
Kevin langsung berdiri dan mendekati istri nya, "cinta, apa sudah mulai kontraksi?" Tanya Kevin yang tetap merasa panik, meski dia dan istri nya sudah mencari tahu banyak hal tentang tanda-tanda jika akan melahirkan.
Salma masih terdiam, dan menikmati sensasi rasa sakit di perut nya yang bagian bawah.. hingga membuat Kevin semakin panik.
"Cinta,, kita ke rumah sakit sekarang ya?" Kevin hendak membopong tubuh istri nya, namun dengan gerakan tangan nya Salma melarang. Salma memang wanita yang tangguh, dia biasa di didik orang tua nya untuk menjadi wanita yang mandiri dan tidak manja.
Mirza yang tadi melihat kakak ipar nya kesakitan, langsung menyeret kedua adik nya untuk masuk ke dalam.
Sedangkan Malik dan Malika, berdiri di samping Salma.. bersiaga jika abang dan kakak ipar nya itu, membutuhkan sesuatu.
Setelah beberapa detik, Salma nampak mulai tenang.. rasa sakit di perut nya seperti nya telah hilang, dan Salma kemudian berdiri. "Mas, seperti nya memang sudah mulai kontraksi." Ucap Salma memberitahukan pada sang suami.
Salma kemudian mendekati suami nya yang masih berdiri tepat di hadapan nya, "aku mau ke kamar kecil dulu, tadi seperti nya ada sesuatu yang keluar," bisik Salma di telinga sang suami.
"Aku antar," balas Kevin seraya memeluk pundak sang istri.
"Dik, tolong ambilkan tas yang udah abang siapkan di atas sofa di kamar abang," titah Kevin pada Malika.
"Iya bang,," balas Malika sigap, dan segera berlalu untuk naik ke lantai atas.
"Bang, apa ada yang lain yang abang butuh kan?" Tanya Malik, yang juga siap membantu.
"Dik, coba kamu panggilkan daddy dan mommy. Tapi jangan bilang dulu kalau kak Salma tadi kesakitan, takut nya nanti mereka khawatir." Kevin melanjutkan langkah nya menuntun sang istri menuju toilet yang terdekat.
Sedangkan Malik langsung masuk ke dalam rumah, untuk memanggil daddy dan mommy nya sesuai permintaan abang nya.
Di depan pintu kamar daddy Rehan dan mommy Billa, ternyata sudah ada Mirza dan kedua adik kembar nya. "Dik, cepetan kamu panggil daddy dan mommy?!" Titah Mirza pada Maira dan Maida.
"Ish,, bang Milza, kita ngapain manggil daddy dan mommy di dalam kamal? Daddy dan mommy kan sedang pelgi, jalan-jalan?" Protes Maira.
"Sudah, jangan cerewet deh dik.. kamu panggil saja. Kalau abang yang manggil, pasti lama buka pintu nya?" Titah Mirza dengan tidak sabar.
"Ya pasti lama dong bang Milza,,, olang daddy dan mommy nya kan enggak ada di dalam kamal? Kan halus nunggu meleka beldua pulang dulu dan masuk ke dalam kamal, balu deh di bukain pintu kamal nya. Bang Milza nih,, gitu aja masak enggak ngelti sih, payah.." balas Maira seraya menepuk jidat nya.
tok,, tok,, tok,,
Tanpa menggubris celoteh adik nya, Mirza mengetuk pintu kamar sang daddy. Dan di saat yang sama, Malik juga telah tiba di sana.
"Gimana dik, daddy dan mommy ada di dalam?" Tanya Malik.
Mirza menggeleng, "belum tahu bang, Mirza baru saja ketuk pintu nya," balas Mirza.
Beberapa detik kemudian, terdengar suara handle pintu yang di buka dari dalam. "Kalian? Ada apa?" Tanya daddy Rehan yang tengah bertelanjang dada mengernyit, melihat keempat putra nya berkumpul di depan kamar.
"Kak Salma dad,," ucap Mirza, yang langsung di potong oleh Malik.
"Seperti nya, kak Salma sudah ada tanda-tanda mau melahirkan dad," jelas Malik dengan gaya nya yang tenang, tanpa memberitahukan pada sang daddy kejadian di taman tadi sesuai titah abang nya.
"Kak Salma dan abang nya sekarang dimana?" Tanya mommy Billa yang tiba-tiba muncul dari balik pintu sambil membetulkan pakaian nya, dengan ekspresi nya nampak mulai khawatir.
"Tenang mom, kak Salma lagi ke toilet samping sama bang Kevin," balas Malik, masih dengan gaya nya yang cool. Putra daddy Rehan dan mommy Billa yang satu ini memang gaya tegas dan cool nya mirip sama daddy Rehan, namun dibalik itu dia juga memiliki sifat yang lembut dan peduli terhadap saudara nya seperti hal nya mommy Billa.
"Bang Malik, ajak adik-adik bermain di atas ya,, mommy dan daddy akan menemani kakak ke rumah sakit," titah mommy Billa dengan lembut.
"Dad, buruan pakai kembali t-shirt daddy,," seru mommy Billa setelah anak-anak nya berlalu.
"iya, tunggu bentar mom," daddy Rehan segera memakai t-shirt, yang baru beberapa menit yang lalu dia lepaskan.
Suami istri dengan enam anak itu kemudian bergegas menuju ruang utama, dan tepat di saat yang bersamaan,,, Kevin dan Salma muncul dari pintu samping yang menuju ke taman.
"Abang, kakak,, gimana?" Tanya mommy Billa, yang langsung mendekati sang menantu.
"Seperti nya memang sudah waktu nya mom, tadi sudah mulai kontraksi dan barusan di cek ada flek juga yang keluar," balas Kevin mewakili sang istri.
"Ayo kita ke rumah sakit," ajak mommy Billa dengan tidak sabar, hingga daddy Rehan ikutan panik.
"Gendong saja istri mu bang, biar daddy yang siapin mobil," titah daddy Rehan.
"Jangan di gendong bang, biar kak Salma jalan sendiri saja.. biar semakin cepat pembukaan nya kalau di pakai untuk jalan," larang mommy Billa, yang membuat Kevin menjadi bingung.
"Aku jalan saja mas, masih kuat kok.. lagian benar apa kata mommy," ucap Salma yang melihat kebingungan suami nya.
"Bang, ini tas nya," seru Malika yang baru datang, seraya membawa tas yang berisi perlengkapan untuk bayi dan baju ganti untuk Salma.
"Biar daddy yang bawa kak," pinta daddy Rehan, yang kemudian segera berlalu menuju halaman sambil menenteng tas tersebut.
Kevin dan Salma mengekor di belakang nya.
"Kakak di rumah saja ya, jagain adik-adik.. jangan pada ribut," titah mommy Billa pada putri nya.
"Siap mommy sayang," balas Malika dengan gaya centil nya.
Mommy Billa kemudian segera menyusul Kevin, yang sudah lebih dulu berjalan sambil menuntun istri nya menuju halaman.
"Segera kasih kabar ke Icha ya mom,,," teriak Malika saat sang mommy sudah mencapai ambang pintu.
"Iya,," balas mommy Billa yang juga ikut berteriak.
Di halaman, daddy Rehan nampak sudah duduk di kursi kemudi mobil yang sebelum nya sudah disiapkan oleh sopir.
Kevin segera membuka pintu bagian belakang, "naiklah cinta," titah Kevin.
Salma nampak akan naik, ketika tiba-tiba rasa sakit itu kembali datang. "Aduh mas, ini makin sakit,," lirih Salma seraya membungkuk dan memegangi perut bagian bawah, wajah cantik itu terlihat memerah menahan sakit.
"Masuk dan duduk lah," Kevin membantu istri nya untuk duduk dengan nyaman di bangku belakang.
Kevin kemudian membungkuk, mencium perut istri nya dan berbisik. Entah apa yang dibisikkan calon ayah itu, tapi yang jelas rasa sakit yang tadi nya dialami Salma seketika menghilang.
"Udah hilang sakit nya mas," lirih Salma yang kini wajah nya kembali tenang.
Daddy Rehan yang sedari tadi memperhatikan dari tempat duduk nya, merasa terharu.. "lihat putra mu Key,, dulu aku pun membisikkan sesuatu pada nya agar tidak nakal dan membuat mu merasakan sakit. Dan kini, dia melakukan hal yang sama pada putra nya. Kevin sangat mencintai istri nya Key,, kamu tak perlu lagi khawatir, menantu mu takkan mengalami nasib yang sama seperti mu," bisik daddy Rehan dalam hati.
to be continue,,,