All About KEVIN

All About KEVIN
Menunggu Sampai Tahun Depan



Hari-hari terus berjalan seperti biasa nya, Kevin, Salma dan teman-teman nya yang lain kembali beraktifitas menjalankan bisnis e-commers yang sudah mereka geluti selama satu tahun lebih.


Untuk sementara, mereka masih bekerja dari base camp lama yang menjadi satu dengan cafe. Karena kantor yang sudah di rencanakan Kevin, kini baru tahap pembangunan.


Ya, Kevin akhir nya minta bantuan om Ilham untuk mencarikan lokasi strategis yang akan dijadikan sebagai kantor nanti nya. Dan om Ilham pula lah yang menangani pembangunan kantor milik Kevin, yang rencana nya terdiri dari lima lantai.


Kantor tersebut di desain sendiri oleh Kevin dan Salma atas bantuan om Ilham, yang memang jago menggambar. Kevin dan Salma ingin, agar kantor tersebut nyaman untuk para pekerja.. agar nanti nya para pekerja betah, karena merasa berada di rumah sendiri.


Kevin, Salma, Devi, Bayu dan Dion masih sibuk bekerja, tanpa ada nya Dion. Sebab sepupu Devi itu sudah tiga hari ini, tengah sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara pertunangan nya dengan Fira yang akan dilangsungkan dua hari ke depan.


"Kopi nya tuan muda," ucap waiter cafe, anak buah barista Dika yang membawa baki dengan empat gelas kopi beraneka ragam di atas nya serta satu gelas besar jus buah. Kopi tersebut sengaja di pesan oleh Kevin untuk diri nya dan ketiga teman dekat nya, sedangkan untuk Salma, Kevin memesankan jus buah.


Sedang Edo dan tim nya tidak di pesan kan, karena Kevin lihat kopi di meja mereka baru berkurang sedikit.


"Makasih bang," balas Kevin seraya tersenyum tipis.


Waiter tersebut kemudian meletakkan kopi-kopi tersebut di depan meja Kevin, Bayu, Devi dan Rahman sesuai dengan kegemaran mereka masing-masing, dan meletakkan jus buah di meja kerja Salma. "Ini jus buah spesial untuk bumil," ucap sang waiter yang sudah mendengar kabar gembira tersebut, seraya tersenyum hangat.


"Makasih bang," balas Salma seraya tersenyum ramah, dan kemudian Salma melirik Kevin. Salma khawatir kalau-kalau suami nya marah, karena dia tersenyum pada laki-laki lain.


Dan benar saja, Kevin nampak cemberut. Suami Salma itu mulai posesif, dan dia tidak suka jika istri nya menebar senyum nya pada pemuda lain.


Setelah waiter itu kembali turun, dan teman-teman nya yang lain masih fokus dengan pekerjaan nya.. Begitupun dengan Edo dan tim IT nya di sudut yang lain, Salma menggeser kursi nya perlahan mendekati sang suami sambil membawa jus buah milik nya. "Mas, mau jus buah enggak?" Tawar Salma, dengan berbisik pada sang suami.


Kevin melirik sekilas, dan kemudian menggeleng. "Aku udah pesan kopi," balas Kevin datar, seperti nya dia benar-benat marah karena Salma memberikan senyum nya pada laki-laki lain.


Sejenak Salma nampak berpikir, "mas,," panggil Salma lembut, dia tahu suami nya saat ini lagi mode ngambek.


Kembali Kevin melirik sang istri, "ada apa?" Tanya Kevin, tanpa menghentikan aktifitas nya yang tengah berselancar.


Sadar bahwa diri nya diabaikan, Salma meminum jus buah nya tanpa menggunakan sedotan hingga bibir indah nya belepotan dengan warna jus naga yang berwarna merah. Salma kemudian mengarahkan wajah sang suami agar melihat nya, "yakin, mas enggak mau nyobain jus buah nya," goda Salma, seraya menjilati bibir nya sendiri untuk membersihkan nya dari sisa minum jus naga tadi.


Melihat tingkah sang istri, Kevin menelan saliva nya dan menatap sang istri penuh damba. "Kamu menggodaku baby," lirih Kevin, dan secepat kilat menyambar bibir istri nya dan menyesap nya kuat. Kevin seakan hendak mengambil jus yang telah masuk kedalam mulut Salma, dan Salma menerima perlakuan suami nya dengan senang hati.


Kevin segera menghentikan aksi nya, karena menyadari posisi mereka saat ini. "kita lanjutkan nanti malam baby," bisik Kevin seraya tersenyum seringai.


"Dengan senang hati paduka tuan raja," balas Salma seraya mengerling nakal, "tapi udahan kan marah nya?" Tanya Salma memastikan.


Kevin mengangguk, "tapi jangan di ulang lagi ya, aku enggak suka baby," balas Kevin pelan.


Salma nampak ingin mengatakan sesuatu, tapi ucap salam seseorang yang baru saja datang mengurungkan niat Salma.


"Assalamu'alaikum," Dion datang seraya menenteng banyak makanan dalam paper bag, dan langsung duduk lesehan di tempat biasa mereka berdiskusi.


"Wa'alaikumsalam,," balas semua nya kompak, dan semua perhatian tertuju pada Dion.


"Istirahat dulu, makan dulu kita," tawar Dion seraya mulai membuka paper bag yang dibawa nya satu per satu.


Devi segera mendekat, dan membantu abang sepupu nya itu membuka makanan yang dibawa Dion. "Sudah beres semua emang nya bang?" Tanya Devi pada Dion.


"Alhamdulillah,, sudah semua," balas Dion dengan senyum nya yang mengembang.


"Wah, acara syukuran apa nih bro.. banyak banget bawa makanan nya?" Selidik Bayu, yang ikut bergabung dan langsung mencomot sepotong pizza yang baru dibuka Devi.


"Kan disini warga nya banyak Bay, jadi gue kudu beli banyak biar semua kebagian." Balas Dion santai, "kalau perlu gue beli nya triple, karena lu kalau makan suka enggak kira-kira Bay.. jatah teman suka lu embat juga," lanjut Dion.


Bayu hanya tersenyum menanggapi ledekan kedua teman nya, dan terus melanjutkan mengunyah pizza.


"Bumil,, ada rujak buah nya juga nih," seru Devi antusias memanggil Salma, ketika membuka paper bag lain nya dan mendapati ada rujak buah di sana.


"Wah, yang benar?" Salma segera beranjak yang diikuti oleh Kevin, kedua nya kemudian ikut duduk lesehan bersama yang lain.


Devi segera memberikan rujak buah kepada Salma, yang disambut dengan gembira oleh bumil tersebut.


"Makasih bang Dion," ucap Salma, yang memanggil Dion seperti Devi memanggil abang sepupu nya itu.


Dion hanya tersenyum.


"Bang Edo, bang Dana, bang Tommy,,, gabung sini," seru Bayu, memanggil Edo dan tim nya.


Edo mengacungkan ibu jari nya, tapi tatapan nya tetap fokus pada layar komputer di depan nya.


"Bang Edo dan tim nya lagi sibuk Bay, ada sedikit kendala di sistem input data," lirih Kevin, "biar makanan nya gue bawa ke meja mereka," Kevin kemudian mengambilkan beberapa makanan untuk Edo dan kedua rekan nya.


Sesaat kemudian, Kevin telah kembali dan duduk di samping Salma. "Lu dan keluarga, rencana berangkat ke Singapura kapan bro?" Tanya Kevin menatap Dion.


"Besok, om Rudi ingin kami menginap di rumah nya terlebih dahulu. Lagian masih ada yang hendak di beli mama untuk Fira, tadi udah nyari disini sih.. tapi kata mama masih ada yang kurang," balas Dion.


Kevin mengangguk.


"Kalian ikut juga kan?" Tanya Dion, menatap Rahman dan Bayu bergantian.


"Ya ikut lah bang Dion,, gue kan bagian dari keluarga lu?" Balas Bayu, "gimana sih, punya adik yang ganteng kok enggak di akuin?!" Gerutu Bayu.


Devi hanya tersenyum mendengar tunangan nya menggerutu enggak jelas seperti itu.


"Kalau Rahman, pasti juga diajak dong sama neng Icha nya.. ya kan bro?" Goda Dion, menatap Rahman.


Rahman hanya tersenyum, seraya mengangkat kedua bahu nya.


Kevin pura-pura tidak mendengar obrolan tersebut, padahal dia sudah membicarakan pada daddy nya untuk mengajak Rahman turut serta ke acara pertunangan Fira. Dan sang daddy dan juga mommy Billa, telah menyetujui nya.


Kini tatapan Kevin tertuju pada sang istri, "pedes enggak? " Lirih Kevin yang nampak khawatir, melihat sang istri begitu lahap memakan rujak buah yang dibelikan Dion.


Salma menggeleng, "enggak kok mas, cobain deh," Salma kemudian menyuapkan sepotong irisan buah yang sudah di kasih sambal rujak itu ke mulut sang suami.


"Enggak pedes kan?" Tanya Salma, setelah Kevin mengunyah potongan buah tersebut.


Kevin mengangguk, "mau lagi?" Kembali Salma menyuapi suami nya, dan dengan senang hati Kevin menerima nya.


"Malah pacaran disini,, bikin iri aja, kalian ini! Udah tahu kita berempat masih jomblo!" Gerutu Bayu, masih sambil mengunyah makanan dan kali ini dia memakan mini burger.


"Maka nya cepetan di halalin," balas Kevin santai.


"Mau nya sih begitu bro,, tapi apa daya, harus rela menunggu sampai tahun depan," balas Bayu dengan tak bersemangat, dia dan Devi memang harus rela menunda keinginan untuk segera menikah. Pasal nya keluarga Devi sudah memutuskan, bahwa tidak boleh ada dua pernikahan di tahun yang sama.


to be continue,,,