
"Monik, kenapa lu lakukan semua ini? Lu tahu kan, kalau anak yang lu kandung itu bukan anak nya Kevin, melainkan anak nya Nathan?" Ucap Dion pelan, sesaat setelah microphone dari tangan nya di rebut oleh Monica.
"Ya, gue tahu. Gue juga sadar betul kalau cara ini tidak akan membuat gue berhasil merebut Kevin dari Salma. Gue hanya ingin mempermalukan Kevin dan keluarga nya, di depan rekan-rekan bisnis daddy nya Kevin. Tapi lu malah mengacaukan segala nya, lu penghianat Dion!" Seru Monica dengan penuh emosi, melihat tayangan rekaman CCTV yang menampilkan kebusukan rencana nya dan Jonathan.. namun nyata nya, mereka berdua lah yang terjebak sendiri. '
Dion tersenyum lebar, "dari awal gue udah mengingatkan kalian berdua Mon, kalau gue ada di pihak Devi dan teman-teman nya. Tapi kalian berdua terlalu percaya diri, bahwa gue tidak akan berani melawan kalian berdua," balas Dion dengan tenang.
"Selama ini gue diam, bukan berarti gue tidak berani sama kalian. Tapi gue menghormati persahabatan kita yang telah terjalin sejak kita masih SMP dulu, namun sayang.. kalian sama sekali tidak pernah berubah, kalian tidak pernah mau menghargai orang lain dan selalu menganggap orang lain itu lebih rendah." Lanjut Dion menatap Monica dengan rasa kasihan.
Melihat reaksi tamu undangan yang saat ini tengah menatap penuh kebencian pada diri nya, Monica langsung turun dari panggung dan menghampiri sang papa yang berdiri di salah satu sudut taman bersama Jonathan. Dion pun ikut turun dan kembali ke tempat duduk nya, bersama Fira dan teman-teman nya yang lain.
MC kemudian mengambil alih acara, dan mengklarifikasi kembali fitnah yang sempat dilontarkan oleh Monica pada Kevin. Dan dalam waktu singkat, MC berhasil membuat suasana menjadi kondusif sebelum akhirnya dia mengakhiri acara resepsi pernikahan Kevin dan Salma pada malam hari ini.
Kevin terlihat sangat lega, begitupun dengan Salma. Dan Kevin mengacungkan ibu jari nya pada Dion, dan tersenyum tulus pada teman baru yang merupakan sepupu nya Devi tersebut.
Dan di salah satu sudut taman, Mr. Robinson nampak sangat marah, "kalian membohongi papa!" Bentak Mr. Robinson pada putri nya dan juga Jonathan, yang sedari tadi terus menundukkan wajah nya. Mr. Robinson menatap tajam putri nya, yang kembali mengeluarkan air mata.
"Kalian memohon pada papa agar ikut datang kemari untuk menggagalkan pernikahan Kevin dan meminta pertanggungjawaban dari nya atas kehamilan kamu Ca.. tapi ternyata apa yang papa lihat?! Kamu malah mencoreng wajah papa di hadapan semua orang!" Bentak Mr. Robinson pada putri nya.
Rahman yang duduk bersebelahan dengan Bayu dan dapat melihat dengan jelas keberadaan Monica dan papa nya, menatap Monica yang tengah dimarahi oleh papa nya dengan perasaan iba. Bagaimanapun Monica adalah teman masa kecil nya, dan Rahman tahu persis bagaimana Monica selalu dimanjakan oleh orang tua nya terutama sang papa.
Dan Rahman pernah salah mengartikan rasa belas kasih nya terhadap Monica sebagai rasa cinta, hingga kemudian Bayu dan Devi menyadarkan diri nya bahwa itu hanya lah perasaan kasihan sebagai sesama teman... yang melihat teman nya salah jalan dan menjadi gadis yang ambisius.
"Bang,," panggil Malika, yang tiba-tiba saja sudah duduk di samping Rahman hingga membuat Rahman tersadar dari lamunan nya.
"Eh iya dik Icha, kok dik Icha kesini?" Tanya Rahman seraya mengedarkan pandangan, dari wajah nya nampak kekhawatiran kalau-kalau mommy Billa mengetahui bahwa Icha mendekati diri nya.
"Icha udah ijin sama mommy kok," ucap Malika yang mengetahui kekhawatiran Rahman.
Rahman mengangguk lega, dan tersenyum kearah mommy Billa yang ternyata juga tengah memperhatikan diri nya dari jauh. Mommy Billa juga nampak tersenyum hangat pada Rahman.
Sedangkan daddy Rehan yang sedari tadi mengamati dari kejauhan dan melihat kemarahan Mr. Robinson pada Monica, segera berjalan mendekati Mr. Robinson, putri nya, dan juga Jonathan... setelah daddy Rehan terlebih dahulu melepas tamu-tamu nya yang mulai berpamitan hendak pulang, karena acara memang telah selesai.
Ayah Yusuf dan sahabat nya yang sengaja dia undang khusus dari Singapura pun ikut menghampiri Mr. Robinson. Begitupun salah satu tamu daddy Rehan yang sengaja menunda untuk pulang, beliau pun ikut mendekati Mr. Robinson.
Melihat siapa saja yang menghampiri nya, Mr. Robinson nampak sangat terkejut. "Tuan Yusuf, tuan Hadi dan tuan Rudi Atmaja?"
"Mr. Robinson, mari kita duduk dahulu dan bicara kan ini dengan kepala dingin," pinta daddy Rehan, seraya menuntun Mr. Robinson dan yang lain nya untuk duduk bersama anggota keluarga daddy Rehan yang lain.
"Mom, bawa anak-anak masuk." Titah daddy Rehan, menatap lembut pada istri nya.
Sedangkan teman-teman dekat Kevin dan Salma, masih duduk di sana bersama om Ilham, Zaki dan Fira, papi Vincent dan anggota geng tampan yang lain.
Daddy Rehan segera duduk diantara sahabat-sahabat nya, "silahkan duduk," daddy Rehan mempersilahkan Mr. Robinson dan yang lain untuk duduk.
Setelah semua nya duduk termasuk Monica dan Jonathan, daddy Rehan mulai berbicara. "Maaf Mr. Robinson, kenapa anda melakukan semua ini? Bukan kah saat itu anda sudah mengkonfirmasi bahwa anda tidak dapat hadir memenuhi undangan saya? Tapi kenapa sekarang anda berada disini dan membawa putri anda, serta membiarkan dia naik ke panggung pelaminan? Apakah anda ingin mempermalukan saya di hadapan tamu-tamu saya?" Cecar daddy Rehan dengan banyak pertanyaan, dan menatap Mr. Robinson dengan tatapan mengintimidasi.
"Maaf kan saya tuan Rehan, saya benar-benar menyesal telah menuruti keinginan putri saya. Saya tidak tahu kalau ternyata putri saya dan teman nya itu berbohong," ucap Mr Robinson seraya menunjuk Monica dan Jonathan dengan tatapan kemarahan, "tadi nya saya pikir apa yang mereka berdua katakan itu sebuah kebenaran,,, sehingga saya berfikir, harus memperjuangkan keadilan untuk putri saya." Sejenak Mr. Robinson menghentikan ucapan nya, dan menatap daddy Rehan dengan penuh penyesalan.
"Saya minta maaf tuan Rehan Alamsyah, karena kehadiran kami sempat mengacaukan acara resepsi pernikahan putra anda," lanjut Mr. Robinson seraya menatap Kevin, yang juga sudah bergabung di sana. "Saya berjanji, setelah ini saya akan membawa pergi jauh putri saya dari sini agar dia tidak lagi membuat ulah dan mengganggu kehidupan putra anda," janji Mr. Robinson dengan sungguh-sungguh.
"Apa saya bisa pegang janji anda Mr Robinson? Mengingat beberapa kali mereka berdua mencoba mencelakai putra dan menantu saya, apakah anda bisa menjamin hal tersebut tidak akan terulang lagi ke depan nya?" Daddy Rehan menatap tajam Mr. Robinson.
"Jangan dilepaskan begitu saja dik, bukan hanya putra kita Kevin yang jadi incaran nya.. tapi mereka juga sudah berusaha untuk menghancurkan perusahaan nya." Ayah Yusuf mengingat kan daddy Rehan, mengenai rencana Mr. Robinson yang hendak bekerja sama dengan ayah Yusuf untuk menghancurkan perusahaan milik Kevin di Bali.
Papi Vincent yang ikut mendengarkan percakapan tersebut sedari tadi menjadi geram, begitupun dengan anggota geng tampan yang lain. Tetapi mereka memilih untuk diam, dan membiarkan daddy Rehan menyelesaikan masalah tersebut dengan cara nya sendiri.
Mr. Robinson yang tadi nya sempat bingung kenapa ayah Yusuf juga berada di sana, kini semakin bingung.. setelah ayah Yusuf berbicara kepada daddy Rehan dengan begitu santai, dan menyebut Kevin juga sebagai putra nya?
"Kenapa Mr. Robinson? Anda bingung?" Tebak ayah Yusuf yang mengetahui kebingungan Mr. Robinson, "Rehan adik ipar saya, dan itu artinya Kevin juga putra saya. Jadi saya tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu ketentraman keluarga mereka," jelas ayah Yusuf dengan suara nya yang tegas.
Mr. Robinson nampak sangat terkejut, dan wajah nya terlihat memerah menahan malu.
"Robin, lu sudah melanggar perjanjian. Lu udah menyia-nyiakan kepercayaan gue dan abang gue," ucap orang yang selalu bersama ayah Yusuf tadi.
"Rudi, maafkan gue Rud. Gue khilaf dan mengaku salah... kasih gue kesempatan untuk memperbaiki semua nya," pinta Mr. Robinson dengan merendahkan suara nya, dan memohon dengan sangat.
"Maaf Robin, gue hanya sekedar perantara. Sebagai teman baik, gue udah membantu lu untuk mendapatkan investor agar lu bisa membuka perusahaan disini dan bisa bebas dari penindasan keluarga lu di Amerika sana. Tapi apa yang udah lu lakukan, benar-benar membuat gue dan abang gue menyesal telah membantu lu," ucap om Rudi, dengan menatap tajam Mr. Robinson.
Mr. Robinson hanya bisa menunduk, menyesali perbuatan nya.
"Bang Hadi, aku serahkan semua keputusan kepada abang." Ucap om Rudi, kepada abang nya.
Om Rudi dan abang nya yang bernama Hadi, dua-dua nya menatap Dion dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sedangkan yang di tatap tersenyum kecut, dan kemudian pura-pura tak melihat kedua orang tersebut.
to be continue,,,