All About KEVIN

All About KEVIN
Berjuang Bersama Menjaga Kesetiaan



Waktu pun terus bergulir, dan malam yang ditunggu oleh Fira pun datang menyapa. Semua persiapan untuk menyambut tamu istimewa Fira, sudah mencapai sembilan puluh persen. Tinggal persiapan catering yang baru saja datang, karena pihak bunda Fatima memang menginginkan agar catering nya diantar tepat bakda maghrib agar tetap fresh dan hangat.


Kini para asisten rumah tangga tengah menyiapkan sajian makan malam dua keluarga besar di ruang makan yang luas, yaitu Keluarga Fira dan keluarga Dion yang akan datang sebentar lagi.


Semua keluarga besar Alamsyah dan Antonio nampak sudah bersiap, para pria mengenakan kemeja batik lengan panjang, sedangkan para wanita mengenakan kebaya dan bawahan batik yang motif nya sama dengan pasangan masing-masing.


Kevin dan Salma juga memakai couple batik seperti pasangan para orang tua yang lain nya, sedangkan Rahman dan Zaki yang belum resmi memiliki pasangan.. mengenakan kemeja polos lengan pendek yang dipadukan dengan jas santai, hingga membuat dua laki-laki tampan itu semakin menawan.


Malika yang sedari kemarin sudah kepo dengan out fit pangeran tampan pujaan hati nya pun, kini memakai gaun panjang dengan motif bunga-bunga kecil yang warna nya senada dengan jas yang dipakai Rahman.


Malik pun tampil memukau seperti hal nya Rahman dan Zaki, remaja tampan itu kini terus mengembangkan senyum nya.. pasal nya dia baru saja selesai melakukan panggilan video dengan Tasya, dan gebetan centil nya itu mengatakan bahwa Malik sangat tampan seperti eksekutif muda.


Kembar bungsu, Maida dan Maira pun tak mau ketinggalan. Kedua bocah yang imut dan menggemaskan itu memakai gaun malam yang terlihat sangat cantik mereka kenakan, kedua nya kini mendekati Salma dan Kevin yang sudah bersiap hendak turun dan bergabung bersama keluarga besar nya.


"Kak, Mela udah cantik belum?" Tanya Maira, seraya berputar-putar memamerkan gaun yang indah.


"Udah, jangan berputar-putar terus.. nanti adik pusing loh. Kalian berdua memakai apapun, pasti cantik," puji Salma, seraya tersenyum tulus pada adik ipar nya itu.


"Tahu nih si adik, centil banget.. dari tadi muter-muter terus, bikin pala barbie pusying deh," protes Maida, yang tumben-tumbenan mengeluarkan suara nya. Seraya menepuk pelan jidat nya sendiri, bergaya seperti emak-emak yang sedang pusing dengan kelakuan anak nya.


"Mela kan mutel mutel kalena pengin pastiin aja kak.. gaun yang kita pakai benelan bagus apa tidak?" Maira kembali memutar tubuh nya, dan bergaya dengan centil.


"Udah-udah, ayo kita turun," ajak Malik seraya menggandeng Maida dan Maira, sedangkan Rahman berjalan bersisihan dengan Malika dan mereka mulai menuruni anak tangga.


Kevin dan Salma mengekor di belakang mereka, dengan tangan Kevin yang memeluk mesra pinggang sang istri.


Anak-anak geng tampan yang lain pun segera ikut turun, bersama Mirza yang mengenakan stelan jas santai kembaran dengan Malik tapi beda warna.


Sedangkan Zaki, pemuda itu menuju kamar Fira untuk memastikan bahwa sang adik telah bersiap untuk menerima kehadiran Dion dan keluarga nya.


Tok,, tok,, tok,,


Zaki mengetuk pintu kamar sang adik, "dik, ini abang," seru Zaki, sedikit berteriak agar Fira mendengar suara nya.


Ceklek.. terdengar suara pintu di buka dari dalam.


Nampak oma Susan muncul dari balik pintu, "eh, bang Zaki," sapa oma Susan dengan lembut.


"Maaf oma, Zaki cuma mau memastikan... apakah dik Fira sudah siap?" Tanya Zaki dengan sopan, seraya mengedarkan pandangan melihat kedalam kamar sang adik.


"Oh iya,, bang Zaki masuk aja, kak Fira udah siap kok." Balas oma Susan seraya tersenyum, "karena sudah ada bang Zaki, oma Susan turun dulu ya kak Fira," pamit oma Susan, pada Zaki dan Fira.


"Iya oma, makasih ya," balas Fira dari dalam kamar nya, suara nya nampak sangat bahagia. Sedangkan Zaki hanya mengangguk hormat sambil tersenyum pada istri dari opa Alvian itu.


Zaki kemudian masuk kedalam kamar sang adik, sejenak Zaki terpaku di tempat nya. Pemuda itu menatap sang adik penuh kekaguman, "kamu mirip sekali dengan bunda dik, kamu cantik," puji nya dengan tulus.


Fira tersenyum tersipu malu, mendengar pujian dari abang nya yang jarang-jarang itu. "Makasih bang," balas Fira pendek.


"Kalau udah siap, yuk kita turun," ajak Zaki, pada adik perempuan satu-satu nya.


Tepat di saat Zaki dan Fira tiba di ruang keluarga, salah seorang satpam yang berjaga di gerbang utama mengabarkan bahwa rombongan keluarga Dion sudah memasuki gerbang.


Para orang tua segera keluar untuk menyambut tamu istimewa yang telah di tunggu-tunggu kehadiran nya itu, sedangkan Fira terduduk lemas di sofa ruang keluarga nya.. Fira nampak sangat gugup, hingga kedua tangan nya terasa dingin dan sedikit gemetaran.


Salma yang menyadari kegugupan Fira segera mendekati kakak sepupu nya Kevin itu, "kak Fira minumlah ini dulu," ucap Salma seraya memberikan segelas air mineral yang diambil nya dari meja, kepada Fira.


Fira menerima nya, dan segera meminum air mineral tersebut hingga tandas.


"Kak Fira masih gugup?" Tanya Salma pelan, "coba deh, kak Fira tarik nafas panjang,, dan kemudian hembuskan perlahan," Salma menginstruksikan.


Fira pun patuh dan menuruti instruksi dari Salma, Fira melakukan nya berkali-kali hingga dia merasa lebih baik.


"Alhamdulillah dik, udah lebih baik," ucap Fira yang sedikit merasa kan lega.


Sementara itu di halaman kediaman ayah Yusuf, ayah Yusuf dan daddy Rehan beserta istri masing-masing.. menerima keluarga besar tuan Hadi dengan ramah, "selamat datang di kediaman kami bang Hadi," sambut ayah Yusuf seraya menyalami papa nya Dion itu.


"Terimakasih atas sambutan nya yang luar biasa ini mas Yusuf," balas tuan Hadi seraya tersenyum.


Om Rudi pun mendekati ayah Yusuf dan memeluk sahabat nya itu, "akhir nya, gue bisa besanan juga sama lu bro.. meski menantuku bukan Zaki, tapi adik nya," ucap om Rudi setelah melerai pelukan nya.


Ya, om Rudi tadi nya mengincar Zaki untuk dijodohkan dengan putri pertama nya. Tapi setelah mendengar cerita dari ayah Yusuf bahwa putra nya sudah memiliki calon sendiri, om Rudi pun mundur teratur.


Ayah Yusuf terkekeh pelan mendengar perkataan om Rudi, "yang penting kita tetap besanan kan bro,," balas ayah Yusuf.


Daddy Rehan dan yang lain nya pun ikut menyalami semua anggota keluarga besar Dion, dan kemudian bunda Fatima segera mempersilahkan tamu nya untuk masuk kedalam hunian mewah nya. "Mari silahkan masuk semua," ucap bunda Fatima dengan ramah.


Semua nya pun masuk kedalam, dan duduk di ruang keluarga yang luas itu. Sengaja ayah Yusuf menjamu tamu nya di ruang keluarga, karena selain tempat nya yang lebih luas dibanding ruang tamu.. juga agar lebih terkesan hangat dan penuh kekeluargaan.


Setelah semua nya duduk dengan nyaman, opa Alvian yang di daulat untuk mengawal acara pada malam hari ini mulai membuka acara tersebut.


Dengan hangat dan santai, opa Alvian mulai membuka acara. Diawali oleh sambutan dari tuan rumah, yang diwakili oleh daddy Rehan di lanjut kan dengan sambutan dari pihak keluarga tamu yang diwakili oleh om Gunawan.. hingga kemudian berlanjut pada pengenalan masing-masing keluarga besar, yang diwakili oleh om Rudi dari pihak keluarga Dion, dan om Zulfikar dari pihak keluarga Fira, om Zulfikar adalah adik kandung ayah Yusuf yang berdomisili di Brunei Darussalam.


Acara demi acara berlangsung dengan lancar, hingga tiba di acara inti, "karena yang akan menjalani kehidupan bersama dengan kak Fira adalah bang Dion, maka kami persilahkan kepada bang Dion untuk menyampaikan secara langsung maksud dari kunjungan nya malam ini di kediaman Fira," ucap opa Alvian seraya tersenyum hangat pada Dion.


Deg,, mendengar perkataan opa Alvian, jantung Dion berdegup kencang dan tak beraturan. Dia sama sekali tak menyangka akan di tembak secara langsung untuk menyampaikan maksud dan tujuan nya malam ini, Dion pikir papa nya lah yang akan berbicara dan meminta restu dari ayah Yusuf untuk diri nya.


Dion menatap Fira, yang duduk tepat diseberang Dion. Fira pun membalas tatapan Dion, dan seakan memberi nya semangat.


"Ehm.." Dion berdeham untuk menetralkan suasana hati nya, jujur saat ini dia sangat lah grogi karena semua perhatian tertuju kepada nya.


"Neng Fira,, mungkin jarak memang memisahkan kita, namun tidak dengan hati kita. Dan aku berharap, kita akan berjuang bersama menjaga kesetiaan hingga tiba saat nya nanti kita dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang suci. Neng Fira, jadilah istriku,,, jadilah pelipur lara ku, jadilah rumah tempat aku pulang dan berkeluh kesah, jadilah rumah tempat syurga dunia keluarga kecil kita. Neng Fira,, maukah kamu menikah dan menghabiskan sisa usia bersama ku?" Dion menatap Fira dengan tatapan yang dalam, suara nya terdengar tegas dan bersungguh-sungguh.


Mendengar pernyataan cinta Dion, dan permintaan nya yang tulus untuk menjadi kan nya istri.. Fira mengangguk pasti, "Iya bang Dion, aku mau berjuang bersama menjaga kesetiaan,,, dan aku bersedia menjadi istri bang Dion," balas Fira dengan penuh keyakinan.


Dion tersenyum lebar, pemuda itu merasa sangat lega..


to be continue,,,