All About KEVIN

All About KEVIN
Bisa di Lepeh Gitu Aja?!



Setelah malam pertunangan Fira dan Dion, keesokan hari nya semua anggota keluarga besar Alamsyah dan Antonio kembali ke kediaman masing-masing. Begitu pun dengan keluarga Dion, yang juga sudah kembali ke tanah air bersama keluarga om Gunawan dan juga Bayu.


Dan hari ini, Kevin serta teman-teman dekat nya telah menjalankan aktifitas nya kembali, berkutat dengan laptop di atas meja kerja masing-masing.


Sejak datang pagi tadi, semua seakan disibukkan dengan kegiatan di layar datar yang ada di hadapan mereka.. tak ada yang memulai obrolan hingga siang menjelang.


Bayu nampak menoleh ke kiri dan ke kanan, mengamati satu persatu sahabat nya yang masih asyik dengan pekerjaan nya, "kalian enggak pada lapar?" Tanya Bayu, membuyarkan konsentrasi semua nya.


Serentak semua nya menoleh kearah Bayu, "emang nya jam berapa Bay?" Tanya Rahman seraya menguap, jelas terlihat kelelahan di raut wajah nya.


"Hampir jam sebelas," balas Bayu, seraya melirik jam dinding.


"Kok bang Dika enggak ada naik ke atas nawarin kopi ya?" Devi bertanya-tanya.


"Dibawah lagi ramai kali yang," balas Bayu mengira-ngira.


"Kita ngopi diluar yuk, cari suasana baru,," ajak Dion, dengan bersemangat.


"Yuk, bang Dion yang traktir ya.. sekalian syukuran tunangan bang," pinta Devi dengan manja, seraya melirik abang sepupu nya.


"Boleh," Dion langsung beranjak dari tempat nya, "ayo bro," Dion menepuk pundak Kevin yang masih saja duduk.


"Kita cari makan siang sekalian aja, gimana? Kalau ngopi jam segini, nanggung,," usul Kevin, menatap teman-teman nya.


"Ide bagus tuh, kebetulan banget.. perut gue udah keroncongan dari tadi," sambut Bayu dengan semangat empat lima.


"Lu Bay, kalau dengar makanan aja.. langsung melek tuh mata!" Ejek Dion dan Rahman bersamaan.


Bayu hanya terkekeh menanggapi ejekan teman-teman nya, karena memang benar ada nya,, bahwa dia tak sanggup jika harus menahan lapar.


Kevin dan Salma hanya tersenyum, sedangkan Devi geleng-geleng kepala. "Yuk baby,, kita makan diluar," ajak Kevin seraya membantu Salma untuk beranjak dari tempat duduk nya.


"Gue sih masih bisa tahan kalau harus nunda nikah, tapi kalau nunda makan,,, gue mana bisa?!" Ucap Bayu seraya terkekeh, dan melirik Devi yang juga sudah berdiri.


"Yah,, kasihan banget adik sepupu gue, masak kalah sama makanan," Sindir Dion, seraya mengusap-usap puncak kepala Devi dengan pelan.


"Iya benar, parah lu Bay.. masak lebih mementingkan perut dari pada hati?! Rahman pun ikut menyudutkan Bayu, seraya mencibir.


"Bang Dion,, Rahman,, gue mencintai Devi itu dengan segenap jiwa dan raga gue. Nah kalau raga gue lemah tidak ada asupan makanan, mana bisa gue menjaga cinta sejati gue ini." Sanggah Bayu seraya melingkarkan tangan nya di pundak Devi, yang sudah berdiri di samping nya.


"Eit,, belum halal," Dion melepas dengan paksa tangan Bayu, dari pundak Devi.


"Body guard nya galak banget!" Protes Bayu.


Devi hanya tersenyum dan kemudian menggandeng mesra lengan Dion, "yuk bang Dion, kita jalan," ajak Devi, sengaja memanasi Bayu. Dan segera menyusul Kevin dan Salma yang sudah menuruni anak tangga.


"Yang, kok gue di cuekin," teriak Bayu dengan sedih.


"Udah, jangan banyak drama," Rahman menyeret lengan Bayu pelan, menyusul teman-teman nya yang lain.


Sesampai nya di parkiran, "Dion, pakai mobil lu aja ya.. biar kita bisa semobil," pinta Kevin.


"Oke," balas Dion dan segera mengeluarkan kunci mobil nya. Dion segera masuk kedalam mobil, yang diikuti oleh yang lain. Rahman langsung duduk di depan, di samping kemudi. Bayu dan Devi memilih duduk di bangku paling belakang, sedangkan Kevin dan Salma duduk dengan nyaman di bangku tengah.


Mobil jenis luxury MPV seharga satu M lebih itu mulai melaju membelah jalanan ibukota, berlomba dengan mobil lain untuk menuju tempat tujuan.


"Bro, tumben enggak bawa mobil sport lu?" Tanya Rahman yang sudah duduk nyaman di samping kemudi.


"Tadi pagi gue ngantar mama dulu ke tempat sahabat nya, mana mau mama naik mobil sport.. bikin jantungan kata nya," balas Dion.


Dion menarik nafas panjang,, melihat pemandangan yang menghanyutkan seperti itu, membuat nya jadi teringat akan Fira. Gadis cantik yang sudah menjadi tunangan nya, yang kini kedua nya harus terpisah oleh jarak yang membentang cukup jauh.


"Kita makan di daerah kampus, sekalian nanti kita melihat perkembangan proyek kantor di sana," titah Kevin, "ada cafe & resto alam yang nyaman di dekat kantor kita," lanjut Kevin menginfokan.


Dion pun segera menambah kecepatan laju kendaraan nya, agar mereka lebih cepat sampai tujuan.


Setelah menempuh jarak yang cukup panjang, sampailah mereka di sebuah cafe & resto alam yang dimaksud. Dion segera memarkir mobil nya, di tempat yang telah tersedia.


Mereka berenam segera turun, dan memasuki area cafe. Kevin terus menuntun Salma masuk lebih dalam, dan yang lain mengekor di belakang nya.


"Wah,, sejuk banget. Enggak nyangka ya.. dari luar terlihat biasa saja, ternyata di dalam nya adem. Banyak pohon besar dan bunga-bunga nya sangat cantik," Salma nampak terkesima dengan pemandangan di cafe & resto tersebut.


"Bagaimana baby, apa kamu suka tempat nya?" Bisik Kevin di telinga sang istri seraya menuntun sang istri untuk meniti jembatan menuju gasebo yang berada di tengah danau buatan yang cukup luas. Tepat nya ada lima gasebo yang berdiri kokoh, di tengah danau buatan tersebut.


Salma mengangguk dan tersenyum bahagia.


"Mudah sekali membuat bumil ku ini bahagia," gumam Kevin dalam hati.


Devi yang mengikuti di belakang Salma pun berdecak kagum, "ini ikan-ikan nya boleh di pancing enggak sih?" Tanya nya penasaran, melihat ikan koi yang berenang bebas di bawah jembatan.


Kevin memilih duduk di gasebo yang berada tepat di tengah, teman-teman nya yang lain pun ikut bergabung dan duduk lesehan di dalam gasebo tersebut.


Suasana di cafe & resto tersebut masih cukup lengang, karena belum jam makan siang. Sehingga mereka bisa bebas memilih tempat duduk.


Seorang waiters menghampiri tempat mereka dan dengan sopan menanyakan menu yang akan mereka pesan. Masing-masing segera memesan sesuai selera, dan waiters nampak mencatat pesanan tersebut.


"Mohon tunggu sebentar ya mas, mbak,, kami akan segera menyiapkan pesanan nya," Waiters tersebut mengangguk hormat seraya tersenyum ramah, dan kemudian berlalu untuk segera menyiapkan pesanan tamu nya.


Tak berapa lama, dua orang waiters mendorong troli yang berisi penuh dengan makanan menuju gasebo tempat Kevin dan teman-teman nya duduk. Mereka segera menata makanan tersebut di hadapan tamu-tamu nya, "silahkan menikmati makan siang mas, mbak." Ucap salah seorang waiters dengan ramah, dan kedua nya kemudian segera berlalu.


Bayu nampak sangat antusias melihat menu yang tersedia di hadapan nya, dan ketika dia hendak mencomot ikan bakar milik nya, Devi langsung menegur tunangan nya itu. "Bay, cuci tangan dulu,,,"


Bayu tersenyum nyengir dan kemudian mencuci tangan nya di wastafel yang tersedia di sudut gasebo, setelah kembali duduk.. Bayu mengambil daging ikan gurame dan menyuapkan nya pada Devi. "Gimana sayang? Enak?" Bayu menatap Devi penuh cinta.


Tiba-tiba saja, Dion memukul pelan tangan Bayu, "kebiasaan buruk! Sudah dibilangin belum sah, malah suap-suapan!" Omel Dion, hingga membuat Rahman, Kevin dan Salma tertawa.


"Dih, galak amat sih bang Dion. Lagian ya bang, ini tuh enggak nempel! Lihat nih, aa... lagi sayang," kembali Bayu menyuapkan makanan ke mulut Devi, dan Devi pun nurut saja seraya tersenyum.


"Lihat kan, bang Dion,,, jari gue enggak nempel di bibir adik kesayangan lu?!" Bayu sengaja menekan kan kata enggak nempel!


Dion geleng-geleng kepala, "awas saja ya kalau berani macam-macam, gue bilangin sama om Gun biar lu di pecat dari daftar tunangan Devi," ancam Dion seraya menyembunyikan senyum nya.


Bayu mengerucutkan bibir nya, "iya,, iya,, gue akan jaga jarak." Ucap Bayu, "banyak banget body guard di sini, dulu Kevin sama Rahman.. sekarang tambah satu body guard yang lebih galak!" lanjut nya menggerutu.


Devi yang masih bisa mendengar tersenyum lebar, "itu tanda nya mereka care sama kita Babay sayang,,," lirih Devi.


"Iya, aku juga tahu itu yang.. tapi nyobain dikit aja, masak enggak boleh?" Bayu memasang wajah memelas.


"Emang nya aku makanan, yang bisa di cobain.. dan kalau enggak sesuai selera, bisa di lepeh gitu aja?!" Protes Devi seraya memunggungi Bayu


"Enggak gitu juga maksud aku yang... yang, hadap sini dong?" Bayu berusaha merayu Devi yang merajuk.


Sementara yang lain, mulai menikmati makanan nya dan mengabaikan Bayu yang masih mencoba merayu Devi.


to be continue,,,