All About KEVIN

All About KEVIN
Group Chat TTM



Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Kevin dan teman-teman nya, karena tepat jam sembilan nanti mereka akan mendapatkan hasil dari usaha belajar mereka di sekolah selama tiga tahun.


Kevin dan teman-teman dekat nya sudah berada di sekolah, menunggu hasil jerih payah mereka selama ini yang sebentar lagi akan di pasang di papan pengumuman.


Nampak ketegangan menghiasai sebagian besar wajah-wajah teman Kevin, khawatir jika akan mendapatkan nilai tidak seperti yang di harap kan.


Waktu hampir menunjukkan pukul sembilan, sebagian orang tua siswa sudah datang untuk mengambil langsung nilai akhir putra putri mereka. Namun, orang tua Kevin, Salma dan ketiga teman lain nya belum terlihat kehadiran nya.


Kevin sengaja mengajak teman-teman dekat nya untuk datang lebih awal, karena ada yang ingin dia bicara kan.. yaitu mengenai rencana resepsi pernikahan diri nya dengan Salma, dan juga ada rencana khusus untuk ngobrol dengan Rahman.


"Guys, akhir bulan nanti kami akan meresmikan pernikahan kami. Kalian harus datang," pinta Kevin, begitu mereka berlima duduk di taman, halaman samping sekolah.. sengaja agak menjauh dari teman-teman nya yang lain, agar apa yang mereka obrolkan tidak dapat di dengar oleh orang yang tidak berkepentingan.


"Insyaallah, kami pasti datang bro,, kalian kan taman baik kami," balas Rahman dengan cepat.


"Benar bro,, kita bertiga ini kan sudah seperti saudara laki-laki, ya pasti lah kami datang," Bayu menimpali.


"Jadi, itu udah fix di akhir bulan resepsi pernikahan kalian berdua ya?" Devi memastikan kembali apa yang tadi di sampaikan Kevin.


Kevin dan Salma mengangguk, "kalian bertiga harus berangkat bersama kami, gue udah bilang sama daddy dan mommy untuk menyiapkan tiga kamar untuk kalian," Kevin menegaskan undangan nya.


"Siap," balas Rahman, Bayu dan Devi, dengan kompak.


"Oh ya, Rahman.. ada yang ingin gue sampaikan," ucap Kevin menoleh ke arah Rahman.


"Rahman mengernyit, "ada apa?" Tanya Rahman menyelidik.


"Om Adam apa kabar? Sehat kan?" Tanya Kevin, mengawali pembicaraan nya dengan menanyakan kabar ayah Rahman.


"Papa baik, dan Alhamdulillah sehat," balas Rahman, "kenapa tiba-tiba menanyakan papa gue?" Rahman mengernyitkan dahi nya.


"Man, perusahaan daddy yang di Bali lagi butuh orang yang bisa menghandle nya. Karena orang yang sebelum nya di percaya oleh daddy, mengajukan pensiun dini hendak balik ke Jakarta. Gue berharap banyak pada om Adam Man, bisa kan lu bantu gue membicarakan hal ini pada papa lu?" Pinta Kevin dengan lugas, dengan mengatakan bahwa perusahaan di Bali adalah perusahaan daddy nya.


"Maksud lu, papa gue diminta memimpin perusahaan milk daddy Rey yang di Bali?" Rahman yang cerdas, langsung dapat menangkap arah pembicaraan Kevin.


Kevin mengangguk pasti.


"Wah, bagus itu.. om Adam jadi bisa membuktikan pada keluarga kalian nanti, bahwa beliau tetap bisa eksis meski tanpa uluran tangan dari saudara-saudara om Adam kan?" Ucap Devi, menatap Rahman.


"Benar Man, ini kesempatan bagus," Bayu ikut memberikan dukungan.


Sejenak Rahman berfikir, "iya juga sih, gak masalah juga kalau papa dan mama gue tinggal di Bali.. toh kami sudah mandiri, dan toko perhiasan mama bisa di kelola sama kakak gue," Rahman nampak menyetujui permintaan Kevin. "Nanti gue coba obrolin dulu sama papa gue ya bro, kebetulan papa sudah di parkiran," ucap Rahman menunjukkan pesan dari papa nya, yang mengabarkan bahwa papa nya itu sudah tiba di tempat parkir sekolah Rahman.


"Gue nemuin papa dulu ya," pamit Rahman seraya bergegas meninggalkan teman-teman nya, yang masih duduk di bangku taman halaman samping sekolah.


"Kita ke halaman depan yuk, palingan orang tua kita juga sebentar lagi pada nyampai," ajak Devi seraya berdiri, dan segera menggandeng tangan Bayu untuk berjalan menuju halaman depan sekolah.


"Ehm,, belum halal," sindir Kevin pendek, dan berjalan cepat bersama sang istri mendahului kedua teman nya yang terdiam di tempat nya karena mendengar sindiran pedas Kevin barusan.


Sedangkan Devi hanya tersenyum, dan terus melangkah mensejajarkan langkah nya dengan langkah kaki Bayu yang panjang panjang.


"Bay, enak kali ya Bay kalau kita nikah muda," bisik Devi, melirik kekasih nya.


"Gue sih mau banget Dev, tapi..." sejenak Bayu menghentikan ucapan nya, "apa orang tua kamu bisa merestui hubungan kita, ya?" Bayu nampak gamang, menatap netra bulat milik sang kekasih.


"Kalau kamu yakin dengan perasaan mu padaku, kita akan berjuang bersama," ucap Devi mencoba meyakinkan Bayu.


Bayu tersenyum dan mengangguk pasti.


Mereka berempat kemudian menunggu orang tua masing-masing di bangku panjang yang berada di halaman sekolah, dari kejauhan Kevin melihat Rahman nampak sedang asyik ngobrol dengan papa nya. "Semoga lu berhasil bujuk papa lu Man, kami berharap banyak pada om Adam.. minimal hingga gue lulus kuliah nanti," gumam Kevin dalam hati.


Setelah beberapa saat menunggu, satu persatu dari orang tua mereka datang. Devi langsung menghampiri mobil orang tua nya, begitu pun dengan Bayu yang langsung menyambut ayah nya yang datang dengan mengendarai sepeda motor.


Tak lama kemudian nampak mobil daddy Rehan juga memasuki halaman sekolah, Kevin dan Salma langsung menghampiri nya. "Dad, pak, kok bisa datang barengan?" Tanya Kevin nampak terkejut melihat daddy nya datang bersama sang ayah mertua, pasal nya daddy Rehan tidak mengatakan apa-apa sebelum nya.


Salma juga nampak kaget, "pak," panggil Salma dan langsung menyalami sang ayah dengan mencium punggung tangan nya. Kevin pun melakukan hal yang sama, mengikuti sang istri.


"Iya, tadi daddy telpon pak Leman dan bikin janji untuk menjemput beliau agar berangkat bareng," balas daddy Rehan, yang di iyakan oleh pak Sulaiman.


"Ayo dad, pak, kita langsung ke kelas kami. Sudah jam sembilan tepat ini," Kevin dan Salma menuntun langkah daddy Rehan dan pak Sulaiman menuju kelas nya di lantai dua.


Setelah kedua orang tua nya masuk kedalam kelas, Kevin dan Salma menghampiri ketiga teman nya untuk bersama-sama melihat ke papan pengumuman. Karena di sana akan di tempel nama siswa yang lulus, berurutan berdasarkan ranking prestasi nya.


Keriuhan terjadi di depan papan pengumuman itu, masing-masing berebut ingin secepat nya mengetahui nama mereka berada di urutan ke berapa.


Kevin yang berbadan tinggi dan tegap dengan mudah bisa merangsek ke depan, dan untuk mempersingkat waktu agar bisa bergantian dengan yang lain.. Kevin mengambil gambar pengumuman tersebut menggunakan kamera ponsel nya, dan kemudian segera mundur untuk memberikan kesempatan pada yang lain.


"Mana-mana gue mau lihat hasil nya," ucap Devi antusias, mendekat kearah Kevin.


"Kirim ke group chat TTM aja bro, biar kita lihat di ponsel masing-masing." Pinta Rahman nampak tidak sabar.


'Good idea,," balas Kevin dan langsung mengirimkan foto tersebut ke group chat TTM, yang anggota nya saat ini mereka berlima. Dulu group tersebut beranggotakan enam orang, termasuk Monica.


TTM adalah teman tapi mengalah menurut Rahman, karena dua sering mengalah pada Monica. Sedangkan versi Kevin TTM adalah, teman tapi melindungi.. karena dari dulu dia selalu melindungi Salma. Dan Bayu memaknai TTM sebagai teman tapi mesra, sebab sudah sejak lama Bayu menaruh hati pada Devi.


Semua membuka ponsel nya, tertera nama Kevin di urutan pertama.. di susul Salma, dan kemudian Bayu. Sedangkan Rahman menduduki peringkat tujuh dan Devi peringkat delapan. Mereka mengucap syukur, atas apa yang telah mereka capai saat ini.


to be continue,,,


🌷🌷🌷🌷🌷


Selamat berbuka puasa,, jangan lupa perbanyak WA (Waosan Alqur'an) 😇😇


Indah nya berbagi kebaikan 🤗🤗😘😘