All About KEVIN

All About KEVIN
Extra : Akhirnya Menikah - 1



Minggu berlalu, bulan terus berjalan. Kevin yang sudah memboyong istri dan putri semata wayang nya.. ke hunian di lantai lima gedung perkantoran milik nya tepat setelah Salma selesai nifas, menjalani hari dengan penuh kebahagiaan.


Kehadiran baby A, meski membuat ayah muda itu menjadi kurang istirahat.. tapi Kevin tetap menjalani nya dengan penuh semangat.


Ayah dan bunda muda itu juga tetap aktif menjalani kuliah nya, meski pihak kampus telah memberikan dispensasi.. khusus nya kepada Salma untuk bisa mengikuti perkuliahan dari rumah, namun bunda nya baby A itu tetap menjalankan kewajiban nya sebagai mahasiswi dengan baik dan mengikuti perkuliahan tatap muka.


Dan ketika ayah bunda nya kuliah, baby A diasuh oleh baby sitter yang bekerja paruh waktu. Karena setelah Kevin dan Salma pulang dari kampus, mereka berdua lah yang akan full mengasuh putri nya yang cantik itu.


Setiap weekend, Kevin pasti mengajak putri nya itu menginap di hunian Antonio bersama keluarga besar dari mommy Billa itu. Dan hunian super luas itu semakin ramai dengan bertambah nya dua baby cantik, putri dari om Ilham dan putri nya Kevin.


Hampir setiap pagi, mommy Billa juga menyempatkan waktu untuk memantau baby A saat ayah dan bunda nya pergi kuliah,, meskipun sudah di asuh sama baby sitter berpengalaman, tapi tetap saja eyang cantik itu merasa tidak tenang jika cucu pertama nya tanpa pengawasan dari pihak keluarga.


Jika mommy Billa tidak bisa datang, mommy Billa akan menghubungi bu Widya untuk menggantikan nya menemani baby A.


Sepulang kuliah, Kevin dan Salma biasa mengajak baby A untuk ikut bekerja setiap hari nya, dan bayi mungil itu akan selalu menjadi rebutan tante dan om om nya yang berada di lantai tiga tersebut... seperti yang terjadi siang ini.


Rahman sedang asyik memangku baby A sambil mengecek pekerjaan nya, tatkala tiba-tiba Dion hendak mengambil bayi berusia tiga bulan itu.


"Eh, bro.. jangan main ambil dong, dia lagi anteng sama gue main ambil aja," tolak Rahman, yang langsung melindungi baby A agar tidak bisa di sentuh Dion.


"Lu kan udah dari tadi bro, sini biar sama gue.. kerjaan gue udah kelar, biar gue yang ngajak princess main," pinta Dion.


"Sayang,, gemoy,, sama om tampan yuk," Dion mengulurkan tangan nya.


Baby A menatap Dion dengan tersenyum.


Dan karena pekerjaan Rahman memang masih banyak, dengan terpaksa.. Rahman menyerahkan bayi cantik berhidung mancung, dan bermata bulat berwarna kebiruan yang sangat indah itu kepada Dion.


"Ya, udah nih,,," Rahman menyerahkan bayi gembul itu kepada Dion, "da,, da,, sayang,, om pangeran kerja dulu ya," ucap Rahman sambil mencium pipi baby A, dan baby A pun tertawa.


Dengan senang hati Dion menerima baby A dan langsung menciumi putri dari Kevin dan Salma tersebut, Dion kemudian membawa baby A duduk di pangkuan nya.


"Cih,, om pangeran," cibir Bayu.


"Lah kan benar Babay sayang,, Rahman kan pangeran nya incess Malika," balas Devi membenarkan Rahman.


"Tuh, calon istri lu aja tahu," ucap Rahman sambil tersenyum.


Baru beberapa saat baby A bersama Dion, Devi yang juga sudah menyelesaikan pekerjaan nya mengecek laporan jual beli langsung mendekati Dion. "bang Dion,,, gantian dong?" Pinta nya seraya mengulurkan tangan, ingin mengajak baby A bermain.


"Ntar, gue juga baru pegang," tolak Dion.


"Bang Dion pelit," rajuk Devi.


"Lu seminggu lagi juga udah bisa bikin sendiri kan dik,,," balas Dion santai.


Ya, mereka telah selesai melaksanakan ujian semester akhir dan minggu depan mulai libur panjang tahun ajaran baru. Dan Devi serta Bayu, akan segera menikah minggu depan.


"Maka dari itu bang Dion,,, besok kan Devi udah di pingit, dan enggak disini lagi sampai seminggu ke depan. Sini biar Devi puas-puasin main sama princess," pinta Devi kembali.


Devi segera mengambil baby A dari pangkuan abang sepupu nya, dan Dion membiarkan saja.


"Lu beneran jadi nikah Bay, enggak di undur lagi?" Tanya Rahman seraya tersenyum mengejek.


"Alhamdulillah bro.. gue akhirnya menikah," balas Bayu dengan senang, "papa Gun akhir nya sadar juga, kalau putri nya enggak bisa hidup tanpa gue," lanjut Bayu asal.


Devi mencibir, "siapa bilang?"


Dan Bayu menanggapi nya dengan tersenyum manis,


"Lu kali Bay, yang enggak bisa hidup tanpa Devi?!" Olok Dion.


"Kalau itu sih pasti bang Dion, my honey kan segala nya," balas Bayu seraya tersenyum mesra pada calon istri nya.


Sedangkan Devi yang sudah menggendong baby A, mengabaikan rayuan Bayu dan mengajak bayi mungil itu berbicara. "Halo princess Vinsa,,, eh, mau di panggil princess Vinsa apa baby Frreez kayak aunty Maira kalau manggil kamu?" Tanya Devi sambil menoel hidung baby A.


"Selalu deh, kalau udah ngajak si gemoy, gue jadi diabaikan," protes Bayu yang sambil ikut mendekati baby A.


"Selalu gemesh deh kalau liat kamu," ucap Bayu seraya mencium pipi baby A yang berada dalam pangkuan Devi, dan mencuri kecupan kecil di pipi tunangan nya itu.. hingga membuat Devi terkejut.


Sedangkan Dion yang melihat kejadian itu langsung meninju lengan Bayu, "lu tuh ya Bay, gak sabaran banget... minggu depan juga lu udah bebas mau ngapa-ngapain Devi," kesal Dion.


Kevin dan yang lain nya, yang juga melihat kelakuan Bayu.. langsung melempar Bayu dengan ballpoint yang ada di depan nya, Bayu juga mendapatkan lemparan bekas tissue dari Salma dan gulungan kertas dari Rahman yang tepat mengenai kepala nya.


Bayu tersenyum kecut, seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Cuma dikit doang,, besok kan kami enggak ketemu seminggu," ucap Bayu memelas.


"Cuma seminggu Babay,,, lagian juga masih bisa telponan kan??" Devi masih cemberut.


"Iya, iya,, aku minta maaf honey... tadi tuh gak sengaja, kepleset," ucap Bayu seraya tersenyum.


"Apaan,, kepleset? Kayak lagi jalan aja.." olok Rahman.


Kembali Bayu tersenyum kecut, "peace,,," Bayu mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah nya membentuk huruf V, sebagai tanda damai.


Semua kembali dengan aktifitas nya masing-masing, Kevin, Salma dan Rahman fokus dengan pekerjaan nya yang belum selesai. Sedangkan Dion sibuk berbalas pesan dengan sang kekasih pujaan hati.


Dan Devi kembali asyik bermain-main dengan baby A seperti biasa, kebiasaan Devi yang selalu menguyel-uyel baby A hingga putri Kevin dan Salma itu akhir nya menangis.


"Aunty, udah dong... jangan di godain terus," Salma cemberut, karena ibu muda itu belum lama memberi bayi nya ASI dan kalau sudah menangis,, baby A hanya akan diam jika disusui.


Salma segera mengambil putri nya dari tangan jahil Devi dan kemudian menuju ruangan khusus untuk menyusui bayi nya kembali, ruangan yang sengaja di buat Kevin untuk istri nya beristirahat.


Devi tersenyum puas, karena berhasil membuat baby A yang jarang nangis itu menjadi nangis... sedangkan yang lain geleng-geleng kepala.


Kevin segera menyusul istri nya, ayah muda itu memang selalu siaga mendampingi sang istri.


Sepeninggal Kevin dan Salma, Bayu mengajak yang lain ngobrol untuk persiapan pernikahan nya. Dan Rahman langsung menutup layar laptop nya, meski pekerjaan nya belum selesai.. karena bagi mereka semua, kesetiakawanan lebih utama dari pekerjaan yang masih bisa di tunda nanti.


Meskipun semua sudah di handle oleh keluarga Devi, tapi sebagai lelaki Bayu tak mau berpangku tangan.. dia tetap ingin memberikan yang terbaik untuk istri nya nanti. Apalagi secara materi, meski belum bisa di bilang mapan.. tapi penghasilan Bayu cukup besar, sebab Kevin sering melimpahkan pekerjaan nya kepada Bayu dan sebagai imbalan nya Kevin memberi Bayu upah lebih banyak dari pada yang lain.


Bayu diam-diam juga mengambil kredit apartemen, yang rencana nya akan dia tempati bersama Devi nanti nya. Unit Bayu berada satu lantai di bawah unit milik Kevin pemberian papi Vincent, dan baru Kevin yang tahu hal tersebut karena ide dan uang muka nya berasal dari Kevin.


Kevin sengaja memberikan hadiah itu untuk Bayu, karena selama ini kinerja Bayu dinilainya sangat baik. Dan Bayu yang paling membutuhkan bantuan nya di banding teman-teman nya yang lain.


Mereka masih membicarakan tentang seserahan untuk Devi, tatkala Kevin dan Salma keluar tanpa baby A.. karena bayi mungil itu nampak nya kembali terlelap setelah di susui oleh ibu nya.


"Gimana Ma, lu bisa bantu cari kan? Devi nya enggak mau ikut nyari, pasrah aja kata nya?" Tanya Bayu pada Salma yang baru saja duduk.


Salma mengernyit.


"Kalau gue ikut nyari kan enggak surprise Ma,,," ucap Devi.


Salma mengangguk, "oke, kapan? Asal jangan malam?" Pinta Salma menatap Bayu.


"Siip.. kalau nanti sore gimana, selepas kita ngantar Devi ke rumah nya?" Pinta Bayu.


Kevin mengangguk setuju, "boleh."


"Gue juga ikut, gue yang akan gendong princess," Rahman langsung menawarkan diri.


"Gemoy biar sama gue aja,, lu kan belum selesai kerja nya," Dion tak mau kalah.


"Kalau gitu gue juga ikut," ucap Devi dengan antusias.


"Kata nya biar surprise?" Salma menatap Devi.


"Gue mau ngemong baby Frreez bunda Salma,, bukan mau ikut belanja nya," balas Devi, dengan gaya nya yang sok imut.


"Jangan,, jangan,, nanti anak gue nangis lagi, kalau sama lu," tolak Kevin yang tak mau anak nya jadi rewel di tempat umum karena dijahili Devi.


Devi mengerucutkan bibir nya, "Ma,, please ya? Princess Vinsa biar sama gue?" Pinta Devi merajuk.


Manggil nya yang bener siapa sih? Baby Frreez apa princess Vinsa?" Tanya Bayu seraya garuk-garuk kepala, karena Devi memanggil baby A berubah-ubah.


🌹🌹🌹🌹🌹