
Sesuai yang telah di jadwalkan, keluarga daddy Rehan Putra Alamsyah dan keluarga pak Sulaiman.. bertolak ke Singapura menggunakan pesawat pribadi milik bos RPA Group itu. Setelah beberapa lama melakukan perjalanan udara, tepat pukul lima sore mereka tiba di bandara Changi Singapura.
Dua orang sopir keluarga Yusuf yang ditugaskan menjemput rombongan adik ipar nya itu, telah setia menanti di pintu kedatangan. Dan ketika melihat adik majikan nya dari kejauhan, dua orang sopir tersebut segera mendekat dan mengambil alih koper serta membawa nya menuju mobil.
Rombongan dari Jakarta itu pun semua menuju ke mobil milik Yusuf, dan setelah semua nya duduk dengan nyaman.. kedua sopir tersebut, segera melajukan kendaraan nya menuju kediaman Yusuf dan Fatima.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, rombongan daddy Rehan akhir nya sampai di kediaman kakak kandung nya itu. Mereka disambut dengan hangat oleh opa Sultan dan oma Sekar, serta Yusuf dan Fatima beserta ketiga anak nya.
"Billa sayang, mama kangen sama kamu nak,," ucap oma Sekar, seraya memeluk mommy Billa.
"Billa juga kangen sama mama, mama sehat kan?" Balas mommy Billa dengan bertanya, seraya melerai pelukan sang mama mertua.
"Mama enggak kangen sama Rey ma? Putra mama yang tampan ini?" Tanya daddy Rehan mendekat, setelah diri nya melepaskan pelukan dengan sang papa.
"Hallah.. kamu itu lho Rey, sudah punya mantu juga masih narsis," balas oma Sekar, seraya memeluk erat putra kesayangan nya.
Sedangkan daddy Rehan membalas pelukan sang mama sambil tersenyum, putra mahkota keluarga Alamsyah itu memang selalu manja sama mama nya semenjak masih kanak-kanak.
Opa Sultan dan oma Sekar kemudian bergantian menyalami pak Sulaiman dan bu Widya, "selamat datang di rumah kami, nak Leman, nak Widya," ucap oma Sekar dengan tersenyum tulus, "silahkan masuk," lanjut nya mempersilahkan kedua besan daddy Rehan.
"Bill, ajak besan mu masuk kedalam nak," titah oma Sekar pada sang menantu.
Mommy Billa mengangguk, dan kemudian menuntun bu Widya untuk masuk kedalam kediaman Fatima dan Yusuf. Daddy Rehan dan pak Sulaiman, mengiringi langkah mereka dari belakang.
Sementara itu opa Sultan dan oma Sekar, masih sibuk menyapa cucu nya satu persatu. Memeluk dan menanyakan kabar mereka, serta mengusap lembut puncak kepala mereka dan mendo'akan kebaikan untuk cucu-cucu nya itu.
Zaki dan Fira, beserta Annas.. putra bungsu Yusuf dan Fatima, langsung mengajak adik-adik sepupu nya untuk masuk kedalam.
Tertinggal Kevin dan Salma, yang belum salim sama opa dan oma nya. Opa Sultan langsung memeluk cucu bungsu nya itu dengan berlinang air mata, "nak, maaf kan opa ya.. maaf, karena opa tidak bisa menjaga mommy mu. Maaf, karena opa justru harus kalah dengan penyakit opa.. hingga opa tidak bisa menemani saat mama mu membutuhkan opa dan oma," lirih opa Sultan, masih sambil memeluk cucu kesayangan nya itu.
Kevin melepaskan pelukan sang opa, menatap netra biru yang teduh itu dengan tatapan hangat, "semua sudah berlalu opa, dan itu bukan salah opa. Kalau pun ada yang harus dipersalahkan itu adalah papi Vincent opa, papi kandung Kevin.. dia yang telah menelantarkan mommy, dan membiarkan mommy menanggung semua rasa sakit nya sendirian," balas Kevin, wajah nya masih menunjukkan kekecewaan pada papi kandung nya itu.
Oma Sekar yang baru melepaskan pelukan nya dengan Salma, dan masih bisa mendengar perkataan sang cucu.. langsung mendekati Kevin dan mengusap lembut punggung cucu bungsu nya itu. "Sabar abang,, papi mu memang bersalah, tapi percaya lah pada oma bahwa papi mu hingga detik ini juga dihantui oleh rasa bersalah nya pada mommy Keyla. Ikhlas,, karena hanya dengan ikhlas, kita akan bisa melupakan dan memaafkan."
"Abang sayang,,, apa yang dikatakan oma itu benar, abang harus bisa ikhlas agar abang bisa menjalani semua nya dengan bahagia," Salma menimpali.
Kevin langsung menoleh kearah sumber suara terakhir, dan remaja tampan itu mengernyit. "Baby.. tadi kamu manggil aku apa?" Tanya Kevin, pada istri nya.
Salma tersenyum, "abang sayang," balas Salma sambil mengerling.
"Makin pinter godain suami ya sekarang," ucap Kevin, sambil mengacak lembut puncak kepala sang istri yang tertutup hijab.
"Sudah, sana ajak baby nya masuk. Kamar kalian di lantai tiga ya.." ucap oma Sekar seraya menggeleng-gelengkan kepala nya, dan tersenyum bahagia.
Oma Sekar tersenyum,, "masih romantis opa dari pada cucu kita," balas oma Sekar sambil mencubit pipi sang suami dengan mesra.
"Hahahaha,, ya pasti lah ma, Sultan di raja romantis," balas opa Sultan narsis, "dan kamu ma, kamu juga lebih nakal dari istri Kevin," lanjut opa Sultan masih seraya terkekeh, dan kemudian segera mengajak sang istri untuk masuk kedalam menyusul anak dan cucu-cucu nya.
Kevin dan Salma tidak langsung naik ke Kamar nya, tapi ikut duduk di ruang keluarga bersama kedua orang tua mereka. Di susul opa Sultan dan oma Sekar, yang langsung duduk di samping sang cucu.
"Kakak mu mana Rey?" Tanya mama, Sekar pada daddy Rehan.
"Fa lagi nyiapin minum ma.." jawab Fatima yang baru muncul dari belakang, mengiringi langkah asisten rumah tangga nya yang membawakan minuman untuk adik dan besan nya.
"Kalau bang Yusuf, lagi terima telpon di halaman samping," lanjut Fatima menjelaskan, sebelum sang mama bertanya kembali.
Baru selesai dibicarakan, Yusuf muncul dari arah samping. "Bibi Carla bentar lagi juga nyampai," ucap Yusuf sambil berjalan menuju sofa, dan segera duduk di samping adik ipar nya. "Bun, duduk sini," titah nya pada sang istri.
Fatima pun hanya bisa nurut, dan mendudukkan diri nya di samping sang suami. "Silahkan di minum teh nya pak Leman, but Widya," ucap Fatima, dengan ramah.
"Iya bu Fatima," balas bu Widya merasa sedikit sungkan, jauh di lubuk hati bu Widya.. ibu nya Salma itu merasa minder berada di tengah-tengah keluarga besan nya, yang kekayaan nya bahkan bisa membeli semua tanah warga di kampung halaman nya. Namun kehangatan dan keramahan keluarga Alamsyah dalam menyambut dan memperlakukan keluarga nya, membuat bu Widya tak henti mengucap syukur dalam hati.
"Assalamu'alaikum,," ucap salam orang-orang yang baru datang, membuyarkan lamunan bu Widya.
"Wa'alaikumsalam," jawab semua nya, bersamaan.
Semua nya berdiri dan saling menyalami, mereka saling memeluk untuk melepas rindu.
Namun perhatian Salma justru tertuju pada sang suami, yang menampilkan gelagat tak biasa nya. Suami tampan nya itu tiba-tiba murung, dan nampak tidak bersemangat. Dan Salma tahu pasti apa penyebab nya, "abang sayang,," bisik Salma lembut.
Kevin menoleh kearah sang istri.
"Aku tahu perasaan kamu, dan aku juga tahu kamu sudah berusaha. Aku tidak akan memaksa,,, jika memang saat ini kamu belum bisa dan kamu masih belum nyaman dekat dengan papi mu, tapi paling tidak salami dulu papi Vincent dan yang lain. Setelah itu, kita bisa pamit dan bergabung dengan adik-adik di atas," ucap Salma lirih, seraya menatap dalam netra biru milik sang suami.
Kevin masih berdiri dah terdiam di tempat nya, dan setelah semua anggota keluarga Alamsyah saling melepas rindu.. oma Carla kemudian menyalami bu Widya dan pak Sulaiman, yang diikuti oleh Vincent dan Nina serta kedua buah hati nya.
Oma Carla kemudian mendekati Kevin, dan memeluk cucu nya itu. Hanya pelukan hangat dan cukup lama, tanpa kata.
Begitu pun dengan Nina, Nina pun memeluk Kevin tanpa berkata sepatah kata pun.
Kini tiba giliran Vincent, Vincent terpaku di tempat nya. Melihat aura dingin sang putra, papi kandung Kevin itu tahu pasti bahwa putra nya belum benar-benar bisa menerima nya.
Kevin pun masih terdiam di tempat nya, hingga beberapa saat lama nya.. suasana di ruang tamu keluarga Yusuf, untuk sejenak menjadi hening. Dan semua perhatian, tertuju pada Kevin dan juga Vincent.
to be continue,,,