All About KEVIN

All About KEVIN
Once Again Cinta...



Acara pengajian tersebut berlangsung dengan lancar, tepat pukul lima sore.. ustadzah mengakhiri pengajian dengan do'a bersama. Ustadzah tersebut berdo'a dengan khusyuk, yang diaminkan oleh anak-anak panti asuhan dan seluruh keluarga besar Kevin dan Salma.


Salma nampak mengeluarkan air mata haru, kini kebahagian meliputi hati nya. Memiliki suami yang tampan dan sangat menyayangi diri nya, dan sebentar lagi mereka berdua akan memiliki bayi.. buah cinta tulus mereka berdua.


Kevin yang menyadari sang istri tercinta menitikkan air mata, buru-buru menghapus air mata yang jatuh di pipi putih sang istri. Kevin menghapus dengan ibu jari nya dengan penuh kasih, "apa ini air mata bahagia?" Lirih Kevin, sesaat setelah ustadzah selesai berdo'a.


Salma mengangguk, dan mengangkat wajah nya menatap sang suami. Dan Kevin langsung melabuhkan ciuman di kening sang istri, "terimakasih cinta,, karena kamu telah bersedia mengandung anak ku," lirih Kevin dengan tatapan penuh cinta.


Mendengar sang suami memanggil diri nya dengan tak biasa, Salma mengernyitkan dahi nya. "Apa barusan aku enggak salah dengar mas?" Tanya Salma, seraya menatap netra biru yang menawan milik Kevin.


Kevin menggeleng,, "tidak, mulai saat ini.. aku memanggil mu dengan cinta, karena kamu adalah cinta sejati ku. Kamu adalah hidup ku,,," balas Kevin yang selalu menatap netra Salma dengan penuh kekaguman dan perasaan penuh cinta yang terus bersemi.


"Dan panggilan baby,, untuk calon anak kita," imbuh Kevin seraya mengusap lembut perut sang istri dan kemudian mencium perut Salma dengan penuh kasih.


Kevin membisikkan sesuatu di sana, yang tak bisa di dengar oleh Salma.. karena suara anak-anak yang mulai riuh, sebab hidangan telah mulai di siapkan.


Anak-anak panti tersebut nampak sangat antusias menerima kotak snack yang berisi kue-kue yang lezat, dan mereka segera menikmati kue tersebut dengan sangat gembira.


Salma merasa haru melihat cara mereka makan, dan itu mengingat kan diri nya kala masih kecil dulu. Dia yang hidup dengan kesederhanaan.


"Kue nya di habisin aja ya sayang, nanti untuk yang dibawa pulang sudah kakak siapin kok," ucap Salma lembut, tatkala istri cantik Kevin itu melihat ada beberapa anak yang seakan sayang untuk menghabiskan kue nya dan hendak dibawa nya pulang.


"Nasi nya juga nanti di makan di panti saja ya, karena sudah menjelang maghrib," mommy Billa memberi kan kode kepada beberapa asisten rumah tangga nya, agar menyiapkan bingkisan untuk anak-anak tersebut.


Mommy Billa, yang dibantu oleh bu Widya dan mami Nina membagikan bingkisan kepada anak-anak yatim tersebut. Masing-masing anak mendapatkan dua bingkisan, satu bingkisan berisi nasi box, snack dan minuman.. serta satu bingkisan lain yang lebih bear, berisi peralatan beribadah dan sekolah.


Anak-anak tersebut terlihat sangat senang menerima nya, belum hilang kekaguman mereka menerima hadiah yang begitu banyak.. Kevin berdiri dan menghampiri mereka satu persatu seraya memberikan angpow yang berisi uang jajan yang sangat banyak, dan anak-anak kecil yang kurang beruntung itu bersorak dengan riang gembira.


Usai membagikan angpow, Kevin kembali duduk di samping sang istri. Dan pemuda tampan itu kemudian menyampaikan rasa terima kasih nya, atas do'a-do'a tulus yang telah dipanjatkan untuk calon anak yang saat ini masih berada dalam kandungan sang istri.


Setelah Kevin usai berbicara, ustadzah pun mohon undur diri.. yang diikuti oleh bu panti serta anak-anak asuh mereka.


Mommy Billa dan daddy Rehan, serta Kevin dan Salma.. mengantarkan tamu-tamu nya itu hingga ke halaman depan, dan mereka baru baru masuk kembali setelah kendaraan yang membawa mereka keluar dari gerbang kediaman keluarga Alamsyah tersebut.


"Abang,, kak Salma,, nanti malam masih menginap di sini kan? Tanya mommy Billa, saat mereka berjalan memasuki rumah utama.


"Iya mom,, kami akan pulang ke tempat kami, kalau keluarga yang lain sudah kembali ke negara nya," balas Kevin.


"Mom, kami ke atas dulu ya.. mau ambil mukena buat Salma, karena bentar lagi maghrib." Pamit Kevin di ujung tangga, dan kemudian dengan perlahan menuntun sang istri naik ke lantai dua dimana kamar nya berada.


Mommy Billa tersenyum melihat kemesraan putra dan menantu nya.


"Mom, kenapa senyum-senyum gitu?" Daddy Rehan mengernyit.


"Mommy inget waktu hamil dulu dad, daddy selalu jagain mommy... seperti abang saat ini, yang jagain istri nya." Balas mommy Billa dengan masih menatap punggung sang putra dan sang menantu yang hampir menghilang dari pandangan.


"Apa mommy mau hamil lagi? Daddy masih sangup menghamili mommy,,, ayo kita buat sekarang," tanpa menunggu jawaban sang istri, daddy Rehan merengkuh pinggang mommy Billa dan buru-buru membawa nya ke dalam kamar utama milik mereka berdua.


Protes dari mommy Billa sama sekali tak dihiraukan nya, bahkan teriakan om Devan, om Alex dan opa Alvian yang mengingatkan bahwa sebentar lagi waktu maghrib tiba.. dianggap nya bagai angin lalu, daddy Rehan benar-benar tak kuasa menahan rindu pada sang istri, ibu dari keenam putra nya.


Setiba nya di dalam kamar, daddy Rehan merebahkan tubuh seksi sang istri di atas tempat tidur yang empuk. "Dad, waktu maghrib hampir tiba?! Nanti malam saja ya.. mommy janji, mommy yang akan melayani daddy dan membuat daddy melayang," bujuk mommy Billa dengan sungguh-sungguh.


Daddy Rehan seakan tak mendengar ucapan sang istri, laki-laki bertubuh kekar itu terus melucuti pakaian sang istri satu persatu hingga tak tersisa.


Daddy Rehan tersenyum mesra menatap istri nya yang telah polos, "mommy sudah janji, kalau nanti malam mommy akan membuat daddy melayang.. dan sekarang biarkan daddy yang membuat mommy melayang dalam waktu yang singkat ini, I'll play fast and satisfying." Daddy Rehan mulai mencumbui istri cantik nya yang hanya bisa pasrah, dan menikmati sentuhan demi sentuhan yang daddy Rehan berikan.


Sementara itu, di kamar atas.. tepat nya kamar Kevin dan Salma. Kevin juga tengah mengagumi keajaiban dunia milik sang istri, yang semakin hari semakin terlihat menggoda. "Cinta,,, aku akan membantu anak kita membesarkan sumber kehidupan nya agar kelak ketika sudah lahir, dia tidak mengalami kesulitan menemukan nya." Ucap Kevin seraya menatap penuh damba pada bukit kembar milik sang istri yang sudah tidak tertutupi apa-apa.


Kevin segera mendekatkan mulut nya ke atas bukit tersebut, dan mulai melakukan aksi nya... dan suara ******* Salma mulai sayup-sayup terdengar, dan semakin lama semakin keras memenuhi seisi ruangan yang kedap suara tersebut.


Dua anak manusia yang dilanda asmara dan gelora jiwa muda itu menyatu, menuntaskan hasrat yang selalu menggebu di setiap waktu. Tak cukup sekali, bahkan bisa hingga berkali-kali.. karena kedua nya, sama-sama merasa saling menyayangi dan saling membutuhkan. Mereka bukan hanya ingin menerima, tapi juga ingin memberikan yang terbaik untuk pasangan nya.


Kevin mengakhiri sesi bercinta kilat nya dengan mencium lembut bibir sang istri dan kemudian mencium perut Salma, "baby, maaf jika ayah hanya menjenguk mu sebentar. Tapi ayah janji, nanti malam kita akan berjumpa lagi. Sekarang tidur lah dulu, karena nanti ayah akan mengajak mu begadang semalaman," ucap Kevin seraya tersenyum penuh arti.


Sedangkan Salma yang mendengar ucapan suami nya membulatkan mata nya, "hah,, mau main lagi?!" Protes nya, namun suami tampan Salma itu tak menanggapi nya dan langsung membopong tubuh sang istri menuju kamar mandi.


"Once again cinta... kita buat cepat dan berkualitas di bath up," bisik Kevin di telinga istri nya, dan membawa Salma ke dalam bath up yang telah terisi air hangat.


Salma mendesah pelan, dan hanya bisa pasrah.. menikmati setiap sentuhan liar Kevin yang selalu dirindukan nya.


to be continue,,,