
"Duh papa,, bikin malu Dion aja deh," gerutu Dion dalam hati, "udah dibilangin juga, jangan ngomongin tentang perasaan Dion.. eh, malah sengaja ngebuka rahasia," lanjut nya tak mengerti, Dion menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Apakah ini artinya, tuan Hadi tengah melamar keponakan saya untuk Dion?" Daddy Rehan menatap tuan Hadi seraya tersenyum lebar.
"Bisa diartikan seperti itu tuan Rehan," balas tuan Hadi, "tentu nya jika tuan Yusuf berkenan dengan kehadiran putra saya, untuk menjadi pendamping putri nya yang cantik jelita," lanjut papa nya Dion, memuji kecantikan Fira. Tuan Hadi nampak menatap ayah Yusuf, dengan sedikit ragu.
Tuan Hadi tahu, bahwa ayah Yusuf adalah pengusaha yang sudah go internasional. Bukan hanya kekayaan nya, namun kredibilitas nya dalam dunia bisnis telah diakui oleh dunia. Wajah nya sering wara-wiri di salah satu majalah bisnis, dan nama nya juga sangat diperhitungkan.
Kembali ayah Yusuf tersenyum lebar, mendengar jawaban tuan Hadi. "Bang Hadi, pada prinsip nya.. saya suka sama kepribadian Dion," ucap ayah Yusuf, yang memanggil papa nya Dion dengan sebutan bang.. sebagaimana om Rudi memanggil papa nya Dion itu.
"Tapi, untuk urusan hati.. saya serahkan semua nya pada putri saya," lanjut ayah Yusuf seraya tersenyum lembut pada sang putri, "dan jika Dion peka, pastilah dia sudah tahu jawaban putri saya," ayah Yusuf menatap Dion, dengan senyum nya yang semakin mengembang.
Fira mengangguk dan membenarkan ucapan sang ayah, karena memang seperti itu lah kenyataan nya. Dia memang tidak pernah secara langsung mengutarakan perasaan nya dan menjawab pernyataan cinta Dion, tapi Fira menjawab nya melalui sikap yang selalu dia tunjukkan pada pemuda yang telah berhasil mencuri hati nya itu.
Melihat sikap Fira, Dion tersenyum lega. Dia semakin yakin, bahwa Fira telah membalas cinta nya, "makasih neng Fira sayang,,," lirih Dion nyaris tak terdengar, seraya menatap Fira dengan tatapan hangat dan penuh cinta.
Mendengar Dion memanggil nya sayang, hati Fira semakin berbunga-bunga. Hingga wajah Fira yang putih bersih itu nampak memerah, seperti buah tomat. "Apaan sih, manggil kayak gitu?" Fira pura-pura protes, padahal sejujur nya dia sangat menyukai nya.
"Ehm.. bisik-bisik nya lanjut besok saja ya?" Pinta daddy Rehan yang menyudahi obrolan bisik-bisik Dion dan Fira, daddy Rehan menatap Dion dan keponakan nya bergantian seraya tersenyum hangat.
Fira dan Dion menjadi salah tingkah..
"Sudah malam, sebaik nya kalian semua istirahat." Titah daddy Rehan, pada Dion, Fira, Kevin, Salma dan semua teman-teman nya.
"Baik dad," jawab mereka serempak, dan kemudian segera beranjak dari tempat duduk nya masing-masing.
"Pa, Dion masih mau menginap disini.. boleh kan?" Pamit Dion, mendekati sang papa.
"Tentu saja boleh Dion, karena papa dan juga om kamu akan menginap disini pula," balas ayah Yusuf, mewakili papa nya Dion sekaligus mewakili tuan rumah.
Tuan Hadi dan adik nya hanya bisa pasrah, mendengar permintaan dadakan dari ayah Yusuf tersebut. "Hem,, baiklah, kami ikut saja apa kata kamu bro," balas om Rudi, yang di setujui oleh abang nya.
"Oke pa, kalau begitu Dion permisi dulu mau istirahat bersama teman-teman yang lain," Dion pun segera berlalu dan berjalan dengan cepat meninggalkan area resepsi pernikahan Kevin dan Salma, untuk mengejar teman-teman nya.
"Mr.Robinson, sebaik nya anda juga menginap lah disini. Besok, anda bisa melanjutkan obrolan kembali dan mematangkan rencana untuk masa depan putri anda dan calon suami nya," pinta daddy Rehan dengan tatapan hangat.
Mr. Robinson mengangguk, "baiklah tuan Rehan, terimakasih banyak atas semua nya. Dan sekali lagi, saya mohon maaf atas perilaku putri saya pada putra anda," ucap Mr. Robinson dengan tulus.
Daddy Rehan mengangguk, "tidak masalah, Mr.."
"Alex, di villa lu masih ada paviliun yang kosong kan?" Tanya daddy Rehan, memastikan pada om Alex.
"Benar, masih ada lima. Karena yang terisi baru dua, yang ditempati oleh mas Angga dan mas Aditya," balas om Alex.
"Oke, kalau begitu.. silahkan beristirahat, karena saya juga sudah lelah dan butuh untuk istirahat," usir daddy Rehan dengan halus, karena daddy tampan itu memang sudah kelelahan. Di samping itu, daddy Rehan juga sudah kangen sama sang istri tercinta dan beliau juga ,membutuhkan multi vitamin wajib dari sang istri sebelum tidur.
Dan akhir nya, semua nya pun membubarkan diri serta kembali ke kamar masing-masing.
Om Alex nampak menuntun Mr. Robinson, beserta putri nya dan juga Jonathan, menuju unit-unit kecil di halaman samping villa milik nya.
Ayah Yusuf ikut mengantarkan sahabat nya, om Rudi, dan juga tuan Hadi ke tempat mereka menginap malam ini.
*****
"Baby, jangan tidur dulu ya.. bentar aku buatkan susu hamil untuk mu," ucap Kevin lembut, seraya melabuhkan ciuman di bibir sang istri. Kevin mencoba menyesap nya seperti biasa, namun reflek Salma menolak dan melepaskan diri menjauhkan kepala nya dari sang suami.
"Kenapa baby?" Tanya Kevin yang merasa sedikit kecewa atas penolakan sang istri, yang tidak seperti biasa nya.
"Maaf mas, perutku tiba-tiba mual,,, dan aku juga sangat mengantuk," balas Salma merasa tak enak hati, tapi memang begitulah kenyataan nya.
"Oke, aku buatkan susu dulu ya,,, jangan tidur dulu," Kevin kemudian segera berlalu meninggalkan Salma seorang diri di kamar, menuju dapur untuk membuatkan susu sang istri. Susu yang telah disiapkan oleh mommy Billa, sedari kemarin.
Semenjak mengetahui sang menantu positif hamil.. mommy Billa langsung membelikan menantu nya susu khusus untuk ibu hamil dengan rasa coklat, seperti permintaan Salma. Mommy Billa langsung membeli dalam jumlah banyak, sesuai titah daddy Rehan.
Setelah sang suami keluar dari kamar, Salma kemudian duduk di sofa menunggu sang suami sambil memejamkan mata.
Tak berapa lama, Kevin datang dengan segelas susu coklat hangat di tangan nya. Kevin segera duduk di samping sang istri, dan kemudian memberikan gelas susu tersebut kepada istri nya. "Baby, ayo bangun,,, habisin susu nya biar bayi kita sehat," Setelah Salma membuka mata dan menerima gelas susu dari tangan nya, Kevin kemudian mengelus lembut perut sang istri yang masih sangat rata.
Salma meminum susu nya dengan perlahan tapi baru habis setengah gelas, Salma meletakkan gelas susu tersebut ke atas meja dan buru-buru menutup mulut nya. Wajah Salma memucat seperti menahan gejolak di dalam perut nya, ingin Salma memuntahkan semua isi di dalam sana.. tapi dia tak bisa mengeluarkan nya, dan hal itu membuat Salma sangat tersiksa.
Dengan telaten Kevin memijat tengkuk sang istri dan membalur nya dengan minyak telon, "Kalau bisa muntah, keluarkan aja baby.. tak masalah lantai nya menjadi kotor, yang penting perut kamu bisa lega," ucap Kevin penuh pengertian, suami siaga Salma itu nampak sangat khawatir melihat istri nya tersiksa seperti itu. Meski ini bukan kejadian yang pertama, tapi tetap saja Kevin merasa khawatir.
Beberapa saat kemudian, keadaan Salma mulai membaik. Istri cantik Kevin itu menyandarkan kepala nya di dada bidang sang suami, seraya memejamkan mata nya. "Mas, aku pengin makan yang segar-segar," pinta nya manja, dan masih dengan mata terpejam.
"Hem,, di kulkas ada buah, apa kamu mau baby?" Tawar Kevin pada istri nya yang akhir-akhir ini sangat manja, dan lebih sensitif.
Salma membuka mata nya, dia mengangguk lemah dan kemudian menyandarkan kepala nya pada sandaran sofa dan kembali memejamkan mata.
"Baiklah, tunggu sebentar," ucap Kevin seraya mencuri kecupan di bibir sang istri yang mata nya terpejam itu dan berharap sang istri tidak menolak nya lagi seperti tadi. Kevin ******* bibir istri nya sekilas, merasa tak ada penolakan Kevin semakin memperdalam ciuman nya untuk beberapa saat.. dan suami tampan Salma itu dapat merasakan bahwa istri nya membalas ciuman nya, "hem,, manis baby," bisik Kevin setelah melepaskan ciuman nya, dan segera beranjak.
Buru-buru Salma menarik tangan sang suami masih dengan mata terpejam, karena kantuk memang telah menyerang nya sedari tadi. "Mas, jangan pergi. Aku mau buah yang tadi aja, rasa strawberry," pinta Salma tanpa membuka mata nya.
Kevin mengernyit, "maksud kamu apa baby? Aku bahkan belum mengambil kan buah untuk mu?" Balas Kevin tak mengerti.
"Yang barusan mas, lembut di bibir dan rasa nya seperti strawberry," ulang Salma yang masih saja memejamkan mata.
Kevin tersenyum, dia ingat bahwa tadi saat membuat susu di dapur Kevin sempat mencomot buah strawberry dari dalam kulkas dan memakan nya. Dan mendengar perkataan sang istri, dengan senang hati Kevin buru-buru mendekatkan wajah nya kemudian kembali mencium bibir Salma dengan lembut. Dia biarkan sang istri menyesap bibir nya sebentar, dan Kevin membalas nya dengan ******* lembut bibir sang istri... sedetik kemudian Kevin melepaskan ciuman nya.
"Apa maksud kamu rasa strawberry yang seperti barusan baby?" Tanya Kevin seraya menatap netra sang istri yang telah terbuka.
Salma mengangguk, "iya mas, aku suka," balas Salma dengan tatapan penuh damba. Entahlah,, malam ini dia merasa ketagihan dengan ciuman dari sang suami, yang menurut Salma bibir suami nya lembut dan berasa seperti buah strawberry.
Kevin tersenyum seringai, "mulai malam ini, aku akan sering makan buah-buahan yang membuat kamu senang merasakan ciuman bibir ku baby," gumam Kevin dalam hati, dia merasa mendapatkan angin segar.
"Ayo baby, ke ranjang kita.. dan malam ini, kamu bebas menikmati rasa buah strawberry dari bibir ku," Kevin dengan penuh semangat membopong tubuh sang istri, dan membawa nya ke ranjang king size milik mereka berdua.
to be continue,,,
#####
Huuu,,, sedih rasa nya, pas pagi2 buka app tiba-tiba cover nya mas Kevin berubah.
Moga aja, kalian enggak kabur gara2 enggak suka sama cover nya yang terlihat tengil itu ya?? ππ
Sudah beberapa kali aku mencoba untuk mengganti nya kembali.. namun di tolakπ₯π₯