All About KEVIN

All About KEVIN
Tutorial Makan Rujak



Sementara di gasebo yang lain, yang terletak paling ujung.. Kevin, Salma dan teman-teman nya juga tengah asyik bercanda ria, bersama Zaki dan Fira.


"Jadi benar Bay, pernikahan kalian di undur lagi?" Tanya Zaki, yang baru tahu bahwa pernikahan antara Bayu dan Devi di tunda sampai liburan akhir semester dua.


"Ya, gitu lah bang.. padahal tadi nya papa Gunawan bilang, liburan semester kemarin pas di awal-awal tahun, tapi ternyata harus nunggu lagi sampai liburan yang akan datang," balas Bayu dengan sedikit kecewa.


"Sabar Bay,, kan tinggal nunggu beberapa bulan aja, lah dari pada gue masih harus nunggu tiga tahunan kan?" Hibur Dion, seraya melirik mesra pada Fira.


Fira hanya tersenyum mendengar curhatan Dion.


"Lu juga mending bro.. lah gue, yang gue tunggu masih abege? Belum jelas juga kapan dia dewasa nya kan?" Ucap Rahman seraya tersenyum kecut, yang disambut tawa oleh teman-teman nya yang lain.


"Rahman, lu beneran naksir sama dik Icha?" Tanya Zaki yang masih belum yakin, bahwa Rahman serius menyukai adik sepupu nya yang baru beranjak remaja tersebut.


Rahman mengangguk pasti, "gue serius bang, tapi enggak tahu deh sama si Icha nya... dia serius atau hanya menganggap cinta monyet?" Rahman nampak gamang.


"Salah lu sendiri, milih yang masih bau kencur,,, belum paham dia mana urusan yang serius, dan mana yang main-main." Olok Bayu.


"Dik Icha meskipun usia nya masih sangat muda, tapi pemikiran nya cukup dewasa kok," bela Fira, pada adik sepupu nya. Yang di benar kan oleh Kevin dan Zaki, dengan mengangguk kan kepala.


"Eh, tapi bro... meski masih bau kencur tapi neng Icha bohay juga ya,," lanjut Bayu, yang langsung dapat cubitan panas dari Devi dan tatapan tajam dari Kevin dan juga Rahman.


"Punya mata jangan di pakai untuk jelalatan Babay,,,,?!" Kesal Devi, seraya menatap tajam Bayu.. hingga membuat tunangan nya itu menciut nyali nya.


"Ampun honey,,, aku cuma becanda tadi. Bagi ku, my honey yang paling bohay dan aduhai..." rayu Bayu pada tunangan nya, seraya mengelus lengan nya yang terasa panas karena cubitan Devi.


Devi melengos, pura-pura marah sama Bayu.


"Maka nya Bay, kalau udah punya satu jangan lirik-lirik yang lain dan kudu di jaga.. jaga hati, jaga mata agar tidak tergoda," nasehat Dion kepada Bayu, yang membuat Fira semakin jatuh hati pada pemuda tampan sepupu nya Devi tersebut.


"Iya bang Dion, gue nyesel.. gue ngaku salah," balas Bayu, "gue tadi niat nya cuma bercanda, tapi seperti nya candaan gue kebablasan hingga membuat my honey cemburu," sesal Bayu, seraya menatap Rahman, Kevin dan Devi bergantian.


"Eh,, siapa juga yang cemburu?!" Kilah Devi, dengan masih menunjukkan wajah kesal nya.


"Udah dong honey,,, marah nya jangan lama-lama ya aku enggak sanggup honey," rengek Bayu, menatap Devi dengan penuh permohonan.


"Jangan buru-buru di maafin Dev, ngelunjak ntar si Bayu," Dion memprovokasi adik sepupu nya, seraya tersenyum seringai pada Bayu.


"Ya, bener banget tuh Dev,,, biar kapok," timpal Rahman, ikut memprovokasi.. hingga membuat Bayu meradang.


"Semprol kalian berdua, teman nya lagi jatuh bukan nya di tolongin malah semakin di injek,," gerutu Bayu bersungut kesal, "bos, bantuin gue dong??" Pinta Bayu, menatap Kevin.


"Sorry Bay, urusan rumah tangga lu.. gue enggak berani ikut campur," balas Kevin kalem, seraya tersenyum simpul.


"Sama aja kalian semua," rutuk Bayu, yang semakin terlihat kesal dan bingung harus bagaimana meminta maaf sama sang tunangan. Hingga hal itu membuat Devi dan yang lain nya tak mampu menahan tawa, melihat wajah kusut Bayu.


"Aku cuma bercanda Babay,,," ucap Devi akhir nya, "tapi kalau kamu memuji perempuan lain selain orang-orang di circle kita, aku beneran marah loh?!" Ancam Devi.


"Iya,, honey, enggak lagi-lagi. Swear..." janji Bayu, yang merasa lega.


Hening sejenak menyapa, hanya terdengar suara air mancur dari kolam di dekat gasebo tersebut.


"Kalau bang Zaki, gimana?" Tanya Bayu, memecah keheningan.


"Gimana apa nya, Bay?" Tanya Zaki, yang tak mengerti arah pembicaraan Bayu.


"Bang Zaki jangan di tanya Bay, off the record," balas Fira, mewakili sang abang, yang memang hubungan nya dengan gadis pujaan hati tak ingin di publish untuk saat ini.


"Hmm,, pakai rahasia-rahasiaan segala, entar tahu-tahu ternyata dah langsung nikah aja kayak Kevin dan Salma," sindir Bayu, melirik pasangan suami istri yang tengah berbahagia menanti kelahiran sang buah hati.


Zaki tersenyum,,, "do'a in aja ya Bay," balas Zaki.


Tepat di saat yang sama, mommy Billa memanggil dan mengajak mereka semua untuk makan siang bersama.


*****


Tepat bakda ashar, Kevin dan Salma serta semua keluarga besar nya tengah berkumpul di ruang utama hunian keluarga Antonio yang sangat luas.


Anak-anak panti yang kembali di undang untuk ikut mendo'akan Salma dan calon bayi nya, agar diberikan keselamatan dan kelancaran dalam proses persalinan nanti telah datang bersama ibu panti nya.


Ustadzah di komplek tersebut yang biasa nya di undang setiap kali ada acara seperti itu, juga telah hadir.


Kini mereka semua duduk dengan tertib, karena acara akan segera di mulai. Tidak ada acara adat, hanya do'a bersama yang dipanjatkan untuk Salma dan bayi yang berada dalam kandungan istri cantik Kevin itu.


Acara pun segera di mulai, Salma dengan di dampingi suami tercinta duduk di tengah diantara keluarga besar kedua nya. Sepanjang acara, semua nampak khusyuk dan larut dalam do'a-do'a yang dipanjatkan ustadzah tersebut.


Usai acara, semua anak panti digiring mommy Billa dan bu Widya menuju ruang makan yang luas untuk menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan.


Anak-anak tersebut terlihat sangat senang, dan dengan telaten mommy dan ibu mertua Kevin itu meladeni anak-anak dengan di bantu ibu panti masing-masing.


Mereka menikmati makanan yang telah mereka terima dengan lahap, dan hal itu membuat hati mommy Billa menjadi trenyuh. "Ya Allah,, terimakasih atas kelimpahan rizqi yang Engkau berikan kepada keluarga kami, dan jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur. Ringankan tangan kami untuk selalu terulur, dan memberikan bantuan kepada sesama yang membutuhkan," bisik mommy Billa dalam hati, tanpa disadari netra indah itu telah berembun.


Daddy Rehan yang awal nya menyusul mommy Billa untuk meminta diambilkan rujak serut, terkejut melihat perubahan wajah sang istri. Dan daddy tampan itu segera mendekati sang istri, "mom, ada apa?" Tanya daddy Rehan lembut seraya melingkarkan tangan kekar nya di pundak sang istri.


"Eh,, dad," mommy Billa terkejut, dan buru-buru berkedip-kedip untuk mengusir air mata yang menggenang di pelupuk mata nya. "Tidak ada apa-apa dad," ucap mommy Billa seraya tersenyum manis kepada suami nya.


"Aku tahu kapan kamu bicara jujur, dan kapan kamu menyembunyikan sesuatu..." bisik daddy Rehan, seraya menatap dalam netra sang istri.


Mommy Billa tersenyum, wanita cantik itu memang tidak pandai berbohong dan tidak mau merahasiakan apapun kepada suami nya.. dan mommy Billa pun berharap demikian, "mommy hanya trenyuh melihat mereka dad,," lirih mommy Billa seraya menatap anak-anak panti yang sedang makan.


"Kalian ini, benar-benar enggak bisa lihat tempat.. dimana pun selalu aja bermesraan," suara ayah Yusuf yang tiba-tiba datang bersama bunda Fatima ke ruang makan tersebut, mengagetkan daddy Rehan dan mommy Billa yang masih saling pandang.


"Ck,,, abang, ganggu aja," gerutu daddy Rehan dan kemudian melepaskan tangan nya dari pundak sang istri.


"Oh ya dad, daddy kesini mau apa?" Tanya mommy Billa yang baru menyadari, mungkin sang suami mencari nya karena membutuhkan sesuatu.


"Aku mau rujak serut mom," balas daddy Rehan.


"Ada cara makan nya, biar asyik enggak Rey?" Tanya ayah Yusuf seraya terkekeh kecil.


"Ada bang, nanti kalau mereka sudah pulang.. aku buat acara live, tutorial makan rujak serut," balas daddy Rehan, seraya mengerling pada istri nya.


Mommy Billa hanya bisa geleng-geleng kepala, dan kemudian segera berlalu untuk mengambilkan rujak keinginan sang suami.


Sedangkan bunda Fatima yang ketinggalan info mengernyit. "Tutorial makan rujak?" Gumam bunda Fatima, menatap suami dan adik nya bergantian.


to be continue,,,