
"Tuan Rehan suka bercanda juga ternyata,, tapi saya setuju kalau mereka berdua magang di kantor RPA Group, meski tanpa upah sekalipun. Justru pengalaman yang akan mereka dapat nanti, nilai nya lebih tinggi dari sekedar upah tenaga magang." Ucap om Gunawan, seraya tersenyum lebar.
"Iya dad, Bayu ikut aja deh apa kata daddy Rey,," Bayu menimpali.
Daddy Rehan tersenyum, "tidak Bay,, daddy tidak mungkin mempekerjakan kamu yang masih usia sekolah, dan masih ingin mewujudkan mimpi mu. Tugas kalian saat ini adalah belajar yang rajin.. daddy tadi hanya bercanda," ucap daddy Rehan seraya terkekeh, untuk mencairkan suasana.
"Tapi Bay, daddy berharap banyak sama kamu,,, satu saat nanti, kamu bersedia untuk mendampingi putra daddy dalam mengurus perusahaan nya di Bali," lanjut daddy Rehan, akhir nya mengutarakan keinginan nya yang di pendam selama ini.
"Bay,, Bayu dad,,, daddy tidak sedang bercanda kan?" Tanya Bayu terbata, dia nampak tidak percaya.
Pak Zainal dan bu Diah pun terkejut, mendengar permintaan bos RPA Group tersebut.. yang mengharapkan Bayu, yang hanya berasal dari keluarga sederhana dan sama sekali tak tahu menahu mengenai dunia bisnis. Tapi daddy Rehan, pemilik sebuah perusahaan besar.. justru meminta Bayu untuk mendampingi putra nya, dalam mengelola sebuah perusahaan.
Begitu pun dengan om Gunawan, selaku pemilik perusahaan.. meski perusahaan nya berskala kecil, tapi beliau sangat selektif memilih karyawan. Dan mendengar calon menantu nya di daulat oleh bos RPA Group untuk mendampingi Kevin mengelola perusahaan, om Gunawan menjadi semakin respect kepada Bayu.
"Begitu istimewa Bayu di mata tuan Rehan, apa benar Bayu akan mampu menjadi asisten tuan muda keluarga Alamsyah nanti nya? Tapi feeling seorang bisnisman sekelas tuan Rehan, jarang sekali meleset. Apalagi Bayu sudah berteman lama dengan nak Kevin, pasti tuan Rehan juga sudah lama mengamati Bayu hingga beliau tidak sembarangan memilih.. apalagi memilih asisten untuk putra nya," gumam om Gunawan dalam hati, senyum kebahagian terbit di sudut bibir nya.
"Daddy serius Bay, daddy lihat kamu punya kemampuan dan kemauan keras untuk terus belajar dan maju. Kalian berdua pasti bisa bekerja sama, seperti selama ini yang telah kalian lakukan," daddy Rehan meyakinkan Bayu.
"Apa itu artinya, Bayu bakalan menjadi asisten pribadi Kevin dad? Seperti om Alex, yang menjadi asisten pribadi daddy Rey?" Tanya Bayu dengan polos nya.
Daddy Rehan tersenyum lebar,, "ya, kamu benar Bay,, begitulah kira-kira. Maka nya setiap liburan kuliah nanti, kalian pergilah ke Bali untuk belajar sama om Adam... Rahman dan Dion juga boleh belajar bareng, karena daddy juga akan menyiapkan tempat untuk kalian nanti nya," ucap daddy Rehan, menatap Rahman dan Dion bergantian.
Semua yang mendengar merasa lega, tante Linda juga nampak sangat bahagia.. karena bukan hanya calon menantu nya, tapi masa depan keponakan nya pun telah terjamin.
Lebih-lebih pak Zainal dan bu Diah, sejak bergaul dengan Kevin.. Bayu sudah jarang minta uang jajan, terlebih setahun terakhir setelah Bayu diajak kerja bareng Kevin. Bayu bahkan tiap bulan memberi ibu nya uang, untuk tambah-tambah belanja kebutuhan sehari-hari. Dan kini, kabar membahagiakan kembali mengejutkan mereka berdua,, belum juga menginjakkan kaki di bangku perguruan tinggi, namun pekerjaan yang sangat menjanjikan sudah menanti putra sulung nya itu.
Rahman dan Dion mengangguk dan tersenyum lebar, "Insyaallah dad, kami akan belajar sungguh-sungguh agar tidak mengecewakan daddy Rey," ucap Rahman.
"Good boy,," balas daddy Rehan, tersenyum penuh arti pada Rahman. Dan seketika wajah cantik nan centil putri nya melintas begitu saja, dan daddy Rehan buru-buru mengalihkan pandangan nya.
Sedangkan Kevin tersenyum kepada teman-teman baik nya itu seraya mengacungkan ibu jari nya. Salma yang sedari tadi diam menyimak pun ikut tersenyum, istri Kevin itu sangat bahagia karena teman-teman baik juga mendapatkan perhatian spesial dari ayah mertua nya.
Sejenak hening menyapa ruang tamu keluarga Gunawan,,
"Pak Zainal, seperti nya malam sudah semakin larut" ucap daddy Rehan memecah keheningan.
"Oh, iya, anda benar tuan Rehan." Pak Zainal langsung menegakkan badan nya.
"Tuan Gunawan, berhubung acara dadakan ini sudah selesai dan malam pun telah larut.. kami mohon undur diri. Terima kasih atas sambutan hangat nya, dan mohon maaf jika kami lancang dan kedatangan kami yang mendadak ini kurang berkenan di hati tuan Gunawan dan nyonya Linda," pamit pak Zainal pada tuan rumah.
"Kami yang harus nya berterimakasih pak Zainal, kehadiran pak Zainal dan rombongan telah membawa kebahagiaan tersendiri untuk keluarga kami, khusus nya untuk putri kami." Balas om Gunawan, seraya merangkul calon besan nya itu.
"Untuk keputusan kami mengenai pernikahan anak-anak kita, insyaallah secepat nya akan kami infokan.. nanti kami akan bersilaturrahim ke kediaman pak Zainal." Lanjut om Gunawan, setelah melepaskan rangkulan nya.
"Santai saja tuan Gunawan, kita ini kan sahabat juga,,, sama seperti anak-anak kita, itu arti nya kita sudah bersahabat selama tiga tahun bukan? Tapi karena kita di tuntut untuk mencari nafkah, jadi kita tidak bisa hang out setiap saat seperti mereka yang masih muda-muda," balas daddy Rehan seraya terkekeh, yang di sambut tawa oleh om Gunawan dan pak Zainal.
"Ya,, ya,, anda benar tuan Rehan, kita bersahabat minimal dalam do'a. Kita saling mendo'akan saja, untuk kebahagiaan keluarga sahabat semua." timpal pak Zainal masih dengan terkekeh, dan mengangguk-angguk.
"Aamiin.." daddy Rehan dan om Gunawan mengaminkan, dan obrolan tadi menutup acara malam itu.
*****
Daddy Rehan dan Kevin serta Salma, baru saja sampai di rumah utama kediaman keluarga Alamsyah. Waktu menunjukkan hampir pukul dua belas malam, "nak, kalian langsung naik saja.. dan beristirahatlah, seperti nya istri mu sudah sangat mengantuk," ucap daddy Rehan, saat mereka sampai di ruang keluarga.
"Daddy juga sudah lelah, daddy mau istirahat,"
daddy Rehan pun segera menuju kamar nya.
"Baik dad," balas Kevin singkat, dan langsung naik ke lantai dua dimana kamar nya berada. Kevin menggandeng tangan sang istri, yang nampak kelelahan dan sudah mengantuk.
Kevin membuka pintu kamar nya dan menuntun istri nya untuk masuk, "baby, masih kuat untuk bersih-bersih dulu dan ganti baju enggak?" Tanya Kevin, saat dilihat nya sang istri berjalan dengan malas-malasan karena rasa kantuk yang teramat sangat.
"Hmm,, aku mau langsung tidur aja mas, aku udah enggak kuat, ngantuk banget," balas Salma, dan langsung menjatuhkan tubuh nya ke pembaringan.
Kevin menarik nafas dalam, dan membiarkan untuk sementara istri cantik nya itu tidur dengan masih memakai pakaian lengkap beserta hijab yang masih menutupi kepala nya.
Suami Salma itu, langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Tak berapa lama, Kevin telah kembali dengan tubuh yang hanya terbalut handuk yang di lilit di pinggang nya. Kevin membawa baskom berisi air hangat dan handuk kecil, remaja tampan itu berniat untuk membersihkan tubuh istri nya dan mengelap nya dengan air hangat.
Dengan hati-hati, Kevin melepaskan satu persatu pakaian sang istri. Setelah semua nya terlepas, suami tampan Salma itu mulai membersihkan tubuh polos istri nya dengan handuk yang telah dibasahi air hangat. Kevin melakukan nya dengan sepenuh hati, dan bibir nya menyunggingkan senyuman yang penuh arti.
Antara sadar dan tidak sadar,, istri Kevin itu hanya pasrah saja dengan apapun yang dilakukan suami nya, Salma benar-benar sudah tidak berdaya karena kantuk yang menyerang nya.
Kevin sudah selesai dengan tugas nya, membiarkan istri nya tanpa busana dan menutup nya dengan selimut tebal. Kevin segera mengembalikan baskom ke kamar mandi, dan kemudian mengganti lampu utama dengan lampu yang redup.
Remaja tampan yang kini telah menjadi suami itu, membuang asal handuk yang melilit tubuh nya.. dan menyusul sang istri masuk ke dalam selimut yang tebal, "maafkan aku baby, jika akhir nya kamu harus terbangun karena ulah ku. Sebab, milikku pun telah terbangun semenjak aku melepaskan pakaian mu tadi," bisik Kevin di telinga sang istri, dan dilanjutkan dengan memberikan kecupan-kecupan basah di area sensitif tubuh sang istri.
Dan benar saja, ulah liar Kevin mampu membuat Salma mende*sah dan mele*nguh dalam tidur nya.. hingga kemudian istri cantik Kevin itu mengerjapkan netra nya berkali-kali, agar terbuka dengan sempurna. "Ah,, mas Kevin,, mas,, mengganggu tidur ku,," lirih Salma, menahan hasrat nya yang semakin bergejolak.
Kevin tersenyum seringai, "tapi kamu suka kan baby.. jika aku bangunkan dengan cara seperti ini?"
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Bangun,,, sahur,, sahur,,