
Matahari dan bulan datang dan pergi silih berganti, seiring pergantian siang dan malam. Dan tanpa terasa, malam yang di tunggu oleh Kevin dan teman-teman nya pun telah tiba.
Bakda maghrib, ballroom hotel milik keluarga Jonathan telah di sulap menjadi tempat pesta yang meriah. Satu persatu teman-teman Kevin sudah mulai berdatangan, yang di sambut oleh pengurus OSIS selaku panitia dan tak terkecuali Jonathan yang memang ikut terlibat langsung dalam kepanitiaan.
Tepat pukul tujuh, sebelum acara di mulai.. Kevin, Salma dan ketiga teman baik kedua nya nampak memasuki ballroom hotel tersebut. Mereka memang telah membuat janji sebelum nya, untuk datang ke acara perpisahan tersebut dengan berbarengan.
Semakin malam suasana semakin ramai, karena hampir semua siswa kelas tiga yang beberapa hari lalu baru saja lulus itu sudah hadir di sana.
Kevin berjalan dengan menggandeng mesra tangan sang istri, tak ada lagi kecanggungan seperti biasa nya.. sudah tidak ada lagi yang mereka khawatir kan, karena mereka sudah lulus sekolah.
Rahman mengekor di belakang Kevin dan Salma, yang diikuti oleh Bayu dan Devi yang juga nampak mesra.
Mereka berlima kemudian duduk di Sebuah meja oval, yang terdapat delapan kursi yang mengelilingi nya.
Rahman langsung berdiri kembali, hendak mengambil minuman yang telah di sediakan panitia yang berada di stand khusus. "Guys, mau pada minum apa? Biar gue ambilkan sekalian," Rahman menawarkan.
"Kami air mineral aja Man," balas Kevin.
"Gue sama Devi, ngikut lu aja deh Man. Tapi lu harus pasti kan dulu, kalau minuman itu aman untuk di konsumsi," balas Bayu, seraya memperingatkan.
"Siip," Rahman segera berlalu menuju stand khusus minuman.
Baru saja Rahman berlalu, Jonathan datang bersama salah seorang panitia yang membawa baki berisi minuman. "Hai semua, selamat malam," sapa Jonathan dengan ramah, dan tersenyum manis.
"Selamat malam Nathan," balas Devi dan Salma dengan sura pelan.
"Oh ya, ini ada wellcome drink spesial dari hotel kami khusus untuk kalian. Karena kalian adalah siswa yang berprestasi," ucap Jonathan seraya melirik Salma, dan tersenyum licik kepada Kevin. Jonathan segera menyuruh gadis yang membawa baki, agar meletakkan minuman dalam gelas cantik tersebut di atas meja.
"Makasih," balas Salma dan Devi singkat tanpa melihat Jonathan, yang langsung berlalu meninggalkan meja Kevin dan teman-teman nya itu.
"Wah, es buah ya.. seger ini," ucap Devi antusias, dan langsung ingin meminum nya.
"Tunggu Dev, ini bukan es buah.. tapi ini cocktail. Apa kamu yakin bisa minum ini? Ada alkohol nya loh?" Kevin menatap Devi, memperingatkan.
"Oh, enggak, gue enggak bisa minum alkohol. Bukan kah agama kita melarang nya? Aku mau minum yang lain aja nanti, nunggu Rahman."
Mereka pun serempak menggeser gelas cocktail itu ketengah meja, bersamaan dengan Rahman yang datang membawa dua kemasan botol air mineral pesanan Kevin dan Salma.. serta tiga cangkir kopi panas untuk diri nya sendiri, Bayu dan Devi.
"Gue bawain kopi untuk kalian berdua," ucap Rahman sambil meletakkan dua cangkir kopi di hadapan Bayu dan Devi, "dan ini pesanan pengantin baru," goda Rahman meletakkan dua botol air mineral yang masih tersegel ke hadapan Kevin dan Salma.
Kevin dan Salma tersenyum, "bisa aja lu Man," balas Kevin.
"Man, yakin ini aman?" Tanya Devi menyelidik.
"Yakin, gue nyeduh sendiri tadi," balas Rahman.
Terdengar suara MC yang berada di depan panggung utama mulai berbicara, hingga teman-teman Kevin yang tadi nya masih hilir mudik dan bercanda ria langsung menempatkan diri di kursi masing-masing.
Susunan acara pun di baca kan, dan semua yang hadir nampak tenang mendengar kan pembawa acara tersebut.
Satu persatu pengisi acara maju ke depan, diawali sambutan dari panitia, sambutan wakil dari adik kelas, sambutan perwakilan kelas tiga, dan di akhiri sambutan kepala sekolah.
Acara berikut nya adalah story,, begitu mereka menyebut nama permainan nya, karena yang maju ke depan harus menceritakan pengalaman mereka selama tiga tahun menuntut ilmu di SMA tersebut.
Tidak semua siswa maju ke depan panggung, hanya yang mendapatkan lemparan setangkai bunga mawar dari siswa yang baru saja maju ke depan yang mendapatkan giliran maju selanjut nya.
Yang mendapatkan giliran maju pertama kali untuk bercerita adalah Jonathan, selaku wakil panitia dari kelas tiga.
Dengan langkah tegap dan angkuh, remaja blasteran itu maju naik ke panggung. Jonathan mulai mengisahkan dari awal dia masuk, dimana saat masa orientasi dia sudah banyak diidolakan bukan hanya oleh teman-teman seangkatan... namun juga oleh kakak-kakak kelas, "ya, wajar sih menurut gue kalau banyak yang suka dan ngejar-ngejar gue. Secara fisik gue oke, wajah tampan dan dompet juga tebal. Cewek mana coba yang enggak mau sama gue?!" Dengan nada angkuh Jonathan bertanya, pertanyaan yang sangat tidak perlu untuk di jawab.
Namun semua kawan-kawan yang dekat dengan Jonathan, serta sebagian siswi yang memang ngefans sama remaja angkuh tersebut memberikan applaus sambil berdiri.. hingga membuat remaja yang berdiri di depan panggung sana, semakin besar kepala.
"Tapi ada satu cewek yang membuat gue penasaran setengah mati, dan malam ini.. gue yakin, bahwa gue pasti bisa mendapatkan nya." Ucap Jonathan mengakhiri story nya dengan optimis, seraya tersenyum seringai kearah Salma.
Jonathan segera turun dari panggung, serta melemparkan setangkai mawar tersebut kearah Salma.. namun Kevin lah yang menangkap bunga tersebut, sehingga diri nya lah yang mendapatkan giliran untuk maju berikut nya.
Jonathan terlihat geram, karena bunga nya justru diambil oleh Kevin. Padahal dia sudah merencanakan untuk melamar Salma di atas panggung, di hadapan semua teman-teman seangkatan nya. Dia tidak peduli meskipun Salma adalah pacar Kevin, dan Jonathan memang berniat untuk mempermalukan Kevin.
"Sial, malah dia yang maju," Jonathan menggerutu, "oke, plan A gagal. Masih ada plan B dan C, dan gue yakin,, apa yang gue inginkan pasti tercapai," ucap nya dengan tersenyum angkuh.
Kevin yang sudah berdiri di depan panggung, tidak banyak bicara. Remaja tampan bermata biru yang terlihat cool tapi selalu ramah sama semua orang itu, hanya menyampaikan terimakasih karena bisa mengenal dan berteman dengan mereka semua.
Kevin berbicara di atas panggung dengan kewaspadaan penuh, suami Salma itu mengedarkan pandangan menyisir semua sudut ballroom dan memastikan bahwa tidak ada yang mencurigakan.
"Demikian sedikit story yang dapat saya sampaikan pada kawan-kawan semua,, oh ya, tadi ada yang bertanya benarkah kabar yang beredar bahwa saya dan Salma berpacaran? Dan jawaban nya adalah benar, Salma pacar halal saya." Ucap Kevin dengan tegas, mengakhiri story nya.. hingga mematahkan hati sebagian teman-teman wanita, yang berharap bisa menjadi pacar nya.
Kevin segera turun dan melempar setangkai bunga mawar tersebut ke sembarang arah, yang di tangkap oleh teman seangkatan nya yang lain. Dan gadis yang menangkap bunga tersebut segera maju ke depan panggung.
Sedangkan Kevin, kembali ke meja nya bersama istri dan teman-teman baik nya. Baru saja Kevin duduk, Jonathan dan Monik datang menghampiri meja mereka, "boleh kami ikut duduk?" Dan tanpa menunggu jawaban, Jonathan dan Monik langsung duduk begitu saja di kursi yang masih kosong.
to be continue,,,