All About KEVIN

All About KEVIN
Pesan Spesial untuk Sang Istri



Ujian akhir telah usai, Salma pun telah selesai mengerjakan ujian susulan nya dengan lancar yang di laksanakan di ruang guru.


Siswa kelas tiga SMA itu tidak lagi ada kegiatan yang berarti di sekolah, hanya sebagian siswa yang mengikuti remidi yang masih aktif pergi ke sekolah untuk memperbaiki nilai mereka. Dan sebagian kecil yang masih aktif di OSIS, sibuk mempersiapkan malam perpisahan untuk mereka nanti nya setelah pengumuman kelulusan.


Para siswa kelas tiga itu tengah berharap-harap cemas menunggu pengumuman kelulusan, yang kabar nya akan diumumkan awal bulan depan. Dan meskipun hasil akhir belum keluar, banyak diantara mereka yang sudah mendaftarkan diri di perguruan tinggi yang mereka ingin kan.


Sebagian yang lain masih bingung mencari-cari perguruan tinggi mana yang tepat, dan sebagian kecil lain nya sudah pasti di terima kuliah di kampus yang mereka ingin kan. Seperti Kevin, Salma dan teman-teman dekat nya yang lain.


Mereka berlima akan kuliah di satu kampus, dan aneh nya.. beasiswa yang mereka ajukan bersama beberapa waktu yang lalu, keempat-empat nya di terima perguruan tinggi tersebut. Ya, mereka di terima dan mendapatkan beasiswa full karena prestasi nya di salah satu kampus elit di Jakarta. Hanya Kevin, yang tidak ikut program beasiswa tersebut.


‌Ternyata, keempat nya bisa mendapatkan beasiswa eksklusif tersebut karena Asisten Alex telah bergerak cepat sesuai dengan permintaan daddy Rehan kala itu.. yang menginginkan Salma dan Bayu agar mendapatkan beasiswa dari perusahaan nya, di kampus yang di ingin kan sang putra.


Awal nya memang hanya dua teman Kevin itu yang dipilih daddy nya Kevin, karena dua teman nya yang lain adalah putra dan putri pengusaha kaya, yaitu Rahman dan Devi.. dan tentu nya mereka berdua, tidak membutuhkan beasiswa tersebut.


Namun, kala mendengar cerita putra pertama nya bahwa Rahman saat ini juga ingin mandiri,, karena ayah nya tak lagi bekerja di perusahaan keluarga nya, maka daddy Rehan pun memutuskan agar Rahman juga mendapatkan beasiswa dari perusahaan nya.


Sedangkan Devi, meskipun dia berasal dari golongan menengah atas.. namun karena sifat mandiri yang dia miliki, daddy Kevin pun memberikan beasiswa dari perusahaan nya untuk putri dari pemilik perusahaan Cahaya Sejahtera itu.


Dan akhir nya Asisten Alex melobi pihak kampus, untuk memberikan beasiswa eksklusif dari perusahaan RPA Group kepada keempat nama yang sering menemani hari-hari Kevin di sekolah... semenjak remaja tampan itu pertama kali menginjakkan kaki di SMA.


Dan seperti biasa, kelima teman dekat itu akan tetap pamit pada orang tua mereka masing-masing untuk berangkat ke sekolah.. meski tujuan mereka bukan lah untuk ke sekolah, namun berkumpul di base camp untuk bekerja.


Kevin pun pagi-pagi sekali sudah bersiap, dan sarapan bareng keluarga nya. Ya, remaja tampan itu hanya beberapa malam saja menginap di ruko keluarga mertuanya. Setelah Salma selesai ikut ujian susulan, Kevin pun kembali ke rumah utama.


"Abang mau ke sekolah lagi? Bukan nya sekolah abang sudah bebas ya? Tinggal menunggu pengumuman kan?" Cecar Malika dengan banyak pertanyaan pada abang sulung nya, netra kebiruan nya menatap abang nya dengan penuh selidik.


Kevin tersenyum, "ya dik, kamu benar. Memang sudah bebas, tapi abang masih ada pekerjaan lain. Nanti kalau kalian berdua libur, abang akan ajak kalian untuk main ke tempat kerja abang," Ucap Kevin, menatap kedua adik kembar nya bergantian.


‌Kevin memang berniat memperkenalkan pada Malik dan Malika tentang dunia bisnis yang dia geluti saat ini. Dan kakak sulung dari lima adik itu, telah Meminta persetujuan pada sang daddy sebelum nya.


"Serius bang?" Tanya Malik antusias.


Kevin mengangguk pasti, "cepatlah kalian selesai kan sarapan nya, udah hampir jam setengah tujuh tuh," titah Kevin pada kedua adik nya, yang duduk di bangku SMP itu.


Malik dan Malika pun patuh, dan segera menghabiskan sarapan pagi nya dengan cepat.


Daddy Rehan dan mommy Billa yang mendengar obrolan kakak beradik itu, tersenyum bahagia.


"Abang, nanti kalau Mirza sudah SMP seperti bang Malik dan kak Malika.. boleh main ke tempat kerja abang juga kan?" Tanya Mirza, yang sedari tadi ternyata ikut menyimak obrolan kakak-kakak nya.


"Boleh, Mirza belajar dulu yang rajin ya," balas Kevin dengan bijak.


Daddy Rehan dan mommy Billa menahan tawa, sedangkan Kevin tersebut lebar.


"Enggak boleh Mela.. itu tempat khusus olang yang sudah besal, Mela!" Seru Mirza sambil menjulurkan lidah nya, menggoda adik kecil nya.


"Bang Milza gak boleh bicala sepelti itu!" Protes Maira, karena abang nya menirukan diri nya ketika berbicara.


"Daddy,, mommy,, bang Milza tuh, iseng sekali sama adik nya," adu Maira, menirukan sang mommy, kala menegur Mirza agar tidak iseng pada adik-adik nya.


"Iya, Maira sayang... nanti bang Mirza nya di kasih pengertian sama mommy, biar tidak mengganggu Maira lagi. Sekarang habiskan sarapan Maira ya,," ucap sang mommy dengan tatapan lembut pada putri kembar bungsu nya.


"Maida juga ya, makan nya pelan-pelan saja sayang.. biar tidak belepotan," mommy Billa memperingatkan putri kembar bungsu nya yang lain.


Maida mengangguk, dan mengangkat ibu jari nya kearah sang mommy. Mommy Billa pun membalas nya, seraya berkata, "anak mommy memang pintar-pintar."


Daddy Rehan melirik mesra sang istri, senyuman kebahagiaan tak pernah pudar dari wajah nya.


"Malika dah selesai,," ucap Malika seraya beranjak, yang diikuti oleh saudara kembar nya, Malik.


Mereka berdua pun berpamitan kepada kedua orang tuanya, dan bergegas keluar untuk berangkat ke sekolah.


"Mirza juga sudah selesai, mom,, dad,," ucap Mirza, mengisyaratkan pada sang daddy agar segera menyelesaikan sarapan nya.


"Daddy juga sudah selesai nak, ayo pamit sama mommy," ajak nya pada Mirza, seraya beranjak dari tempat duduk nya.


Mirza segera pamit pada mommy nya, dan berlari keluar untuk menunggu sang daddy di dalam mobil.


"Maira dan Maida, daddy berangkat duluan ya.." pamit daddy enam anak itu, pada putri kembar nya dan menghampiri kedua nya karena Maira dan Maida belum menyelesaikan sarapan nya. Daddy Rehan kemudian mencium pipi kedua putri nya itu, bergantian.


"Dadah daddy,, hati-hati di jalan ya," ucap kedua nya, seraya melambaikan kedua tangan kecil nya pada sang daddy.


"Dadah sayang,," balas daddy Rehan seraya tersenyum.


"Mommy enggak usah nganter daddy ke depan, temani saja mereka berdua." Bisik daddy tampan itu seraya mencium kening istri nya, dan mengecup bibir sang istri sekilas. "Hmm,, manis yang," lirih nya seraya mengusap lembut bibir sang istri dengan ibu jari nya.


"Dad, masih ada abang tuh," protes mommy Billa berbisik, seraya melirik sang putra.


Kevin yang juga sudah berdiri hendak pamit pada sang mommy, buru-buru membuang pandangan nya kearah lain dan menyibukkan diri dengan ponsel nya. Seolah tidak mendengar dan tidak melihat apa yang dilakukan oleh sang daddy. Kevin nampak mengetikkan pesan spesial untuk sang istri di ponsel nya, "baby, bersiap lah.. bawa lingerie mu yang aku belikan kemarin, karena pagi ini kita akan ke apartemen daddy," Kevin segera mengirimkan pesan nya kepada sang istri.


to be continue,,,