All About KEVIN

All About KEVIN
Kami Akan Berjuang Bersama



Keesokan hari nya, om Alex pamit untuk kembali ke Jakarta terlebih dahulu karena ada pekerjaan yang telah menanti nya. Om Alex keluar dari mansion bersama dengan om Adam yang hendak pergi ke kantor.. ya, mulai hari ini ayah Rahman itu sudah mulai aktif bekerja, di perusahaan milik Kevin sebagai wakil direktur.


Sedangkan Kevin dan yang lain nya, masih ingin tinggal hingga beberapa hari lagi di Bali. Mereka masih ingin menikmati liburan, sebelum nanti mulai masuk kuliah dan di sibukkan dengan aktifitas di kampus yang baru.


Mereka berenam menghabiskan waktu seharian dengan mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah, yang berada di pulau Dewata itu.


Satu hari full, mereka menjelajah Bali selatan dan mengunjungi tempat-tempat indah di pulau Bali bagian selatan tersebut kecuali pantai Kuta.. karena mereka sudah mengunjungi pantai Kuta di hari pertama mereka datang.


Diantara tempat wisata di Bali selatan yang mereka kunjungi adalah kawasan wisata Seminyak, tempat wisata Jimbaran dan tempat wisata Tanjung Benoa.


Dan seperti biasa, Kevin dan Salma akan selalu mengumbar kemesraan di depan teman-teman nya.. dan hal itu membuat Bayu menjadi meradang, karena dia hanya bisa memandangi Devi dan belum bisa menyentuh kekasih nya itu. Karena Kevin yang selalu mengingatkan bahwa mereka belum halal, di tambah Dion yang mata nya selalu melotot tajam jika Bayu mencoba mepet-mepet pada adik sepupu nya itu.


"Apes bener nasib gue, pacar di depan mata.. tapi apa daya, belum boleh pegang apalagi peluk?!" Bayu menggerutu seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, saat mereka sedang keluar berbelanja di salah satu butik high end di kawasan Seminyak.


Ya, malam ini setelah seharian lelah menjelajah tempat wisata di Bali bagian selatan dan sore tadi menghabiskan waktu bermain air di pantai Seminyak, Kevin memutuskan untuk menyewa luxury private villa dan menginap di sana.


"Bro,, besok kita pulang ke Jakarta aja ya?" Pinta Bayu dengan wajah memelas, menatap Kevin.


Kevin mengernyit, "kenapa? Ada masalah di rumah? Bapak Ibu sehat kan?" Tanya Kevin perhatian.


"Sehat,, di rumah gak ada masalah, tapi masalah nya di sini," balas Bayu menunjuk dada nya.


"Kenapa dada lu? Sesak nafas lu? Atau,, lu punya sakit jantung?" Kevin mengernyit.


"Enak aja ngatain gue punya penyakit jantung," protes Bayu.


"Lah, gue kan nanya? Bukan ngata-ngatain Babay..?! Sensi banget sih lu.. apa jangan-jangan, lu lagi PMS?" Seru Kevin dengan tersenyum mengejek.


Devi dan Salma yang tengah memilih-milih dress dan masih bisa mendengar obrolan mereka berdua, terkekeh pelan.


"Lantas kenapa tiba-tiba lu pengin pulang?" Tanya Kevin mulai serius.


Bayu menarik nafas dalam dan menghembus nya perlahan, "gue mau melamar Devi," ucap nya lirih, seraya melirik kekasih nya.


Devi langsung menghentikan aktifitas nya, dan menatap Bayu dengan mengernyit.


"Lu serius Bay?" Tanya Kevin menuntut jawab.


Bayu mengangguk pasti, "gue serius bro,, gue udah punya kerjaan, dan kuliah gue nanti kan dapat beasiswa," balas Bayu penuh keyakinan.


Kevin menatap Devi, yang masih termangu karena terkejut mendengar perkataan kekasih nya. "Dev, lu gimana?" Tanya Kevin menyelidik.


Devi tergagap, "gue,, gue, ikut aja gimana baik nya," balas Devi tersipu malu.


"Udah siap si Devi nya mas, kemarin aja waktu lihat kak Didi masih muda tapi udah punya baby.. dia jadi pengin seperti kak Didi," timpal Salma, seraya mengerling pada Devi.


Mendengar perkataan Salma, Bayu tersenyum senang, "benarkah?" Bayu menatap Devi dengan mata berbinar.


"Ada apa nih?! Asyik bener ngobrol nya?" Tanya Rahman, yang menghampiri mereka seraya menenteng paper bag di tangan kanan nya. Yang diikuti oleh Dion, yang juga membawa dua paper bag.


"Belum sempat belanja, Salma dan Devi lagi pilih-pilih sih tadi.. tapi urung beli, karena tiba-tiba ada kebelet pengin kawin," balas Kevin seraya tersenyum seringai, melirik Bayu.


"Nikah bro,, nikah!" Protes Bayu dengan wajah kesal, "mana berani gue kawin sama Devi, lagi pegang tangan aja langsung ada yang ceramah.. dah gitu satpam nya galak banget, mata nya langsung melotot tajam!" Lanjut Bayu, melirik Kevin dan Dion bergantian.


"Ya bagus lah Bay, ada yang ngingetin.. itulah guna nya teman, saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Jadi lu kudu bersyukur Bay, punya teman-teman yang baik dan saling mendukung kayak kita ini," timpal Rahman.


Bayu mengangguk setuju, "iya juga sih, itu maka nya biar gue enggak nambah-nambah dosa.. gue mau nikahin Devi secepat nya," ucap Bayu penuh keyakinan.


"What?! Menikah??" Dion sangat terkejut.


"Bang,, pelan kan suara abang," bisik Devi pada abang sepupu nya.


"Iya, menikahi adik sepupu lu.. dan sebagai teman yang baik, lu harus dukung gue. Seperti kata-kata Rahman tadi, sebagai teman kita harus saling mengingatkan dan mendukung dalam hal kebaikan." Ucap Bayu seraya tersenyum penuh kemenangan.


Dion melengos, dan terlihat kesal.


"Udah, kita lanjut kan obrolan nya nanti saja kalau sudah kembali ke villa. Sekarang, gue mau menemani istri untuk memilih baju," ucap Kevin seraya memeluk pinggang Salma dengan mesra, dan berlalu meninggalkan teman-teman nya menuju stand yang diinginkan sang istri.


*****


Di villa yang mereka sewa malam ini, setelah mereka puas berbelanja. "Jadi, besok kita balik ke Jakarta nih?" Tanya Rahman, saat mereka sudah berkumpul dan duduk di sofa di ruang keluarga villa tersebut.


"Iya, tuh ada yang lagi galau," balas Kevin seraya melirik Bayu, dan menunjuk Bayu dengan dagu nya.


Sedangkan Bayu, masih mencoba meyakinkan Dion bahwa dia serius dengan hubungan nya dan Devi.


"Gue serius sama Devi bro.. gue juga udah bisa cari uang sendiri, yah meskipun menurut keluarga kalian itu belum seberapa? Tapi gue yakin, akan bisa memenuhi kebutuhan Devi dan membahagiakan nya,,," ucap Bayu penuh semangat.


"Iya bang, bang Dion tolong bantu bicara sama papa ya,,, please," pinta Devi penuh harap, sambil menangkup kedua tangan di depan dada memohon pada abang sepupu nya.


Dion menarik nafas berat, "gue tahu, lu baik dan bertangungjawab Bay.. tapi masalah nya, untuk bisa masuk kedalam keluarga kami itu enggak sembarangan. Apalagi om Gunawan orang nya keras dan selektif, jadi lu harus siap kan mental dengan apa pun keputusan om Gunawan nanti nya. Kalian berdua harus bisa terima kemungkinan terburuk sekalipun, dengan berlapang dada," ucap Dion, dengan hati-hati.


Dion memang sudah tahu kalau Devi dan Bayu sudah lama menjalin hubungan, dan semenjak masuk dalam group chat TTM dan bergabung bersama Kevin dan teman-teman nya bisnis e-commers.. Dion jadi mengenal lebih dekat pacar adik sepupu nya itu, dan Dion bisa menilai bahwa Bayu adalah anak yang baik, rajin dan pekerja keras. Dan yang terpenting bagi nya, Bayu sangat menyayangi Devi.


"Kami akan berjuang bersama bang," lirih Devi.


Bayu tersenyum senang, menatap sang kekasih pujaan hati.


Sedangkan Dion, terlihat mengangguk-angguk.


Sejenak, suasana di ruang keluarga di villa yang mereka sewa tersebut menjadi hening... masing-masing sibuk dengan pikiran nya sendiri.


"Gue juga pasti akan bantu kalian berdua," ucap Kevin memecah keheningan, dan menyudahi obrolan mereka malam ini.


to be continue,,,