
Kevin memeluk istri nya dengan bermandikan keringat setelah dua kali mereka melakukan pelepasan, pendingin ruangan tersebut seperti sama sekali tak berfungsi. Sang istri nampak memejamkan mata nya, menikmati panas nya pelukan suami nya yang tampan rupawan dan selalu menggairahkan.
"Baby,, apa kamu tidur?" Tanya Kevin, seraya menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah sang istri.
"Tidak, ada apa? Jam berapa sekarang?" Tanya Salma, dengan mata masih terpejam.
"Tidak apa-apa baby,, hanya ingin memastikan, karena mata mu terpejam semenjak tadi. Kalau mau tidur, tidur aja.. masih ada waktu satu jam, sebelum yang lain datang," balas Kevin menjelaskan.
"Aku mau pindah kamar saja, takut nya nanti aku benar-benar ketiduran dan mereka pasti akan bertanya-tanya kalau lihat aku tidur di sini," ucap Salma seraya menggeser tubuh nya, menjauh dari pelukan sang suami.
"Jangan sekarang baby, please,, aku masih kangen." Kevin kembali merengkuh tubuh polos sang istri dan memeluk nya dengan posesif. "Harus nya, tadi aku ke apotik dulu beli pengaman yang banyak.. jadi kan kita bisa bermain sampai puas," ucap Kevin dengan nada menyesal.
"Apa yang tadi belum puas?," Tanya Salma lirih, sambil menepuk-nepuk tangan sang suami yang melingkar di perut nya.
"Cuma dua kali baby,, karena pengaman sisa kemarin hanya tinggal dua, masih kurang..." ucap Kevin merajuk, sambil menciumi tengkuk sang istri dan membuat tanda di sana.
Salma menggeliat kegelian,, "hentikan Kevin, geli tahu.. dan yang kamu lakukan ini bisa membuat ku kembali bergairah," elak Salma seraya memukul tangan sang suami.
"Itu yang aku mau baby,, membangkitkan gairah mu, hingga kamu jadi liar dan menguasai ku," balas Kevin, dengan semakin gencar memberikan sentuhan di titik-titik sensitif sang istri.
"Jangan Kevin,, pengaman nya kan habis?!" Salma mencoba mengelak dan menghentikan aksi sang suami, tapi Kevin masih tetap dengan aksi nya.
"Tanpa pengaman, aku pun bisa baby.. aku akan pakai metode kontrasepsi tertua di dunia yaitu 'azl, percayalah pada ku baby," bisik Kevin di telinga sang istri, seraya memberikan kecupan basah di sana.
Salma men-de-sah pelan, "apa kamu yakin, akan bisa melakukan nya?" Salma masih ragu, tapi gerakan tubuh nya berkata yang sebalik nya. Istri nakal Kevin itu mulai menunjukkan aksi nya, dengan meliuk-liukkan pinggul nya yang seksi tepat mengenai junior Kevin yang sudah menegang.
Kevin tersenyum puas, suami Salma itu meremas bukit kenyal kesayangan nya sambil berbisik, "woman on top, please..."
Salma semakin bersemangat,, Kevin mengangkat tubuh sang istri dan menaikkan di atas tubuh polos nya. Dan siang itu, kembali kedua nya berlomba untuk mengeluarkan suara erotis nan merdu yang memenuhi kamar khusus milik Kevin.
Hingga di pelepasan yang ketiga, Kevin hampir saja memuntahkan nya di dalam rahim sang istri. Remaja tampan, suami dari Salma itu terkulai lemas di samping istri cantik nya yang nakal. "Thanks baby,, I like it," ucap Kevin sambil menyeka keringat di kening sang istri.
Salma mengulas senyum manis, dan kemudian memejamkan mata nya. "Biarkan aku tidur lima menit aja," gumam nya.
"Hmm,, tidur lah baby," bisik Kevin seraya mencium pipi sang istri, dan perlahan suami Salma itu bangkit dari tempat tidur. Kevin berjalan menuju kamar mandi untuk mandi besar, karena dia teringat.. diri nya dan sang istri, belum melaksanakan ibadah sholat dhuhur.
*****
Tepat jam dua, Kevin dan Salma turun ke kafe dengan wajah yang segar. "Bang Dika, buatin kopi dua ya?" Pinta Kevin pada barista di kafe nya.
"Siap," balas Dika, seraya melempar senyum kearah Kevin dan Salma yang duduk berhadapan di meja yang berada di sudut ruangan menuju lantai atas.
Hanya hitungan menit, kopi yang di minta Kevin sudah siap, Dika sendiri yang mengantarkan ke meja Kevin dan Salma. "Coffee with creamer untuk adik kesayangan dan coffee latte with art untuk adik ipar," ucap Dika seraya tersenyum, dan meletakkan kopi kegemaran Kevin dan Salma di hadapan mereka masing-masing.
Kevin mengernyit, "adik ipar?"
"Ya, Kevin adik nya bang Dika, Salma.. pacar Kevin kan? Itu artinya, Salma adik ipar nya abang," balas Dika seraya terkekeh.
Kevin geleng-geleng kepala, "ada-ada aja bang Dika," ucap Kevin seraya tersenyum.
"Bang Dika, kopi," suara karyawan yang membantu Dika memanggil.
"Oke," balas Dika seraya mengacungkan ibu jari nya.
"Gue ke sana dulu ya," pamit Dika pada Kevin dan Salma, kemudian segera berlalu meninggalkan pasangan suami istri yang hot itu.
Baru beberapa langkah Dika pergi, tiga orang laki-laki datang menghampiri meja mereka berdua. "Kevin, Salma, sudah ngopi aja.. kalian pulang lebih awal ya?" Tanya salah seorang dari mereka bertiga.
"Iya bang Edo, tadi di sekolah ada sedikit accident.. jadi kami ijin pulang di jam istirahat kedua," balas Kevin, menatap Edo. "Ngopi dulu deh bang, sebelum kerja," ajak Kevin pada ketiga laki-laki itu.
"Nanti aja Vin, pas istirahat sholat. Kami naik dulu ya,," tolak salah seorang dari mereka dengan halus, dan mereka bertiga bergegas naik ke lantai dua untuk mulai bekerja.
Edo dan kedua teman nya adalah sarjana lulusan terbaik di kampus tempat mereka kuliah, yang baru-baru ini di rekrut Kevin untuk membantu menjalankan bisnis e-commers milik nya. Karena Kevin dan teman-teman terbaik nya sebentar lagi akan ujian, sehingga mereka untuk sementara waktu harus fokus dengan sekolah nya.
"Kenapa lu jadi ikutan ijin sih?!" Protes Bayu, yang baru saja pulang sekolah bersama Devi dan Rahman. Mereka bertiga langsung duduk, bergabung dengan Kevin dan Salma.
Kevin hanya tersenyum dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, sedangkan Salma menyeruput kopi nya untuk menghilangkan kegugupan nya.
"Ada tugas enggak?" Tanya Kevin, mengalihkan pembicaraan.
Rahman menggeleng, "enggak ada," balas Rahman singkat.
"Bro,, lu belum jawab pertanyaan gue yang tadi?" Bayu masih menagih jawaban Kevin.
"Yaelah Bay,, kami kan baru jadian, dan kami juga pengin bisa berduaan kayak anak-anak lain yang pacaran." Jawab Kevin terkesan asal, padahal itulah kenyataan nya. Dia ingin selalu berduaan, dengan kekasih halal nya.
"Jangan keseringan berduaan, apalagi di tempat sepi.. setan akan selalu menjadi provokator ulung, jika ada yang berdua-duaan di tempat sunyi," ucap Bayu berceramah.
"Huu,, gaya lu, kayak enggak pernah melakukan nya aja. Kemarin gue lihat kalian berdua, di dalam mobil lama banget enggak turun turun,,, ngapain aja di dalam Bay?" Olok Rahman kepada Bayu dan Devi.
"Kan hujan lebat Man, dan di mobil gak ada payung... ya terpaksa, kita harus menunggu sampai hujan nya reda kan?" Balas Devi, membela sang pacar.
Rahman mencebik, dan menyeruput kopi milik Kevin yang masih utuh.
"Kopi gue, belum gue minum.. main serobot aja lu Man," protes Kevin.
Bayu pun ikut menyambar kopi milik Kevin, dan menghabiskan kopi yang sudah hangat itu.
"Sialan, malah di habisin!" Gerutu Kevin dengan kesal, kepada kedua teman terbaik nya itu.
Bayu dan Rahman hanya terkekeh, menanggapi protes dari Kevin.
Kevin pun kemudian menyambar kopi milik sang istri dan meminum nya sedikit demi sedikit.. menikmati cara meminum kopi ala Salma, hingga tandas tak bersisa.
to be continue,,,