All About KEVIN

All About KEVIN
Imun Booster



Kevin berangkat ke sekolah dengan diantar pak Imron, sopir pribadi nya yang menggantikan pak Maman sejak Kevin duduk di bangku SMP. Sedangkan pak Maman, bertugas merawat apartemen milik Rehan, Fatima dan Alex bersama istri nya.


Suami dari Salma itu terlebih dahulu menghampiri sang istri di kediaman orang tua Salma. Sesampainya di rumah Salma, Kevin segera turun,. "Pak, tunggu sebentar ya.. saya masuk kedalam dulu," ucap Kevin pada pak Imron, sesaat sebelum diri nya turun.


Pak Imron hanya menjawab nya dengan anggukan dan senyuman.


Remaja berseragam putih abu-abu itu segera masuk ke rumah Salma dengan mengucap kan salam, "assalamu'alaikum,,," dan Kevin langsung melangkah menuju kamar sang istri, karena barusan Salma membalas pesan nya bahwa dia masih bersiap.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Salma dari dalam kamar nya.


Dan benar saja, saat Kevin masuk kedalam kamar istri nya itu, Salma sedang memakai hijab nya. "Tunggu bentar ya, nih hampir selesai," ucap Salma sambil melirik sang suami yang berdiri di belakang nya, melalui pantulan cermin di hadapan nya.


Suami dari Salma itu langsung melingkarkan tangan nya di perut sang istri, dan itu membuat Salma terkejut dan menjatuhkan jarum pentul yang hendak di sematkan di hijab nya sebagai pengunci, agar tidak terlepas. "Ah,, Kevin.. kamu ngagetin, jadi ilang kan jarum nya," rajuk Salma dengan manja.


"Sorry,, sorry,, aku enggak bermaksud mengagetkan mu baby," balas Kevin sambil tersenyum manis, dan itu membuat hati Salma bergetar.


"Lepas dulu ini tangan nya,," pinta Salma, sambil memukul pelan tangan suami nya itu. "Aku mau ambil jarum lagi di almari," ucap Salma.


Kevin pun nurut, dan segera melepaskan pelukan nya. Dia mengekor kemana langkah Salma pergi, "kenapa tidak disimpan di meja rias?" Tanya Kevin, yang berdiri menempel di belakang Salma saat Salma membuka almari dan mengambil satu buah jarum pentul sebagai pengganti.


"Kalau disimpan di sana, di acak-acak sama adik. Kasihan kan kalau kena tusuk?" Balas Salma seraya membalikkan badan, dan tentu saja itu membuat wajah kedua nya sangat dekat.


Dag dig dug,, jantung kedua remaja yang yang telah resmi menjalin hubungan halal itu berdebar kencang, Kevin menelan saliva dengan susah payah. "Baby,, boleh kah aku meminta sesuatu?" Pinta Kevin, seraya menatap netra bening Salma penuh damba.


Salma menelan saliva nya, istri remaja Kevin itu nampak gugup, "a,, apa yang kamu minta? Jangan aneh-aneh Kevin, nanti kita terlambat ke sekolah," ucap nya terbata, sambil menoleh menghindari wajah sang suami yang semakin mendekat. Bahkan aroma nafas mint dari Kevin, telah mampu membuat Salma berdesir.


Kevin menangkup kedua sisi wajah Salma, dan kembali menatap istri nya itu dengan intens, "aku butuh imun booster sebelum beraktifitas, baby,," ucap Kevin lirih, dan dengan lembut Kevin menyambar bibir Salma.


Untuk sesaat Salma terpaku dan tidak merespon ciuman suami nya, namun beberapa detik kemudian.. istri dari Kevin itu membalas dengan ******* bibir suami nya dengan penuh perasaan.


Kedua nya saling melepaskan rindu yang terpendam semalaman, dengan saling menyesap dan *******. Ciuman yang penuh cinta kasih sayang murni, dan tak ada nafsu di sana.


Setelah beberapa lama, Kevin menjauhkan sedikit wajah nya. Dia usap bibir Salma dengan lembut, dengan ibu jari nya. "Makasih imun booster nya baby, aku akan bersemangat seharian nanti." Ucap Kevin seraya tersenyum manis.


Dan Salma tersipu malu, karena ulah suami nya itu.


Salma kembali ke meja rias nya dan membetulkan hijab nya, sedangkan Kevin masih terus memandangi wajah cantik istri nya itu dari pantulan cermin. Sesekali, dia melempar senyum kearah Salma melalui pantulan cermin yang ada di hadapan Salma. Dan itu membuat jantung Salma, tak berhenti berdebar.


Jangan menatap ku seperti itu,, aku bisa kena serangan jantung," protes Salma, sambil berjalan kearah suami nya. "Aku udah siap, ayo berangkat," ajak Salma sambil menarik pelan lengan sang suami.


Kevin terkekeh, sambil mengikuti Salma dan mensejajarkan langkah nya keluar dari kamar Salma. Saat mereka hendak keluar dari rumah, Salma menghentikan langkah Kevin. "Tunggu,," ucap nya sambil menoleh kearah sang suami.


Salma menggeleng, "kamu sudah mendapatkan imun booster mu, sekarang.. beri aku vaksin agar aku terhindar dari virus cinta laki-laki lain," bisik Salma di telinga sang suami, sambil meniup telinga Kevin.


Sontak apa yang dilakukan Salma, membuat Kevin memejamkan mata sesaat menahan gejolak hasrat nya agar tidak terbangun di saat yang tidak tepat. "Baby,, apa yang kamu lakukan?!" Protes Kevin , "vaksin apa yang kamu maksud? Jangan memancing ku baby,, kita bisa bolos seharian, kalau kita terus berduaan seperti ini," lanjut Kevin sambil menatap istri nya.


"Peluk,," pinta Salma merajuk.


Kevin pun membawa Salma kedalam pelukan hangat nya, aroma maskulin menyeruak di indera penciuman Salma dan itu membuat istri dari Kevin itu merasa nyaman berada dalam dekapan sang suami.


Salma terus mengendus aroma wangi parfum yang bercampur dengan aroma tubuh sang suami, dan aroma itu lah yang dirindukan nya semalam hingga terbawa kedalam mimpi.


Kevin mengusap lembut punggung sang istri, "apa kamu bahagia, baby?" Tanya Kevin lembut.


"Iya,, aku bahagia. Dengan di peluk seperti ini, aku merasa di cintai dan di sayangi," lirih Salma.


Kevin tersenyum, "aku memang mencintai mu baby, sangat mencintai dan menyayangi mu. Aku akan memeluk mu, sesering dan sebanyak yang kamu mau," ucap Kevin sungguh- sungguh, dan itu membuat hati Salma semakin bahagia.


"Udah puas belum?" Bisik Kevin.


Salma mengangguk, kedua nya saling melerai pelukan dan kemudian tertawa bersama. "Ayo, kita bisa terlambat nanti," ajak Kevin seraya menggenggam tangan sang istri, dan kedua nya berjalan menuju mobil.


Kevin membuka kan pintu untuk istri nya, dan kemudian dia pun ikut masuk dan duduk di samping istri cantik nya itu.


Setelah memastikan tuan muda nya duduk dengan nyaman di kursi belakang, pak Imron pun segera melajukan kendaraan nya memecah jalanan ibukota menuju ke sekolah Kevin.


Tak berapa lama, mereka tiba di halaman sekolah. Kevin segera turun, yang diikuti oleh Salma. Tak ada adegan romantis, membuka kan pintu untuk istri nya karena Kevin dan Salma sudah sepakat untuk tidak mengumbar kemesraan di sekolah. yang bisa merugikan diri mereka sendiri


"Pak, nanti jemput jam empat sore ya.. seperti biasa, di kafe depan sekolah," titah Kevin pada sopir pribadi nya.


"Siap tuan muda," balas pak Imron.


Kevin dan Salam berjalan beriringan, menuju ke kelas nya di lantai dua. Saat hendak menaiki anak tangga, seseorang menghentikan langkah kaki Salma. "Salma tunggu."


Salma dan Kevin menoleh kearah sumber suara, Nathan tengah berlari kecil menghampiri Salma. "Salma, Kevin,, gue cuma mau ngucapin selamat untuk kalian berdua," ucap Nathan dengan senyum yang di paksakan, dan kemudian segera berlalu menaiki anak tangga mendahului Kevin dan Salma yang masih terdiam di tempat nya.


Keduanya saling pandang, dan sama-sama mengedikkan bahu tanda tak mengerti.


to be continue,,,