
Keseruan di hunian keluarga Antonio masih terus berlangsung, setelah jama'ah sholat isya',,, kembali semua nya berkumpul di dekat kolam renang, yang merupakan tempat favorit keluarga.
Mereka akan makan malam di tempat terbuka, di jembatan buatan di atas kolam renang. Makan malam dengan masakan bakar-bakaran adalah pilihan mereka saat ini.
Para orang tua tengah menyiapkan semua keperluan untuk bakar-bakaran, ada yang menyiapkan bahan nya, membuat bumbu nya dan ada yang mendapatkan bagian menyiapkan segala keperluan untuk memasak.
Dan Devan serta Ilham, kebagian jatah untuk membakar semua bahan yang sudah di siapkan.
"Ayah, awas aja ya kalau nanti enggak mandi lagi.. bunda enggak mau tidur sama ayah," ucap Jihan saat melintas di depan Ilham dan Devan yang sudah mulai membakar daging.
"Bun, ini aroma nya keren loh.. coba deh ketek ayah di cium," goda Ilham pada istri nya, sambil menarik paksa tangan sang istri agar mendekat.
"Enggak mau ayah, ayah bau asem.. bau kecap, bau sangit, bunda enek yah,", tolak Jihan sambil menutup hidung nya.
Ilham tak mau melepas istri nya meskipun JIhan terus meronta, justru semakin erat memeluk bunda nya Iqbal itu.
" Ham, malah pelukan.. nanti daging nya gosong!" Seru Devan yang baru datang dari mengambil sesuatu. "Kalian ini,,, enggak mau kalah sama Kevin dan Salma," lanjut Devan sambil melirik ke pintu paviliun milik bu Lin dan pak Ilyas yang saat ini di tempati sepasang pengantin baru itu, dan masih tertutup rapat.
"Tuh bocah belum keluar?" Tanya Ilham seraya mencuri kecupan di pipi Jihan, sebelum melepaskan istri nya itu.
"Ih,, ayah,, nyosor aja," protes Jihan sambil membetulkan hijab nya yang sedikit berantakan, akibat ulah sang suami yang masih terus menatap nya penuh cinta.
Ilham tersenyum, "dikit bun hanya DP, pelunasan nya nanti saat tengah malam ya?" Pinta Ilham sambil mengerling nakal.
Jihan segera berlalu dari hadapan sang suami, "mandi kembang tujuh rupa dulu yah, baru nanti bunda bukain pintu," balas Jihan tanpa menghentikan langkah nya
"Hah,, main nya tengah malam, kayak kunti aja," olok Devan pada adik ipar dari sahabat nya itu.
"Biarin, yang penting masih bisa main," Ilham menjulurkan lidah nya kepada Devan.
"Pada ngapain sih, kayak anak kecil aja kalian.." ucap Alex yang baru mendekat kearah mereka berdua untuk membantu.
"Tuh, bang Devan kan lagi bakar jagung.. di bolak balik sambil ngebayangin Kevin dan istri nya di dalam sana lagi ngapain?" Balas Ilham asal, sambil tersenyum lebar.
"Ih,, norak lu Dev, ya enggak usah dibayangin juga kali?! Udah tahu mereka lagi hot hot nya, yang pastilah main nya bukan hanya di bolak balik.. tapi juga sambil kejar-kejaran," ucap Alex sembarang, dengan wajah datar nya.
Ilham dan Devan menghentikan aksi bakar-bakar nya dan menatap Alex, "emang bisa gitu, main sambil kejar-kejaran?" Tanya Devan dan Ilham.
"Emang kalian belum pernah main seperti itu?" Tanya Rehan yang baru bergabung, dengan gaya cool nya yang memasukkan kedua tangan nya di dalam saku celana.
"Sensasi nya gimana bang?" Tanya Ilham penasaran, menatap kedua abang ipar nya bergantian.
"Coba deh dik, lu tanya sama Mirza dan si kembar Laila dan Laili tuh di sana," Rehan menunjuk putra nya dan putri kembar Devan yang sedang berkejaran di taman samping kolam renang.
Ilham ikut melihat kearah Mirza dan saudara-saudara sebaya nya, Nezia, Attar dan si kembar, yang tengah asyik main kejar-kejaran. Ilham mengernyit, "maksud nya? Main kejar-kejaran seperti mereka?" Tanya Ilham memastikan.
Rehan mengangguk dan kemudian terkekeh.
"Lagian kamu ya dik, mana bisa coba suami istri main sambil kejar-kejaran," balas Alex yang ikut terkekeh.
Devan pun ikut tersenyum masam.
Sedangkan di kamar Kevin, selepas sholat berjama'ah di mushola yang terdapat di halaman samping hunian keluarga Antonio,, remaja itu masih merayu sang istri yang lagi ngambek. Pasal nya Kevin belum mengijinkan Salma untuk bergabung bersama yang lain, di luar sana.
"Baby, satu kali aja" pinta Kevin dengan tatapan lembut nya, sambil mengusap-usap lengan sang istri.
"Tadi siang kan sudah banyak kali,, sebelum sholat maghrib juga kita terpaksa mandi lagi kan?! Masak masih kurang?" Tanya Salma menatap tajam sang suami, "lagian nanti selesai acara kan kita bisa melakukan nya lagi?"
"Kelamaan baby,, mereka itu kalau sudah ngumpul suka lupa waktu, bahkan bisa sampai subuh,," balas Kevin memberitahukan kebiasaan keluarga nya.
Salma terdiam, dan terdengar menarik nafas panjang.
Kevin masih tak berhenti berusaha, remaja tampan itu terus melancarkan bujuk rayu nya kepada sang istri. Kevin mulai mencumbui sang istri meski belum mendapatkan persetujuan dari Salma.
Mendapatkan sentuhan hangat dan penuh kasih dari sang suami, membuat Salma tak berdaya. Remaja cantik berkulit putih bersih itu akhir nya luluh juga, dan mulai membalas perlakuan sang suami kepada diri nya.
"Make me happy, baby.. please you lead the game," lirih Kevin yang mulai merasa melayang akibat sentuhan manis dari sang istri yang pandai memanjakan suami nya itu. "Kamu yang terbaik baby,," lanjut nya dengan tatapan yang semakin berkabut.
Salma semakin liar bermain di atas tubuh atletis sang suami, remaja cantik istri dari Kevin itu semakin lihai membuat sang suami melayang-layang.
Tanpa terasa, kedua insan yang di mabuk cinta itu telah melakukan permainan yang berbuah kenikmatan tak hanya sekali.. seperti permintaan Kevin tadi, karena nyata nya sang istri juga menginginkan lebih.
Hingga suara dering ponsel Kevin, memaksa kedua remaja yang sudah terikat dalam ikatan pernikahan yang suci itu menghentikan kegiatan mereka. Kevin hanya melirik sekilas ponsel nya, dan sama sekali tak berkeinginan untuk menerima panggilan tersebut.
Kevin segera mengajak sang istri untuk membersihkan diri, dan mereka berdua kemudian bersiap untuk bergabung bersama saudara-saudara nya yang lain.
Kevin menggandeng sang istri berjalan menuju meja makan yang terdapat di jembatan di atas kolam renang, nampak semua nya telah berkumpul di sana.
Di atas meja makan panjang, aneka masakan bakaran telah tersaji. Ilham yang masih berkeringat, mengibas-ngibaskan kipas yang ada di tangan nya di depan wajah nya.
"Om, habis ngapain.. sampai berkeringat kayak gitu?" Tanya Kevin tanpa berdosa.
"Eitdah nih bocah,, baru juga muncul udah ngeledekin orang tua," balas Ilham cemberut, Ilham kepanasan karena di kerjain sama abang-abang nya dan di suruh menyelesaikan membakar ayam dan jagung request dari anak-anak.
"Tahu tuh Ilham, orang lain yang main.. eh, dia yang berkeringat," celetuk Devan sambil melirik Kevin dan Salma.
Salma tertunduk dan tersipu malu.
"Berapa ronde bang?" Tanya Ilham vulgar, yang membuat Salma semakin merona wajah nya.
"Ehm,," Rehan berdeham, menatap tajam Devan dan Ilham bagar menghentikan ocehan nya.
Alvian terkekeh melihat Devan dan Ilham yang langsung mati kutu dan mengunci mulut nya, "dah, yuk makan," ajak Alvian sesaat kemudian, mencairkan suasana.
Dan keluarga besar geng tampan itu pun menikmati makan malam di tempat terbuka, dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
to be continue,,,