Rehan, menasehati putra dan putri nya.


"Dan tugas kalian yang utama adalah belajar yang baik, jika kalian pintar dan berkepribadian baik.. kalian nanti juga akan dipertemukan dengan orang yang pintar dan baik pula, seperti abang kalian ini. Jadi kalian berdua jangan mikir jauh dulu untuk menjalin hubungan spesial dengan lawan jenis, karena belum saat nya," mommy Billa mengingatkan Malik dan Malika, dengan bijak.


"Baik mom,, dad,," balas kedua nya bersamaan.


Daddy Rehan, mommy Billa dan keenam putra putri nya beserta sang menantu, melanjutkan obrolan hangat dengan sesekali diiringi canda dan tawa.


Celoteh Maira yang mendominasi, dan ulah jahil Mirza yang senang menggoda adik kembar nya itu semakin membuat suasana menjadi lebih ceria.


Hingga tanpa terasa, waktu telah menunjukkan hampir pukul sembilan malam.


"Sudah malam, yuk kita bobok," ajak mommy Billa pada putra putri nya.


Kedua pengasuh Maida dan Maira yang sudah hafal dengan jam tidur kedua nya pun sudah bersiap di bawah tangga, menanti anak asuh nya itu untuk dibawa masuk ke kamar nya.


"Mela mau ditemani bobok sama kak Salma ya, mau di di bacakan celita dongeng puti sama peli," rajuk Maira, menatap Salma dengan penuh harap.


"Adik,, kak Salma kan capek, di bacain dongeng putri dan peri nya sama mommy saja ya?" Bujuk mommy Billa pada putri kembar bungsu nya.


"Enggak mau mommy,, Mela mau nya sama kak Salma yang cantik," Maira semakin merengek.


Salma menatap suami nya, meminta persetujuan untuk menemani adik-adik nya.


Kevin mengangguk, "temani dulu aja, aku masih mau ngobrol sama daddy," bisik Kevin.


Salma tersenyum, "ayo,, kakak temani bobok." Ajak Salma, seraya menggiring Maira dan Maida untuk segera naik.


"Daddy,, Mela dan Meda bobok cantik dulu ya.. assalamu'alaikum," pamit Maira, mewakili saudari kembar nya dan menghampiri sang daddy.


Daddy Rehan segera meraih tubuh kedua nya, dan mencium nya bergantian. "Selamat bobok sayang, mimpi indah ya.." ucap daddy Rehan, seraya menurunkan kedua nya.


Daddy Rehan kemudian mencium puncak kepala Malik, Malika dan Mirza, yang juga pamit untuk beristirahat. "Kalian juga langsung tidur ya, besok kan harus pergi ke sekolah," daddy Rehan mengingatkan putra dan putri nya.


Ketiga nya mengangguk patuh.


"Ayo kak Salma, kita naik," ajak Maida dengan bersemangat, sambil menyeret tangan kakak ipar nya itu dengan tidak sabar.


Salma pun menurut saja dan membiarkan Maira dan Maida menggandeng tangan kanan dan tangan kiri nya, menaiki anak tangga menuju lantai dua. Yang diikuti oleh Malik, Malika serta Mirza.


Mommy Billa mengekor di belakang putra dan putri nya, bersama kedua pengasuh kembar bungsu Maida dan Maira.


Di ruang keluarga, kini hanya tertinggal Kevin dan daddy Rehan.


"Son, ada apa? Seperti nya sangat serius, hingga kamu meminta waktu khusus sama daddy untuk bicara?" Tanya daddy Rehan nampak tidak sabar.


to be continue,,,