
Pembahasan tentang rencana meminang Salma untuk Kevin masih terus berlanjut, para orang tua tersebut sangat antusias untuk ikut berkontribusi demi lancar nya acara nanti malam.
Seperti biasa, Fatima selalu menjadi yang pertama, yang dengan senang hati akan menghandle semua urusan mengenai apa saja yang akan dibawa sebagai hadiah untuk Salma.
Dan Nina, sebagai istri dari papi kandung Kevin pun tak mau tinggal diam... desainer cantik itu pun ingin ikut terlibat, demi sukses nya acara lamaran putra pertama suami nya nanti malam.
"Bang, untuk semua urusan pertunangan Kevin, ijinkan aku yang menanggung semua biaya nya," pinta Vincent pada Rehan dengan memohon.
Sejenak Rehan terdiam, daddy tampan itu tak ingin gegabah dalam memutuskan hingga dapat melukai perasaan seseorang. "Maaf brother, bukan nya aku tak ingin memberimu kesempatan untuk membuktikan, bahwa kamu benar-benar sudah berubah dan ingin menjadi ayah yang bertanggung jawab untuk Kevin."
Tapi mengertilah, saat ini Kevin belum dapat menerima kenyataan yang sesungguh nya dan mengakui mu sebagai ayah kandung. Aku takut.. jika dia tahu kalau semua urusan pertunangan nya kamu yang menanggung, dia enggak akan bisa menerima nya."
"Jadi, biarlah untuk saat ini aku yang menanggung semua urusan pertunangan Kevin. Kamu fokuslah dahulu untuk mengambil hati putra mu, dan ketika hari pernikahan nya nanti.. silahkan buktikan bahwa kamu adalah ayah yang layak untuk mendapatkan pengakuan dari Kevin." Ucap Rehan panjang lebar, dan berharap Vincent dapat menerima alasan yang dia kemukakan dengan ikhlas.
Papa Sultan mengangguk-angguk, begitu pun dengan mama Sekar.
Sedangkan oma Carla, adik kandung dari papa Sultan sekaligus mama angkat dari Vincent.. yang biasa nya jarang ikut mengeluarkan pendapat nya, kali ini ikut angkat bicara. "Apa yang di sampaikan abang kamu itu benar son, jangan sampai putra mu justru akan semakin membenci mu jika kamu memaksakan kehendak." Ucap oma Carla, seraya menepuk lembut punggung putra angkat nya itu.
Nina pun mengangguk dan menyetujui pendapat Rehan dan juga oma Carla.
Akhir nya dengan sedikit kecewa, Vincent dapat menerima alasan Rehan. Dan dalam hati dia berjanji, akan terus berjuang untuk mendapatkan hati putra kandung yang telah dia sia-sia kan tatkala masih berada dalam kandungan sang mommy, Keyla.
Sementara semua orang masih asyik membahas mengenai acara nanti malam, Nabila meminta ijin pada sang suami untuk menemui putra pertama nya
"Dad, Billa temui Kevin dulu ya.. takut dia kenapa-napa,," bisik Nabila dengan nada khawatir.
Rehan mengangguk, dan tersenyum bangga menatap manik hitam sang istri yang semakin teduh dan senantiasa bisa membuat hati nya tenang, "pergilah dan temui putra kita mom.. daddy percaya, mommy selalu bisa menjadi mommy terbaik untuk nya."
Setelah mendapatkan ijin dari sang suami, Nabila pun bergegas meninggalkan ruang keluarga dan menapaki anak tangga untuk menuju ke kamar Kevin.
Sesampai nya di depan pintu kamar sang putra, seperti biasa Nabila selalu mengetuk pintu kamar anak nya itu. Tok,, tok,, tok,,
Dan langsung terdengar sahutan dari dalam, "siapa?"
"Ini mommy nak, boleh mommy masuk.." pinta Nabila sedikit berteriak, agar putra pertama nya itu mendengar suara nya.
Tak lama kemudian, pintu di buka dari dalam. "Masuk lah mom,," Kevin membuka pintu lebar, dan mempersilahkan mommy nya masuk kedalam kamar nya.
Nabila khawatir, Kevin melakukan hal-hal yang tidak di ingin kan.. namun mommy dari enam anak itu tak mau berpikir buruk, untuk itu dia menanyakan pada putra nya darimana uang sebanyak itu berasal?
Pasal nya, Rehan dan Nabila sepakat untuk tidak memberikan kartu kredit kepada anak-anak nya sebelum mereka masuk bangku perguruan tinggi. Dan mereka hanya dikasih uang jajan seminggu sekali, dan jumlah nya pun tak terlalu besar.. hanya menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
"Nak, kamu enggak melakukan hal yang tidak-tidak bukan?" Tanya Nabila dengan menatap lembut sang putra.
"Tidak mom, mommy jangan khawatir.. itu uang tabungan Kevin," balas Kevin seraya tersenyum, dan kembali duduk di tempat nya semula untuk melanjutkan aktifitas nya menghitung uang hasil tabungan nya selama ini.
"Mommy mau bantuin Kevin? Duduk lah disini mom,," pinta nya menepuk tempat di sebelah nya di sisi ranjang, dan dia pun bergeser ke tengah.
Nabila menurut dan ikut duduk di samping sang putra, namun mommy dari dua pasang anak kembar itu masih belum percaya dengan apa yang di lihat nya. "Tabungan? Sejak kapan kamu punya tabungan, dan ini.. ini banyak sekali nak?" Nabila kembali bertanya untuk meyakinkan diri nya.
Kevin tersenyum dan menoleh kearah sang mommy, "Kevin mulai menabung sejak masuk SMP mom, dan Kevin menyimpan nya di dalam travel bag itu," ucap nya seraya menunjuk travel bag kecil bergambar spiderman, hadiah ulang tahun nya yang ke sepuluh pemberian dari Ilham. "Seminggu sekali, jika ada uang sisa jajan.. Kevin langsung masukin kedalam travel bag itu, seperti kata om Ilham," lanjut nya menjelaskan pada sang mommy
"Kamu nabung selama ini, memang nya abang pengin beli apa?" Kembali Nabila bertanya.
Sejenak Kevin menghentikan kegiatan nya menghitung uang, dan menatap mommy nya. "Tadi nya uang ini mau Kevin pakai untuk beli motor sports, nanti kalau Kevin sudah mulai kuliah," balas nya lirih.
Nabila menitikkan air mata haru,,, dia dan suami nya memang mengajarkan pada putra putri nya untuk hidup sederhana, Rehan dan Nabila tak mau jika anak-anak nya menjadi manja karena terbiasa dimudahkan segala fasilitas nya semenjak masih kecil.. dan kedua orang tua tersebut mendidik dengan cara memberikan pengertian kepada putra putri nya, bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu harus dengan berusaha.
"Tapi karena daddy sudah ngasih hadiah mobil untuk Kevin, jadi uang ini akan Kevin pakai untuk keperluan lain," ucap Kevin, seraya melanjutkan kegiatan nya menghitung uang.
"Untuk apa?" Tanya Nabila, sambil mulai membantu sang putra menghitung lembaran rupiah.
"Kevin mau beli cincin untuk Salma mom, cincin pertunangan kami," jawab Kevin, dengan terus menghitung uang yang masih banyak bertebaran di atas sprei.
Sontak Nabila memeluk sang putra dan tak lagi kuasa untuk menahan air mata nya, "abang enggak perlu melakukan nya, ini tugas kami nak.. biarkan kami yang membelikan nya untuk abang dan Salma," lirih Nabila terbata.
Setelah beberapa saat, Kevin melerai pelukan sang mommy, "mom,, untuk kali ini biar Kevin yang membeli nya dengan uang tabungan ini. Kevin ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk seseorang yang teristimewa di hidup Kevin selain mommy, dari hasil usaha Kevin sendiri mom. Please... boleh ya?" Pinta nya memohon, "meskipun uang itu, pemberian dari daddy dan mommy juga sebagian... dan sebagian yang lain, uang dari hasil lomba di sekolah," lanjut nya dengan menatap sang mommy.
Rehan yang entah sejak kapan berdiri di ambang pintu, menangis dalam diam sambil bersedekap. "Lihatlah putra mu Key,, dia tumbuh menjadi anak seperti yang kamu idam-idamkan dulu." Gumam nya dalam hati.
to be continue,,,