All About KEVIN

All About KEVIN
No Dad,, Ini Bukan Ranah Daddy



Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, Salma akhir nya harus dirawat di rumah sakit.. karena pembengkakan di leher nya semakin meluas, dan istri dari Kevin itu juga mengalami sesak nafas.


Dulu sewaktu kecil, Salma juga beberapa kali masuk rumah sakit karena hal serupa. Bahkan Salma pernah dirawat hingga satu minggu lama nya, karena selain sesak nafas, juga disertai mual dan muntah yang berkepanjangan.. hingga membuat Salma kecil kekurangan banyak cairan, dan tubuh nya menjadi lemas.


Salma ditempatkan di ruang perawatan president suite room, karena Kevin ingin istri nya merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan terbaik.


Kevin juga langsung menghubungi ibu mertua nya dan memberitahukan kondisi Salma, remaja tampan itu juga menghubungi mommy nya.. "assalamu'alaikum mom," ucap salam Kevin begitu telpon nya tersambung pada mommy Billa.


"Wa'alaikumsalam abang, ada apa? Tumben jam segini abang telpon mommy? Ujian nya lancar kan bang? Abang masih di base camp?" Cecar sang mommy dengan banyak pertanyaan.


"Sudah mom," balas Kevin singkat, "mom,, mommy lagi dimana sekarang? Mommy lagi sama daddy enggak?" Tanya Kevin sambil melirik jam tangan mewah nya, putra pertama daddy Rehan itu tahu.. jika di jam-jam menjelang makan siang seperti ini, biasa nya sang mommy akan bersama daddy nya untuk makan siang di kantor. Dan Kevin tak ingin mengganggu kesenangan sang daddy, juga mommy nya.


"Mommy lagi di kantor daddy, baru saja nyampai," balas mommy Billa dengan lembut, "bang, ada apa? Abang baik-baik saja kan?" Tanya mommy Billa, nampak khawatir.


Kevin menghela nafas dalam, suami dari Salma itu berdiri di samping ranjang pasien sambil memandangi wajah sang istri yang tengah terlelap karena pengaruh obat. "Kevin baik mom,, tapi, tidak dengan Salma," lirih nya menahan air mata.


"Kak Salma kenapa bang?" Tanya mommy Billa nampak panik, dari seberang sana.


"Alergi Salma kambuh, dan sekarang,, Salma,, dirawat di rumah sakit Harapan, karena,, mengalami,, sesak nafas," balas Kevin terbata, dengan air mata yang telah luruh membasahi pipi putih nya.


Remaja tampan itu tak sanggup melihat kondisi istri nya yang sangat memprihatinkan, seluruh wajah Salma dipenuhi bintik kemerahan, leher nya membengkak.. dan Kevin tak kuasa lagi menahan air mata nya.


"Bang, tenangkan diri mu. Mommy dan daddy akan segera ke sana," ucap mommy Billa dengan tergesa dan langsung menutup telpon dari Kevin tanpa mengucap salam.


Kevin menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku, suami Salma itu menggeser kursi dan di letakkan tepat di sisi ranjang pasien. Kevin duduk di kursi tersebut, dan netra nya tak henti menatap wajah sang istri.


*****


Sementara di kantor RPA Group, tepat nya di ruang Chief Executive Officer.. mommy Billa dan daddy Rehan segera bergegas keluar dari ruangan nya, dan di saat yang bersamaan Alex hendak masuk ke ruangan khusus Presdir itu.


"Ada apa bro? Kok kalian kayak buru-buru?" Alex mengernyitkan dahi nya.


"Lex, lu handle meeting jam dua nanti." Titah Rehan pada asiaten pribadi nya itu, "gue harus ke rumah sakit Harapan, karena Salma saat ini dirawat di sana," lanjut nya menjawab pertanyaan dari Alex, sambil berlalu.


"Salma kenapa?" Tanya Alex pada angin, karena ternyata bos dan istri nya itu telah memasuki lift khusus.


Alex hanya bisa mencebik, dan kemudian masuk ke ruangan Rehan untuk meletakkan berkas yang di bawa nya.


Sedang kan daddy Rehan dan sang istri yang baru saja keluar dari lift, bergegas menuju mobil pribadi nya yang terparkir tepat di depan lobi. Dua orang satpam segera membukakan pintu untuk bos dan sang nyonya bos, dan menutup kan nya kembali setelah memastikan pemilik perusahaan tempat mereka bekerja duduk dengan nyaman di kursi masing-masing.


Setelah memasangkan sabuk pengaman untuk istri nya, daddy tampan itu segera melajukan mobil mewah nya membelah jalanan ibukota yang cukup ramai.. karena bertepatan dengan jam makan siang.


"Mom, ada sesuatu yang ingin di beli dulu tidak?" Tanya daddy Rehan, sambil melirik sang istri sekilas. "Jangan tegang gitu mom, menantu kita itu sudah ditangani oleh dokter.. dia pasti akan baik-baik saja," ucap daddy nya Kevin itu sambil menggenggam tangan sang istri, suami mommy Billa itu tahu bahwa saat ini istri nya pasti tengah memikirkan sang menantu.


"Tadi suara abang kayak sedih gitu dad,, mommy jadi ikut kepikiran," balas mommy Billa, menoleh kearah sang suami yang sedang fokus dengan kemudi nya.


Rehan melepaskan genggaman tangan nya, "kalau tidak ada yang mau di beli, daddy ngebut ya.. biar kita lekas sampai," ucap nya, seraya menambah kecepatan laju kendaraan.


Dan tak berapa lama, mobil bos RPA Group itu memasuki pelataran rumah sakit Harapan. Dengan sigap, daddy enam anak itu memarkir mobil nya di tempat yang telah tersedia.


Kedua nya segera turun, dan bergegas memasuki lobi rumah sakit. Daddy dan mommy nya Kevin itu segera menaiki lift, untuk menuju lantai dimana menantu mereka di rawat.


Daddy Rehan dan mommy Billa segera menghampiri pak Imron, "Tuan, nyonya.. selamat siang," sapa pak Imron ramah, "ruangan non Salma, di sini," pak Imron memberitahukan pada majikan nya ruang perawatan Salma, sambil menunjuk pintu di belakang nya.


"Iya pak," balas mommy Billa tersenyum hangat, "pak Imron sudah makan siang?" Tanya mommy Billa penuh perhatian.


"Sudah nyonya, barusan di kantin. Sekalian membelikan den Kevin makan siang," balas pak Imron dengan sopan.


Mommy Billa mengangguk, "ya sudah, kami masuk dulu ya pak," Daddy Rehan dan mommy Billa segera masuk ke ruang perawatan Salma.


"Abang, assalamu'alaikum,," ucap mommy Billa dan daddy Rehan bersamaan.


Kevin segera menghambur memeluk mommy nya, tanpa menjawab salam sang mommy, "Salma mom,," lirih nya dengan suara tercekat.


Mommy Billa menepuk lembut punggung kokoh putra nya, untuk memberikan ketenangan. Bagi sang mommy, Kevin tetaplah putra kecil nya yang menggemaskan.


Kevin melerai pelukan nya, dan bergantian memeluk sang daddy. Kali ini Kevin memeluk daddy nya tanpa berkata-kata, dia ingin dianggap sebagai pria dewasa yang kuat menghadapi segala cobaan. Meski nyata nya, hatinya hancur melihat kondisi sang istri.


Rehan menepuk kedua lengan putra nya, dan melepaskan pelukan sang putra. "Yakinlah bang, istri mu akan baik-baik saja." Hibur sang daddy, pada putra pertama nya.


Kevin mengangguk dan mencoba tersenyum.


"Mommy akan melihat keadaan Salma," ucap mommy Billa, sambil melangkah masuk ke dalam ruangan Salma yang tertutup korden berwarna gold. Daddy Rehan dan Kevin mengekor di belakang nya.


Salma masih tertidur, dan pernafasan nya masih dibantu dengan selang oksigen.


Mommy Billa mendekat ke ranjang Salma, dan mommy dari Kevin itu langsung menutup mulut nya melihat kondisi sang menantu. Mommy Billa terduduk lemas di kursi, yang tadi ditempati oleh Kevin. "Dia alergi apa? Sampai segitu parah nya kulit Salma? Salma tadi makan apa? Apa abang tidak tahu kalau Salma punya alergi terhadap makanan tertentu?" Cecar sang mommy, menatap putra nya.


Sedang kan Rehan menghela nafas berat.


Kevin menggeleng pelan, dan mengajak sang mommy untuk duduk di sofa. "Salma alergi debu kapur tulis mom, bukan makanan. Dan tadi pagi, Monik sengaja menaburkan bedak yang sudah di campur bubuk kapur tulis ke bangku Salma," ucap Kevin sesaat setelah semua nya duduk, seraya menunjuk kan rekaman CCTV yang dia dapatkan dari operator di sekolah nya.


Daddy Rehan dan mommy Billa melihat dengan seksama rekaman tersebut, "ini tindak kriminal bang, harus dilaporkan ke pihak kepolisian," ucap sang daddy dengan geram.


"Semua sudah ditangani pihak sekolah dad, tadi kepala sekolah telpon Kevin.. agar Kevin bisa ikut hadir di sekolah nanti jam dua, karena akan ada rapat untuk membahas masalah Salma. Dan Kevin akan dimintai keterangan sebagai saksi dan pelapor, bapak juga diminta hadir sebagai wali dari Salma," jelas Kevin panjang lebar.


"Daddy ikut," ucap Rehan tegas.


"No, dad,,, ini bukan ranah daddy, percayalah pada Kevin. Kevin pasti bisa mengatasi semua nya," tolak Kevin tak kalah tegas.


Dan daddy Rehan hanya bisa mengiyakan, jika sang putra sudah mengucap kata 'No'! Daddy tampan itu mengingat kembali, bagaimana putra kecil nya dulu dengan tegas akan mengatakan 'No' jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan Kevin.


to be continue,,,


__________


Yang pengin MonMon dan JonJon di hukum, sabar yah,,


Karena gak setiap kesalahan, akan langsung dapat balasan 😅😅