All About KEVIN

All About KEVIN
Buka Puasa



Kevin dan Salma tertidur dengan lelap setelah menyelesaikan acara pergumulan panas mereka berdua, suara riuh adik-adik dan saudara-saudara nya yang tengah asyik berenang dan bermain air di kolam renang depan paviliun tak dapat mengusik tidur mereka.


Hingga dering telpon milik Kevin yang tergeletak di atas nakas, mengagetkan dan membangunkan remaja tampan itu. Kevin memicingkan mata, dan mengulurkan satu tangan nya untuk mengambil ponsel nya yang masih terus berdering. Sedang kan tangan nya yang lain, masih dijadikan bantal oleh sang istri yang nampak masih terlelap dan sama sekali tak terganggu dengan suara berisik dari ponsel Kevin.


Kevin melihat layar ponsel nya, dan mendapati nama om ganteng di sana, "om Ilham, ada apa ya?" Gumam Kevin seraya mengernyitkan dahi.


Kevin menerima panggilan dari om nya tanpa menggeser posisi tidur nya karena khawatir akan mengganggu tidur sang istri yang nampak kelelahan, setelah dua ronde berturut-turut Salma menguasai panggung.


"Halo om," sapa Kevin tanpa mengucap salam.


"Hai bocah, ngapain aja kalian enggak keluar-keluar dari tadi. Udah di tungguin untuk ngopi bareng nih..." ucap Ilham dari seberang sana.


Kevin melirik jam di dinding, dan sedetik kemudian dia terkekeh pelan, "sorry om, Kevin lupa.." balas nya tanpa rasa bersalah.


Kevin memang benar-benar lupa, jika di jam sore seperti ini para orang dewasa akan berkumpul di gazebo untuk ngopi sambil ngobrol apa saja tentang kegiatan mereka selama sepekan.. dan dari sinilah seringkali ide-ide untuk melakukan kerja sama tercetus, dan Kevin yang masih dalam masa peralihan lebih memilih untuk bergabung bersama kelompok orang dewasa itu.


"Ayo cepetan ajak neng Salma nya kesini, keburu dingin kopi nya," titah Ilham pada keponakan nya itu.


"Kami mau sholat dulu ya om," balas Kevin.


"Lah,, dasar bocil, jam segini belum sholat," ucap Ilham dan kemudian mematikan telpon nya.


Kevin meletakkan kembali ponsel nya di atas nakas, dan kemudian membangunkan istri nya, "Baby,, bangun" panggil nya sambil menepuk lembut pipi sang istri.


Salma menggeliat, dan membuka mata nya. Salma menatap sang suami dan bertanya, "jam berapa?"


"Jam setengah lima, yuk kita mandi." ajak Kevin.


"Iya, sebentar," balas Salma kembali memeluk suami nya dengan erat.


Kevin memijat pelipis nya dengan tingkah istri nya ini, pasal nya apa yang di lakukan Salma barusan telah membangunkan sesuatu yang berada di bawah sana.


"Baby,, kita belum sholat," lirih Kevin mencoba mempertahankan kewarasan nya.


"Hmm,," Salma hanya bergumam.


Kevin semakin gemas di buat nya, suami dari Salma itu mencoba melepaskan diri dari pelukan sang istri dan kemudian menggeser tubuh istri nya. Kevin segera bangkit dan menuju kamar mandi.


Baru saja Kevin menutup pintu kamar mandi, kembali pintu itu di buka dari luar. Nampak sang istri masuk sambil tersenyum menggoda, "mandi bareng ya, suami ku tercinta," ucap Salma dengan suara mendayu.


Kevin yang tadi nya sudah bisa menguasai diri nya, melihat tubuh polos sang istri, senyum nya yang menggoda serta suara nya yang terdengar merdu di telinga Kevin, membuat remaja itu menggila. Darah muda nya berdesir dan mendidih,,, sesuatu milik nya yang telah berhasil dia kuasai dengan baik, kini kembali tegak menantang, "hai istri penggoda ku, mari kita lakukan dengan efisiensi waktu.. cepat dan berkualitas," bisik nya seraya memeluk tubuh polos sang istri dari belakang.


Dan di bawah guyuran air yang mengucur deras dari shower, kembali pasangan suami istri belia itu menyatu dalam cinta dan kasih sayang yang tulus...


Hanya sepuluh menit, kedua nya telah berhasil menyelesaikan ritual mandi panas. Dan setelah mengenakan pakaian, Kevin mengajak sang istri untuk melaksanakan ibadah sholat ashar berjama'ah.


Setelah beberapa lama, Kedua sejoli itu segera keluar dari paviliun. Kevin menuntun sang istri menuju gazebo di mana yang lain sudah menunggu.


"Wih,, yang baru buka puasa,,, kelihatan makin seger aja nih," goda Ilham melirik Kevin dan Salma bergantian.


Sedang kan yang lain, terkekeh mendengar celetukan Ilham.


"Om kayak gak pernah muda aja," balas Kevin tersenyum kecut dan kemudian menyalami semua yang berada di sana, dan diikuti oleh Salma yang tersipu malu.


"Apa menurut kamu, om ganteng mu ini sudah tua? Om masih muda kali bang,," protes Ilham pada keponakan nya, yang selalu dia anggap masih kecil.


"Narsis,, ngaku ganteng, dan masih muda mulu," timpal Devan mencibir Ilham.


"Emang masih muda kan bang,, ganteng pula.. dari pada bang Devan?!" Ilham kekeuh dengan kenarsisan nya, seraya terkekeh.


"Anak lu itu emang centil Lex, pantes saja kalau Mirza galak sama dia.. karena sebagai abang sepupu, Mirza merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga putri mu itu," timpal Alvian sambil menggeleng-gelengkan kepala, mengingat tingkah centil keponakan nya, putri kedua Nisa dan Alex.


Alex pun tersenyum, "gue juga heran sama Nezia bang, dia itu mirip siapa? Padahal ibu nya kan kalem?" Balas Alex mengernyit.


"Kalem dari mana nya? Dilihat dari benua mana pun, mbak Nisa waktu kecil itu enggak ada kalem-kalem nya... centil dan liar!" Ucap Ilham membuka rahasia Nisa, yang belum diketahui Alex.


"Apa kamu bilang dik?!" Nisa dan yang lain nya datang sambil membawa makanan kecil dan kopi.


"Eh budhe Nisa.. lupakan, enggak penting," balas Ilham, "mari kita ngopi," Ilham mengalihkan pembicaraan.


Alex dan Nisa saling pandang, dan kemudian Nisa tersenyum sedangkan Alex terus menatap istri nya itu menuntut jawab.


Susan yang juga baru datang langsung memberikan pelukan hangat pada Salma, "ini ya yang nama nya kak Salma, cantik.. pantas saja bang Kevin klepek-klepek," ucap nya sambil tersenyum hangat.


Setelah melerai pelukan nya, Salma mencium punggung tangan Susan. "Tante bisa saja," ucap Salma malu-malu.


"Eit,, kalau manggil beliau jangan tante kak Salma, tapi embah putri,,, tante Susan ini adik ipar nya nenek," ucap Ilham, yang di sambut gelak tawa yang lain nya.


Susan geleng-geleng kepala, "terserah kamu saja deh mas, yang penting mas Ilham happy," ucap Susan tersenyum, Susan memanggil Ilham dengan sebutan mas untuk mengajari kedua anak nya.


Salma pun tersenyum, sedikit banyak dia telah mengetahui keluarga besar suami nya dari cerita Kevin.


Salma kemudian menyalami satu persatu tante-tante nya Kevin, tante Nisa, tante Lusi dan tante Jihan.


Saat Salma tengah menyalami Jihan, kembali Ilham nyeletuk, "nah kalau yang itu, permaisuri nya om ganteng kak Salma. Nama nya bulek Jihan."


Jihan hanya tersenyum menanggapi celoteh sang suami yang kelewat absurd dan jahil nya tiada tanding.


Mereka semua pun duduk di gazebo yang terbuka, dan yang tidak kebagian tempat.. duduk di bangku-bangku kayu yang berjajar di samping kanan dan kiri nya.


"Daddy dan mommy kemana? Kok belum keliatan?" Kevin mengedarkan pandangan, mencari sosok daddy dan mommy nya.


"Kayak enggak tahu kebiasaan daddy kamu aja bang," balas Alvian seraya tersenyum tipis.


"Enggak mau kalah dia sama pengantin baru,," timpal Alex.


"Betul itu, di mana saja dan kapan saja.. selalu pandai menciptakan kesempatan dia!" Devan ikut menimpali.


"Kesempatan apa Dev?" Tanya Rehan yang baru muncul bersama sang istri tercinta.


"Kesempatan dalam kesempitan,," balas Devan, kesempitan yang menciptakan kenikmatan," lanjut nya terkekeh.


"Ya, benar itu bang.. lihat aja rambut bang Rehan, basah kayak rambut Kevin yang habis buka puasa," timpal Ilham tergelak.


Yang lain pun ikut tertawa, sedangkan Kevin tersenyum canggung. Dan para wanita, hanya tersenyum simpul.


"Buka puasa nya si Rey, tiap saat berarti ya dik," Alex semakin menegaskan, seraya melirik Ilham dan Rehan bergantian.


"Hahaha,, iya benar itu Lex, enggak pernah puasa, tapi buka puasa melulu," balas Alvian ikutan absurd.


Para lelaki dewasa itu pun semakin tergelak.


Rehan geleng-geleng kepala, dia enggak mungkin membalas perkataan mereka semua... karena ada Kevin dan juga menantu nya bersama mereka.


"Asisten Alex," suara tegas dan penuh wibawa milik Rehan, menghentikan tawa semua orang, "tarik kembali semua saham dari para pengganggu kenyamanan ku," ucap Rehan datar.


to be continue,,,