All About KEVIN

All About KEVIN
Suami Kurang Ajar



Karena,,, karena apa Salma? Katakan!" Seru Nathan dengan tidak sabar, karena Salma tak kunjung meneruskan ucapan nya.


Salma masih terdiam,,


Kevin telah menyelesaikan makan nya, dan dengan cepat menyambar minuman yang tadi dia berikan kepada istri nya. Suami tampan dari Salma itu langsung berdiri dan menarik pelan tangan sang istri agar berdiri.


Salma hanya bisa menurut, gadis cantik berhijab itu berdiri di samping sang suami dengan perasaan yang berkecamuk. "Apa Kevin marah? Apa dia cemburu dan kemudian akan membongkar pernikahan kami? Bagaimana jika kami di keluar kan dari sekolah? Please, Kevin... jangan gegabah," Salma melirik suami nya, yang terlihat sangat


tenang.


"Maaf Nathan,, Salma tidak bisa menerima laki-laki lain, karena dia adalah milikku," ucap Kevin dengan tegas.


Salma bernafas dengan lega, mendengar pengakuan Kevin. Setidak nya, mereka tidak berbohong dan tidak pula membuka tentang pernikahan nya.


Monik terkejut,, dia membulatkan mata nya, serta membuang sendok dan garpu di tangan nya dengan asal.


"Salma,, apakah yang aku dengar barusan adalah benar?!" Tanya Nathan, nampak tidak percaya. Nathan berpikir, Salma dan Kevin adalah teman dekat.. bisa jadi Kevin mengatakan hal tersebut, karena Salma yang meminta ya.


Salma mengangguk mantap, " benar Nathan, kami sudah jadian," balas Salma sama tegas nya, "kami sudah jadi suami istri," lanjut Salma dalam hati.


Nathan nampak kecewa, sedangkan Monik semakin meradang.


Bayu, Devi dan Rahman, hanya melongo mendengar pernyataan dari mulut Kevin barusan. Namun dalam hati mereka bersyukur, dan turut berbahagia dengan kabar tersebut.


Mereka bertiga tahu persis kedekatan Salma dan Kevin, mereka saling care dan tak jarang saling memberi perhatian lebih. Tapi tatkala teman-teman nya itu menjodohkan kedua nya, baik Salma maupun Kevin nampak tidak merespon.


Kevin mengambil dompet nya, dan memberikan nya kepada Bayu, "Bay, tolong lu bayarin. Ada yang harus kami bicarakan, berdua," ucap Kevin sambil berlalu, dengan menggandeng tangan istri cantik nya meninggalkan kantin.


"Bro,, kalian berhutang penjelasan kepada kami," seru Bayu.


Kevin hanya mengacungkan ibu jari nya, tanpa menoleh dan terus melanjutkan langkah nya berjalan beriringan bersama sang istri, menuju taman di halaman belakang sekolah.


Sepeninggal Kevin dan Salma, nampak Nathan menggebrak meja dengan sangat keras, "gue enggak bisa terima ini! Gue,, Jonathan.. pasti mendapatkan yang gue inginkan! Termasuk kamu, Salma!" Teriak nya dengan mata melotot tajam, menatap punggung Kevin yang semakin menjauh.


Sedangkan Monik, membanting kotak berisi jam tangan mahal hadiah dari nya untuk Kevin. Kemarahan pun nampak sangat jelas terlihat dari wajah nya, "kita bisa bekerja sama Nathan!" Ucap Monica pelan, tapi penuh dengan dendam.


Bayu dan kedua teman dekat nya itu, hanya bisa menarik nafas dalam,, "cinta buta, telah mengalahkan akal sehat dan mematikan hati nurani mereka berdua," bisik Bayu pada Devi dan Rahman.


Kedua nya mengangguk setuju,, mereka segera beranjak meninggalkan Jonathan dan Monica yang masih dikuasai amarah.


Sedangkan Kevin mengajak Salma duduk di bangku panjang yang berada di bawah pohon rindang, untuk sesaat kedua nya saling diam.


"Kevin,," Ucap Salma, menoleh kearah sang suami.


"Hmm,," balas Kevin dengan gumaman, seraya memainkan cincin yang melingkar di jari manis istri nya itu.


Salma tidak melanjutkan bicara nya, dia merasa gamang,,


Kevin menggenggam erat jemari tangan sang istri, dan menatap Salma dengan tatapan hangat,, "kita pasti bisa melalui semua ini Salma, asalkan kita saling percaya dan saling mengerti.. seperti yang tadi pagi kamu katakan. Kamu masih mengingat nya kan, baby?"


Salma mengangguk,,


"Jangan khawatir kan apapun Salma, hanya kamu satu-satu nya gadis yang ada di hatiku," lirih Kevin, seraya menuntun tangan Salma dan menempelkan di dada nya.


"Begitupun dengan diri mu Kevin,, kamu satu-satu nya laki-laki yang berhasil merebut hatiku, dan menduduki singgasana mu di sini." Balas Salma menunjuk dada nya sendiri.


Kevin tersenyum, "apa aku boleh menyentuh singgasana ku, Salma?" Tanya Kevin dengan tersenyum seringai, dan segera menempelkan tangan nya di dada Salma tanpa menunggu persetujuan.


"Hai Kevin, jangan kurang ajar," Seru Salma tertahan, saat Kevin sengaja meremas dada Salma.


"Sstt,,, jangan kenceng-kenceng," bisik Kevin, "lagi pula, aku ini suami mu Salma? Kenapa kamu bilang aku kurang ajar?" Kevin mengernyit.


"Karena kamu melakukan nya di sekolah Kevin, dan di tempat terbuka!" Protes Salma.


"Berarti kalau di kamar, boleh dong?" Kevin mengedipkan mata nya, menggoda Salma.


"Sejak menikah dengan mu, dan merasakan manis nya bibir mu baby," bisik Kevin di telinga sang istri, seraya mengusap lembut bibir Salma dengan ibu jari nya.


"Kevin! Ini di sekolah!" Kembali Salma protes, dan langsung berdiri. "Ayo, kita masuk kelas," ajak Salma pada suami kurang ajar nya itu.


*****


"Bay, Dev, Man, sorry.. siang ini kami enggak bisa gabung di base camp, ada sedikit masalah yang harus kami luruskan," pamit Kevin pada Bayu dan dua teman nya yang lain, sambil berjalan menuju parkiran.


"Oke bro,, selesaikan urusan kalian, dan cepat lah cerita kan kepada kami bagaimana awal mula nya," balas Bayu tersenyum, seraya melambaikan tangan nya, hendak menuju ke mobil Rahman.


Kini, Kevin dan Salma sudah berada di dalam mobil sport milik Kevin, "kita ke kantor daddy dulu ya?" Pinta Kevin sambil menoleh kearah istri nya, dan bersiap untuk membawa kuda besi nya melaju di jalanan ibukota


Salma mengernyit,, "ke kantor daddy Rey, mau ngapain?" Tanya Salma, sesaat setelah mobil yang di kendarai Kevin melaju di jalan raya.


"Ada yang harus kita luruskan tentang Monik," balas Kevin.


Salma terdiam, dia hanya menurut dengan keinginan suami nya.


Di sepanjang perjalanan, kedua nya asyik membicarakan pelajaran di sekolah. Sesekali terdengar tawa mereka berdua, yang entah mentertawakan apa? Tapi tawa itu terdengar lepas dan tanpa beban.


Setelah menempuh jarak yang cukup panjang, kedua nya di tiba di kantor RPA Group. Dengan segera, Kevin memarkir mobil nya di tempat parkir khusus.


Satpam yang belum mengenali mobil Kevin nampak berlari kecil mendekat dan hendak menegur sang pengemudi, namun saat Kevin keluar dari dalam mobil nya,, Satpam tersebut menghentikan langkah nya. "Maaf, ternyata tuan muda Kevin, saya pikir tadi siapa?" Ucap Satpam tersebut, sambil menunduk hormat.


"Iya pak, maaf jika membuat bapak panik," balas Kevin merasa tak enak hati, sebab telah membuat Satpam tadi berlarian menghampiri nya.


Salma yang juga sudah turun dari sisi yang lain, menghampiri suami nya.


"Mari pak, saya mau menemui daddy," pamit Kevin dengan sopan.


"Silahkan tuan muda," kembali satpam itu membungkuk hormat, kepada putra pemilik RPA Group.


Kevin segera menggandeng tangan sang istri dengan mesra memasuki lobi RPA Group, dan menyapa petugas resepsionis dengan ramah.


Sepanjang jalan Salma terus mengulas senyum ramah nya, sama seperti sang suami.. dan menyapa beberapa karyawan yang mereka temui.


"Pacar nya tuan muda kali ya? Mesra banget.. seperti tuan Rehan dan nyonya bos.." bisik seorang karyawan pada teman nya.


"Iya,, cewek nya juga cantik dan anggun," timpal teman nya yang lain.


Kevin yang masih bisa mendengar bisik-bisik itu tersenyum, "istri ku memang paling cantik," bisik nya di telinga Salma.


"Gombal kamu..." ucap Salma seraya mencubit pelan perut sang suami.


"Dih,, udah berani mancing ya, nyubit nya pilih-pilih," Kevin membalas dengan mencubit gemas pipi sang istri dan segera mengajak istri nya masuk kedalam lift yang telah terbuka, lift khusus CEO.


Tak berapa lama, lift yang membawa kedua nya sampai di lantai teratas gedung tersebut. Kevin dan Salma segera keluar dari lift, dan dengan menuntun Salma Kevin berjalan menuju ruangan daddy nya.


"Assalamu'alaikum aunty Evi,, apa daddy ku ada di dalam?" Tanya Kevin pada Evita, sekretaris Rehan yang kini berhijab.


Sejak kejadian di hunian Antonio kala itu, Evita menjalin persahabatan dengan Nabila dan juga yang lain nya. Dia pun kemudian memutuskan untuk berhijab, dan mengubah cara pandang nya terhadap kehidupan.


"Wa'alaikumsalam,, eh, ada tuan muda Kevin." Sapa Evita lembut, sambil menghentikan sejenak pekerjaan nya. "Tuan Rehan sedang ada banyak tamu di dalam," lanjut Evita berbisik.


"Siapa aunty? Apakah relasi bisnis daddy?" Tanya Kevin mengerutkan kening.


"Sahabat-sahabat tuan Rehan seperti biasa, tapi ada satu yang aunty enggak begitu paham.. kalau tidak salah, nama nya tuan Robinson," balas Evita menjelaskan.


"Mr. Robinson? Bukan kah itu daddy nya Monik?!" Kevin dan Salma saling pandang,,


to be continue,,,