All About KEVIN

All About KEVIN
Nanti Debay nya Ileran??



Sementara itu di villa om Alex, juga kedatangan tamu istimewa.. yaitu keluarga kecil Angga dan sahabat nya beserta pasangan, mereka disambut dengan baik oleh om Alex dan keluarga besar Antonio.


"Wah, mas Angga, mas Ditya.. akhir nya kalian datang juga, kami sudah menunggu sejak pagi tadi," ucap om Alex yang menyambut kehadiran tamu nya itu di halaman villa nya.


"Maaf tuan Alex, jika kami datang tidak tepat waktu sesuai janji kami. Maklum, saya dan istri saya harus menunggu pasangan pengantin baru ini," balas Angga seraya melirik sahabat nya, dan yang dilirik pura-pura tidak mendengar perkataan Angga.


"Hahaha,, iya, anda benar mas Angga. Pengantin baru, pasti ada aja yang dilakukan saat berduaan di dalam kamar. Tak heran jika ada pengantin baru yang akhir nya telat bepergian, padahal tadi nya sudah rapi dan sudah bersiap hendak berangkat.. tapi ujung-ujung nya, harus kembali melepas kan pakaian dan kembali mandi," balas om Alex dengan vulgar, hingga membuat Angga dan sahabat nya ikut tertawa dan mengangguk membenarkan perkataan om Alex.


Sedangkan istri nya Angga dan istri nya Aditya, tersenyum malu.


"Mari-mari silahkan masuk," ajak om Alex, seraya menuntun tamu nya untuk masuk kedalam villa nya. Om Alex langsung membawa Angga dan yang lain nya masuk kedalam ruang keluarga, karena bagi om Alex tamu nya bukan lah orang lain tapi sudah seperti keluarga nya sendiri.


Keluarga besar Antonio yang juga tengah berkumpul di ruang keluarga, langsung heboh menyambut kedatangan Angga dan Aditya beserta istri nya. Opa Alvian, om Devan dan om Ilham yang sudah beberapa kali ke showroom milik Angga, langsung menyapa Angga dan juga Aditya dengan hangat.


"Bro Angga, bro Ditya,, akhir nya kalian datang juga," sapa om Ilham, seraya memeluk kedua nya bergantian.


"Pasti kami datang mas Ilham, karena kami sudah berjanji pada tuan Alex.. juga pada Kevin dan istri nya," balas Angga seraya tersenyum hangat.


"Silahkan duduk mas Angga, mas Ditya," ucap opa Alvian dengan ramah pada tamu nya.


Angga dan Aditya mengangguk, "terimakasih tuan Alvian," balas Aditya tak kalah ramah.


Sedangkan oma Susan, tante Nisa, tante Lusi dan tante Jihan yang belum mengenal istri tamu nya, mereka langsung berkenalan dengan ramah dan menyambut hangat istri Angga dan istri Aditya.


Setelah saling berkenalan, oma Susan pun mempersilahkan tamu nya untuk duduk, "dik Didi, dik Airin, ayo silahkan duduk. Kita duduk lesehan saja ya..."


"Terimakasih tante," balas Diandra dan Airin bersamaan, kedua nya pun kemudian duduk dengan lesehan di atas matras tipis bersama para istri keluarga Antonio.


"Dik Didi, boleh aku memangku putra nya?" Pinta tante Jihan, yang sedari tadi perhatian nya tertuju pada putra nya Angga itu.


Diandra mengangguk, "Iya, boleh kak Jihan," balas Diandra dengan tersenyum, dan segera memberikan putra nya yang baru selesai menyusu itu kepada tante Jihan.


"Duh,, lucu nya,, pipi nya gembul dan menggemaskan," ucap tante Jihan seraya menciumi pipi putra Diandra, yang sudah berada di atas pangkuan nya. "Siapa nama putra nya dik?" Tanya tante Jihan, menatap sekilas Diandra.


"Elvano kak, panggilan nya baby El," balas Diandra seraya tersenyum menatap putra nya yang mulai ngoceh dalam dekapan tante Jihan.


"Baby El kayak nya senang deh sama kak Jihan, tuh langsung ngoceh-ngoceh," ucap Airin, seraya memainkan kaki kecil baby El.


"Bunda memang selalu jago mengambil hati anak kecil, ya kan bun?" Timpal om Ilham, yang mendengar perkataan Airin barusan.


"Lu benar sekali dik, adikku itu memang pandai mengambil hati anak kecil.. bukti nya, kamu juga jatuh hati sama dik Jihan," om Alex menimpali, dan bermaksud meledek adik ipar nya itu.


Om Devan dan opa Alvian terkekeh, dan mengangguk membenarkan perkataan om Alex.


"Sialan, jadi maksud abang.. Ilham anak kecil?!" Om Ilham cemberut.


"Nah tuh, sadar diri," balas opa Alvian, masih dengan terkekeh.


"Si om, kebiasaan deh,, ikut-ikutan ngeledek," om Ilham masih cemberut.


Angga dan Aditya yang sudah lama mengenal geng tampan pun ikut tersenyum, ikut merasakan kebahagian dan kehangatan persahabatan dan persaudaraan om Alex dan yang lain nya.


"Dik, sini gantian.. baby El biar sama aku," pinta tante Lusi, yang juga merasa gemas dengan baby El.


"Sama aku aja," tante Nisa rupa nya tak mau kalah, dia pun sedari tadi melihat kearah baby El dan serasa ingin mencubit pipi chabi nya.


"Maaf, baby El bisa duduk sendiri.. dan nanti kalau ada yang membuat nya tertarik, dia pasti akan mendekat," ucap Angga, si ayah posesif memberikan solusi karena khawatir putra nya menjadi rebutan.


"Wah ide bagus tuh," ucap tante Jihan, dan kemudian membiarkan baby El untuk duduk sendiri di atas matras.


Tante Nisa, tante Lusi dan oma Susan mulai beraksi mencari perhatian baby El,, mereka heboh sendiri-sendiri dan dengan gaya nya masing-masing untuk merebut perhatian baby El yang lucu itu.


Hingga para suami dibuat geleng-geleng kepala, melihat tingkah istri mereka.


"Om, tante Susan kayak nya pengin nambah lagi deh om," ucap om Ilham seraya melirik om nya.


"Mas Ilham aja yang nambah, mumpung masih muda," ucap Angga, menatap pada om Ilham.


"Udah kok, tinggal nunggu launching.. baru trimester awal, jadi belum kelihatan," balas om Ilham, seraya melirik mesra sang istri yang masih sibuk menggoda baby El.


Aditya mengangguk, "ya benar, enam minggu," balas Aditya dengan senyum nya yang mengembang, binar kebahagian jelas terlihat di mata calon ayah itu.


"Hem,,, gercep juga ya," ucap om Ilham, yang dulu juga hadir di acara nikahan Aditya dan Airin meski hanya sebentar,,, sambil membawa titipan kado dari geng tampan, yang tak ada satu pun yang bisa ikut hadir karena kesibukan masing-masing.


"Kalau gue sih mau aja nambah Ham, tapi tante kamu yang enggak mau," opa Alvian melirik sang istri, "tapi memang ada benar nya juga sih, anak dua sudah cukup. Cucu juga sudah banyak, sudah lengkap hidup gue." Balas opa Alvian.


"Di tambah punya tiga keponakan laki-laki, yang semua nya sedeng,,, semakin lengkap kan hidup gue?" Lanjut opa Alvian seraya terkekeh.


"Hahaha,, iya benar, mereka bertiga emang gemblung semua dan gue enggak ikut-ikutan," timpal om Devan dengan tertawa senang.


"Dih, si om ngatain kita enggak bener, dik. Sendiri nya adalah maha guru yang bikin kita semua keblinger," balas om Alex, melirik tajam kearah opa Alvian.


"Karena enggak ada bang Rehan,, maka nya berani si om ngomong kayak gitu bang," cibir om Ilham, pada opa Alvian.


"Apaan, bawa-bawa nama gue?!" Tanya daddy Rehan yang tiba-tiba datang bersama sang istri, Kevin dan juga Salma.


Melihat ada Angga dan Aditya, daddy Rehan dan Kevin langsung menyalami kedua nya. "Sudah lama mas Angga, mas Ditya?" Tanya daddy Rehan, dan kemudian duduk di sofa bersama yang lain. Kevin pun ikut duduk, di samping Angga.


Sedangkan mommy Billa dan Salma langsung bergabung bersama para istri dan duduk lesehan, "kak Didi, kak Airin,," sapa Salma seraya memeluk istri Angga dan istri Aditya bergantian, "makasih ya, kalian benar-benar mau datang lebih awal," ucap Salma seraya tersenyum bahagia.


"Iya lah dik, kami kan sudah janji," balas Diandra dengan tersenyum tulus.


"Kak, baby El boleh enggak Salma ajak ke villa sebelah. Devi pasti senang," pinta Salma penuh harap.


"Jangan-jangan,, biar di sini aja sama tante," larang tante Jihan, karena dia masih betah menggoda baby El.


"Yah tante, tante kan bentar lagi juga punya baby?" Rajuk Salma.


"Yah, kita sama kan? Kak Salma kan bentar lagi juga punya baby?" Jawab tante Jihan seraya mengingatkan.


Salma tersenyum,, "eh iya juga ya, hehehe.. Salma lupa tante." Salma menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Kevin tersenyum melihat tingkah istri nya.


"Udah isi ya? Selamat ya dik Salma,," ucap Airin dan Diandra bersamaan.


"Bakalan rame nih, ada tambahan tiga baby," ucap oma Susan, dengan antusias.


"Tiga?" Mommy Billa mengernyit.


"Benar mbak Billa, dik Airin kan juga lagi hamil," balas oma Susan, memberitahukan pada mommy Billa.


Mommy Billa dan Salma mengangguk-angguk, "selamat ya, moga debay dan mama nya sehat-sehat," do'a mommy Billa, seraya mengusap lembut perut Airin.


"Makasih tante," balas Airin, penuh haru. Dia merasa mendapatkan keluarga baru di sini, padahal mereka baru saling kenal tapi Airin dan Diandra diperlakukan dengan hangat oleh keluarga besar Salma.


Sesaat suasana di tempat duduk lesehan itu hening, hanya baby El yang terlihat sibuk memainkan botol susu nya yang sudah kosong.


Sedangkan para suami, nampak masih asyik ngobrol. Hanya Kevin yang sesekali melirik kearah sang istri, khawatir jika Salma tiba-tiba butuh sesuatu.


"Tante,, tapi Salma pengin ngajak baby El jalan-jalan?" Salma kembali merajuk, memecah keheningan. "Boleh kan kak Didi?" Pinta Salma pada mama nya baby El.


"Ya udah sih dik, kasih aja.. dari pada nanti debay nya ileran?" Bujuk tante Nisa pada adik ipar nya itu.


"Eh,, enak aja ngatain calon cucu ku ileran," protes mommy Billa, yang enggak terima.


"Siapa yang bilang, kalau calon cucu kita ileran mom?" Tanya daddy Rehan, penuh selidik.


"Hehehe,, Nisa bercanda bang," balas tante Nisa melirik daddy Rehan, seraya tersenyum kecut, "calon opa posesif, mulai mengeluarkan tanduk nya," bisik tante Nisa pada tante Jihan, seraya terkekeh kecil. Tante Jihan pun ikut terkekeh, mendengar keisengan kakak ipar nya itu.


to be continue,,,


🌷🌷🌷🌷🌷


Yang belum tahu tokoh Angga, Diandra dan baby El...


Mampir ya, di "AKHIR SEBUAH PENANTIAN" 😊😊🙏🙏