
Setiba nya di rumah sakit, Kevin yang sewaktu di dalam mobil sudah mendaftarkan sang istri.. langsung menuntun istri nya menuju ruang praktek dokter kandungan langganan nya.
Daddy Rehan dan mommy Billa, menunggu di bangku yang tersedia di ruang tunggu bersama pasien yang lain.
"Pagi dok," sapa Kevin dengan ramah, dan kemudian Kevin membantu sang istri untuk langsung berbaring di bed pasien di ruang pemeriksaan.
"Pagi mas Kevin, mbak Salma," balas dokter wanita tersebut dengan senyum nya yang ramah.
"Bagaimana mbak Salma, ada keluhan apa? Tadi di telpon, mas Kevin bilang kalau sudah mulai kontraksi ya?" Tanya bu dokter, yang memang sudah mendengar dari Kevin melalui sambungan telpon tadi.
"Iya dok, tadi sudah kontraksi dan keluar flek juga," balas Salma dengan jujur.
"Baik, saya cek dulu ya,," balas bu dokter seraya memakai sarung tangan medis, dan kemudian dokter kandungan tersebut menuntun istri cantik Kevin itu untuk memposisikan kaki nya dengan benar.
"Maaf mbak Salma, ini akan sedikit sakit. Tahan sebentar ya,," ucap dokter kandungan tersebut seraya tersenyum hangat, mencoba memberikan ketenangan pada pasien nya. Dan kemudian bu dokter dengan gerakan perlahan dan lembut, memasukkan jari nya kedalam inti Salma untuk memeriksa pembukaan pada serviks.
Salma nampak meringis, dan Kevin yang dengan setia mendampingi sang istri mencium punggung tangan istri nya dengan penuh perasaan.. mencoba memberikan sedikit kekuatan pada calon ibu dari anak nya, agar tidak merasa kesakitan.
Dokter tersebut nampak mengangguk-angguk, "baru pembukaan dua ya mbak, mas." Ucap bu dokter, seraya membetulkan kembali posisi kaki Salma.
"Berapa lama kami harus menunggu sampai pembukaan nya lengkap dok?" Tanya Kevin nampak tidak sabar, setelah membantu sang istri duduk di tepi ranjang pasien.
"Tidak bisa di pastikan mas, karena setiap pasien berbeda-beda. Ada yang cepat, ada juga yang proses nya agak lama. Moga untuk istri mas, pembukaan nya bisa cepat nambah dan mas Kevin serta mbak Salma bisa segera menimang buah hati," jawab bu dokter membesarkan hati pasien nya.
"Lantas apa yang harus kami lakukan dok? Agar proses pembukaan nya bisa cepat?" Tanya Kevin.
"Mas Kevin bisa temani mbak Salma untuk jalan-jalan, karena dengan banyak berjalan itu bisa mempercepat proses pembukaan pada serviks. Oh, ya.. pavilion yang tadi mas Kevin pesan, sudah kami persiapkan sesuai permintaan mas. Mas Kevin bisa ajak mbak Salma jalan-jalan di taman, di depan pavilion tersebut," jelas bu dokter, yang masih berdiri di tepi bed di samping Salma.
"Sus, tolong siap kan kursi roda nya untuk mbak Salma," titah bu dokter pada seorang perawat.
"Baik dok," balas perawat tersebut dengan sigap, dan langsung mengambil kan kursi roda yang tersedia di sudut ruangan untuk Salma.
"Dok, saya mau jalan kaki saja. Tadi dokter bilang, saya harus banyak jalan kan?" Tolak Salma dengan halus.
"Pavilion tempat perawatan mbak Salma cukup jauh dari sini mbak, jalan-jalan nya nanti saja di sekitar pavilion ya," bu dokter dengan lembut memberikan pengertian pada Salma.
Salma mengangguk, dan kemudian segera naik ke kursi roda yang sudah di persiapkan untuk diri nya.
"Baik mas Kevin, nanti kami akan mengecek kondisi mbak Salma setiap tiga puluh menit. Mas Kevin dan mbak Salma sekarang bisa ke pavilion dulu, biar diantar sama suster," lanjut dokter kandungan yang masih terlihat cantik di usia nya yang sudah mencapai setengah abad itu, seraya memberikan kode pada perawat agar mengantarkan pasien.
Perawat tersebut mengangguk patuh.
"Biar saya saja yang mendorong kursi roda nya sus," pinta Kevin, saat perawat tadi hendak mendorong kursi roda Salma.
"Baik mas," balas perawat muda tersebut dengan ramah, seraya menatap kagum pada sosok Kevin yang penuh perhatian pada istri.
Dengan sigap, Kevin langsung mendorong kursi roda sang istri keluar dari ruang pemeriksaan setelah sebelum nya berpamitan pada dokter kandungan yang menangani kehamilan Salma selama ini.
"Bagaimana bang?" Tanya mommy Billa yang langsung berdiri dan mendekat, begitu melihat putra dan menantu nya keluar dari ruang pemeriksaan.
Daddy Rehan pun mengikuti sang istri, dan kedua orang tua calon oma dan opa itu kini telah berdiri di samping Salma yang duduk di kursi roda.
"Pembukaan dua mom, sekarang kita ke pavilion dulu," balas Kevin, seraya mendorong kembali kursi roda sang istri, mengikuti perawat yang akan membawa mereka ke pavilion yang sudah dia pesan.
"Bang, ibu mertua kamu sudah di kasih kabar belum?" Tanya mommy Billa, sesaat setelah mereka sampai di pavilion... dan perawat yang tadi mengantar, sudah berlalu meninggalkan pavilion tersebut.
Pavilion tersebut sangat luas, Di sisi kanan terdapat satu ranjang pasien lengkap dengan box bayi dan satu ranjang berukuran sedang yang di peruntukkan bagi keluarga pasien.. dan di sudut ruangan, terdapat bathroom dengan pintu nya yang unik.
Di sisi kiri di fungsikan sebagai ruang tamu yang dilengkapi satu set sofa elegan yang menghadap ke meja televisi berlayar lebar. Kedua sisi tersebut hanya di sekat dengan kain tebal dengan motif yang cantik.
Sedangkan di bagian belakang, terdapat mini pantry lengkap dengan meja makan. Dan satu kamar mandi, yang terdapat di sudut ruangan. Di samping nya, adalah ruang terbuka hijau yang difungsikan untuk menjemur handuk
"Belum mom, abang kelupaan," balas Kevin jujur, seraya tersenyum kecut. Kevin kemudian membantu istri nya untuk duduk di sofa, dan pemuda tampan itu pun duduk di samping sang istri dengan posesif.
Mommy Billa tersenyum, dan kemudian ikut duduk di sofa tersebut, "wajar bang, nama nya juga panik. Untung cuma lupa kasih kabar sama keluarga, ada loh yang malah kelupaan bawa istri nya yang mau melahirkan,," balas mommy Billa seraya terkekeh kecil.
"Memang nya beneran ada mom, yang seperti itu?" Daddy Rehan yang juga sudah ikut duduk di samping sang istri, mengernyitkan dahi mendengar perkataan istri nya.
"Ada dad, seperti di novel online yang pernah mommy baca. Teman mommy di kampung juga ada kok, yang di bawa suami nya itu cuma tas perlengkapan ibu dan bayi nya saja. Sedangkan istri nya yang mau melahirkan di tinggal..." balas mommy Billa masih dengan tertawa.
Daddy Rehan terkekeh, Salma pun ikut terkekeh pelan.
"Tapi masih bagus juga sih dad, hanya bawa tas.. coba kalau sambil bawa istri tetangga, kan berabe?!" Lanjut mommy Billa asal, sambil menutup mulut menahan tawa nya yang semakin pecah.
Daddy Rehan pun semakin tergelak, "dasar suami brengsek kalau itu mom," ucap daddy Rehan masih dengan tawa nya.
"Ish,, mommy nih, ada-ada saja," ucap Kevin seraya tersenyum, sambil memegang ponsel hendak menghubungi ibu mertua nya.
Salma yang juga ikut tertawa membalas, "enggak apa-apa bang, Salma malah jadi terhibur."
Kevin nampak menghubungi bu Widya, dan yang lain sudah mulai tenang. Setelah berbicara beberapa saat, Kevin mengakhiri panggilan tersebut.
"Ibu akan segera kemari," ucap Kevin, seraya menatap sang istri dan mommy nya bergantian.
"Cinta, kamu mau makan sesuatu? Biar abang pesankan?" Tanya Kevin, yang masih memegang ponsel nya.
Salma menggeleng, "enggak bang, Salma enggak nafsu makan. Enggak tahu nih, perasaan Salma tiba-tiba enggak enak," balas Salma yang mulai nampak gelisah.
Kevin menggenggam tangan sang istri, "kamu tenang ya cinta, semua pasti akan baik-baik saja." Hibur Kevin.
Daddy Rehan dan mommy Billa saling pandang, dan sesaat kemudian, "kak, apa kak Salma mau cesar saja? Mumpung belum terlalu merasakan sakit?" Tanya mommy Billa yang mulai ikut khawatir.
Salma menggeleng, "tidak perlu mom, Insyaallah Salma kuat," balas Salma kekeuh dengan pendirian nya dari awal, yang ingin melahirkan secara normal.
"Mas, Salma mau jalan-jalan.. biar proses pembukaan nya cepat," pinta Salma.
"Ayo, mas bantu," Kevin dengan cekatan memapah sang istri dan membawa nya keluar menuju halaman pavilion, yang terdapat taman yang indah dengan kolam ikan dan air mancur di tengah-tengah nya.
Daddy Rehan dan mommy Billa tersenyum melihat Kevin yang begitu siaga mendampingi istri nya, "putra kita persis seperti daddy, suami yang siaga," lirih mommy Billa seraya menatap punggung putra dan menantu nya.
Daddy Rehan semakin lebar mengulas senyum, "bagaimana kalau kita lanjut kan yang tadi mom?"
"Daddy....!!!" Mommy Billa menghadiahkan cubitan kecil di perut sang suami, yang masih saja suka menciptakan kesempatan dimana pun mereka berada.
to be continue,,,