
Hari ini, ujian akhir sekolah di mulai. Kevin dan Salma datang lebih awal dari biasa nya, untuk mengikuti pengarahan dari kepala sekolah.
Bapak kepala sekolah memberikan banyak wejangan untuk anak didik nya itu, dan diakhiri dengan do'a bersama.. agar dalam pelaksanaan ujian hari ini dan tiga hari ke depan, semua nya diberikan kelancaran dan kemudahan dalam mengerjakan setiap soal yang diberikan.
Usai pengarahan, semua siswa membubarkan diri menuju ruang ujian masing-masing. Waktu hanya tersisa lima menit, sebelum bel masuk berbunyi.
Kevin dan Salma terpisah ruang,,, setelah mengantar kan istri nya ke ruangan Salma di lantai satu, Kevin langsung naik menuju lantai dua. Ruangan Kevin berada di lantai dua, tepat nya di ruang yang sama dengan kelas nya dan dia satu ruangan dengan Rahman.
Tepat pukul tujuh lebih tiga puluh menit, bel tanda masuk berbunyi. Semua nya telah duduk di kursi masing-masing dengan tenang, saat dua orang guru masuk ke dalam ruang kelas.
Setelah mengucap salam, salah seorang dari guru tersebut membacakan peraturan yang harus dipatuhi selama ujian berlangsung.. dan satu guru yang lain, mulai membagikan soal ujian.
Semua nya telah mendapatkan soal ujian di atas meja masing-masing, dan ketika bel tanda di mulai nya mengerjakan soal berbunyi.. serentak para siswa, langsung membuka soal yang telah di bagikan.
Kevin mulai membuka lima lembar soal di hari pertama ujian akhir ini, wajah nya nampak tenang. Dan dengan sangat teliti, putra pertama pasangan daddy Rehan dan mommy Nabila itu membaca soal ujian satu persatu dan menuliskan jawaban nya dengan lancar.
Lembar demi lembar berhasil dia kerjakan dengan baik, hingga lembar terakhir semua berhasil dia kerjakan tanpa ada kesulitan yang berarti.
Setelah memastikan semua nya selesai, dan Kevin juga telah mengecek jawaban nya kembali.. di enam puluh menit pertama, Kevin meletakkan soal dan jawaban nya dengan posisi tengkurap di meja nya. Remaja tampan itu mengangkat tangan nya, dan meminta ijin pada guru pengawas bahwa diri nya telah selesai mengerjakan dan hendak keluar ruangan.
"Yakin, kamu sudah selesai?" Tanya guru pengawas tersebut mendekat, dan kemudian melihat jawaban siswa nya itu.
"Sudah bu," jawab Kevin dengan mengangguk pasti.
"Baiklah, kamu boleh keluar," ucap guru tersebut.
"Terimakasih bu," balas Kevin sopan, dan segera beranjak dari tempat duduk nya. Kevin berjalan sedikit tergesa keluar dari ruang kelas nya, tiba-tiba saja perasaan nya tidak enak dan pikiran nya tertuju pada Salma.
Kevin berlari kecil menuruni anak tangga, tujuan nya saat ini adalah ruangan tempat Salma ujian. Dia tadi sempat lihat, bahwa Salma ternyata satu ruang bersama Jonathan. Dan entah mengapa, saat ini suami Salma itu merasa ada sesuatu yang terjadi pada istri nya.
Kevin terus berlari menyusuri koridor kelas, dan tak berapa lama.. sampailah dia di depan ruang ujian Salma. Dari kaca jendela yang cukup tinggi, Kevin dapat melihat kondisi di dalam ruang kelas tersebut.
Pandangan mata Kevin langsung tertuju pada istri nya yang nampak duduk dengan tidak tenang, sesekali tangan Salma menggaruk bagian tubuh nya. "Kenapa dengan Salma? Tadi dia baik-baik saja, tapi sekarang.. dia seperti menahan sesuatu?" Tanya Kevin dalam hati, sambil terus mengamati sang istri yang wajah nya nampak gelisah.
Kevin mengedarkan pandangan nya, dan mendapati Jonathan yang tengah menatap Salma dengan senyum seringai. "Sialan, Salma pasti dikerjain! Tapi,, apa yang sudah dia lakukan pada istri ku?" Gumam Kevin sambil mengepalkan tangan nya.
"CCTV,, iya, aku harus cek CCTV sekarang," dan tanpa membuang waktu, remaja suami dari Salma itu langsung berlari menuju ruang operator.
Dengan nafas terengah-engah, Kevin masuk ke dalam ruangan khusus tersebut dan meminta pada penjaga nya untuk mengecek rekaman CCTV di ruang tempat Salma ujian.
"Ada apa mas Kevin?" Tanya operator itu yang memang cukup mengenal baik Kevin, sebagai siswa yang berprestasi dan ramah pada semua orang.
"Kita lihat dulu saja pak, seperti nya ada yang mencurigakan.. tapi saya belum tahu pasti," balas Kevin sambil mengatur nafa, dan netra nya memperhatikan layar monitor yang menampilkan gambar di ruangan sesuai yang dia minta.
"Bisa tolong di putar dari sebelum ujian di mulai pak," pinta Kevin nampak tidak sabar.
"Ya mas, sebentar," balas operator tersebut, sambil menggeser mouse untuk menampilkan gambar dua jam sebelum nya.
Kevin dan operator tersebut menyaksikan dengan seksama kegiatan di kelas tersebut, sunyi dan tidak ada yang mencurigakan. Operator mempercepat pemutaran nya, dan di lima belas menit sebelum kepala sekolah memberikan pengarahan.. di layar monitor menampilkan gambar seorang gadis berseragam, berjalan kearah meja Salma dan menaburkan serbuk ke meja dan kursi Salma.
"Siapa dia? Bubuk apa itu?" Seru Kevin, "pak tolong di zoom," pinta Kevin yang penasaran dengan wajah gadis berseragam itu.
"Dia memakai masker mas, apa mas Kevin bisa mengenali nya?" Tanya operator tersebut.
"Di zoom dulu aja pak, kalau dari postur tubuh nya seperti nya tidak asing," balas Kevin.
Setelah gambar di zoom, Kevin membulatkan pandangan nya,, "Monik?!" Seru nya terkejut, "itu Monik pak, teman sekelas saya? Bubuk apa yang dia taburkan tadi?" Kevin bertanya entah pada siapa.
"Pak, putar kondisi sekarang?" Pinta nya panik, "di zoom di meja yang tadi," lanjut nya mulai khawatir.
Operator tersebut mengangguk, dan menggeser mouse untuk menampilkan gambar terkini di ruang tempat ujian Salma. "Stop pak, berhenti sebentar.." Kevin mengamati wajah Salma yang nampak sudah kemerahan, dan terdapat bintik-bintik kecil hampir memenuhi wajah nya.
"Pak, tolong rekaman ini kirim ke nomor ponsel saya." Kevin kemudian menuliskan nomor ponsel nya dan memberikan nya pada operator.
Setelah mendapatkan yang dia minta, Kevin segera beranjak. "Pak terimakasih untuk bantuan nya, tapi saya mau minta tolong sekali lagi. Bapak cek lagi di jam yang sama, keadaan di luar kelas.. apakah Monik bekerjasama dengan orang lain, ataukah sendiri? Tolong hasil nya kirim kan lagi ke nomor saya ya pak? Saya permisi," dan tanpa menunggu jawaban dari operator, Kevin segera berlalu meninggalkan ruangan khusus tersebut.
Kevin kembali berlari menuju ruang kepala sekolah, dan tanpa mengetuk pintu.. remaja itu mengucap salam sambil masuk ke dalam ruangan kepala sekolah. "Maaf pak, jika saya lancang. Saya hanya ingin menunjukkan ini pada bapak," ucap Kevin terengah sambil menyodorkan ponsel nya yang telah menampilkan rekaman tindakan Monica, kepada kepala sekolah.
"Ada apa, Kevin?" Tanya kepala sekolah, sambil menerima ponsel dari tangan Kevin. Sesaat kemudian, kepala sekolah tersebut nampak mengernyit.
"Maaf pak, saya tidak punya waktu untuk membahas masalah ini sekarang.. karena saya harus segera membawa Salma ke rumah sakit, bapak bisa meminta rekaman nya yang komplit dan lebih jelas pada operator. Saya permisi, dan saya mohon dispensasi untuk Salma jika terpaksa dia harus mengulang ujian nya hari ini." Kevin segera berlalu dari ruang kepala sekolah untuk menuju ruangan Salma.
"Ya, saya pasti akan menindaklanjuti kasus ini." Ucap bapak kepala sekolah tersebut, dan ikut berlari kecil menyusul siswa nya itu.
to be continue,,,