All About KEVIN

All About KEVIN
Kotol dan Penuh Bakteli



Semenjak hari itu, Kevin dan Salma tinggal bersama keluarga daddy Rehan kembali. Setiap hari mereka berdua berangkat bersama menuju ke kampus, usai dengan perkuliahan.. kedua nya kemudian menuju ke kantor untuk memantau bisnis e-commers bersama teman-teman nya, dan sore hari nya barulah mereka kembali ke rumah utama. Begitu seterusnya mereka melewati hari, hingga minggu berganti bulan.


Semua adik-adik Kevin sangat perhatian sama Salma, begitu pula dengan daddy Rehan. Terlebih mommy Billa yang nampak sangat memanjakan menantu nya itu, karena mommy Billa teringat dulu saat diri nya hamil.. semua anggota keluarga juga sangat menyayangi nya dan itu membuat ibu hamil menjadi merasa nyaman dan bahagia, dan mommy Billa ingin memberikan rasa itu pada menantu pertama nya.


Setiap hari, sang mommy selalu menanyakan keadaan sang menantu, juga menanyakan perkembangan janin yang berada dalam kandungan Salma. "Bagaimana kak, apa yang kakak rasakan? Dedek bayi nya masih nendang-nendang? Apa kakak merasa pusing? Jangan terlalu lelah kak,,, jangan tidur kemaleman..." dan sederet pertanyaan serta nasehat yang lain, yang hampir tiap hari dilontarkan mommy Billa pada Salma.


Tapi Salma sama sekali tidak merasa risih, bahkan diri nya merasa sangat senang.. Salma merasa sangat di perhatikan, dan disayang oleh mommy mertua nya itu.


Mommy Billa juga sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk kebutuhan calon cucu nya nanti, mommy Billa sendiri bersama Kevin yang memilih pernik pernik perlengkapan calon anak Kevin tersebut,,, karena Salma sudah memasrahkan semua nya pada suami dan mommy mertua nya.


Mommy Billa juga selalu ikut, jika Kevin mengantar istri nya untuk memeriksakan kandungan sang istri, jelas terlihat bahwa mommy Billa juga ingin menjadi oma yang siaga.


Setiap pagi, mommy Billa juga akan memastikan bahwa sang menantu mengisi perut nya dengan benar. Seperti pagi ini, ketika keluarga daddy Rehan tengah berkumpul menikmati sarapan pagi.


Semua nya nampak makan dengan tertib, tak ada yang terburu-buru karena hari ini memang hari sabtu dan semua nya libur dari aktifitas nya masing-masing. "Kak Salma, jangan lupa susu nya di minum." Ucap mommy Billa mengingatkan sang menantu tatkala Salma baru saja menyelesaikan sarapan nya.


"Salma minum nanti ya mom, Salma kenyang banget mom.. mas Kevin tadi ngasih nasi nya kebanyakan," tawar Salma, dengan memohon.


"Iya mom, nanti abang yang akan pastikan.." Kevin membantu meyakinkan sang mommy, karena merasa bersalah melihat sang istri yang nampak duduk dengan begah.


"Mela juga akan ikut awasi kak Salma mom, mommy tenang aja... telima beles aja mom," timpal si bungsu Maira, membuat yang lain tersenyum.


"Hallah,, gaya lu bocil,,," cibir Mirza.


"Benelan bang,,, Mela bisa kok awasi kak Salma, Mela kan nanti kalo udah besal mo jadi dilektul... kayak daddy kalo pas lagi di kantol," balas Maira seraya berdiri sambil bersedekap, dan pandangan nya berkeliling dengan mengangkat sedikit dagu menirukan gaya bos yang sedang mengawasi anak buah nya yang sedang bekerja.


Daddy Rehan dan mommy Billa tertawa, "memang gaya nya daddy begitu?" Tanya mommy Billa, sesaat setelah putri nya duduk kembali.


"Banal mom,, kadang-kadang sepelti ini," Maira kembali berdiri dan memasukkan kedua tangan nya ke saku dress yang dia kenakan, di kanan dan kiri. Gadis kecil itu kemudian berjalan dengan menegakkan wajah nya dan pandangan nya lurus ke depan, sedangkan ekspresi nya terlihat dingin.


Daddy Rehan terkekeh melihat nya, begitu pun Dengan mommy Billa, "daddy ternyata angkuh juga ya," bisik mommy Billa di telinga sang suami.


"Bukan angkuh mom, tapi jaga wibawa dan jaga pandangan mata... jadi pandangan nya harus lurus ke depan, seolah ada mommy yang menunggu daddy di depan sana," daddy Rehan mulai mengeluarkan jurus andalan, dan mommy Billa tersenyum mendengar nya.


Maira kembali duduk, "jadi mommy jangan khawatil ya? Mela akan pastikan, kak Salma akan minum susu nya dengan benal," kembali Maira mengingat kan.


"Berarti hari ini daddy enggak di awasi kan, sayang?" Tanya daddy Rehan, dengan tersenyum menggoda pada putri nya. Sebab jika weekend seperti ini, duo bungsu akan selalu menempel pada sang daddy hingga daddy Rehan hampir tak memiliki waktu untuk berduaan dengan sang istri.


"No,, no,, daddy tetap kami awasi. Daddy enggak boleh deket-deket sama mommy, kalena Mela enggak mau punya adik. Mela mau nya adik dali abang aja,," balas Maira dengan ekspresi nya yang menggemaskan.


"Maira tahu darimana, kalau daddy sama mommy deket-deket nanti bisa punya adik?" Tanya mommy Billa seraya mengernyitkan dahi nya.


"Bang Milza mom, yang bilang sama Mela... kata bang Milza, kalo Mela punya adik baby, nanti Mela enggak di sayang lagi sama daddy dan mommy. Adik baby akan melebut pelhatian daddy dan mommy dali Mela," jelas Maira sambil menunjuk abang nya, yang sedang menikmati susu hangat.


Daddy Rehan dan mommy Billa menatap putra keempat nya, dan Mirza hanya bisa tersenyum kecut dan pura-pura tak mendengar celoteh adik bungsu nya.


"Itu tidak benar sayang,, meski Maira punya adik, mommy dan daddy akan tetap sayang sama kalian semua. Bukti nya, mommy dan daddy tetap sayang kan sama abang Kevin dan kak Salma, bang Malik, kak Malika, bang Mirza.. juga pada kalian berdua," mommy Billa dengan lembut memberikan pengertian.


Maira mengangguk-angguk, begitu pun dengan putra putri mommy Billa yang lain.


Hening sejenak menyapa ruangan tersebut,


"Ayo, daddy sudah selesai.. siapa yang mau menjadi pengawas daddy?" Tanya daddy Rehan setelah menghabiskan makanan penutup nya seraya beranjak, hendak berlalu meninggalkan meja makan.


Mommy Billa dan putra putri nya pun ikut berdiri.


"Hali ini, daddy flee deh.. Mela enggak mau ngelecokin daddy, Mela mau ngawasi kak Salma aja," balas Maira yang langsung menggandeng tangan kanan Salma, diikuti Maida yang menggandeng tangan kiri kakak ipar nya itu.


"Syana,, daddy dan mommy pelgi aja, Mela pushing lihat daddy nempel telus sama mommy," balas Maira layak nya emak-emak yang pusing menasehati putra nya.


Kevin dan Salma tersenyum mendengar celoteh sang adik.


Daddy Rehan pun terkekeh melihat tingkah putri bungsu nya yang menggemaskan itu, "kayak nya dulu waktu kita bikin mereka berdua enggak salah gaya deh mom,, tapi kenapa jadi nya seperti itu ya??" Bisik daddy Rehan di telinga sang istri, hingga membuat mommy Billa memberikan hadiah cubitan di perut daddy Rehan yang masih berbentuk itu.


"Oke lah anak manis, daddy dan mommy berangkat ya,,," pamit daddy Rehan seraya menuntun mommy Billa menuju kamar utama milik nya.


"Dad,, kata nya mau belangkat? Kenapa menuju kamal?" Tanya Maira bingung.


Daddy Rehan menghentikan langkah nya, dan menoleh kearah putri nya.


Belum sempat daddy Rehan menjawab, Kevin sudah membalas nya terlebih dahulu. "Daddy dan mommy mau diskusi dulu dik, untuk nentuin mau pergi kemana?"


Maira pun mengangguk percaya, dan daddy Rehan tersenyum mendengar perkataan putra sulung nya.


Daddy Rehan dan mommy Billa kemudian meneruskan langkah nya kembali, untuk menuju kamar utama.


Sedangkan Kevin dan Salma beserta kedua adik kembar bungsu nya, berjalan perlahan menuju taman di halaman samping. Kevin kemudian menyuruh sang istri duduk di bangku panjang yang menghadap kolam ikan koi bersama Maira dan Maida, sambil menikmati sejuk nya udara pagi di taman tersebut serta hangat nya mentari pagi yang menerpa kulit.


Dan Kevin sendiri memilih duduk di bawah beralaskan rumput jepang yang tertata dengan rapi, Kevin kemudian menaikkan kaki sang istri ke atas pangkuan nya dan mulai memijat dengan lembut.


Kevin nampak sangat menikmati peran nya sebagai suami siaga, di terus memijat sambil mendengarkan celoteh adik kembar nya bersama sang istri.


Tak lama kemudian, Mirza dan kedua kakak kembar nya, Malik dan Malika ikut bergabung di taman tersebut. Malik dan Malika duduk di ayunan yang tak jauh dari bangku panjang, sedangkan Mirza memilih duduk di tepi kolam dengan kedua kaki masuk ke dalam kolam ikan tersebut.


"Bang Mirza, kaki nya jangan di masukin ke kolam... Kasihan ikan koi nya?!" Seru Maida, yang kali ini mengeluarkan suara nya.


"Memang nya kenapa? Kok kasihan sama ikan koi?" Tanya Mirza seraya mengernyit.


"Kaki abang Milza kan kotol dan penuh bakteli.. nanti ikan koi nya kelacunan dan telkapal, kan kasihan abang,,," jelas Maira sambil berdiri dan menunjuk kaki Mirza.


"Ih,, enak aja ngatain kaki abang penuh bakteri," sungut Mirza dengan kesal, dan kekesalan Mirza justru di sambut gelak tawa oleh abang dan kakak nya.


"Dik,, dik,, masak dibilang gitu aja sama anak kecil marah," ucap Malika masih dengan tawa nya.


Mirza semakin terlihat kesal, karena tawa kakak dan abang nya tak berhenti juga.


Cukup lama mereka menertawakan Mirza, hingga Salma yang tadi nya juga ikut tertawa tiba-tiba meringis kesakitan. "Mas,, perut ku sakit,," rintih nya sambil memegangi perut bagian bawah.


to be continue,,,


🌷🌷🌷🌷🌷


Part "SELUSIN" harus nya tayang semalem,


Tapi entah mengapa baru lolos hari ini...


Moga kalian enggak kecewa, karena kemarin hanya terbit satu part 😊🙏🙏


Padahal enggak ada kata2 yang vulgar...


Ada nya kata2 yang absurd dan somplak 😅😅


Happy reading,, 🤗😘